Di Café, Devi
menceritakan pada Lucki tentang penelepon gelap yang mengisengi dia tadi siang.
“Orang itu pake private number,Ki. So gue ngak tau
pasti dia itu siapa.” Ungkap Devi.
“Suaranya ,loe kenal?”
“Gue ngak
kenal, diakhir pembicaraan dia bilang’Masa Lalumu’, itu bukan Sadam kan,Ki?”
ujar Devi.
Lucki
memandang Devi, “Maybe…yes or no! udah berapa kali orang itu nelpon loe?”
selidik Lucki.
“Baru tadi
siang.”
“Dev,lebih
baik loe pake nomor yang lain aja.untuk sementara waktu nomor itu
non-aktifkan.Gimana?” usul Lucki.
“Iya…” Devi menyetujuinya.
“Jangan takut dan panik ya, gue selalu ada buat
loe!” seru Lucki sambil mengenggam tangan Devi.
“Thank…” Devi agak tenang.
Malam harinya dirumah Angel.
“Waduh, Doraemon kenapa tuw?” Tanya Cherly saat
melihat Angel tiduran di sofa ruang keluarga.
“What happen Angel?” Ryn ikut nanya.
Angel manyun, “Lagi meditasi nich,mau ikutan?” tawar
Angel.
“Masa sih? Habis jatuh ya?” Tanya Ryn lagi.
Angel hanya
mengangguk dan menatap kelayar televisi.
“Ahh…kok bisa sih?” Tanya Cherly.
“Aduuhh..nanya mulu deh. Pusing tau,mending makan
nih kue plus coklatnya,habisin semuanya!” Angel kesal ditanya terus.
“Hahahaha…ihhh gemesin deh!” Cherly nyubit pipi
Angel.
“Aduuhh… pada seneng banget nyubit pipi
aku!Ckckckck…” seru Angel.
“Anisa mana?” Tanya Ryn.
“Halloooo…..!”sapa Anisa yang baru aja dari dapur.
“Wah,kalian ada disini? Yah aku Cuma bikin sepiring
Nasgor.”
“Bikinin lagi
dong,Nis!” sahut Cherly.
“Hmmm…Kita udah makan kok! Cherly malu-maluin deh,
kalo mau bikin aja sana!” pinta Ryn sekaligus meledek Cherly yang ngak bisa
masak.
Cherly
manyun,”Wah Cantik juga kalo lagi manyun!” ledek Angel.
“Heheheee…Peace!” sahut Angel.
“Cherly,kalo mau nasgornya ambil sendiri didapur
ya.Masih banyak kok!” ungkap Anisa.
“Yeee… Anisa emang Istimewa!” Cherly mencibir kearah
Ryn dan Angel,lalu berjalan menuju dapur.
“Ka,aku kan lagi sakit nih. Hmmm…bisa dunk suapin
aku? Masih pusing nih,ngak bisa makan sendiri!” pinta Angel dan tersenyum
manis.
“Ah…alasan kamu aja.” Anisa pun menyuapi Angel.
“So sweet banget sih.” Sahut Ryn. “Hehee…” mereka
pun tertawa.
Beberapa menit kemudian Devi pulang diantar sama
Lucki.
“Makasi ya ,Ki!” “Iya…sama-sama!Gue balik dulu ya.”
Sahut Lucki.
“Ngak mampir
dulu?” “Hmmm…lain kali deh,gue masih ada kerjaan.Salam buat Anisa dan Angel
ya?!”
“Sip…Hati-hati!” ingat Devi.
“Oke!
Bye-bye…” Lucki pun meninggalkan rumah Devi. Devi melangkah masuk kedalam
rumah.
“Malam semua…!” sapa Devi.
“Malam Ka…” Sahut Anisa,Angel,Cherly dan Ryn
bersamaan.
“Kok makannya disuapin?” Tanya Devi bingung.
“Pengen aja Ka,wah berhubung Ka Devi udah pulang.”
Angel lalu mengambil piring yang ditangan Anisa dan memberikannya pada Devi.
“Sekarang
Kakak yang suapin aku yah!” pinta Angel.
“Loh…?” Devi bengong.
“Yeee..giliran Ka Devi ada , aku dilupain! Huh….”
Anisa kesal.
“Biarin….. weeeek!” ledek Angel.
“Kok,tumben minta disuapin?” Tanya Devi lagi.
“Kalo makan
disuapin sama kakak tuh,rasanya gimana gitu……” sahut Angel.
“Gimana?”
“Makanan yang tadinya ngak enak,jadi lebih enak!
Gitu.” Angel melirik Anisa.
“Jadi kamu bilang masakan kakak ngak enak?” Anisa
menatap Angel.
“Hehehe… becanda kok Ka.Sumpah! Nasgornya lebih enak
daripada yang aku bikin.”
“Iya kah?”
“Iya,Nis. Nasgornya enak,aku aja mau nambah
nih.heheheh… laper!” ungkap Cherly.
“Laperrr apa doyan?” ledek Ryn.
“Dua-duanya!”
“Tuh,ngak percaya sama kemampuan sendiri sih.
Nasgornya enak.Lezat.mantap.dahsyat!” puji Angel.
Devi yang daritadi
melihat kelakuan adik-adiknya jadi bahagia dan sedikit melupakan kejadian siang
tadi. “Kalian tuh. Heboh banget deh, kakak bahagia punya adik seperti kalian.
Selalu istimewa dihati kakak. Sampai kapanpun!” lalu memeluk Anisa dan Angel.
“Kakak sayang kalian!”
“Ka,aku dan Ryn juga mau dipeluk donk?!” pinta
Cherly. Dan Devi tersenyum lalu memeluk semuanya.
Ditempat lain,tepatnya ditepi danau.
“Hmmm…Derby!” sapa Christy (Barney)
“Hei…miss
Barney.” Sahut Derby dan Christy tersenyum.
“Aku selalu telat yah? Tiap mau kesini pasti tempat
aku selalu keduluan sama kamu!” ujar Christy.
“Makanya pakai speedy dong, anti lelet! Hehehe…
malam ini ngak siaran?”
“Hmmm… tadi
siang sih udah. Malam ini free!”
“Udah ketemu sama Papi kamu?” Tanya Derby.
Christy hanya menggelengkan kepala. “Aku ngak mau
ada yang ribut. Ntar kalo aku kesana, Papi minta aku untuk tinggal bersamanya.
Lebih baik hidup seperti saat ini, ngak bikin beban dan masalah untuk orang
lain.” Ungkap Christy lalu mengalihkan pandangannya kedanau.
“Chris, aku sayang sama kamu.” Batin Derby.
********
Keesokkan harinya, didepan rumah Randy.
“Egi.” Batin Randy dan lalu berjalan kearah Egi.
“Ngapain loe pagi-pagi berdiri disini?”
“Gue mau
ketemu sama mami.” Seru Egi.
“Mami ngak ada. Lagipula mami ngak akan mau ketemu
sama loe!” bentak Randy.
“Ran, please
kasih gue kesempatan buat ngomong! Gue ….”
“Basi tau! Mending loe ngak usah datang kesini!
Jangan ganggu gue dan mami! Hidup sana sama orang yang loe anggap ayah itu!Gue
udah kasih loe kesempatan,tapi apa? Loe sia-siakan kesempatan itu!” Randy emosi
dan meninggalkan Egi.
“Ran…Randy…!”
teriak Egi, Randy tetap pada pendiriannya. Seseorang mengintip dari tirai
jendela.
“ Egi,anakku!”
Dirumah Angel.
“Anisa, Angel kok belum turun?” Tanya Devi.
“Hmm… biar aku lihat ke kamarnya.” Sahut Anisa dan
melangkah menuju kamar Angel dilantai 2.
“Tookk..tokk…took!”
“Angel,sarapan yuk. Ka Devi nungguin kamu
tuh?” teriak Anisa didepan kamar Angel yang masih tertutup.
“Angel....
tumben ngak ngerespon? Kakak masuk ya?” Anisa pun masuk kekamar Angel yang dari
awal tidak dikunci. Anisa melihat dikasur tidak ada Angel,lalu memanggil nama
Angel berulang kali tapi tidak ada jawaban.
“Angel…kamu
dimana ?” Anisa panik.
“Kamar mandi?” Anisa lalu melangkahkan kakinya
kekamar mandi. Anisa kaget mendapati Angel pingsan dikamar mandi.
“Angel……………” teriak Anisa histeris.
“Anisa.” Seru Devi setelah mendengar Anisa menjerit.
“Non Anisa kenapa ?” tanya Bi Lisa. Devi dan Bi Lisa
pun menuju kamar Angel.
“Ka Devi… Angel pingsan!!” sesampai Devi dikamar
Angel,”Angel….” Devi pun ngak kalah kaget.
“Angel,kamu
kenapa?Bangun dek!!” pinta Devi.
“Nis,kenapa bisa begini?”
“Aku…. ngak tau kak.” Seru Anisa terbata-bata.
“Aku…. ngak tau kak.” Seru Anisa terbata-bata.
Dan Angel pun dibawa kerumah sakit.
Sementara itu disekolah.
“Pagi anak-anak.” Sapa Miss Lani.
“Pagi miss…”Balas murid.
“Hari ini kita kedatangan murid baru,dia pindahan
dari Australia.Silahkan masuk!” “Kanguru dong miss?” ledek salah satu murid,
yang lainnya tertawa.
“Kalian ini
becanda terus!”
Waaawww,ternyata murid baru itu adalah cewek
pesek(upp’s) yang kemarin omelin Angel. “Si pesek??” batin Gigi.
“Silahkan
perkenalkan diri kamu!” pinta Miss Lani.
“Makasih miss.!” Randy yang juga berada dikelas itu
kaget melihat murid baru itu. “Felly.” Batinnya.
“Hey,nama aku Felly.aku anak kedua dari dua
bersaudara,…(bla…bla…bla). Sekian,terima kasih.” Ungkap Felly.
“Ok..perkenalannya dilanjutkan di jam
istirahat aja ya! Felly kamu boleh duduk disana!” sambil menunjuk kearah meja
kosong yang ada didepan tempat duduk Randy.
Felly memandang Randy dan tersenyum,namun Randy mengalihkan
pandangannya.
Pada jam istirahat.
Gigi mencoba menelepon Angel.tapi ngak diangkat-angkat. Lalu Gigi menuju kelas
Anisa. Tapi orang yang dicari-cari tidak ketemu.
“Gigi…” sapa Cherly.
“Hey Ka Cherly,Ka lihat Ka Anisa ngak? Kok aku
cari-cari ngak ketemu?”
“Yah,kamu cari disini ya mana ada ketemu,orangnya
aja lagi ada dirumah sakit.” Jelas Cherly.
“Haaa..Rumah sakit? Ka Anisa kenapa? Dia baik-baik
aja kan Ka?” Gigi panik.
“Op’ss Anisa sehat kok,yang masuk rumah sakit itu
Angel.” Terang Ryn.
“Whattttt…? Angel???” Gigi makin panik.
“Gi,tenang donk!” seru Cherly.
“Angel,kenapa bisa masuk rumah sakit?”
“Tadi pagi
Anisa nemuin Angel pingsan dikamar mandi.” Sahut Ryn.
“Tapi Angel baik-baik aja kan?” Tanya Gigi lagi.
“Daripada kamu penasaran,mending setelah pelajaran
sekolah usai,kita pergi jenguk Angel.?” Tawar Cherly. “Iya,aku mau!”
Sepulang sekolah Gigi bersama Cherly dan Ryn menuju
rumah sakit.
**************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar