Rabu, 19 Juni 2013

PART 3



Di Café, Devi menceritakan pada Lucki tentang penelepon gelap yang mengisengi dia tadi siang.
“Orang itu pake private number,Ki. So gue ngak tau pasti dia itu siapa.” Ungkap Devi.
“Suaranya ,loe kenal?”
 “Gue ngak kenal, diakhir pembicaraan dia bilang’Masa Lalumu’, itu bukan Sadam kan,Ki?” ujar Devi.
 Lucki memandang Devi, “Maybe…yes or no! udah berapa kali orang itu nelpon loe?” selidik Lucki.
 “Baru tadi siang.”
 “Dev,lebih baik loe pake nomor yang lain aja.untuk sementara waktu nomor itu non-aktifkan.Gimana?” usul Lucki.
“Iya…” Devi menyetujuinya.
“Jangan takut dan panik ya, gue selalu ada buat loe!” seru Lucki sambil mengenggam tangan Devi.
“Thank…” Devi agak tenang.
Malam harinya dirumah Angel.
“Waduh, Doraemon kenapa tuw?” Tanya Cherly saat melihat Angel tiduran di sofa ruang keluarga.
“What happen Angel?” Ryn ikut nanya.
Angel manyun, “Lagi meditasi nich,mau ikutan?” tawar Angel.
“Masa sih? Habis jatuh ya?” Tanya Ryn lagi.
 Angel hanya mengangguk dan menatap kelayar televisi.
“Ahh…kok bisa sih?” Tanya Cherly.
“Aduuhh..nanya mulu deh. Pusing tau,mending makan nih kue plus coklatnya,habisin semuanya!” Angel kesal ditanya terus.
“Hahahaha…ihhh gemesin deh!” Cherly nyubit pipi Angel.
“Aduuhh… pada seneng banget nyubit pipi aku!Ckckckck…” seru Angel.
“Anisa mana?” Tanya Ryn.
“Halloooo…..!”sapa Anisa yang baru aja dari dapur.
“Wah,kalian ada disini? Yah aku Cuma bikin sepiring Nasgor.”
 “Bikinin lagi dong,Nis!” sahut Cherly.
“Hmmm…Kita udah makan kok! Cherly malu-maluin deh, kalo mau bikin aja sana!” pinta Ryn sekaligus meledek Cherly yang ngak bisa masak.
 Cherly manyun,”Wah Cantik juga kalo lagi manyun!” ledek Angel.
“Heheheee…Peace!” sahut Angel.
“Cherly,kalo mau nasgornya ambil sendiri didapur ya.Masih banyak kok!” ungkap Anisa.
“Yeee… Anisa emang Istimewa!” Cherly mencibir kearah Ryn dan Angel,lalu berjalan menuju dapur.
“Ka,aku kan lagi sakit nih. Hmmm…bisa dunk suapin aku? Masih pusing nih,ngak bisa makan sendiri!” pinta Angel dan tersenyum manis.
“Ah…alasan kamu aja.” Anisa pun menyuapi Angel.
“So sweet banget sih.” Sahut Ryn. “Hehee…” mereka pun tertawa.
Beberapa menit kemudian Devi pulang diantar sama Lucki.
“Makasi ya ,Ki!” “Iya…sama-sama!Gue balik dulu ya.” Sahut Lucki.
 “Ngak mampir dulu?” “Hmmm…lain kali deh,gue masih ada kerjaan.Salam buat Anisa dan Angel ya?!”
 “Sip…Hati-hati!” ingat Devi.
 “Oke! Bye-bye…” Lucki pun meninggalkan rumah Devi. Devi melangkah masuk kedalam rumah.
“Malam semua…!” sapa Devi.
“Malam Ka…” Sahut Anisa,Angel,Cherly dan Ryn bersamaan.
“Kok makannya disuapin?” Tanya Devi bingung.
“Pengen aja Ka,wah berhubung Ka Devi udah pulang.” Angel lalu mengambil piring yang ditangan Anisa dan memberikannya pada Devi.
 “Sekarang Kakak yang suapin aku yah!” pinta Angel.
“Loh…?” Devi bengong.
“Yeee..giliran Ka Devi ada , aku dilupain! Huh….” Anisa kesal.
“Biarin….. weeeek!” ledek Angel.
“Kok,tumben minta disuapin?” Tanya Devi lagi.
 “Kalo makan disuapin sama kakak tuh,rasanya gimana gitu……” sahut Angel.
 “Gimana?”
“Makanan yang tadinya ngak enak,jadi lebih enak! Gitu.” Angel melirik Anisa.
“Jadi kamu bilang masakan kakak ngak enak?” Anisa menatap Angel.
“Hehehe… becanda kok Ka.Sumpah! Nasgornya lebih enak daripada yang aku bikin.”
 “Iya kah?”
“Iya,Nis. Nasgornya enak,aku aja mau nambah nih.heheheh… laper!” ungkap Cherly.
“Laperrr apa doyan?” ledek Ryn.
“Dua-duanya!”
“Tuh,ngak percaya sama kemampuan sendiri sih. Nasgornya enak.Lezat.mantap.dahsyat!” puji Angel.
Devi yang daritadi melihat kelakuan adik-adiknya jadi bahagia dan sedikit melupakan kejadian siang tadi. “Kalian tuh. Heboh banget deh, kakak bahagia punya adik seperti kalian. Selalu istimewa dihati kakak. Sampai kapanpun!” lalu memeluk Anisa dan Angel.
“Kakak sayang kalian!”
“Ka,aku dan Ryn juga mau dipeluk donk?!” pinta Cherly. Dan Devi tersenyum lalu memeluk semuanya.
                                                           
Ditempat lain,tepatnya ditepi danau.
“Hmmm…Derby!” sapa Christy (Barney)
 “Hei…miss Barney.” Sahut Derby dan Christy tersenyum.
“Aku selalu telat yah? Tiap mau kesini pasti tempat aku selalu keduluan sama kamu!” ujar Christy.
“Makanya pakai speedy dong, anti lelet! Hehehe… malam ini ngak siaran?”
 “Hmmm… tadi siang sih udah. Malam ini free!”
“Udah ketemu sama Papi kamu?” Tanya Derby.
Christy hanya menggelengkan kepala. “Aku ngak mau ada yang ribut. Ntar kalo aku kesana, Papi minta aku untuk tinggal bersamanya. Lebih baik hidup seperti saat ini, ngak bikin beban dan masalah untuk orang lain.” Ungkap Christy lalu mengalihkan pandangannya kedanau.
“Chris, aku sayang sama kamu.” Batin Derby.
                                                                        ********
Keesokkan harinya, didepan rumah Randy.
“Egi.” Batin Randy dan lalu berjalan kearah Egi.
“Ngapain loe pagi-pagi berdiri disini?”
 “Gue mau ketemu sama mami.” Seru Egi.
“Mami ngak ada. Lagipula mami ngak akan mau ketemu sama loe!” bentak Randy.
 “Ran, please kasih gue kesempatan buat ngomong! Gue ….”
“Basi tau! Mending loe ngak usah datang kesini! Jangan ganggu gue dan mami! Hidup sana sama orang yang loe anggap ayah itu!Gue udah kasih loe kesempatan,tapi apa? Loe sia-siakan kesempatan itu!” Randy emosi dan meninggalkan Egi.
 “Ran…Randy…!” teriak Egi, Randy tetap pada pendiriannya. Seseorang mengintip dari tirai jendela.
“ Egi,anakku!”
Dirumah Angel.
“Anisa, Angel kok belum turun?” Tanya Devi.
“Hmm… biar aku lihat ke kamarnya.” Sahut Anisa dan melangkah menuju kamar Angel dilantai 2.
“Tookk..tokk…took!”
 “Angel,sarapan yuk. Ka Devi nungguin kamu tuh?” teriak Anisa didepan kamar Angel yang masih tertutup.
 “Angel.... tumben ngak ngerespon? Kakak masuk ya?” Anisa pun masuk kekamar Angel yang dari awal tidak dikunci. Anisa melihat dikasur tidak ada Angel,lalu memanggil nama Angel berulang kali tapi tidak ada jawaban.
 “Angel…kamu dimana ?” Anisa panik.
“Kamar mandi?” Anisa lalu melangkahkan kakinya kekamar mandi. Anisa kaget mendapati Angel pingsan dikamar mandi.
“Angel……………” teriak Anisa histeris.
“Anisa.” Seru Devi setelah mendengar Anisa menjerit.
“Non Anisa kenapa ?” tanya Bi Lisa. Devi dan Bi Lisa pun menuju kamar Angel.
“Ka Devi… Angel pingsan!!” sesampai Devi dikamar Angel,”Angel….” Devi pun ngak kalah kaget.
 “Angel,kamu kenapa?Bangun dek!!” pinta Devi.
“Nis,kenapa bisa begini?”
“Aku…. ngak tau kak.” Seru Anisa terbata-bata.
Dan Angel pun dibawa kerumah sakit.
Sementara itu disekolah.
“Pagi anak-anak.” Sapa Miss Lani.
“Pagi miss…”Balas murid.
“Hari ini kita kedatangan murid baru,dia pindahan dari Australia.Silahkan masuk!” “Kanguru dong miss?” ledek salah satu murid, yang lainnya tertawa.
 “Kalian ini becanda terus!”
 Waaawww,ternyata murid baru itu adalah cewek pesek(upp’s) yang kemarin omelin Angel. “Si pesek??” batin Gigi.
 “Silahkan perkenalkan diri kamu!” pinta Miss Lani.
“Makasih miss.!” Randy yang juga berada dikelas itu kaget melihat murid baru itu. “Felly.” Batinnya.
“Hey,nama aku Felly.aku anak kedua dari dua bersaudara,…(bla…bla…bla). Sekian,terima kasih.” Ungkap Felly.
 “Ok..perkenalannya dilanjutkan di jam istirahat aja ya! Felly kamu boleh duduk disana!” sambil menunjuk kearah meja kosong yang ada didepan tempat duduk Randy.  Felly memandang Randy dan tersenyum,namun Randy mengalihkan pandangannya.
Pada jam istirahat. Gigi mencoba menelepon Angel.tapi ngak diangkat-angkat. Lalu Gigi menuju kelas Anisa. Tapi orang yang dicari-cari tidak ketemu.
“Gigi…” sapa Cherly.
“Hey Ka Cherly,Ka lihat Ka Anisa ngak? Kok aku cari-cari ngak ketemu?”
“Yah,kamu cari disini ya mana ada ketemu,orangnya aja lagi ada dirumah sakit.” Jelas Cherly.
“Haaa..Rumah sakit? Ka Anisa kenapa? Dia baik-baik aja kan Ka?” Gigi panik.
“Op’ss Anisa sehat kok,yang masuk rumah sakit itu Angel.” Terang Ryn.
“Whattttt…? Angel???” Gigi makin panik.
“Gi,tenang donk!” seru Cherly.
“Angel,kenapa bisa masuk rumah sakit?”
 “Tadi pagi Anisa nemuin Angel pingsan dikamar mandi.” Sahut Ryn.
“Tapi Angel baik-baik aja kan?” Tanya Gigi lagi.

“Daripada kamu penasaran,mending setelah pelajaran sekolah usai,kita pergi jenguk Angel.?” Tawar Cherly. “Iya,aku mau!”
Sepulang sekolah Gigi bersama Cherly dan Ryn menuju rumah sakit.

                                                            **************

Tidak ada komentar:

Posting Komentar