Keesokkan harinya dirumah sakit. Devi menemani
Angel.
“Kakak, ngak kerja?” Tanya Angel. “Enggak. Kakak mau
nemenin kamu, kasihan kamu sendirian.” Sahut Devi. “Oh… trus Café siapa yang
jagain?” “Kakak udah minta bantuan Siska. Lagian kakak pengen terus ada
disamping kamu.” Devi mengelus pipi Angel dengan lembut. “Maaf ya Ka, karena
aku kakak jadi ngak bisa konsen dengan kerjaan kakak.” “Udah,jangan menyalahi
diri sendiri. Kakak sayang sama kamu.” Lalu mengecup dahi Angel.
Tiba-tiba Randy datang. “Hallo…” sapanya dan
mendekati Angel. “Gimana kabarnya?” “Hai, seperti yang loe lihat. Masih cantik
seperti dulu.heheheh…” Angel tertawa kecil. “Ah.. Oh yeah.!” Randy
manggut-manggut. “Hai,Ran. Kamu ngak sekolah?” Tanya Devi. “Hmm… tadi gurunya
ngak datang,jadi aku kesini deh. Ka Devi sendiri ngak kerja?” Randy balik nanya.
“Kakak udah minta tolong sama teman kakak,jadi untuk sementara waktu kakak mau
focus sama Angel dulu.” Ungkapnya. “Gue bisa kok kak,jagain Angel. Setelah
pulang sekolah gue bakalan langsung kesini. Dan kakak masih bisa tetap kerja
seperti biasanya.” Pinta Randy. “Kamu serius Ran?” selidik Devi. Randy
mengangguk,”Ya!”
Angel yang mendengar kata-kata Randy,menjadi semakin
bingung dan heran. “Angel, kakak keruangan Dokter Andre sebentar ya, kakak mau
tanya kapan kamu bisa keluar dari rumah sakit. Ran, kakak tinggal sebentar ya!”
“Ya Ka.” Sahut Angel dan Randy bersamaan. Dan Angel pun menatap Randy. “Apa mau
loe?” seru Angel. “Hah…?” Randy bingung.
“Hah?? Maksudnya?” Randy mendekati Angel. “Lagi
merencanakan apa? Kenapa jadi baik gini? Bukannya benci sama gue?” ungkap
Angel. Randy menatap Angel, “Walaupun gue seperti ini,gue masih punya perasaan.
Tenang aja,gue ngak bakalan berbuat yang aneh sama loe!” jelas Randy. Angel
memegang krah baju Randy, “Dan terus gue harus percaya sama loe?” “Apa-apaan
sih? Jauhin tangan loe!” Randy memegang tangan Angel. Lalu Randy kembali
menatap Angel, “Tatap mata gue dan lihat apa gue lagi berbohong. Semua yang gue
bilang dihadapan kakak loe,itu serius. Gue akan jagain loe!” ungkap Randy.
Tiba-tiba Gigi datang menjenguk Angel.
“Njelll…..” sapa Gigi lalu mencium pipi Angel.
“Muaaach….” “Ihh..Gi apaan sih? Pake
nyium aku?” “Hehehee… daripada dicubit! Eh,Ka Randy ada disini juga.” Sapa
Gigi. Randy hanya tersenyum. “Ka Randy tadi dicari sama Miss Lani.” Ingat Gigi.
“Hah…? Ada apa?” Tanya Randy bingung. “Aku juga ngak tau Ka,Miss Lani Cuma
pesan agar Ka Randy temui Miss Lani besok pagi.” Sahut Gigi. “Ya… makasih buat
infonya.” Seru Randy. “Hahaahaa… palingan juga bakalan kena tegur lagi.
Ckckckck berantem sama siapa lagi?” ledek Angel. Tiba-tiba handphone Randy
berdering…
“Hallo,Mi…” sapa Randy. Ternyata yang menelpon
adalah Mami Randy. “Oh…oke Mi.Ntar Randy
beliin. Ya udah mami istirahat aja ya,ngak usah kerja yang berat-berat.”
“Iya sayang.” Sahut Mami. “Love you,Mi.” Seru Randy dan menutup telepon.
“Mama Ka Randy ya?” Tanya Gigi.
Randy mengangguk, “Kayaknya gue harus balik deh,
nyokap lagi kurang enak badan. Gi, jagain temen loe yah.” Ujarnya.
“Oh…pasti aku akan jagain Angel. Salam buat mamanya
ya,semoga cepat sembuh.” Sahut Gigi.
“Yup’s…Gue pinjam HP loe bentar?” pinta Randy pada
Angel. Dengan cepat Randy men-save nomornya di HP Angel. “Ini nomor gue,dan
nomor loe udah gue save. Jadi kalo ada apa-apa hubungi gue. Gue balik dulu yah!
Cepat sembuh and see you!” pamit Randy sambil mengacak-acak rambut Angel.
“Ihh…apa-apaan sih?” Angel manyun. “Cie..cie…akrab
banget yah?” ledek Gigi. “Ahh …Bawel!!!” “Hehehe…kidding!”
Sementara itu ditempat lain. Anisa baru saja keluar
dari supermarket. Dan hendak menuju mobil Cherly. “Anisa lama banget sih Cher
?” Tanya Ryn. “Sabar dong,nah itu Anisa.” Seru Cherly. Tiba-tiba ada mobil yang
melaju sangat cepat kearah dimana Anisa sedang berjalan. “Anisaaaaa…
awassssss???”Teriak Cherly. “Anisaaa….” Ryn ikut berteriak. Tiba-tiba Anisa
didorong oleh seseorang,dan membuat Anisa terjatuh. “Awww….” Lirih Anisa.
“WOY KALO NGAK BISA NYETIR JANGAN BAWA MOBIL!!!”
Teriak yang menolong Anisa yang ternyata adalah Egi. “Kamu ngak apa-apa
kan,Nis?” Egi menghampiri Anisa. Cherly dan Ryn berlari kearah Anisa. “Awww…”
rintih Anisa kesakitan. Tangannya sedikit terluka akibat dorongan Egi. “Kita ke
Rumah sakit ya, buat ngobatin luka kamu.” “Iya,Nis. Tangan kamu harus diobati!”
sahut Cherly. Dan lalu mereka bersama-sama ke rumah sakit. Dikejauhan,
“Siaaaaalllll… Gagal lagi! Brengsek!!!” batin seseorang yang kesal karena Anisa
selamat.
Dikediaman Christy (Barney). Tepatnya didekat kolam
renang.
“Kakakku yang jelek.” Sapa Felly dan mencium pipi
Barney. “Hai… kamu dari mana aja sih?” “Hehehee… biasa habis belanja dan ke salon.
Kakak sih ngak mau nemenin aku. Ya udah aku pergi sendiri aja.” Ungkap Felly.
“Oh ya,Gimana dengan sekolah kamu?Seru kan?” Tanya
Barney. “Hmmm…biasa aja! Oh ya,aku sekelas dengan Ka…” Felly tidak melanjutkan
omongannya. Barney mengalihkan pandangannya ke kolam renang. “Oh ya,kakak besok
ngak ada kerjaan. Kamu mau ngak sepulang sekolah temenin kakak jalan?” Barney
mengalihkan pembicaraa.
“Iya boleh. Tapi jemput aku yah? Hmmm… Cuma kita
berdua aja? Ngak ngajak Ka Derby?”
“Hmm.. Derby lagi ke Bandung. Besok itu hanya ada kakak dan kamu.” Jelas
Barney. “Okeee… pasti besok akan seru! Jadi ngak sabar. Hehee..” Felly
tersenyum manja.
Dan malam harinya di rumah sakit.
Devi dan Gigi masih tetap menemani Angel. “Oh,ya
Njel. Kamu tau ngak kalo si pesek sekelas dengan kita?’ Tanya Gigi.
“Pesek? Ah..ingat yang rese itu kan? Jadi dia anak
baru,Gi?”
“Iya…ah orangnya nyebelin banget Njelll. Kenapa dia
harus sekelas sama kita?”
“Kalian lagi ngomongin siapa sih?” Tanya Devi.
“Itu Ka,ada anak baru dikelas kita. Ihh..anaknya
nyebelin dan sok banget. Trus gara-gara dia Angel pingsan di sekolah.” Ungkap
Gigi.
“
Tidak ada komentar:
Posting Komentar