Rabu, 19 Juni 2013

PART 5



Keesokkan harinya dirumah sakit. Devi menemani Angel.
“Kakak, ngak kerja?” Tanya Angel. “Enggak. Kakak mau nemenin kamu, kasihan kamu sendirian.” Sahut Devi. “Oh… trus Café siapa yang jagain?” “Kakak udah minta bantuan Siska. Lagian kakak pengen terus ada disamping kamu.” Devi mengelus pipi Angel dengan lembut. “Maaf ya Ka, karena aku kakak jadi ngak bisa konsen dengan kerjaan kakak.” “Udah,jangan menyalahi diri sendiri. Kakak sayang sama kamu.” Lalu mengecup dahi Angel.
Tiba-tiba Randy datang. “Hallo…” sapanya dan mendekati Angel. “Gimana kabarnya?” “Hai, seperti yang loe lihat. Masih cantik seperti dulu.heheheh…” Angel tertawa kecil. “Ah.. Oh yeah.!” Randy manggut-manggut. “Hai,Ran. Kamu ngak sekolah?” Tanya Devi. “Hmm… tadi gurunya ngak datang,jadi aku kesini deh. Ka Devi sendiri ngak kerja?” Randy balik nanya. “Kakak udah minta tolong sama teman kakak,jadi untuk sementara waktu kakak mau focus sama Angel dulu.” Ungkapnya. “Gue bisa kok kak,jagain Angel. Setelah pulang sekolah gue bakalan langsung kesini. Dan kakak masih bisa tetap kerja seperti biasanya.” Pinta Randy. “Kamu serius Ran?” selidik Devi. Randy mengangguk,”Ya!”
Angel yang mendengar kata-kata Randy,menjadi semakin bingung dan heran. “Angel, kakak keruangan Dokter Andre sebentar ya, kakak mau tanya kapan kamu bisa keluar dari rumah sakit. Ran, kakak tinggal sebentar ya!” “Ya Ka.” Sahut Angel dan Randy bersamaan. Dan Angel pun menatap Randy. “Apa mau loe?” seru Angel. “Hah…?” Randy bingung.
“Hah?? Maksudnya?” Randy mendekati Angel. “Lagi merencanakan apa? Kenapa jadi baik gini? Bukannya benci sama gue?” ungkap Angel. Randy menatap Angel, “Walaupun gue seperti ini,gue masih punya perasaan. Tenang aja,gue ngak bakalan berbuat yang aneh sama loe!” jelas Randy. Angel memegang krah baju Randy, “Dan terus gue harus percaya sama loe?” “Apa-apaan sih? Jauhin tangan loe!” Randy memegang tangan Angel. Lalu Randy kembali menatap Angel, “Tatap mata gue dan lihat apa gue lagi berbohong. Semua yang gue bilang dihadapan kakak loe,itu serius. Gue akan jagain loe!” ungkap Randy.
Tiba-tiba Gigi datang menjenguk Angel.
“Njelll…..” sapa Gigi lalu mencium pipi Angel. “Muaaach….”  “Ihh..Gi apaan sih? Pake nyium aku?” “Hehehee… daripada dicubit! Eh,Ka Randy ada disini juga.” Sapa Gigi. Randy hanya tersenyum. “Ka Randy tadi dicari sama Miss Lani.” Ingat Gigi. “Hah…? Ada apa?” Tanya Randy bingung. “Aku juga ngak tau Ka,Miss Lani Cuma pesan agar Ka Randy temui Miss Lani besok pagi.” Sahut Gigi. “Ya… makasih buat infonya.” Seru Randy. “Hahaahaa… palingan juga bakalan kena tegur lagi. Ckckckck berantem sama siapa lagi?” ledek Angel. Tiba-tiba handphone Randy berdering…
“Hallo,Mi…” sapa Randy. Ternyata yang menelpon adalah Mami Randy. “Oh…oke Mi.Ntar Randy  beliin. Ya udah mami istirahat aja ya,ngak usah kerja yang berat-berat.” “Iya sayang.” Sahut Mami. “Love you,Mi.” Seru Randy dan menutup telepon.
“Mama Ka Randy ya?” Tanya Gigi.
Randy mengangguk, “Kayaknya gue harus balik deh, nyokap lagi kurang enak badan. Gi, jagain temen loe yah.” Ujarnya.
“Oh…pasti aku akan jagain Angel. Salam buat mamanya ya,semoga cepat sembuh.” Sahut Gigi.
“Yup’s…Gue pinjam HP loe bentar?” pinta Randy pada Angel. Dengan cepat Randy men-save nomornya di HP Angel. “Ini nomor gue,dan nomor loe udah gue save. Jadi kalo ada apa-apa hubungi gue. Gue balik dulu yah! Cepat sembuh and see you!” pamit Randy sambil mengacak-acak rambut Angel.
“Ihh…apa-apaan sih?” Angel manyun. “Cie..cie…akrab banget yah?” ledek Gigi. “Ahh …Bawel!!!” “Hehehe…kidding!” 
Sementara itu ditempat lain. Anisa baru saja keluar dari supermarket. Dan hendak menuju mobil Cherly. “Anisa lama banget sih Cher ?” Tanya Ryn. “Sabar dong,nah itu Anisa.” Seru Cherly. Tiba-tiba ada mobil yang melaju sangat cepat kearah dimana Anisa sedang berjalan. “Anisaaaaa… awassssss???”Teriak Cherly. “Anisaaa….” Ryn ikut berteriak. Tiba-tiba Anisa didorong oleh seseorang,dan membuat Anisa terjatuh. “Awww….” Lirih Anisa.
“WOY KALO NGAK BISA NYETIR JANGAN BAWA MOBIL!!!” Teriak yang menolong Anisa yang ternyata adalah Egi. “Kamu ngak apa-apa kan,Nis?” Egi menghampiri Anisa. Cherly dan Ryn berlari kearah Anisa. “Awww…” rintih Anisa kesakitan. Tangannya sedikit terluka akibat dorongan Egi. “Kita ke Rumah sakit ya, buat ngobatin luka kamu.” “Iya,Nis. Tangan kamu harus diobati!” sahut Cherly. Dan lalu mereka bersama-sama ke rumah sakit. Dikejauhan, “Siaaaaalllll… Gagal lagi! Brengsek!!!” batin seseorang yang kesal karena Anisa selamat.
Dikediaman Christy (Barney). Tepatnya didekat kolam renang.
“Kakakku yang jelek.” Sapa Felly dan mencium pipi Barney. “Hai… kamu dari mana aja sih?” “Hehehee… biasa habis belanja dan ke salon. Kakak sih ngak mau nemenin aku. Ya udah aku pergi sendiri aja.” Ungkap Felly.
“Oh ya,Gimana dengan sekolah kamu?Seru kan?” Tanya Barney. “Hmmm…biasa aja! Oh ya,aku sekelas dengan Ka…” Felly tidak melanjutkan omongannya. Barney mengalihkan pandangannya ke kolam renang. “Oh ya,kakak besok ngak ada kerjaan. Kamu mau ngak sepulang sekolah temenin kakak jalan?” Barney mengalihkan pembicaraa.
“Iya boleh. Tapi jemput aku yah? Hmmm… Cuma kita berdua aja? Ngak ngajak Ka Derby?”  “Hmm.. Derby lagi ke Bandung. Besok itu hanya ada kakak dan kamu.” Jelas Barney. “Okeee… pasti besok akan seru! Jadi ngak sabar. Hehee..” Felly tersenyum manja.
Dan malam harinya di rumah sakit.
Devi dan Gigi masih tetap menemani Angel. “Oh,ya Njel. Kamu tau ngak kalo si pesek sekelas dengan kita?’ Tanya Gigi.
“Pesek? Ah..ingat yang rese itu kan? Jadi dia anak baru,Gi?”
“Iya…ah orangnya nyebelin banget Njelll. Kenapa dia harus sekelas sama kita?”
“Kalian lagi ngomongin siapa sih?” Tanya Devi.
“Itu Ka,ada anak baru dikelas kita. Ihh..anaknya nyebelin dan sok banget. Trus gara-gara dia Angel pingsan di sekolah.” Ungkap Gigi.
 Dont' judge the book by it's cover.” Seru Devi. “Kalian kan baru kenal begitu aja, siapa tau kalo kenal lebih dekat lagi, ternyata anaknya asik dan baik. “ nasehat Devi.
“Haha.. maybe!” sahut Angel.
Tiba-tiba Anisa,Ryn,Cherlydan Egi masuk keruang rawat Angel. “Ka Egi.” Batin Angel.
 “Gimana keadaan kamu?” Tanya Anisa dan mencium pipi Angel.
“Udah agak mendingan Ka. Kok baru kesini?” Tanya Angel lalu Angel melihat tangan Anisa.”Ka,tangannya kenapa?” Tanya Angel.
“Kamu kenapa,Nis?” Devi agak khawatir dan melihat tangan Anisa.
“Oh..tadi Anisa jatuh Ka, jadi akhirnya begini deh!” Anisa berbohong. Dia ngak mau Devi dan Angel khawatir.
“Bener Ka, Anisa penyakit lamanya kambuh.Ceroboh! tapi tenang aja Ka,tangannya udah diobatin.!” Jelas Cherly membantu Anisa.
“Oh ya, Egi kesini mau jenguk kamu dek!” seru Anisa.
“Hai, apa kabar?” sapa Egi.
“Hai Ka, seperti yang kakak lihat.” Jawab Angel singkat.
“Oh ya,Egi kenalin ini Kakak aku Devi.”
“Hai Egi!” “Devi.” Sambil berjabat tangan.
 “Oh ya,Nis. Aku ngak bisa lama-lama, ada yang harus aku kerjakan.Hmmm Angel, Cepat sembuh ya.” Sahut Egi dan lalu pamit sama semuanya.
“Makasi Ka!” seru Angel. Anisa mengantarkan Egi keluar.
“Doraemon,kapan bisa keluar dari rumah sakit?” Tanya Cherly.
 “Dokter bilang besok udah boleh pulang, keadaan Angel sudah agak membaik dari hari kemarin.” Jelas Devi. “Wah asik , lagian aku udah kangen sama suasana rumah. Bosan beberapa hari ini Cuma bisa tidur-tiduran. Trus aku bisa ke sekolah,kapan Ka?” Tanya Angel.
 “Kalo untuk itu,kamu harus sabar dulu ya. Kalau sudah benaar-benar pulih,kamu baru bisa kembali ke sekolah.” Jelas Devi. “Yah…masih lama dong.” Angel sedikit kecewa.
 “Ya,,,jangan cemberut gitu. Jeleknya makin kelihatan kalo begitu.” Ledek Cherly.
“Hahaa… jangan gitu donk Ka Cherly, gini-gini masih teman aku juga!” sambil mecubit pipi Angel. “Awww… mulai lagi deh!”. Mereka pun bercanda dan tertawa.
“Gi,sekali lagi makasih yah. Tadi sore kamu udah menyelamatkan aku.” Ujar Anisa.
“Iya… sama-sama. Lain kali kamu hati-hati ya. Tapi tadi kenapa berbohong?” Tanya Egi bingung.
“Hhhh…aku Cuma ngak mau Ka Devi dan Angel cemas. Jika mereka tau,pasti mereka ngak tenang. Apalagi dalam beberapa hari ini ada kejadian yang membuat kita semua panic.” Ungkap Anisa berbagi cerita tentang penelepon misterius.
 “Kakak kamu diteror?” Tanya Egi penasaran. Anisa mengangguk, “Mungkin aja,kejadian tadi sore itu ada hubungannya sama orang yang meneror itu. Dia mau menghancurkan kami satu persatu, kemarin Angel dan hari ini targetnya aku.” Anisa masih agak takut,kalo sampai orang itu muncul kembali.
Egi menghentikan langkahnya dan kemudian membalikkan badannya. Egi melihat sekelilingnya , “Kenapa Gi?” Anisa bingung kenapa Egi tiba-tiba saja berhenti. “Ngak ada apa-apa kok. Nis, kayaknya aku ngak jadi pulang deh. Aku masih mau disini aja!” seru Egi.
“Loh,kok? Bukannya tadi kamu bilang ada kerjaan.?” “Masih bisa dikerjakan besok,kok? Kita balik  ke kamar Angel yuk!” Anisa jadi bingung. Egi merasakan kalau ada yang mengawasi Anisa dan yang lainnya dari kejauhan. “Hmmm apakah dia orang yang kemarin mau mencelakakan Angel dan juga yang hampir menabrak Anisa tadi sore.” Batin Egi.
                                                            ******

Tidak ada komentar:

Posting Komentar