Dan ternyata Randy mengambil kostum boneka Doraemon.
Randy memakainya dan tiba-tba berdiri dihadapan Angel. Kedatangan Randy dengan
tiba-tiba membuat Angel kaget.
“Doraemon?” batin Angel. Tanpa dikomando, Randy
bergoyang kian kemari, tak henti-hentinya. Tak hanya Angel yang
melihatnya,beberapa orang yang kebetulan ada ditaman itu pun ikut menyaksikan
tingkah laku Doraemon itu.
Angel tersenyum melihat aksi Doraemon itu. Lelah dan
kepanasan pun dirasakan Randy. Sebelum melepaskan kostum Doraemon, Randy
menunjukkan sesuatu dihadapan Angel.
Dan itu adalah sebuah spanduk yang bertuliskan …“I
MISS U SMILE and I PROMISE YOU WILL ALWAYS THERE BESIDES ”
Angel kaget membaca kalimat itu.
Randy melepaskan kostum Doraemon dan berjalan menuju Angel. Randy tersenyum dan
menatap Angel dengan lembut. “AKU SAYANG KAMU!” lirihnya. Dan untuk sekian
kalinya Angel dikagetkan.
Angel menatap Randy dan melihat mata Randy.
“’Dia ngak bohong!” batinnya.
Randy mengambil gitarnya dan lalu
menyanyikan sebuah lagu untuk Angel.
Ungu
- Rasa Sayang
“Arti hadirmu dalam hidupku…Kau bawa mimpi
indah temani tidurku…Yang tak pernah kurasakan…Sebelumnya disaat kau masih
dalam hayalku…Cinta terlahir diantara kita
Melewati seribu senyummu…Yang tak pernah kurasakan..Sebelumnya disaat kau masih dalam hayalku…Berjuta rasa cinta tercipta…Mengiringi langkah kau dan aku…Menyelimuti masa yang lalu…Dan tak mungkin terpisahkan…Kata sayang untuk dirimu…Yang ku hembuskan kepadamu…Sebagai tanda cintaku untuk dirimu…Takkan hilang di telan waktu…Takkan punah termakan ragu…Menghiasi seluruh hidup dan matiku……”
Melewati seribu senyummu…Yang tak pernah kurasakan..Sebelumnya disaat kau masih dalam hayalku…Berjuta rasa cinta tercipta…Mengiringi langkah kau dan aku…Menyelimuti masa yang lalu…Dan tak mungkin terpisahkan…Kata sayang untuk dirimu…Yang ku hembuskan kepadamu…Sebagai tanda cintaku untuk dirimu…Takkan hilang di telan waktu…Takkan punah termakan ragu…Menghiasi seluruh hidup dan matiku……”
“Angel… kamu mau jadi pacarku?’ pertanyaan Randy
bener-bener membuat jantung Angel serasa mau copot. Randy mengenggam tangan
Angel dan kembali menatap Angel. “Aku butuh jawaban.” Lirih Randy.
Angel tersenyum dan memandang Randy. “Aku juga
sayang kamu…” ungkap Angel. Randy senang mendengarnya.
“But… hanya sebatas sayang kepada seorang teman.
Ngak lebih!” sambung Angel dan membuat Randy kaget.
“So…? Aku ditolak?” ujarnya. “Maaf!” lirih Angel.
Randy tersenyum, “It’s Okey!” sahutnya.
“Dan mulai
saat ini.Tolong Kamu jangan dekati aku lagi! Aku mau menjalani hidup ini tanpa
kamu! Makasih buat semuanya!” ungkap Angel tiba-tiba.
“Kenapa? Aku terima keputusan kamu nolak aku. Tapi
untuk yang satu ini aku ngak setuju!”
Tiba-tiba Ka Devi datang menjemput Angel. “Angel…”
sapa Ka Devi.
“Maaf yah,kakak telat!” sambungnya.Angel hanya
tersenyum.
“Randy…” sapa Devi. Randy hanya tersenyum.
“Kak,kita pulang sekarang ya!” ujar Angel.
“Rand,kakak duluan ya! Bye!” seru Devi dan membantu
mendorong kursi roda Angel. Randy tidak tahu harus berbuat apalagi.
***
Jam 7 pagi,di ruang makan.
“Pagiiii kakakku yang cantik.” Sapa Anisa dan
mencium pipi Devi.
“Pagi. Hmmm… yang lagi kasmaran,senang betul.” Ledek
Devi. “Hehehee… biasa aja!” sahut Anisa. Dan beberapa menit kemudian Angel
datang menghampiri Anisa dan Devi.
“Pagi,Ka.” Sapa Angel. Devi dan Anisa kaget melihat
Angel berpakaian sekolah dan Angel tidak menggunakan kursi roda melainkan
memakai tongkat yang diberikan oleh Dr. Andre.
“Kata Dr.
Andre,kalo aku terus-menerus duduk dikursi roda,itu akan memperlambat proses
penyembuhan. Jadi aku diminta untuk mencoba memakai alat ini!” jelas Angel.
“Kamu bisa menggunakannya?” Devi memastikan kalau
Angel baik-baik saja. Angel mengangguk.
“Sekolah?” Tanya Devi lagi.
“Udah terlalu
lama aku ninggalin pelajaran di sekolah. Hari ini aku mau kembali ke
sekolah.Aku bisa kok,jaga diri aku!” ungkap Angel.
Devi melirik
Anisa, “Oke,kamu boleh ke sekolah. Tapi,ingat kalo kamu ngak kuat, bilang Ka
Anisa atau telpon Kakak ya?” pinta Devi.
“Iya…” sahut Angel.
Sesampai disekolah.
“Kakak antar kamu ke kelas ya?” pinta Anisa.
Angel menggelengkan kepalanya, “Aku bisa sendiri!”
ujarnya.
“Tapi…”
“Aku bisa
Ka!” Angel pun berlalu meninggalkan Anisa. Angel berusaha berjalan dengan
bantuan tongkat.
Teman-teman
sekolah pada memperhatikan Angel. “Eh,itu Angel kan?” Tanya salah satu siswa.
“Iya,benar.” Jawab temannya.
“Kakinya
kenapa tuh?” tanyanya lagi.
“Mana gue tau! Kasian ya,cantik-cantik kok ….” Siswa
itu tidak melanjutkan kata-katanya.
Angel mendengar pembicaraan antara siswa
tersebut,tapi Angel tidak memperdulikan omongan mereka. “Aku harus bisa!”
batinnya. Dan beberapa menit kemudian Angel sampai di depan pintu kelasnya.
Angel masuk ke kelas dan beberapa pasang mata memandangnya.
“Angel…” ucap
teman-temannya,dan kaget melihat kondisi Angel.
“Angel…” seru Gigi yang baru saja datang.
“Hai,Gi!” sahut Angel dan tersenyum. Gigi
menghampiri Angel dan membantu Angel duduk di kursinya.
“Aku bantuin
ya!” Gigi meletakkan tongkat Angel. “Makasih!” ujar Angel.
“Kalian ngapain?” bentak Gigi kepada teman sekelasnya.
“Ngak pernah lihat cewek cantik?” sambung Gigi. Teman-temannya hanya terdiam.
Tiba-tiba Geri datang dan membuat keributan.
“Hahaha… ternyata Angel itu cacat ya? kirain selama ini dia ke luar negeri atau
kemana gitu. Eh ternyata dia bersembunyi untuk menutupi ini semua! Hah… dasar
CACAT!”
“RESE LOE!” Gigi mendorong Geri. “TUTUP MULUT LOE!”
bentak Gigi.
“Woo..kenyataannya memang seperti itu. Temen loe
CACAT!” ucap Geri lagi.
“CACAT!”
“Brengsek !!!” Gigi menonjok Geri. Angel yang
diperlakukan seperti itu hanya diam.
“Hahaha…
tonjokan ini tuh ngak ada apa-apanya dibanding keadaan temen loe!” bentak Geri.
Gigi bersiap-siap untuk kembali menonjok Geri namun
Angel memintanya untuk berhenti, “Cukup,Gi!” pinta Angel.
“Angel,nih cowok tuh harus dikasih pelajaran.” Seru
Gigi.
“GIGI.AKU BILANG CUKUP!!! Kamu ngak usah belain
aku!” bentak Angel.
Gigi kaget, “Angel.” Serunya.
Angel
memandang Gigi, “Cukup! Aku ngak butuh bantuan siapapun!” ungkap Angel dan itu
membuat Gigi makin kaget.
“Kamu teman aku,Njel! So,wajar dong aku nolongin
kamu!” jelas Gigi.
“Tapi,aku ngak butuh bantuan! Baik itu dari teman
atau siapapun!” bentak Angel. Gigi tidak tahu harus ngomong apalagi.
“Hah… dengerin tuh! Temen loe yang cacat itu ngak
butuh perlindungan dari loe dan siapapun!” ledek Geri senang. Gigi makin kesal
dan meninggalkan kelas. Disaat Gigi keluar dari kelas,Gigi tidak sengaja
menabrak Randy.
“Gi…” seeru Randy.
“Sorry,Ka!”
Gigi berlalu meninggalkan Randy. “Tuh anak,kenapa?” ujarnya.
Randy lalu masuk ke kelas dan agak kaget melihat ada
Angel. “Angel.” Batinnya.
Saat jam istirahat.
Gigi melampiaskan kekesalannya dengan bermain
basket. “Dukk…dukk!!” suara drible bola. “Hhhhh….” Gigi kecapean. “Kamu kenapa
sih,Njel? Kenapa kamu bersikap seperti itu?” teriak Gigi. “Aku teman kamu! Aku
sayang sama kamu! Aku ngak mau ada orang yang meledek kamu. Aku mau jagain
kamu! Tapi kenapa kamu marah sama aku?” ungkap Gigi.
“Gi…” seru Randy. Gigi menatap Randy. “Angel berubah
ya?” Tanya Randy.
“Kenapa dia
minta kita untuk menjauhinya. Dia minta kita untuk tidak memperdulikannya?”
ungkap Randy.
“Angel,minta
Ka Randy,untuk menjauhinya?” Gigi balik nanya.
Randy
mengangguk “Setelah kemarin gue menyatakan perasaan gue ke dia. Dia minta gue
untuk ngak memperdulikannya.”
“Ka Randy,suka sama Angel?” seru Gigi dan Randy
hanya mengangguk. “Gue ditolak!” lirihnya.
Tiba-tiba Angel datang. “Gigi…” serunya.
Gigi dan Randy membalikkan badannya.
“Angel…” seru Gigi.
“Aku udah membicarakan soal kompetisi dance sama
Miss Lani,aku mau mundur dari kompetisi! Dan Miss Lani setuju,kamu harus cari
pengganti aku!” ungkap Angel dan itu membuat Gigi makin pusing.
“Kenapa kamu ngak ngasih tahu aku dulu? Kamu ngak
bisa dong,mutusin ini sendiri!” protes Gigi.
“Aku bisa! Aku ngak mungkin bisa ikut kompetisi itu.
Kamu cari partner lain dan Miss Lani siap membantu kesulitan kamu!” ujar Angel.
“AKU NGAK SETUJU!” bentak Gigi sambil melemparkan
bola basket. “Aku kecewa sama kamu! AKU BENCI KAMU!!!” teriak Gigi dan berlari
meninggalkan Angel.
“Kenapa jadi egois seperti ini?” Tanya Randy.
“Kemarin kamu minta aku untuk ngak memperdulikan
kamu,sekarang teman sendiri dikecewakan. Hah… jujur ini ngak adil buat aku dan
Gigi. Kamu buat keputusan sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain.Kamu
egois !” ungkap Randy dan meninggalkan Angel sendirian.
Tak terasa airmata Angel membasahi pipinya. “Ini
yang terbaik buat kita semua! Maaf !” batin Angel.
Tiba-tiba
seseorang menghapus airmata Angel.
“Jangan hiasi
wajahmu dengan derai airmata. Tersenyumlah dalam kondisi apapun. Karena
senyumanmu adalah pelangi buat orang-orang yang melihatnya.” Ungkap orang itu
yang ternyata adalah si pesek up’s Felly.
****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar