Rabu, 19 Juni 2013

PART 11


Dan ternyata Randy mengambil kostum boneka Doraemon. Randy memakainya dan tiba-tba berdiri dihadapan Angel. Kedatangan Randy dengan tiba-tiba membuat Angel kaget.
“Doraemon?” batin Angel. Tanpa dikomando, Randy bergoyang kian kemari, tak henti-hentinya. Tak hanya Angel yang melihatnya,beberapa orang yang kebetulan ada ditaman itu pun ikut menyaksikan tingkah laku Doraemon itu.
Angel tersenyum melihat aksi Doraemon itu. Lelah dan kepanasan pun dirasakan Randy. Sebelum melepaskan kostum Doraemon, Randy menunjukkan sesuatu dihadapan Angel.
Dan itu adalah sebuah spanduk yang bertuliskan …“I MISS U SMILE and I PROMISE YOU WILL ALWAYS THERE BESIDES ”
Angel kaget membaca kalimat itu. Randy melepaskan kostum Doraemon dan berjalan menuju Angel. Randy tersenyum dan menatap Angel dengan lembut. “AKU SAYANG KAMU!” lirihnya. Dan untuk sekian kalinya Angel dikagetkan.
 Angel menatap Randy dan melihat mata Randy. “’Dia ngak bohong!” batinnya.
Randy mengambil gitarnya dan lalu menyanyikan sebuah lagu untuk Angel.
Ungu - Rasa Sayang
Arti hadirmu dalam hidupku…Kau bawa mimpi indah temani tidurku…Yang tak pernah kurasakan…Sebelumnya disaat kau masih dalam hayalku…Cinta terlahir diantara kita
Melewati seribu senyummu…Yang tak pernah kurasakan..Sebelumnya disaat kau masih dalam hayalku…Berjuta rasa cinta tercipta…Mengiringi langkah kau dan aku…Menyelimuti masa yang lalu…Dan tak mungkin terpisahkan…Kata sayang untuk dirimu…Yang ku hembuskan kepadamu…Sebagai tanda cintaku untuk dirimu…Takkan hilang di telan waktu…Takkan punah termakan ragu…Menghiasi seluruh hidup dan matiku……”
“Angel… kamu mau jadi pacarku?’ pertanyaan Randy bener-bener membuat jantung Angel serasa mau copot. Randy mengenggam tangan Angel dan kembali menatap Angel. “Aku butuh jawaban.” Lirih Randy.
Angel tersenyum dan memandang Randy. “Aku juga sayang kamu…” ungkap Angel. Randy senang mendengarnya.
“But… hanya sebatas sayang kepada seorang teman. Ngak lebih!” sambung Angel dan membuat Randy kaget.
“So…? Aku ditolak?” ujarnya. “Maaf!” lirih Angel.
Randy tersenyum, “It’s Okey!” sahutnya.
 “Dan mulai saat ini.Tolong Kamu jangan dekati aku lagi! Aku mau menjalani hidup ini tanpa kamu! Makasih buat semuanya!” ungkap Angel tiba-tiba.
“Kenapa? Aku terima keputusan kamu nolak aku. Tapi untuk yang satu ini aku ngak setuju!”
Tiba-tiba Ka Devi datang menjemput Angel. “Angel…” sapa Ka Devi.
“Maaf yah,kakak telat!” sambungnya.Angel hanya tersenyum.
“Randy…” sapa Devi. Randy hanya tersenyum.
“Kak,kita pulang sekarang ya!” ujar Angel.
“Rand,kakak duluan ya! Bye!” seru Devi dan membantu mendorong kursi roda Angel. Randy tidak tahu harus berbuat apalagi.
***
Jam 7 pagi,di ruang makan.
“Pagiiii kakakku yang cantik.” Sapa Anisa dan mencium pipi Devi.
“Pagi. Hmmm… yang lagi kasmaran,senang betul.” Ledek Devi. “Hehehee… biasa aja!” sahut Anisa. Dan beberapa menit kemudian Angel datang menghampiri Anisa dan Devi.
“Pagi,Ka.” Sapa Angel. Devi dan Anisa kaget melihat Angel berpakaian sekolah dan Angel tidak menggunakan kursi roda melainkan memakai tongkat yang diberikan oleh Dr. Andre.
 “Kata Dr. Andre,kalo aku terus-menerus duduk dikursi roda,itu akan memperlambat proses penyembuhan. Jadi aku diminta untuk mencoba memakai alat ini!” jelas Angel.
“Kamu bisa menggunakannya?” Devi memastikan kalau Angel baik-baik saja. Angel mengangguk.
“Sekolah?” Tanya Devi lagi.
 “Udah terlalu lama aku ninggalin pelajaran di sekolah. Hari ini aku mau kembali ke sekolah.Aku bisa kok,jaga diri aku!” ungkap Angel.
 Devi melirik Anisa, “Oke,kamu boleh ke sekolah. Tapi,ingat kalo kamu ngak kuat, bilang Ka Anisa atau telpon Kakak ya?” pinta Devi.
“Iya…” sahut Angel.
Sesampai disekolah.
“Kakak antar kamu ke kelas ya?” pinta Anisa.
Angel menggelengkan kepalanya, “Aku bisa sendiri!” ujarnya.
 “Tapi…”
 “Aku bisa Ka!” Angel pun berlalu meninggalkan Anisa. Angel berusaha berjalan dengan bantuan tongkat.
 Teman-teman sekolah pada memperhatikan Angel. “Eh,itu Angel kan?” Tanya salah satu siswa.
“Iya,benar.” Jawab temannya.
 “Kakinya kenapa tuh?” tanyanya lagi.
“Mana gue tau! Kasian ya,cantik-cantik kok ….” Siswa itu tidak melanjutkan kata-katanya.
Angel mendengar pembicaraan antara siswa tersebut,tapi Angel tidak memperdulikan omongan mereka. “Aku harus bisa!” batinnya. Dan beberapa menit kemudian Angel sampai di depan pintu kelasnya. Angel masuk ke kelas dan beberapa pasang mata memandangnya.
 “Angel…” ucap teman-temannya,dan kaget melihat kondisi Angel.
“Angel…” seru Gigi yang baru saja datang.
“Hai,Gi!” sahut Angel dan tersenyum. Gigi menghampiri Angel dan membantu Angel duduk di kursinya.
 “Aku bantuin ya!” Gigi meletakkan tongkat Angel. “Makasih!” ujar Angel.
“Kalian ngapain?” bentak Gigi kepada teman sekelasnya. “Ngak pernah lihat cewek cantik?” sambung Gigi. Teman-temannya hanya terdiam.
Tiba-tiba Geri datang dan membuat keributan. “Hahaha… ternyata Angel itu cacat ya? kirain selama ini dia ke luar negeri atau kemana gitu. Eh ternyata dia bersembunyi untuk menutupi ini semua! Hah… dasar CACAT!”
“RESE LOE!” Gigi mendorong Geri. “TUTUP MULUT LOE!” bentak Gigi.
“Woo..kenyataannya memang seperti itu. Temen loe CACAT!” ucap Geri lagi.
“CACAT!”
“Brengsek !!!” Gigi menonjok Geri. Angel yang diperlakukan seperti itu hanya diam.
 “Hahaha… tonjokan ini tuh ngak ada apa-apanya dibanding keadaan temen loe!” bentak Geri.
Gigi bersiap-siap untuk kembali menonjok Geri namun Angel memintanya untuk berhenti, “Cukup,Gi!” pinta Angel.
“Angel,nih cowok tuh harus dikasih pelajaran.” Seru Gigi.
“GIGI.AKU BILANG CUKUP!!! Kamu ngak usah belain aku!” bentak Angel.
Gigi kaget, “Angel.” Serunya.
 Angel memandang Gigi, “Cukup! Aku ngak butuh bantuan siapapun!” ungkap Angel dan itu membuat Gigi makin kaget.
“Kamu teman aku,Njel! So,wajar dong aku nolongin kamu!” jelas Gigi.
“Tapi,aku ngak butuh bantuan! Baik itu dari teman atau siapapun!” bentak Angel. Gigi tidak tahu harus ngomong apalagi.
“Hah… dengerin tuh! Temen loe yang cacat itu ngak butuh perlindungan dari loe dan siapapun!” ledek Geri senang. Gigi makin kesal dan meninggalkan kelas. Disaat Gigi keluar dari kelas,Gigi tidak sengaja menabrak Randy.
“Gi…” seeru Randy.
 “Sorry,Ka!” Gigi berlalu meninggalkan Randy. “Tuh anak,kenapa?” ujarnya.
Randy lalu masuk ke kelas dan agak kaget melihat ada Angel. “Angel.” Batinnya.
Saat jam istirahat.
Gigi melampiaskan kekesalannya dengan bermain basket. “Dukk…dukk!!” suara drible bola. “Hhhhh….” Gigi kecapean. “Kamu kenapa sih,Njel? Kenapa kamu bersikap seperti itu?” teriak Gigi. “Aku teman kamu! Aku sayang sama kamu! Aku ngak mau ada orang yang meledek kamu. Aku mau jagain kamu! Tapi kenapa kamu marah sama aku?” ungkap Gigi.
“Gi…” seru Randy. Gigi menatap Randy. “Angel berubah ya?” Tanya Randy.
 “Kenapa dia minta kita untuk menjauhinya. Dia minta kita untuk tidak memperdulikannya?” ungkap Randy.
 “Angel,minta Ka Randy,untuk menjauhinya?” Gigi balik nanya.
 Randy mengangguk “Setelah kemarin gue menyatakan perasaan gue ke dia. Dia minta gue untuk ngak memperdulikannya.”
“Ka Randy,suka sama Angel?” seru Gigi dan Randy hanya mengangguk. “Gue ditolak!” lirihnya.
Tiba-tiba Angel datang. “Gigi…” serunya.
Gigi dan Randy membalikkan badannya.
“Angel…” seru Gigi.
“Aku udah membicarakan soal kompetisi dance sama Miss Lani,aku mau mundur dari kompetisi! Dan Miss Lani setuju,kamu harus cari pengganti aku!” ungkap Angel dan itu membuat Gigi makin pusing.
“Kenapa kamu ngak ngasih tahu aku dulu? Kamu ngak bisa dong,mutusin ini sendiri!” protes Gigi.
“Aku bisa! Aku ngak mungkin bisa ikut kompetisi itu. Kamu cari partner lain dan Miss Lani siap membantu kesulitan kamu!” ujar Angel.
“AKU NGAK SETUJU!” bentak Gigi sambil melemparkan bola basket. “Aku kecewa sama kamu! AKU BENCI KAMU!!!” teriak Gigi dan berlari meninggalkan Angel.
“Kenapa jadi egois seperti ini?” Tanya Randy.
“Kemarin kamu minta aku untuk ngak memperdulikan kamu,sekarang teman sendiri dikecewakan. Hah… jujur ini ngak adil buat aku dan Gigi. Kamu buat keputusan sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain.Kamu egois !” ungkap Randy dan meninggalkan Angel sendirian.
Tak terasa airmata Angel membasahi pipinya. “Ini yang terbaik buat kita semua! Maaf !” batin Angel.
 Tiba-tiba seseorang menghapus airmata Angel.
 “Jangan hiasi wajahmu dengan derai airmata. Tersenyumlah dalam kondisi apapun. Karena senyumanmu adalah pelangi buat orang-orang yang melihatnya.” Ungkap orang itu yang ternyata adalah si pesek up’s Felly.
****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar