Kenalin
gue Sadam, umur gue 17 tahun. Gue anak tunggal dan hobi banget sama basketball. Gue juga jago main gitar,
setidaknya gue sering banget menang pada setiap perlombaan musik yang diadain
di kota kelahiran gue, Jakarta. Gue sayang banget sama nyokap gue… because MY
MOM IS WONDER WOMEN. Ya, bokap dan nyokap gue udah berpisah sejak gue berumur 3
tahun. Hmmm… bukan berarti gue ngak sayang sama bokap gue lho. Didunia ini ngak
ada yang namanya mantan bokap atau mantan nyokap.
Sore
hari,tepatnya setelah selesai latihan
basket. Gue ketemu sama Gigi. “Gigi…”
sapa gue ketika melihat sosok teman sekelas gue yang sedang berada di tempat
bakso langganan gue.
“Hei…Dam.” Sahutnya.
“Wah… makan bakso sendirian aja? Mana dayang-dayang
loe?”
“Hmmm… maksudnya Anisa dan Angel?”
“Ya… sapa
lagi lah kalo bukan mereka. Emang ada gitu dayang-dayang loe yang lain?” seru
gue.
“Mereka lagi
pada sibuk sama urusan masing-masing.”
“Owh… gue temenin ya?” Gigi tersenyum dan
mengangguk. “Bang… pesen baksonya yang seperti biasa!” Lalu gue dan Gigi pun
asyik menikmati baksonya Bang Didi.
Gigi…
hmmm nih cewek tomboy abis, jago karate,and dance. hahaaa bisa dibilang dia bodyguard gue.
Setiap kali kalo ada yang menghajar gue, pasti Gigi lah yang jadi pahlawannya.
Setidaknya sudah beberapa kali gue kena masalah sama troublemaker sekolah,
Radit, pasti Gigi bakalan datang buat bantuin gue.
Radit, dia anak orang
kaya yang punya segala-galanya. Termasuk bidadari yang gue sukai, that’s right
Christy cewek Radit. Gue suka banget sama yang namanya Christy. Karena menurut
gue Christy tuh cantik pake banget, apalagi kalo dia lagi tersenyum. Beuuuh ….
^^ Tapi sayang dia miliknya Radit, musuh
bebuyutan gue. Cuma didunia khayalan aja gue bisa jalan ama Christy.
Keesokan
harinya di sekolah , baru juga memasuki pintu gerbang sekolah gue udah melihat
pemandangan yang ngak gue sukai. Huft… sang bidadari dengan pangeran tikus
alias Christy dan Radit.
“Sialan…
harusnya gue yang ada disamping Christy, bukannya si tikus jelek itu!” gerutu
gue. Christy melihat kearah gue dan
tersenyum.
“Owh… My God. Makhluk Tuhan paling cantik !” batin
gue takjub.
Saking
terpesonanya gue melihat Christy, gue ngak menyadari kehadiran Gigi.Gigi
menginjak sepatu gue dengan keras, “Aduuh… sakit euy!” lirih gue.
“Sakit… mau lagi?” sahutnya.
“Ogah…!!!”
“Lagian ngapain loe senyum-senyum ngak jelas begitu?”
“Hmmm… ada aja. Mau tau aja urusan gue!” Gigi
melihat arah mata gue yang sedari tadi menuju sosok Christy.
“Oh… masih
ngak kapok-kapok juga ngelirik cewek orang? Kayak ngak ada cewek lain aja!”
serunya.
“Bener… emang ngak
ada yang bisa nandingin kecantikan Christy.” Sahut gue.Gigi hanya
terdiam sambil memandang gue.
“Why? Gue
benerkan?” Gigi berlalu meninggalkan gue. “Hei… Gigi… gi…” teriak gue. Yang
dipanggil-panggil tidak menoleh. “Makhluk tuhan paling misterius.!” Batin gue.
Dikantin
sekolah, Gigi masih kesal sama sikap Sadam yang tadi pagi. Alhasilnya pun Gigi
bête abis, Anisa dan Angel kena imbasnya. Gigi melampiaskan kemarahannya pada
sahabatnya.
“Uggghtt… gue benci ama dia. Gue sebel ama dia.
Dasar cowok rese! ngak punya perasaan!”
“Gigi… sabar! Tahan emosi loe… ngak ada gunanya juga
loe kayak gini.” Seru Angel. “Bener tuw…!” sahut Anisa.
“Hei…semua!” sapa Bobby. Bobby ini suka sama Gigi,
sudah berkali-kali dia menyatakan perasaannya pada Gigi.Namun Gigi selalu saja
menolaknya. “Hei….” Sahut Gigi,Anisa dan Angel bersamaan.
Tiba-tiba
Christy dan Radit datang. Mereka mengumumkan kepada semua murid-murid yang ada
dikantin bahwa Radit akan mengadakan pesta dan semuanya diundang.
“Guy’s… mohon perhatiannya ! Besok gue akan
mengadakan sebuah party, so… kalian semua harus pada datang.” Radit pun menuju
tempat duduk Gigi cs.
“Hei… kalian
semua pada datang ya? Dijamin party nya seru. “ pesan Radit.Anisa dan Angel
hanya mengangguk sedangkan Gigi acuh saja.
“Sadam….” Seru Radit
saat melihat gue melintasi kantin . Dia berjalan menuju tempat gue berdiri.
“Hei…Dam!” seru
Christy. “Hei Christy…”sahut gue sambil tersenyum. “Dam… besok gue akan mengadakan party,jadi gue harap loe datang! Acaranya
seru kok .” pesan Radit. “Ya…Dam. Kamu datang ya !” sahut Christy.
“Oh… ya! Gue pasti datang!” Christy dan Radit pun meninggalkan kantin .
Gigi lalu menghampiri gue. “Loe…mau pergi ke partynya Radit?” “Iya…”sahut gue
tegas.
“Yakin loe? Ngak takut apa dikerjain sama
mereka?” “Hmmm…. Takut?” gue hanya
mengangkat bahu. “Lebih baik jangan pergi!” pinta Gigi.
“O…tidak bisa! Gue akan
tetap pergi. Mau gue dikerjain atau ngak itu urusan belakangan. Yang penting
happy !” jelas gue dan berlalu meninggalkan Gigi. “Ughhht….”batin Gigi kesal.
*****
Dipestanya Radit,
ternyata yang datang banyak juga. Radit menyambut kedatangan gue dengan baik.
“Hei… datang juga loe!” seru Radit , gue hanya tersenyum. “Christy mana ya?”
batin gue sambil mencari sosok Christy. Christy muncul dan mendekati Radit ,
“Hei sayang…” ucap Christy sambil mencium pipi Radit.
Gue gerah melihat sikap Christy tersebut. “Sial!!!” batin gue. Dan ternyata , Gigi juga datang ke party Radit bersama
Anisa,Angel dan Bobby.
“Sayang…lihat siapa
yang datang!” seru Christy pada Radit. Radit pun menoleh dan tersenyum melihat
kedatangan Gigi.
“Proook…proook…proook…”
Radit tepuk tangan menyambut Gigi. “Hei… malam ini loe kelihatan cantik !” puji
Radit. “Makasie!” sahut Gigi.
“Cantik? Apanya Dit?
Kayak ondel-ondel begini,dibilang cantik.Payah loe Dit!” sahut Geri, teman
segenk Radit. Dan yang ada dipesta pun tertawa mendengar perkataan Geri.
“Hahahahaaaa……..”
Gigi yang biasanya
lebih suka bergaya tomboy, malam itu menghias dirinya tidak seperti hari-hari
biasanya.Gigi memakai gaun,high heels, dan make-up. Anisa dan Angel menghibur Gigi. “Gi…ngak usah didengerin!”
pinta Anisa. Gigi hanya memandang Anisa.
Beberapa menit
kemudian, Christy dengan sengaja menabrak Gigi. “Aww…” seru Gigi kesakitan
karena terjatuh.
“Hei… loe apa-apaan
sih?” ujar Bobby sambil mendorong Christy. Christy pun terjatuh, Radit tidak
tinggal diam.
Radit lalu menghajar
Bobby tepat diwajahnya. “Dukk..” Bobby pun terjatuh. “Hei…berani banget loe
mendorong cewek gue?Loe pikir,loe itu siapa???!” bentak Radit emosi.
“Cewek loe tu, yang
rese!” sahut Bobby. “Akkhh…!” Radit kembali ingin menghajar Bobby, tetapi kali
ini tidak berhasil. Gigi dengan cepat menahan tangan Radit dan lalu menampar
Radit.
“Plaaakk….” Radit
memegang pipinya, emosi Radit kian memuncak.
Dengan secepatnya teman
segenk Radit memegang kedua tangan Gigi. “Apa-apaan nih? Lepasin gue !” bentak
Gigi. “Berani banget loe nampar gue ? mau cari mati loe ?!” Radit menggepalkan
kedua tangannya.
“Orang seperti loe,
emang harus diperlakukan seperti itu!”
Tiba-tiba Christy menyiram Gigi dengan air minuman. “Byuuurrr….” Gigi
kaget dan menatap Christy.
“Loe harus mendapat ganjarannya!”Christy pun
memberi isyarat pada teman-temannya. Dan lalu teman-teman Radit mendorong
Gigi ke kolam renang.
“Byuuuurrrrrr…..!!”
“Gigi……..” teriak Angel
dan Anisa. “Kalian keterlaluan…!” bentak Angel. “Toloooong….tolooong…..!!!”
pinta Gigi.
“Nis…tolongin Gigi…!Gigi
ngak bisa berenang!” pinta Angel.
“Sial…!!!” batin gue
dan langsung menceburkan diri ke kolam renang.
“Sadam…..” seru Angel
dan Anisa. Gue berusaha menolong Gigi dan membawa Gigi ketepi kolam. “Gi…..”
seru Anisa sambil membantu gue. “uhuukkk…uhuukkk..uhuk…” Gigi terengah-engah.
Gue pun keluar dari
kolam renang dan lalu berjalan menuju Radit. “Duuukkkkk…..!” gue tanpa
basa-basi menonjok wajah Radit, lalu memegang krah bajunya. “Puas loe semua
?!!” bentak gue.
Radit memegang
wajahnya, teman-teman Radit mendekat ke arah gue.
“Jangan pernah menghina
dan memperlakukan Gigi seperti tadi! Kalau sampai itu terjadi lagi, gue ngak
akan segan-segan untuk menghabisi loe semua. Ngerti Loe!!!” gue mendorong Radit
kearah teman-temannya.
Gue menghampiri Gigi,
“Loe ngak apa-apakan?” Gigi hanya mengangguk. “Kita pergi dari sini!” pinta
gue.
*****
Keesokkan harinya Gigi
tidak sekolah karena kejadian semalam telah membuat dirinya masuk angin. “Gigi…
ngak masuk ea,Nis?” Tanya gue. “Iya…karena kejadian semalam dia masuk angin.
Jadi butuh waktu buat memulihkan keadaannya.” Jelasnya.
“Hmmm… ntar pulang
sekolah jenguk Gigi ,yuuuk !!!” ajak gue. “Iya…tadi gue sama Angel udah bahas
itu.” “Ohh…ya ya ya…”
Sepulang sekolah gue
bareng Anisa dan Angel akan menjenguk Gigi. Sesampainya dirumah Gigi, Anisa dan
Angel meminta gue untuk menunggu diluar.
“Dam… tunggu diluar bentar ya! Gue sama Angel
masuk duluan.” Seru Anisa. “Okeh…!”
“Tookk..tookk…took.” “Gigi…” seru Anisa dan Angel setelah sampai
didepan pintu kamar Gigi. “Masuk… Pintunya ngak dikunci!” sahutnya.
“Heii… gimana keadaan
loe?” Tanya Angel. “Seperti yang kalian lihat.”
“Makin jeleekk…” canda Anisa. “Emmm…dasar!” sahut Gigi.
“Oh…iya. La…!” seru Angel sambil memberi isyarat pada
Anisa bahwa Sadam daritadi menunggu diluar. “Eh…lupa! Gi… ada yang mau ketemu
loe diluar, temuin gih!” ujar Anisa. “Siapa?” “Udah deh,lihat aja sendiri!” Anisa membantu
Gigi berdiri.
Gigi agak kaget melihat
ada gue diluar. “Sadam…?” batinnya. Gigi berjalan menuju teras rumah tetapi tidak
memandang gue.
“Gi…”seru gue dan Gigi
hanya diam. “Gi… gue mau minta maaf! Sekarang gue baru sadar,kalo semua yang
loe katakan itu memang benar.”
“Maksudnya…???” Gigi
membalikkan badannya. “Ya…semua yang pernah loe bilang. Christy itu ngak baik
dan yang lainnya.” Sahut gue.
”Dia memang cantik,tapi
hatinya ngak secantik wajahnya. Dia begitu jahat, kejadian semalam menyadarkan
gue betapa bodohnya gue. Menyukai cewek, tapi cewek itu ngak punya perasaan
sama sekali. Seharusnya dari dulu gue dengerin kata-kata loe! Dan seharusnya
semalam gue ngak datang ke party itu Tapi,gue nya aja yang keras kepala.Karena
gue,loe dihina sama mereka.karena gue juga loe jadi sakit. Sorry, atas semua
yang telah gue lakuin. Sorry, karena telah menyakiti loe.”
“Syukur deh, kalo loe
udah sadar.”
“Maaf…!”seru gue.
“Iya…udah gue maafin. Makasie juga karena semalam loe udah nolongin gue,”
sahutnya.
“Hmmm…ya. Gue pikir tadinya loe bisa berenang.
Ternyata …. Weeww… memalukan juga!” ledek gue.
“Maksudnya…???” Gigi
menatap gue. “Ya… jago karate,tomboy and
bla…bla..bla… ternyata kagak bisa berenang!”
“Ngak semua bidang dapat kita kuasai. Manusia
ngak ada yang sempurna. Begitu juga dengan gue. Ohh…ya semalam kok bisa-bisanya
loe nonjok Radit? Bukankah selama ini ngak bisa melawan orang dengan otot ???”
“Hmmm…itu reflek aja.ngak tau juga bisa tepat
kena sasaran.Ya,reflek !” jelas gue sambil mengangkat bahu. “Ohhh….” Gigi
mengangguk.
“Gi… gue juga baru
sadar kalau gue tuh…. Kalau gue tuh…. Hmmmm….. kok jadi susah ngomongnya
ya?” “Ngomong apaan sih…?”
“Ternyata gue sukaaaaa samaaaaaa bodyguard gue!”
bisik gue ketelinga Gigi.
“Hah….Bodyguard? Siapa?” Gigi bingung.
“Hmmmmm… Brigitta Chintya… Loe !” “Haaaaah..... loe
suka sama gue ?” Gigi kaget.
Gue hanya mengangguk, “Jadi gue diterima ngak?”
“Huuufffttttt…..” Gigi menghela nafas.
“Kok ekspresinya gitu…? Ngak suka sama gue ya?”
“Siapa bilang..?”
“Nah,itu dari ekspresinya.”
“Hufffttt…
bakalan capek dech, tiap hari jadi bodyguardnya. Ckckckck….” seru Gigi sambil
geleng-geleng kepala.
”So………..Gigi mau jadi pacarnya Sadam.” Gigi
mengangguk. Lalu gue memeluk Gigi dengan
eratnya.
“Cieee..cieee… ada yang
jadian nich !” ujar Angel yang dari tadi mengintip dari dalam rumah. “Eheemmm… let’s go to Bang Didi… lapeeeerrr euy.”
ledek Anisa. Semuanya happy.^.^
“Yeach… Makhluk Tuhan Paling (……..). Pacar Gue !!!” batin gue.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar