Rabu, 19 Juni 2013

^^My bodyguard^^


            Kenalin gue Sadam, umur gue 17 tahun. Gue anak tunggal dan hobi banget sama  basketball. Gue juga jago main gitar, setidaknya gue sering banget menang pada setiap perlombaan musik yang diadain di kota kelahiran gue, Jakarta. Gue sayang banget sama nyokap gue… because MY MOM IS WONDER WOMEN. Ya, bokap dan nyokap gue udah berpisah sejak gue berumur 3 tahun. Hmmm… bukan berarti gue ngak sayang sama bokap gue lho. Didunia ini ngak ada yang namanya mantan bokap atau mantan nyokap.
            Sore hari,tepatnya  setelah selesai latihan basket.  Gue ketemu sama Gigi. “Gigi…” sapa gue ketika melihat sosok teman sekelas gue yang sedang berada di tempat bakso langganan gue. 
“Hei…Dam.” Sahutnya.
“Wah… makan bakso sendirian aja? Mana dayang-dayang loe?”
“Hmmm… maksudnya Anisa dan Angel?”
 “Ya… sapa lagi lah kalo bukan mereka. Emang ada gitu dayang-dayang loe yang lain?” seru gue.
 “Mereka lagi pada sibuk sama urusan masing-masing.”
“Owh… gue temenin ya?” Gigi tersenyum dan mengangguk. “Bang… pesen baksonya yang seperti biasa!” Lalu gue dan Gigi pun asyik menikmati baksonya Bang Didi.
            Gigi… hmmm nih cewek tomboy abis, jago karate,and dance.  hahaaa bisa dibilang dia bodyguard gue. Setiap kali kalo ada yang menghajar gue, pasti Gigi lah yang jadi pahlawannya. Setidaknya sudah beberapa kali gue kena masalah sama troublemaker sekolah, Radit, pasti Gigi bakalan datang buat bantuin gue.
Radit, dia anak orang kaya yang punya segala-galanya. Termasuk bidadari yang gue sukai, that’s right Christy cewek Radit. Gue suka banget sama yang namanya Christy. Karena menurut gue Christy tuh cantik pake banget, apalagi kalo dia lagi tersenyum. Beuuuh …. ^^  Tapi sayang dia miliknya Radit, musuh bebuyutan gue. Cuma didunia khayalan aja gue bisa jalan ama Christy.
            Keesokan harinya di sekolah , baru juga memasuki pintu gerbang sekolah gue udah melihat pemandangan yang ngak gue sukai. Huft… sang bidadari dengan pangeran tikus alias Christy dan Radit.
 “Sialan… harusnya gue yang ada disamping Christy, bukannya si tikus jelek itu!” gerutu gue.  Christy melihat kearah gue dan tersenyum.
“Owh… My God. Makhluk Tuhan paling cantik !” batin gue takjub.
 Saking terpesonanya gue melihat Christy, gue ngak menyadari kehadiran Gigi.Gigi menginjak sepatu gue dengan keras, “Aduuh… sakit euy!” lirih gue.
“Sakit… mau lagi?” sahutnya.
 “Ogah…!!!” “Lagian ngapain loe senyum-senyum ngak jelas begitu?”
“Hmmm… ada aja. Mau tau aja urusan gue!” Gigi melihat arah mata gue yang sedari tadi menuju sosok Christy.
 “Oh… masih ngak kapok-kapok juga ngelirik cewek orang? Kayak ngak ada cewek lain aja!” serunya.
“Bener… emang ngak  ada yang bisa nandingin kecantikan Christy.” Sahut gue.Gigi hanya terdiam sambil memandang gue.
 “Why? Gue benerkan?” Gigi berlalu meninggalkan gue. “Hei… Gigi… gi…” teriak gue. Yang dipanggil-panggil tidak menoleh. “Makhluk tuhan paling misterius.!” Batin gue.
            Dikantin sekolah, Gigi masih kesal sama sikap Sadam yang tadi pagi. Alhasilnya pun Gigi bête abis, Anisa dan Angel kena imbasnya. Gigi melampiaskan kemarahannya pada sahabatnya.
“Uggghtt… gue benci ama dia. Gue sebel ama dia. Dasar cowok rese! ngak punya perasaan!” 
“Gigi… sabar! Tahan emosi loe… ngak ada gunanya juga loe kayak gini.” Seru Angel. “Bener tuw…!” sahut Anisa.
“Hei…semua!” sapa Bobby. Bobby ini suka sama Gigi, sudah berkali-kali dia menyatakan perasaannya pada Gigi.Namun Gigi selalu saja menolaknya. “Hei….” Sahut Gigi,Anisa dan Angel bersamaan.
            Tiba-tiba Christy dan Radit datang. Mereka mengumumkan kepada semua murid-murid yang ada dikantin bahwa Radit akan mengadakan pesta dan semuanya diundang. 
“Guy’s… mohon perhatiannya ! Besok gue akan mengadakan sebuah party, so… kalian semua harus pada datang.” Radit pun menuju tempat duduk Gigi cs.
 “Hei… kalian semua pada datang ya? Dijamin party nya seru. “ pesan Radit.Anisa dan Angel hanya mengangguk sedangkan Gigi acuh saja. 
“Sadam….” Seru Radit saat melihat gue melintasi kantin . Dia berjalan menuju tempat gue berdiri.
“Hei…Dam!” seru Christy. “Hei Christy…”sahut gue sambil tersenyum.  “Dam… besok gue akan mengadakan  party,jadi gue harap loe datang! Acaranya seru kok .” pesan Radit. “Ya…Dam. Kamu datang ya !” sahut Christy.
 “Oh… ya! Gue pasti datang!”  Christy dan Radit pun meninggalkan kantin . Gigi lalu menghampiri gue. “Loe…mau pergi ke partynya Radit?” “Iya…”sahut gue tegas.
 “Yakin loe? Ngak takut apa dikerjain sama mereka?”  “Hmmm…. Takut?” gue hanya mengangkat bahu. “Lebih baik jangan pergi!” pinta Gigi.
“O…tidak bisa! Gue akan tetap pergi. Mau gue dikerjain atau ngak itu urusan belakangan. Yang penting happy !” jelas gue dan berlalu meninggalkan Gigi. “Ughhht….”batin Gigi kesal.
                                                *****
Dipestanya Radit, ternyata yang datang banyak juga. Radit menyambut kedatangan gue dengan baik. “Hei… datang juga loe!” seru Radit , gue hanya tersenyum. “Christy mana ya?” batin gue sambil mencari sosok Christy. Christy muncul dan mendekati Radit , “Hei sayang…” ucap Christy sambil mencium pipi Radit.
 Gue gerah melihat sikap  Christy tersebut. “Sial!!!” batin gue.  Dan ternyata , Gigi  juga datang ke party Radit bersama Anisa,Angel dan Bobby.
“Sayang…lihat siapa yang datang!” seru Christy pada Radit. Radit pun menoleh dan tersenyum melihat kedatangan Gigi. 
“Proook…proook…proook…” Radit tepuk tangan menyambut Gigi. “Hei… malam ini loe kelihatan cantik !” puji Radit. “Makasie!” sahut Gigi.
“Cantik? Apanya Dit? Kayak ondel-ondel begini,dibilang cantik.Payah loe Dit!” sahut Geri, teman segenk Radit. Dan yang ada dipesta pun tertawa mendengar perkataan Geri. “Hahahahaaaa……..” 
Gigi yang biasanya lebih suka bergaya tomboy, malam itu menghias dirinya tidak seperti hari-hari biasanya.Gigi memakai gaun,high heels, dan make-up. Anisa dan Angel  menghibur Gigi. “Gi…ngak usah didengerin!” pinta Anisa. Gigi  hanya memandang Anisa.
Beberapa menit kemudian, Christy dengan sengaja menabrak Gigi. “Aww…” seru Gigi kesakitan karena terjatuh.
“Hei… loe apa-apaan sih?” ujar Bobby sambil mendorong Christy. Christy pun terjatuh, Radit tidak tinggal diam.
Radit lalu menghajar Bobby tepat diwajahnya. “Dukk..” Bobby pun terjatuh. “Hei…berani banget loe mendorong cewek gue?Loe pikir,loe itu siapa???!” bentak Radit emosi. 
“Cewek loe tu, yang rese!” sahut Bobby. “Akkhh…!” Radit kembali ingin menghajar Bobby, tetapi kali ini tidak berhasil. Gigi dengan cepat menahan tangan Radit dan lalu menampar Radit.
“Plaaakk….” Radit memegang pipinya, emosi Radit kian memuncak.
Dengan secepatnya teman segenk Radit memegang kedua tangan Gigi. “Apa-apaan nih? Lepasin gue !” bentak Gigi. “Berani banget loe nampar gue ? mau cari mati loe ?!” Radit menggepalkan kedua tangannya.
“Orang seperti loe, emang harus diperlakukan seperti itu!”  Tiba-tiba Christy menyiram Gigi dengan air minuman. “Byuuurrr….” Gigi kaget dan menatap Christy.
 “Loe harus mendapat ganjarannya!”Christy pun memberi isyarat pada teman-temannya. Dan lalu teman-teman Radit mendorong
Gigi ke kolam renang. “Byuuuurrrrrr…..!!” 
“Gigi……..” teriak Angel dan Anisa. “Kalian keterlaluan…!” bentak Angel. “Toloooong….tolooong…..!!!” pinta Gigi.
“Nis…tolongin Gigi…!Gigi ngak bisa berenang!” pinta Angel.
“Sial…!!!” batin gue dan langsung menceburkan diri ke kolam renang.
“Sadam…..” seru Angel dan Anisa. Gue berusaha menolong Gigi dan membawa Gigi ketepi kolam. “Gi…..” seru Anisa sambil membantu gue. “uhuukkk…uhuukkk..uhuk…” Gigi terengah-engah.
Gue pun keluar dari kolam renang dan lalu berjalan menuju Radit. “Duuukkkkk…..!” gue tanpa basa-basi menonjok wajah Radit, lalu memegang krah bajunya. “Puas loe semua ?!!” bentak gue.
Radit memegang wajahnya, teman-teman Radit mendekat ke arah gue.
“Jangan pernah menghina dan memperlakukan Gigi seperti tadi! Kalau sampai itu terjadi lagi, gue ngak akan segan-segan untuk menghabisi loe semua. Ngerti Loe!!!” gue mendorong Radit kearah teman-temannya.
Gue menghampiri Gigi, “Loe ngak apa-apakan?” Gigi hanya mengangguk. “Kita pergi dari sini!” pinta gue.
                                                            *****
Keesokkan harinya Gigi tidak sekolah karena kejadian semalam telah membuat dirinya masuk angin. “Gigi… ngak masuk ea,Nis?” Tanya gue. “Iya…karena kejadian semalam dia masuk angin. Jadi butuh waktu buat memulihkan keadaannya.” Jelasnya.
“Hmmm… ntar pulang sekolah jenguk Gigi ,yuuuk !!!” ajak gue. “Iya…tadi gue sama Angel udah bahas itu.” “Ohh…ya ya ya…”
Sepulang sekolah gue bareng Anisa dan Angel akan menjenguk Gigi. Sesampainya dirumah Gigi, Anisa dan Angel meminta gue untuk menunggu diluar.
 “Dam… tunggu diluar bentar ya! Gue sama Angel masuk duluan.” Seru Anisa. “Okeh…!”
“Tookk..tookk…took.”  “Gigi…” seru Anisa dan Angel setelah sampai didepan pintu kamar Gigi. “Masuk… Pintunya ngak dikunci!” sahutnya.
“Heii… gimana keadaan loe?” Tanya Angel. “Seperti yang kalian lihat.”  “Makin jeleekk…” canda Anisa.  “Emmm…dasar!” sahut Gigi.
“Oh…iya.  La…!” seru Angel sambil memberi isyarat pada Anisa bahwa Sadam daritadi menunggu diluar. “Eh…lupa! Gi… ada yang mau ketemu loe diluar, temuin gih!” ujar Anisa. “Siapa?”  “Udah deh,lihat aja sendiri!” Anisa membantu Gigi berdiri.
Gigi agak kaget melihat ada gue diluar. “Sadam…?” batinnya. Gigi berjalan menuju teras rumah tetapi tidak memandang gue.
“Gi…”seru gue dan Gigi hanya diam. “Gi… gue mau minta maaf! Sekarang gue baru sadar,kalo semua yang loe katakan itu memang benar.”
“Maksudnya…???” Gigi membalikkan badannya. “Ya…semua yang pernah loe bilang. Christy itu ngak baik dan yang lainnya.” Sahut gue.
”Dia memang cantik,tapi hatinya ngak secantik wajahnya. Dia begitu jahat, kejadian semalam menyadarkan gue betapa bodohnya gue. Menyukai cewek, tapi cewek itu ngak punya perasaan sama sekali. Seharusnya dari dulu gue dengerin kata-kata loe! Dan seharusnya semalam gue ngak datang ke party itu Tapi,gue nya aja yang keras kepala.Karena gue,loe dihina sama mereka.karena gue juga loe jadi sakit. Sorry, atas semua yang telah gue lakuin. Sorry, karena telah menyakiti loe.”
“Syukur deh, kalo loe udah sadar.”
“Maaf…!”seru gue. “Iya…udah gue maafin. Makasie juga karena semalam loe udah nolongin gue,” sahutnya.
 “Hmmm…ya. Gue pikir tadinya loe bisa berenang. Ternyata …. Weeww… memalukan juga!” ledek gue.
“Maksudnya…???” Gigi menatap gue.  “Ya… jago karate,tomboy and bla…bla..bla… ternyata kagak bisa berenang!”
 “Ngak semua bidang dapat kita kuasai. Manusia ngak ada yang sempurna. Begitu juga dengan gue. Ohh…ya semalam kok bisa-bisanya loe nonjok Radit? Bukankah selama ini ngak bisa melawan orang dengan otot ???”
  “Hmmm…itu reflek aja.ngak tau juga bisa tepat kena sasaran.Ya,reflek !” jelas gue sambil mengangkat bahu. “Ohhh….” Gigi mengangguk.
“Gi… gue juga baru sadar kalau gue tuh…. Kalau gue tuh…. Hmmmm….. kok jadi susah ngomongnya ya?”  “Ngomong apaan sih…?” 
“Ternyata gue sukaaaaa samaaaaaa bodyguard gue!” bisik gue ketelinga Gigi.
“Hah….Bodyguard? Siapa?” Gigi bingung.
“Hmmmmm… Brigitta Chintya… Loe !” “Haaaaah..... loe suka sama gue ?” Gigi kaget.
Gue hanya mengangguk, “Jadi gue diterima ngak?”
 “Huuufffttttt…..” Gigi menghela nafas.
“Kok ekspresinya gitu…? Ngak suka sama gue ya?” 
“Siapa bilang..?”  “Nah,itu dari ekspresinya.”
 “Hufffttt… bakalan capek dech, tiap hari jadi bodyguardnya. Ckckckck….” seru Gigi sambil geleng-geleng kepala.
”So………..Gigi mau jadi pacarnya Sadam.” Gigi mengangguk.  Lalu gue memeluk Gigi dengan eratnya.
“Cieee..cieee… ada yang jadian nich !” ujar Angel yang dari tadi mengintip dari dalam rumah. “Eheemmm… let’s go to Bang Didi… lapeeeerrr euy.” ledek Anisa. Semuanya happy.^.^
“Yeach… Makhluk Tuhan Paling  (……..). Pacar Gue  !!!” batin gue.

***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar