Rabu, 19 Juni 2013

PART 6


Keesokkan harinya, dirumah sakit. Devi mengurus biaya administrasi selama Angel dirawat. Sedangkan Anisa,Gigi membantu Angel berkemas. Tentunya dibantu oleh Egi yang semalam ikut menginap di rumah sakit.
 “Ye,akhirnya hari ini pulang juga.” Seru Angel bahagia. “Lucu banget sih kamu.” Puji Egi dan membuat Angel jadi malu.”Ehhh…” sambil garuk kepalanya.
“Hahaa…” Gigi menertawakan Angel. Beberapa menit kemudian Devi kembali, “Gimana,semuanya sudah beres?” tanyanya. “Sudah Ka…!” jawab Angel,Anisa dan Gigi bersamaan.
Mereka terdiam sejenak, Angel sedikit kaget melihat Ka Devi membawa sebuah kursi roda. “Harus pake ini?” seru Angel,keceriaan yang tadinya muncul hilang dengan seketika.
Devi,Anisa,dan Gigi hanya terdiam. Tiba-tiba Randy datang dengan membawa sebuah boneka doraemon. “Haiii…” sapa Randy dan sedikit kaget melihat Egi ada dirumah sakit. “Udah,mau keluar dari rumah sakit ya?” Tanya Randy.
Devi menjawab, “Iya,Ran. Dokter udah ngijinin.” Randy melihat Angel terdiam dan cemberut. Randy melihat ada sebuah kursi roda,dan dia yakin kalo Angel tidak mau duduk dikursi roda itu. Randy mendekati Angel yang masih duduk diranjang dan tanpa disuruh Randy mengendong Angel.
 “Loe mau ngapain?” Angel kaget dengan sikap Randy. “Udah diem aja!” perintah Randy. Dan Angel pun sekarang telah duduk dikursi roda.
Angel kembali diam. “Ran,jangan paksain Angel!” seru Devi.
 “Cantik.” Lirih Randy dan memberikan boneka yang ia bawa kepada Angel. “Buat loe…” “Walaupun loe lagi duduk dikursi roda, loe tetap cantik kok. Sama seperti dulu,bedanya ya hanya saat ini keadaan kaki kiri loe dalam masa penyembuhan. Senyum donk!” pinta Randy dan menatap Angel.
Angel terpaksa tersenyum. “Makin cantik lagi kalo seperti itu!” puji Randy.
“Yeee… kali ini kasih Gigi kesempatan buat dorong kursi rodanya!” pinta Gigi dan langsung mendorongnya.
“Makasih,Ran!” ujar Devi. Randy hanya mengangguk. Mereka pun menuju parkiran mobil. “Nis,kamu sama aku aja ya.” Pinta Egi. “Eh…ya!” sahut Anisa.
 “Ka,bawa mobilnya jangan ngebut yah!” sahut Angel mengingatkan. “Beres Boss!”
“Ka Devi,biar aku aja yang nyetir?” tawar Randy. “Beneran kamu mau ..?” Tanya Devi. Randy mengangguk. Randy,Angel,Devi dan Gigi berada dimobil Devi. Dan Anisa ikut bersama Egi.
Dan mereka pun sampai dirumah. Ternyata Cherly dan Ryn sudah menanti kedatangan Angel dan yang lainnya. “Surpriseeee…..!!!” teriak Cherly dan Ryn bersamaan saat Angel dan yang lainnya membuka pintu rumah.
Angel kaget dan tersenyum. “Selamat datang kembali kerumah Doraemon…!!” teriak Cherly dan lalu memeluk Angel. “Makasih ya!” ujar Angel.
 “Surprise banget Cherly….!” Seru Anisa dan menyubit Cherly. “Kamu aku telpon,HPnya ngak aktif. Ryn juga nich! Bikin bĂȘte aja.” Anisa manyun. “Hehee…kalo kita kasih tau,ntar ngak jadi surprise dong!” sahut Ryn.
“Kalian Istimewa banget sih!” Devi memeluk Cherly dan Ryn. “Selalu Istimewa…..” ujar Cherly dan Ryn.
“Eh,ada Egi dan Randy. Jarang-jarang loh,kita bisa lihat kalian barengan gini.” Seru Cherly. “Cher…” bisik Anisa. “Sorry…”sahutnya.
 “Hai semua…” sapa seseorang yang ternyata adalah Lucki.
 “Lucki…” seru Devi.
“Hai,Dev?” sahutnya.
“Oh iya, Ka Lucki tadi juga bantuin kita bikin surprise ini.” Seru Ryn. “Tapi porsinya ngak banyak Ryn, hehee…” balas Lucki.
 “Hai Angel, apa kabar? Maaf ya,Ka Lucki ngak sempat jenguk kamu dirumah sakit.” Ujarnya. “Iya,ngak apa-apa Ka. Ka Lucki pasti sibuk sama kerjaannya. Angel ngerti kok Ka.”
“Ka Devi, aku mau istirahat.” Ujarku. “Untuk sementara kamu tidur dikamar kakak ya! Sampai keadaan kamu membaik.”
“Gi,bisa bantu Angel turun dari kursi roda?” Tanya Randy, “Hehee… kalo itu aku ngak kuat.” Sahutnya. Gigi mengantarkan Angel kekamar dan diiringi Randy. untuk kesekian kalinya Randy mengendong Angel.
 “Beruntung ya,bisa gendong gue?” seru Angel.
“Hah..? dimana letak keuntungannya?  Rugi ,iya. Rugi besar!” balas Randy.
“So sweet banget sih! Jarang-jarang loh bisa lihat moment seperti ini.” Ledek Gigi.
 “Gi….!” Seru Angel.
“Op’sss becanda!” “Aku,laper Njelll… makan dulu ya!” Angel mengangguk dan Gigi pun keluar kamar.
“Eh,Lucki itu cowok Ka Devi ya?” Tanya Randy.
“Bukan. Dia teman Ka Devi.” Jawab Angel singkat.
“Udah berapa lama kenal dia?”
 “Lumayan lama,dia salah satu teman baik Ka Devi.”
“Teman baik???” batin Randy.
“Loe percaya kalo dia itu baik?” bisik Randy.
“Maksudnya?” Angel agak bingung. “Apa Randy,mempunyai pikiran yang sama dengan ku?” batinnya.
 “Kejadian di Kamar mandi dan rumah sakit. Loe ngak terjatuh dikamar mandi karena kecerobohan loe. Tapi didorong sama seseorang dan orang itu menyeret loe ke kamar mandi. Seolah-olah loe itu jatuh karena kesalahan sendiri.” Ungkap Randy dan membuat Angel kaget.
“Dokter yang merawat loe selama ini,adalah adik nyokap. Dan dia menceritakan ini semua sama gue. Memar yang ada ditangan dan tubuh loe itu bukti fisiknya. Loe sendiri tau kan,kejadian yang sebenarnya. Kenapa ngak ngomong kejadian yang sebenarnya? Apa orang itu adalah dia, teman kakak loe?” selidik Randy.
“Tolong keluar!!!” perintah Angel.
 “Jawab pertanyaan gue?” desak Randy. “Kalo loe bersikap seperti ini, kemungkinan besar  dia pelakunya! Angel, loe mau Devi dan Anisa bernasib sama seperti yang loe alami? Ngak kan? Jawab Ngel???”  
Tiba-tiba Anisa datang. “Hai, aku ngak ganggu kan?” ujarnya.
“Ada apa Ka?” sahut Angel.
“Kamu mau nasgor buatan Kakak ngak? Dijamin enak!” tawar Anisa.
“Boleh. Sekalian buat dia!” Angel melirik Randy.
“Oke…!” Anisa keluar kamar dan Randy melihat tangan Anisa yang dibalut dengan perban. “Tangan Anisa,kenapa? Pasti dia bilang sama loe, karena jatuh!” ujar Randy. “Target berikutnya adalah Teman baik sendiri, Devi!” lirih Randy dan membuat Angel menatapnya.
                                                            ************
Malam harinya, dikamar Angel sedang melamun. Beberapa menit kemudian Anisa masuk, “Hei dek, kakak ngak ganggu kamu kan?” Anisa menuju tempat Angel duduk. “Yang lainnya udah pulang?” Tanya Angel.
“Iya,baru beberapa menit yang lalu. Wah boneka dari Randy nih! Hmmm… Randy baik banget ya?” ujar Anisa.
 “Biasa aja!” sahut Angel.
 “Hmmm… dia jago loh main gitar dan suaranya ngak kalah keren.” Puji Anisa.
 “Kakak suka sama Randy ?” selidik Anisa. “Haaah? Bukan ! kakak hanya kagum aja, jarang banget ada cowok yang care kayak dia.” Tiba-tiba Anisa ingat masa lalunya dengan seorang cowok yang kini cowok itu telah tiada.
“Ka…” seru Angel.
Anisa menatap Angel, “Kakak kangen dek,sama Rayen. Kakak pengen ketemu dia,dengerin dia nyanyi,nemenin dia main basket,kangen diboncengi dia. Kakak kangen banget sama dia.” Ungkap Anisa dan meneteskan airmatanya.
 “Ka,jangan sedih!” pinta Angel dan menghapus airmata Anisa. “Ka… tunggu bentar ya,aku mau ngambil sesuatu. Kakak tetap disini yah!” Angel keluar kamar tentunya dengan duduk diatas kursi roda.
“Ka Devi, boleh minta tolong ngak?” seru Angel melihat Devi yang lagi duduk diruang keluarga. “Minta tolong apa?” sahutnya.
“Tolong ambilin handycam yang ada dikamar aku.” Ujar Angel.
“Buat apa?” Tanya Devi sedikit bingung.
 “Hmmm… mau lihat sesuatu! Buruan ya Ka, Emergency!” pinta Angel.
 “Iya. Tunggu bentar!” Devi pun menuju kamar Angel yang teerletak dilantai 2. Beberapa menit kemudian Devi datang dengan membawa handycam. “Ini…” sambil menyodorkannya ke Angel.
“Makasih Ka.”  Dan kembali kekamar. “Aneh…? Angel mau ngapain ya,dengan handycam itu?” batin Devi.
“Ka,maaf ya. aku agak lama!’ seru Angel lalu menghidupkan handycam nya. “Lihat ini deh!’ pinta Angel dan menyerahkan handycam kepada Anisa. “Buat apa?” “Lihat dulu, Ka!” “Video saat kita liburan di  Bandung?” lirih Anisa. Angel mengangguk.
 “Halo semua,gue Rayen. Sekarang gue lagi berada di tengah-tengah cewek cantik. Beruntung banget yah,gue bisa dikelilingi cewek-cewek cantik. Yang nonton jangan iri yah?”
“Oke, ini Ka Devi. Kakak yang paling baik sedunia. Suaranya oke loh! Jika kalian dengarin Ka Devi nyanyi,wah ngak bakalan nyesel deh kalian pasti minta Ka Devi untuk ngak berhenti nyanyi. Selanjutnya ada my honey (Muaaccchh…sambil mencium pipi Anisa), she is my soulmate. Jago banget mainin alat music,khususnya gitar. Gue suka banget lihat dia nyanyi sambil diiringi dengan gitar kesayangannya. Gue juga sering duet sama dia. Pokoknya cewek gue is the best (sambil menatap Anisa). Itu dia cewek cantik yang gue maksud.” Rayen berhenti sejenak.
“Ka Rayeeeeeeeeeeeeen… terus aku ngak dianggap??” teriak Angel dan mengambil alih handycam. “Masa bidadari dilupain!” lirih Angel.
“Waaaah, ada doraemon!” sahut Rayen dan membuat Angel mencubit lengannya. “Awww…. Sakit! Peace !” ujar Rayen dan mencubit pipi Angel.
“Aduuh, curang nich!” Angel manyun.
“Oke,oke…saatnya perkenalkan cewek cantik yang ketiga. Ini namanya Doraemon(menunjuk hidung Angel) suka makan,jadi kalo mau gendong dia tuh,harus punya tenaga yang ekstra. Dia jago banget nge dance. TOP BGT deh, sering banget ngajarin gue dance. Tapi emang dari sana nya gue ngak bisa dance, jadi agak susah buat bisa sejago dia. Mereka bertiga ini adalah My Princess!” ungkap Rayen.
“Wooooooo…” Angel,Anisa dan Devi mengacak-acak rambut Rayen.
“Hhhh… kangen kamu!” lirih Anisa setelah melihat video kenangan saat bersama Rayen. Angel ngak kuat menahan air matanya. Devi yang memperhatikan Anisa dan Angel didepan pintu kamar ikut sedih. “Kenangan itu akan selalu abadi!” batinnya.
“Dan sampai sekarang aku pun tidak bisa melupakan semua yang telah kau berikan untukku! Pengkhianatan itu, bener-bener tidak akan kulupakan! Sampai kapanpun !” lirih Devi.

                                                            ***************

Tidak ada komentar:

Posting Komentar