Keesokkan
harinya, dirumah sakit. Devi mengurus biaya administrasi selama Angel dirawat.
Sedangkan Anisa,Gigi membantu Angel berkemas. Tentunya dibantu oleh Egi yang
semalam ikut menginap di rumah sakit.
“Ye,akhirnya hari ini pulang juga.” Seru Angel
bahagia. “Lucu banget sih kamu.” Puji Egi dan membuat Angel jadi malu.”Ehhh…”
sambil garuk kepalanya.
“Hahaa…”
Gigi menertawakan Angel. Beberapa menit kemudian Devi kembali, “Gimana,semuanya
sudah beres?” tanyanya. “Sudah Ka…!” jawab Angel,Anisa dan Gigi bersamaan.
Mereka terdiam sejenak,
Angel sedikit kaget melihat Ka Devi membawa sebuah kursi roda. “Harus pake
ini?” seru Angel,keceriaan yang tadinya muncul hilang dengan seketika.
Devi,Anisa,dan Gigi
hanya terdiam. Tiba-tiba Randy datang dengan membawa sebuah boneka doraemon.
“Haiii…” sapa Randy dan sedikit kaget melihat Egi ada dirumah sakit. “Udah,mau
keluar dari rumah sakit ya?” Tanya Randy.
Devi menjawab,
“Iya,Ran. Dokter udah ngijinin.” Randy melihat Angel terdiam dan cemberut.
Randy melihat ada sebuah kursi roda,dan dia yakin kalo Angel tidak mau duduk
dikursi roda itu. Randy mendekati Angel yang masih duduk diranjang dan tanpa
disuruh Randy mengendong Angel.
“Loe mau ngapain?” Angel kaget dengan sikap
Randy. “Udah diem aja!” perintah Randy. Dan Angel pun sekarang telah duduk
dikursi roda.
Angel kembali diam.
“Ran,jangan paksain Angel!” seru Devi.
“Cantik.” Lirih Randy dan memberikan boneka
yang ia bawa kepada Angel. “Buat loe…” “Walaupun loe lagi duduk dikursi roda,
loe tetap cantik kok. Sama seperti dulu,bedanya ya hanya saat ini keadaan kaki
kiri loe dalam masa penyembuhan. Senyum donk!” pinta Randy dan menatap Angel.
Angel terpaksa
tersenyum. “Makin cantik lagi kalo seperti itu!” puji Randy.
“Yeee… kali ini kasih
Gigi kesempatan buat dorong kursi rodanya!” pinta Gigi dan langsung
mendorongnya.
“Makasih,Ran!” ujar
Devi. Randy hanya mengangguk. Mereka pun menuju parkiran mobil. “Nis,kamu sama
aku aja ya.” Pinta Egi. “Eh…ya!” sahut Anisa.
“Ka,bawa mobilnya jangan ngebut yah!” sahut
Angel mengingatkan. “Beres Boss!”
“Ka Devi,biar aku aja
yang nyetir?” tawar Randy. “Beneran kamu mau ..?” Tanya Devi. Randy mengangguk.
Randy,Angel,Devi dan Gigi berada dimobil Devi. Dan Anisa ikut bersama Egi.
Dan
mereka pun sampai dirumah. Ternyata Cherly dan Ryn sudah menanti kedatangan
Angel dan yang lainnya. “Surpriseeee…..!!!” teriak Cherly dan Ryn bersamaan
saat Angel dan yang lainnya membuka pintu rumah.
Angel
kaget dan tersenyum. “Selamat datang kembali kerumah Doraemon…!!” teriak Cherly
dan lalu memeluk Angel. “Makasih ya!” ujar Angel.
“Surprise banget Cherly….!” Seru Anisa dan
menyubit Cherly. “Kamu aku telpon,HPnya ngak aktif. Ryn juga nich! Bikin bĂȘte
aja.” Anisa manyun. “Hehee…kalo kita kasih tau,ntar ngak jadi surprise dong!”
sahut Ryn.
“Kalian Istimewa banget
sih!” Devi memeluk Cherly dan Ryn. “Selalu Istimewa…..” ujar Cherly dan Ryn.
“Eh,ada Egi dan Randy.
Jarang-jarang loh,kita bisa lihat kalian barengan gini.” Seru Cherly. “Cher…”
bisik Anisa. “Sorry…”sahutnya.
“Hai semua…” sapa seseorang yang ternyata
adalah Lucki.
“Lucki…” seru Devi.
“Hai,Dev?” sahutnya.
“Oh iya, Ka Lucki tadi
juga bantuin kita bikin surprise ini.” Seru Ryn. “Tapi porsinya ngak banyak
Ryn, hehee…” balas Lucki.
“Hai Angel, apa kabar? Maaf ya,Ka Lucki ngak
sempat jenguk kamu dirumah sakit.” Ujarnya. “Iya,ngak apa-apa Ka. Ka Lucki
pasti sibuk sama kerjaannya. Angel ngerti kok Ka.”
“Ka Devi, aku mau
istirahat.” Ujarku. “Untuk sementara kamu tidur dikamar kakak ya! Sampai
keadaan kamu membaik.”
“Gi,bisa bantu Angel
turun dari kursi roda?” Tanya Randy, “Hehee… kalo itu aku ngak kuat.” Sahutnya.
Gigi mengantarkan Angel kekamar dan diiringi Randy. untuk kesekian kalinya
Randy mengendong Angel.
“Beruntung ya,bisa gendong gue?” seru Angel.
“Hah..? dimana letak
keuntungannya? Rugi ,iya. Rugi besar!”
balas Randy.
“So sweet banget sih!
Jarang-jarang loh bisa lihat moment seperti ini.” Ledek Gigi.
“Gi….!” Seru Angel.
“Op’sss becanda!”
“Aku,laper Njelll… makan dulu ya!” Angel mengangguk dan Gigi pun keluar kamar.
“Eh,Lucki itu cowok Ka
Devi ya?” Tanya Randy.
“Bukan. Dia teman Ka
Devi.” Jawab Angel singkat.
“Udah berapa lama kenal
dia?”
“Lumayan lama,dia salah satu teman baik Ka
Devi.”
“Teman baik???” batin
Randy.
“Loe percaya kalo dia
itu baik?” bisik Randy.
“Maksudnya?” Angel agak
bingung. “Apa Randy,mempunyai pikiran yang sama dengan ku?” batinnya.
“Kejadian di Kamar mandi dan rumah sakit. Loe
ngak terjatuh dikamar mandi karena kecerobohan loe. Tapi didorong sama
seseorang dan orang itu menyeret loe ke kamar mandi. Seolah-olah loe itu jatuh
karena kesalahan sendiri.” Ungkap Randy dan membuat Angel kaget.
“Dokter yang merawat
loe selama ini,adalah adik nyokap. Dan dia menceritakan ini semua sama gue.
Memar yang ada ditangan dan tubuh loe itu bukti fisiknya. Loe sendiri tau
kan,kejadian yang sebenarnya. Kenapa ngak ngomong kejadian yang sebenarnya? Apa
orang itu adalah dia, teman kakak loe?” selidik Randy.
“Tolong keluar!!!”
perintah Angel.
“Jawab pertanyaan gue?” desak Randy. “Kalo loe
bersikap seperti ini, kemungkinan besar
dia pelakunya! Angel, loe mau Devi dan Anisa bernasib sama seperti yang
loe alami? Ngak kan? Jawab Ngel???”
Tiba-tiba Anisa datang.
“Hai, aku ngak ganggu kan?” ujarnya.
“Ada apa Ka?” sahut
Angel.
“Kamu mau nasgor buatan
Kakak ngak? Dijamin enak!” tawar Anisa.
“Boleh. Sekalian buat
dia!” Angel melirik Randy.
“Oke…!” Anisa keluar
kamar dan Randy melihat tangan Anisa yang dibalut dengan perban. “Tangan
Anisa,kenapa? Pasti dia bilang sama loe, karena jatuh!” ujar Randy. “Target
berikutnya adalah Teman baik sendiri, Devi!” lirih Randy dan membuat Angel
menatapnya.
************
Malam harinya, dikamar
Angel sedang melamun. Beberapa menit kemudian Anisa masuk, “Hei dek, kakak ngak
ganggu kamu kan?” Anisa menuju tempat Angel duduk. “Yang lainnya udah pulang?”
Tanya Angel.
“Iya,baru beberapa
menit yang lalu. Wah boneka dari Randy nih! Hmmm… Randy baik banget ya?” ujar
Anisa.
“Biasa aja!” sahut Angel.
“Hmmm… dia jago loh main gitar dan suaranya
ngak kalah keren.” Puji Anisa.
“Kakak suka sama Randy ?” selidik Anisa.
“Haaah? Bukan ! kakak hanya kagum aja, jarang banget ada cowok yang care kayak
dia.” Tiba-tiba Anisa ingat masa lalunya dengan seorang cowok yang kini cowok
itu telah tiada.
“Ka…” seru Angel.
Anisa menatap Angel,
“Kakak kangen dek,sama Rayen. Kakak pengen ketemu dia,dengerin dia
nyanyi,nemenin dia main basket,kangen diboncengi dia. Kakak kangen banget sama
dia.” Ungkap Anisa dan meneteskan airmatanya.
“Ka,jangan sedih!” pinta Angel dan menghapus
airmata Anisa. “Ka… tunggu bentar ya,aku mau ngambil sesuatu. Kakak tetap
disini yah!” Angel keluar kamar tentunya dengan duduk diatas kursi roda.
“Ka Devi, boleh minta
tolong ngak?” seru Angel melihat Devi yang lagi duduk diruang keluarga. “Minta
tolong apa?” sahutnya.
“Tolong ambilin
handycam yang ada dikamar aku.” Ujar Angel.
“Buat apa?” Tanya Devi
sedikit bingung.
“Hmmm… mau lihat sesuatu! Buruan ya Ka,
Emergency!” pinta Angel.
“Iya. Tunggu bentar!” Devi pun menuju kamar
Angel yang teerletak dilantai 2. Beberapa menit kemudian Devi datang dengan
membawa handycam. “Ini…” sambil menyodorkannya ke Angel.
“Makasih Ka.” Dan kembali kekamar. “Aneh…? Angel mau
ngapain ya,dengan handycam itu?” batin Devi.
“Ka,maaf ya. aku agak
lama!’ seru Angel lalu menghidupkan handycam nya. “Lihat ini deh!’ pinta Angel
dan menyerahkan handycam kepada Anisa. “Buat apa?” “Lihat dulu, Ka!” “Video
saat kita liburan di Bandung?” lirih
Anisa. Angel mengangguk.
“Halo semua,gue Rayen. Sekarang gue
lagi berada di tengah-tengah cewek cantik. Beruntung banget yah,gue bisa
dikelilingi cewek-cewek cantik. Yang nonton jangan iri yah?”
“Oke,
ini Ka Devi. Kakak yang paling baik sedunia. Suaranya oke loh! Jika kalian
dengarin Ka Devi nyanyi,wah ngak bakalan nyesel deh kalian pasti minta Ka Devi
untuk ngak berhenti nyanyi. Selanjutnya ada my honey (Muaaccchh…sambil mencium
pipi Anisa), she is my soulmate. Jago banget mainin alat music,khususnya gitar.
Gue suka banget lihat dia nyanyi sambil diiringi dengan gitar kesayangannya.
Gue juga sering duet sama dia. Pokoknya cewek gue is the best (sambil menatap
Anisa). Itu dia cewek cantik yang gue maksud.” Rayen berhenti sejenak.
“Ka
Rayeeeeeeeeeeeeen… terus aku ngak dianggap??” teriak Angel dan mengambil alih
handycam. “Masa bidadari dilupain!” lirih Angel.
“Waaaah,
ada doraemon!” sahut Rayen dan membuat Angel mencubit lengannya. “Awww…. Sakit!
Peace !” ujar Rayen dan mencubit pipi Angel.
“Aduuh,
curang nich!” Angel manyun.
“Oke,oke…saatnya
perkenalkan cewek cantik yang ketiga. Ini namanya Doraemon(menunjuk hidung
Angel) suka makan,jadi kalo mau gendong dia tuh,harus punya tenaga yang ekstra.
Dia jago banget nge dance. TOP BGT deh, sering banget ngajarin gue dance. Tapi
emang dari sana nya gue ngak bisa dance, jadi agak susah buat bisa sejago dia.
Mereka bertiga ini adalah My Princess!” ungkap Rayen.
“Wooooooo…”
Angel,Anisa dan Devi mengacak-acak rambut Rayen.
“Hhhh… kangen kamu!”
lirih Anisa setelah melihat video kenangan saat bersama Rayen. Angel ngak kuat
menahan air matanya. Devi yang memperhatikan Anisa dan Angel didepan pintu
kamar ikut sedih. “Kenangan itu akan selalu abadi!” batinnya.
“Dan sampai sekarang
aku pun tidak bisa melupakan semua yang telah kau berikan untukku!
Pengkhianatan itu, bener-bener tidak akan kulupakan! Sampai kapanpun !” lirih
Devi.
***************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar