Ditepi kolam, Devi sedang melamun. Tepatnya sedang
mengingat kenangan dia saat masih bersama Sadam. Devi memegang sebuah foto
Sadam. “Kenapa susah banget,ngelupain semua yang telah terjadi antara kita?
Kamu bisa jawab pertanyaan aku? Kenapa kamu harus tinggalin aku dengan cara yang
ngak pernah aku inginkan. Kenapa kamu harus milih Wenda? Wenda itu sahabat aku?
Kamu menghancurkan hidupku!!! Aku benci kamu!!!” ungkap Devi dan airmata pun
membasahi pipinya. Devi menghapus airmatanya dan menuju kamar Angel.
“Angel, maafin kakak. Karena kakak,Lucki jadi
seperti itu. Sehingga dia melampiaskan semuanya sama kamu dan Anisa. Karena
kakak kamu ngak bisa ikut kompetisi dance. Semuanya berantakan gara-gara kakak!
Maafin kakak yah!” ungkap Devi sambil duduk didekat Angel yang sudah tertidur.
Didepan pintu
kamar,Anisa memperhatikan Devi. “Ka Devi,ngak salah!” batinnya. Anisa kembali
kekamarnya.
“Maafin kakak
ya!” ujar Devi lagi dan mencium dahi Angel lalu melangkah menuju pintu. Dan ternyata Angel belum tidur, dan semua
ucapan Devi tadi didengar sangat jelas olehnya. Tak terasa airmata Angel
membasahi pipinya.
“Angel sayang Ka Devi!” Angel bangun dan mengulang
perkataannya, “Angel sayang sama Ka Devi!” Devi membalikkan badannya lalu
menatap Angel. “Kakak ngebangunin kamu ya?”
“Angel daritadi belum tidur Ka. Semua yang telah
terjadi belakangan ini,bukan salah kakak!” ucap Angel. Devi terdiam,lalu
kembali mendekati Angel.
“Kamu tidur
gih! Udah saatnya istirahat.” Pinta Devi.
“Ka,jangan nangis lagi ya? dan jangan salahin diri
kakak. Semua yang terjadi sama kita,itu udah ada yang mengatur!” ingat Angel.
“Angel sayang Ka Devi!” Angel memeluk Devi dengan erat. “Kakak juga sayang
kamu!”
Keesokkan harinya setelah sepulang
sekolah,Randy menemani Angel kerumah
sakit. Diruang kerja Dokter Andre,yang tidak lain adalah Om Randy.
“Hai,Om ?” sapa Randy.
“Wah,Angel ditemani sama bodyguardnya ya?” ledek Dr.
Andre. “Hehehe…Dokter tau aja!” balas Angel.
“Wah ngak bener nih! Masa Randy bodyguardnya! Ogah
!!!” sahutnya.
“Trus Om harus bilang apa dong? Hmmm… Om,tau! Randy
pacar Angel ya?” pertanyaan Dr. Andre membuat Randy dan Angel melongo.
“Haah? Om,aku
kesini tuh,mau nemenin Angel periksa kakinya! Apa pemeriksaannya sudah bisa
dimulai?” Randy mengalihkan pembicaraan.
“Oh…tentu!
Suster Mira,tolong bawa pasien kedalam!” perintah Dr. Andre.
“Om,kerja dulu!” “Yup! Silahkan !” “Om,setuju kalo
kamu dan Angel…..” Randy menatap Dr. Andre.
“Hah…Angel sudah menunggu Om!” Randy geleng-geleng
kepala dan menunggu Angel diluar.
Sudah agak lama Randy menunggu Angel yang sedang
melakukan terapi. Randy memutuskan untuk menuju kantin rumah sakit. Belum
sampai ditempat tujuan langkah Randy terhenti. Randy kaget melihat orang yang
sekarang ada dihadapannya. Randy membalikkan badannya,untuk kembali keruangan
Dr.Andre.
“Randy…” seru orang yang membuat Randy berbalik
arah. Randy menghentikan langkahnya, dan orang yang menyapanya berjalan
menujunya. “Apa kabar?’ sapanya.
Randy hanya diam dan tidak menatap orang yang
mengajak dia bicara. “Masih marah sama aku? Ran…?”
“Apa pertanyaan loe itu butuh jawaban?” Randy balik
nanya.
“Jawabannya
pasti masih sama seperti yang dulu. Kamu ngak akan pernah bisa maafin aku!” dan
orang itu pun berlalu dari hadapan Randy.
“Christy…semua yang terjadi bukan keinginan
gue! Loe sendiri yang memutuskannya. Gue udah kasih loe kesempatan,tapi…
Apaaaa? Loe sia-siain kesempatan itu!” ungkap Randy.
“Karena kebahagiaan Mami aku lebih penting,Ran..!”
sahutnya.
“Dan
kebahagiaan kamu?” Randy menatap Christy. “Aku bahagia. Aku punya
Mami,Papi,Felly,Ka Egi. Aku punya semuanya. Keluarga yang lengkap, aku bahagia
Ran…!” ungkap Christy.
“Oh… kamu bahagia. Tapi diatas penderitaan mami aku!
Kamu lebih mementingkan kebahagiaan kamu sendiri. Kamu ngak pernah bisa ngerti
perasaan orang lain! Kamu dan mami kamu udah menghancurkan keluargaku!
Gara-gara mami kamu,papi mencampakkan mami aku begitu saja! PUAS ??!!!” Bentak
Randy. “Dan rasa benci ini ngak akan pernah bisa hilang begitu saja!” Christy
tidak bisa menahan airmatanya.
“Maaf!” lirihnya.
“Kata
maaf,ngak bisa balikin semuanya! Kebahagiaan mami aku dan keluargaku!” emosi
Randy tidak dapat dibendung.
“Randy…” seru Angel yang melihat Randy bersitegang
dengan Christy. “Udah selesai terapinya?” Tanya Randy dan Angel hanya
mengangguk. “Kita pulang sekarang ya!” Randy mendekati Angel.
“Ran,barusan Gigi telepon aku. Dan kata Gigi,dia mau
jemput aku. Aku pulang bareng Gigi.” Ujar Angel.
“Tapi,loe kesini kan sama gue? Masa pulang sama
Gigi?” Randy bingung.
“Hei… aku
boleh milih dong,mau pergi dan pulang sama siapa aja! Kamu juga bukan kakak
atau pacar aku. So,aku bebas milih!” ungkap Angel. Kata-kata Angel membuat
Randy sadar. “Loe bener,gue bukan siapa-siapa loe!” Randy meninggalkan Angel
dan Christy begitu saja.
*****
Sementara itu dirumah. Anisa sedang sibuk dengan
gitarnya.
“Jrenngg…Jreeeeng..!” tiba-tiba Egi datang dan
menghampirinya.
“Hai,Nis…?
Aku ganggu yah?” sapanya. “Ganggu banget!” seru Anisa lalu tertawa. “Yah…!” Egi
manyun.
“Tumben kamu kesini? Ada angin apa nih?” “Hmm…
kangen kamu. Pengennya tiap hari bisa selalu ada disamping kamu!” rayu Egi.
“Haah…?” Anisa bingung dan agak kaget. “Kok bisa
gitu ya?” sambil menatap Egi. “Ya bisa lah,namanya juga suka! O’psss…keceplosan
deh!” Egi ketawa.
“Hmm....Gi,nyanyi dong sambil main gitar. Aku
pengen lihat!” pinta Anisa
. “Kamu mau bayar aku berapa?”
“Hmmm… kalau kamu bisa bikin aku terpesona dengan
perform kamu,kamu minta apa aja ,Boleh!” tawar Anisa menyakinkan.
“Bener nih?”
seru Egi. Anisa mengangguk dan menyerahkan gitar kepada Egi.
Egi pun bernyanyi dengan diiringi gitar. Lagu Padi
–Kasih Tak Sampai.
“Indah
terasa indah bila, kita berdua dalam alunan cinta , sedapat mungkin terciptakan
rasa , keinginan saling memiliki , namun bila itu semua dapat terwujud dalam
satu ikatan cinta , tak semudah seperti
yang pernah terbayang ,menyatukan perasaan kita, Tetaplah menjadi bintang
dilangit , agar cinta kita akan abadi , biarlah sinarmu tetap menyinari alam
ini , agar menjadi saksi cinta kita berdua…berdua……”
Anisa terpesona dan kagum melihat kemampuan Egi.
“Kenapa melihat aku seperti itu?” Tanya Egi. “Jangan bilang kalo aku berhasil
bikin kamu terpesona sama penampilan aku?” ungkap Egi.
“Yeeeee… kepedean banget sih!” Anisa mencubit lengan
Egi dengan keras. “Awww… sakit!” rintih Egi.
“Habisnya kamu kepedean! Siapa juga yang terpesona?
Orang Cuma merhatiin gitarnya aja.” “Udah,ngaku aja. Ngak usah malu!” rayu Egi.
“Tapi bener kan , aku berhasil?” selidik Egi penasaran.
“Hmmm…kasih
tau ngak yah?” ujar Anisa. Tiba-tiba Egi mencium pipi Anisa,dan itu membuat
Anisa kaget. “Aku sayang kamu!” bisik Egi. “Aku bener-bener sayang kamu!” Anisa
tetap diam dan mengalihkan pandangannya.
“Buktiin sama aku,kalo kamu beneran sayang sama
aku!” tantang Anisa.
“Caranya…?” Egi bingung. Tiba-tiba Anisa melemparkan
sebuah cincin yang baru saja ia lepaskan dari jarinya ke kolam renang. “Ambilin
cincin itu!” ujar Anisa.
“Itu aja? Gampang banget!” Egi pun menceburkan
dirinya dan mencari kembali cincin
Anisa.
Beberapa menit kemudian Egi berteriak, “Cincinnya
ketemu!” Anisa tersenyum dan mendekati Egi. Egi keluar dari kolam renang.
“Terus,jawabannya gimana?”Tanya Egi.
“Kamu bisa bantu buang cincin itu jauh-jauh? Dan
menggantinya dengan yang baru?” ujar Anisa.
“Aku ngak ngerti,Nis. Maksud kamu apa?” Egi bingung
lalu memperhatikan seluk beluk cincin yang ia pegang. “R dan A …?” seru Egi.
“R…? Siapa dia?” Tanya Egi penasaran.
“Masa laluku.
Dia udah ngak ada didunia ini!” sahut Anisa. Egi baru mengerti dan lalu memeluk
Anisa dengan erat. “Aku sayang kamu! Dan aku akan membahagiakan kamu! Aku
janji!!!”
“Makasih ,Gi!” Sekarang Anisa merasa agak lebih baik
dari hari kemarin.
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar