Rabu, 19 Juni 2013

PART 9


Ditepi kolam, Devi sedang melamun. Tepatnya sedang mengingat kenangan dia saat masih bersama Sadam. Devi memegang sebuah foto Sadam. “Kenapa susah banget,ngelupain semua yang telah terjadi antara kita? Kamu bisa jawab pertanyaan aku? Kenapa kamu harus tinggalin aku dengan cara yang ngak pernah aku inginkan. Kenapa kamu harus milih Wenda? Wenda itu sahabat aku? Kamu menghancurkan hidupku!!! Aku benci kamu!!!” ungkap Devi dan airmata pun membasahi pipinya. Devi menghapus airmatanya dan menuju kamar Angel.
“Angel, maafin kakak. Karena kakak,Lucki jadi seperti itu. Sehingga dia melampiaskan semuanya sama kamu dan Anisa. Karena kakak kamu ngak bisa ikut kompetisi dance. Semuanya berantakan gara-gara kakak! Maafin kakak yah!” ungkap Devi sambil duduk didekat Angel yang sudah tertidur.
 Didepan pintu kamar,Anisa memperhatikan Devi. “Ka Devi,ngak salah!” batinnya. Anisa kembali kekamarnya.
 “Maafin kakak ya!” ujar Devi lagi dan mencium dahi Angel lalu melangkah menuju pintu.  Dan ternyata Angel belum tidur, dan semua ucapan Devi tadi didengar sangat jelas olehnya. Tak terasa airmata Angel membasahi pipinya.
“Angel sayang Ka Devi!” Angel bangun dan mengulang perkataannya, “Angel sayang sama Ka Devi!” Devi membalikkan badannya lalu menatap Angel. “Kakak ngebangunin kamu ya?”
“Angel daritadi belum tidur Ka. Semua yang telah terjadi belakangan ini,bukan salah kakak!” ucap Angel. Devi terdiam,lalu kembali mendekati Angel.
 “Kamu tidur gih! Udah saatnya istirahat.” Pinta Devi.
“Ka,jangan nangis lagi ya? dan jangan salahin diri kakak. Semua yang terjadi sama kita,itu udah ada yang mengatur!” ingat Angel. “Angel sayang Ka Devi!” Angel memeluk Devi dengan erat. “Kakak juga sayang kamu!”
Keesokkan harinya setelah sepulang sekolah,Randy  menemani Angel kerumah sakit. Diruang kerja Dokter Andre,yang tidak lain adalah Om Randy.
“Hai,Om ?” sapa Randy.
“Wah,Angel ditemani sama bodyguardnya ya?” ledek Dr. Andre. “Hehehe…Dokter tau aja!” balas Angel.
“Wah ngak bener nih! Masa Randy bodyguardnya! Ogah !!!” sahutnya.
“Trus Om harus bilang apa dong? Hmmm… Om,tau! Randy pacar Angel ya?” pertanyaan Dr. Andre membuat Randy dan Angel melongo.
 “Haah? Om,aku kesini tuh,mau nemenin Angel periksa kakinya! Apa pemeriksaannya sudah bisa dimulai?” Randy mengalihkan pembicaraan.
 “Oh…tentu! Suster Mira,tolong bawa pasien kedalam!” perintah Dr. Andre.
“Om,kerja dulu!” “Yup! Silahkan !” “Om,setuju kalo kamu dan Angel…..” Randy menatap Dr. Andre.
“Hah…Angel sudah menunggu Om!” Randy geleng-geleng kepala dan menunggu Angel diluar.
Sudah agak lama Randy menunggu Angel yang sedang melakukan terapi. Randy memutuskan untuk menuju kantin rumah sakit. Belum sampai ditempat tujuan langkah Randy terhenti. Randy kaget melihat orang yang sekarang ada dihadapannya. Randy membalikkan badannya,untuk kembali keruangan Dr.Andre.
“Randy…” seru orang yang membuat Randy berbalik arah. Randy menghentikan langkahnya, dan orang yang menyapanya berjalan menujunya. “Apa kabar?’ sapanya.
Randy hanya diam dan tidak menatap orang yang mengajak dia bicara. “Masih marah sama aku? Ran…?”
“Apa pertanyaan loe itu butuh jawaban?” Randy balik nanya.
 “Jawabannya pasti masih sama seperti yang dulu. Kamu ngak akan pernah bisa maafin aku!” dan orang itu pun berlalu dari hadapan Randy.
 “Christy…semua yang terjadi bukan keinginan gue! Loe sendiri yang memutuskannya. Gue udah kasih loe kesempatan,tapi… Apaaaa? Loe sia-siain kesempatan itu!” ungkap Randy.
“Karena kebahagiaan Mami aku lebih penting,Ran..!” sahutnya.
 “Dan kebahagiaan kamu?” Randy menatap Christy. “Aku bahagia. Aku punya Mami,Papi,Felly,Ka Egi. Aku punya semuanya. Keluarga yang lengkap, aku bahagia Ran…!” ungkap Christy.
“Oh… kamu bahagia. Tapi diatas penderitaan mami aku! Kamu lebih mementingkan kebahagiaan kamu sendiri. Kamu ngak pernah bisa ngerti perasaan orang lain! Kamu dan mami kamu udah menghancurkan keluargaku! Gara-gara mami kamu,papi mencampakkan mami aku begitu saja! PUAS ??!!!” Bentak Randy. “Dan rasa benci ini ngak akan pernah bisa hilang begitu saja!” Christy tidak bisa menahan airmatanya.
“Maaf!” lirihnya.
 “Kata maaf,ngak bisa balikin semuanya! Kebahagiaan mami aku dan keluargaku!” emosi Randy tidak dapat dibendung.
“Randy…” seru Angel yang melihat Randy bersitegang dengan Christy. “Udah selesai terapinya?” Tanya Randy dan Angel hanya mengangguk. “Kita pulang sekarang ya!” Randy mendekati Angel.
“Ran,barusan Gigi telepon aku. Dan kata Gigi,dia mau jemput aku. Aku pulang bareng Gigi.” Ujar Angel.
“Tapi,loe kesini kan sama gue? Masa pulang sama Gigi?” Randy bingung.
 “Hei… aku boleh milih dong,mau pergi dan pulang sama siapa aja! Kamu juga bukan kakak atau pacar aku. So,aku bebas milih!” ungkap Angel. Kata-kata Angel membuat Randy sadar. “Loe bener,gue bukan siapa-siapa loe!” Randy meninggalkan Angel dan Christy begitu saja.
                                                                        *****
Sementara itu dirumah. Anisa sedang sibuk dengan gitarnya.
“Jrenngg…Jreeeeng..!” tiba-tiba Egi datang dan menghampirinya.
 “Hai,Nis…? Aku ganggu yah?” sapanya. “Ganggu banget!” seru Anisa lalu tertawa. “Yah…!” Egi manyun.
“Tumben kamu kesini? Ada angin apa nih?” “Hmm… kangen kamu. Pengennya tiap hari bisa selalu ada disamping kamu!” rayu Egi.
“Haah…?” Anisa bingung dan agak kaget. “Kok bisa gitu ya?” sambil menatap Egi. “Ya bisa lah,namanya juga suka! O’psss…keceplosan deh!” Egi ketawa.
 “Hmm....Gi,nyanyi dong sambil main gitar. Aku pengen lihat!” pinta Anisa
. “Kamu mau bayar aku berapa?”
“Hmmm… kalau kamu bisa bikin aku terpesona dengan perform kamu,kamu minta apa aja ,Boleh!” tawar Anisa menyakinkan.
 “Bener nih?” seru Egi. Anisa mengangguk dan menyerahkan gitar kepada Egi.
Egi pun bernyanyi dengan diiringi gitar. Lagu Padi –Kasih Tak Sampai.
“Indah terasa indah bila, kita berdua dalam alunan cinta , sedapat mungkin terciptakan rasa , keinginan saling memiliki , namun bila itu semua dapat terwujud dalam satu ikatan cinta ,  tak semudah seperti yang pernah terbayang ,menyatukan perasaan kita, Tetaplah menjadi bintang dilangit , agar cinta kita akan abadi , biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini , agar menjadi saksi cinta kita berdua…berdua……”
Anisa terpesona dan kagum melihat kemampuan Egi. “Kenapa melihat aku seperti itu?” Tanya Egi. “Jangan bilang kalo aku berhasil bikin kamu terpesona sama penampilan aku?” ungkap Egi.
“Yeeeee… kepedean banget sih!” Anisa mencubit lengan Egi dengan keras. “Awww… sakit!” rintih Egi.
“Habisnya kamu kepedean! Siapa juga yang terpesona? Orang Cuma merhatiin gitarnya aja.” “Udah,ngaku aja. Ngak usah malu!” rayu Egi. “Tapi bener kan , aku berhasil?” selidik Egi penasaran.
 “Hmmm…kasih tau ngak yah?” ujar Anisa. Tiba-tiba Egi mencium pipi Anisa,dan itu membuat Anisa kaget. “Aku sayang kamu!” bisik Egi. “Aku bener-bener sayang kamu!” Anisa tetap diam dan mengalihkan pandangannya.
“Buktiin sama aku,kalo kamu beneran sayang sama aku!” tantang Anisa.
“Caranya…?” Egi bingung. Tiba-tiba Anisa melemparkan sebuah cincin yang baru saja ia lepaskan dari jarinya ke kolam renang. “Ambilin cincin itu!” ujar Anisa.
“Itu aja? Gampang banget!” Egi pun menceburkan dirinya dan mencari kembali cincin  Anisa.
Beberapa menit kemudian Egi berteriak, “Cincinnya ketemu!” Anisa tersenyum dan mendekati Egi. Egi keluar dari kolam renang. “Terus,jawabannya gimana?”Tanya Egi.
“Kamu bisa bantu buang cincin itu jauh-jauh? Dan menggantinya dengan yang baru?” ujar Anisa.
“Aku ngak ngerti,Nis. Maksud kamu apa?” Egi bingung lalu memperhatikan seluk beluk cincin yang ia pegang. “R dan A …?” seru Egi. “R…? Siapa dia?” Tanya Egi penasaran.
 “Masa laluku. Dia udah ngak ada didunia ini!” sahut Anisa. Egi baru mengerti dan lalu memeluk Anisa dengan erat. “Aku sayang kamu! Dan aku akan membahagiakan kamu! Aku janji!!!”
“Makasih ,Gi!” Sekarang Anisa merasa agak lebih baik dari hari kemarin.
                                                                        *****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar