Disebuah lapangan basket seseorang sedang sibuk
nge-dance. Sendirian! Tiba-tiba …
“Gigii… keren!” teriak Felly yang baru nyampe
dilapangan.
Gigi menghentikan gerakannya. “Aduuuhhh… biasa aja
napa? Jangan pake acara teriak-teriak!” sahut Gigi kesal.
“Huuuh… aku kan pengen lihat gerakan kamu. Siapa
tahu aku bisa seperti kamu!” ujar Felly manyun.
“Hahahahhaaa… kamu mau jadi pelawak yah?” ledek
Gigi.
“Ko pelawak sih? Seharusnya tuh, dancer! Gigi rese
nih!” seru Felly kesal.
“Aduuh,si pesek mulai! Ngampang banget tersinggung.
Payah!” sahut Gigi terus-terusan meledek Felly.
“Ajarin aku donk,Gi… Please! Mau yah!” pinta Felly.
“Ngak gratis loh!” seru Gigi mengoda.
“Huh…!” keluh Felly.
“Ya udah,cepetan ambil posisi!” perintah Gigi. Dan
Felly mencoba meniru gerakan-gerakan Gigi.
Beberapa menit kemudian, Randy,Anisa,Egi,Cherly dan
Ryn datang. Mereka memberi semangat dan tepuk tangan.
“Yeeeyeyeyye… semangat Gigi!” teriak Cherly.
Gigi kembali menghentikan dancenya. “Waduuhh,kenapa
jadi rame gini?” serunya.
“Arrghhhtttt… pasti ulah si pesek nih!” ujar Gigi.
“Fellyyyyyyyy…………..!” Gigi mengejar Felly yang sudah berlari duluan.
“Kamu,aku udah bilangin. Jangan kasih tahu yang
lainnya! Peseeeeeeeeeekkkkkkkk,awas kamu!!” teriak Gigi terus mengejar Felly.
“Hahahaha…”
yang lainnya pun tertawa melihat Gigi mengejar Felly.
“Maafin aku ,Gi!” sahut Felly tetap berlari menjauhi
Gigi.
***
Randy menyusuri koridor sekolah dan langkahnya
terhenti diruangan music. Ruangan yang sering diperebutkannya dengan Angel
dulu. Randy ingat akan masa itu.
“Huuffttt… ngak akan pernah bisa melupakannya!” ujar
Randy.
Randy masuk keruang musik dan meraih gitar. Lalu
menyanyikan lagu Butiran Debu.
“Aku terjatuh
dan tak bisa bangkit lagi. Aku
tenggelam dalam lautan luka dalam.
Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang Aku
tanpamu butiran debu….”
“Ka Randy…” seru Gigi.
Randy berhenti bernyannyi. “Kenanglah dia selagi
kamu mau melakukannya. Kejarlah dia selagi kamu mencintainya. Ntar keduluan sama
yang lain lohh!” ledek Gigi.
“Hehehe…” Randy tersenyum mendengar kata-kata Gigi.
“Emangnya ada yang mau sama dia? Perasaan ngak laku-laku deeh!” sahut Randy.
“Wooo…ngeledek nih? Ckckck… untung orangnya ngak ada
disini. Weitt’s coba kalo dia denger,waah bakalan heboh! Rusuh!” seru Gigi.
“Sekarang dia lagi ngapain yah? Apa dia baik-baik
aja?” ucap Gigi.
“Kenapa kamu ngak kejar dan tahan dia untuk tetap
tinggal?! Mungkin dia disana udah bahagia dan ngak membutuhkan kita lagi! Kalo
dia ingat,pasti dia bakalan menghubungi kita. Tapi sekarang apa yang terjadi?
Kamu bisa jawab sendiri kan!” ungkap Randy.
“Ka Randy,benar! Dia pasti udah mendapatkan
kebahagiaannya! Angel pasti udah menemukannya! Kebahagiaan itu!” lirih Gigi.
Randy menatap Gigi. “Move On and Move Up!” Gigi tersenyum mendengar kata-kata yang Randy
ucapkan.
“Kakak juga! Semangat!”
******
Malam harinya dirumah Devi.
Anisa,Cherly,Ryn,Gigi,Felly,Christy,Randy,Egi dan Wenda berkumpul bersama.
“Waaah,seru tiap hari kita semua berkumpul bersama.
Keluarga baru aku!” seru Felly senang.
“Huh… pesek lebay deh!” ledek Gigi.
“Isssh… jangan panggil aku dengan sebutan itu,Gi!”
bentak Felly kesal.
“Suka-suka aku! Weekkk….” Gigi mencibir kearah
Felly.
“Aduuhhh… makin seru lagi,kalo udah lihat kalian
berdua berantem mulu! Heboh!” Cherly angkat bicara.
“Taraaaaaaaa…… makanannya sudah siap!” seru Anisa.
Yang malam ini khusus memasak buat tamu-tamu istimewanya,tentunya dibantu sama
Bi Lisa.
“Waahhh… wanginya kecium sampe sini loh! Pasti
enak!” puji Egi yang belum pernah mencoba masakan Anisa.
“Wuaaahh… bener nih! Aku jadi laper!” sahut Felly.
“Ya udah,kita sekarang kemeja makan. Dinner bersama! Enjoy untuk malam ini!” ujar Devi.
Semuanya pun beranjak menuju meja makan.
“Waahhh… ada menu nasi goreng istimewa!” seru Ryn. “Ini
masakan favorit… Angel!” sambungnya.
Sejenak mereka kembali mengingat Angel. Yah nasi
goreng adalah makanan favorit Angel. Apalagi kalo yang bikinnya Bi Lisa atau
Anisa,dia pasti senang dan semangat untuk menghabisinya.
“Apapun yang terjadi, Angel ngak akan bisa hilang
begitu aja dari ingatan kita! Dimanapun dan kapanpun pasti,ada-ada aja yang
bikin kita ingat dia! Terlalu indah dan sulit untuk dilupakan!” ungkap Gigi.
“Aku Kangen Angel…” sambungnya.
“Ka Devi,juga sama,Gi! Tapi Kakak ngak tahu harus
berbuat apa?!”
“Kita semua kangen sama dia!” sahut Cherly.
“LIHAT! Semua orang kangen sama kamu,Ngel! Apa
disana kamu juga merasakan hal yang sama? Kamu tega,kamu telah membuat semua
orang sedih dan merasa kehilangan! Pulang,Ngel! Kita semua kangen sama kamu!”
batin Randy.
Dan malam itupun menjadi malam yang istimewa. Semua
orang merasakan hal yang sama. Kangen sama sosok Miss Dora. ANGEL!
*****GaLau*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar