Rabu, 19 Juni 2013

PART 13


Dua hari semenjak kepergian Angel. Devi sangat merindukan sosok Angel,begitu juga yang dirasakan Anisa.
 “Aku kangen Angel!” seru Anisa sama Bibi Lisa didapur.
 “Rumah terasa sepi tanpa kehadiran Non Angel.” Sahut Bi Lisa.
“Kenapa mama tiba-tiba datang dan membuat semua ini menjadi runyam?” keluh Anisa lagi.
“Bibi ngak tau,Non.” Sahut Bibi Lisa.
Beberapa menit kemudian Devi keluar dari kamar dan mengambil segelas air putih dari dalam lemari es. Anisa dan Bibi Lisa saling melirik. Sejak Angel pergi, Devi jadi lebih sering diam. Begitu pun yang terjadi pada pagi ini. Setelah minum,Devi menuju mobilnya. Dia akan pergi kerja,sudah dua hari ini Devi ngak memantau Café.
“Ka Devi,ngak seperti biasanya?” ujar Anisa. Bibi Lisa mencoba menghibur Anisa.
Sementara itu disekolah. Egi,Randy,Cherly,Ryn dan Gigi ngumpul dikantin.
“Anisa dan Angel pada kemana?” Tanya Egi.
“Aku ngak tau!” sahut Gigi. “Cherly dan Ryn?” ujar Randy.
“Sama,kita juga ngak tau! Kita coba hubungi Anisa, Hadphonenya ngak aktif!” sahut Cherly.
“Gue ketemu Angel,terakhir pas nganter dia pulang bareng Gigi!” kata Randy lalu melirik Gigi.
“Kira-kira mereka pada kemana ya?” Tanya Ryn. “Firasat aku ngak enak nich!” seru Gigi.
“Kita samperin aja mereka kerumahnya?” usul Cherly. “Setuju! Pulang sekolah kita langsung kesana!” sahut Egi. Yang lainnya pun menyetujui usul Cherly.
Jam 12 siang dikediaman Mama Angel.
“Sayang, kamu setuju kan? Tinggal bersama mama di Singapura. Mama datang ke Jakarta khusus buat jemput kamu. Mama ngak tega melihat kondisi kamu yang seperti ini. Mama punya kenalan dokter yang ahli dalam masalah patah tulang yang saat ini kamu alami. Mama yakin dokter itu bisa membuat kamu berjalan seperti dulu lagi.” Ungkap mama.
“Singapura? Berapa lama aku disana?” ujar Angel. “Sampai keadaan kamu membaik!” “Lalu setelah itu,apa aku bisa kembali tinggal bersama Ka Devi?” Tanya Angel dan membuat mamanya terdiam.
“Kamu ngak suka tinggal dengan mama?” Tanya mama. Angel tidak menjawabnya. “Apa yang mama lakukan,sehingga Ka Devi menyetujui permintaan mama?” Angel balik nanya.
“Bukan apa-apa! Mama melakukan ini semua demi kamu,mama sayang sama kamu!” mama memeluk Angel. “Ikut mama tinggal di Singapura ya?” ajak mama untuk kesekian kalinya.
Sementara itu Egi,Randy,Cherly,Ryn dan Gigi sudah berada didepan rumah Anisa.
“Permisiiiii…” saru mereka bersamaan. “Anisa…” “Angel…”
Tiba-tiba pintu dibuka oleh Bibi Lisa. “Eh,Non Cherly,Ryn,Gigi dan Den Randy,Egi…” sahut Bi Lisa. “Sore Biiiiii…” kata mereka kompak. “Udah seperti paduan suara aja…!” ledek Bi Lisa.
“Bi, Anisa dan Angel ada kan? Kok udah dua hari ini mereka ngak masuk sekolah?” Tanya Cherly mewakili. “Iya,Bi. Mereka ada ngak? Kita mau ketemu.” Sambung Gigi.
“Aduh…gimana yah??” Bi Lisa kebingungan karena tidak tahu mau menjawab apa.
“Kok linglung gitu,Bi? Apa ada sesuatu,Emergency gitu?” Tanya Egi penasaran. “Kenapa ngak telpon orangnya langsung Non…Den…? Bibi ngak tahu harus ngomong apa!” kata Bi Lisa.
“Angel dan Anisa dimana ,Bi?” Tanya Randy.
“Non Angel sekarang udah ngak tinggal disini lagi. Dua hari yang lalu Nyonya,maksud Bibi. Mamanya Non Angel datang dan menjemput Non Angel. Jadi sekarang Non Angel tinggal bersama nyonya!” ungkap Bi Lisa.
“Apaaa???”  semuanya kaget mendengar penjelasan Bi Lisa.
 “Anisa?” Tanya Cherly. “Non Anisa,daritadi siang keluar.”
“Bibi tau,dia pergi kemana?” Tanya Egi. Bibi hanya menggeleng.
“Kenapa Angel ikut mamanya? Ka Devi,gimana?” Tanya Gigi. “Bibi ngak tau.” Sahutnya. Merekapun saling memandang.
“Aduh ,Anisa kemana sih?” seru Egi cemas.
Malam harinya di Café. Randy dan yang lainnya menemui Devi. Mereka ingin menanyakan keberadaan Angel dan Anisa.
“Mbak Devi,ada yang mau ketemu,Mbak?” ujar salah satu karyawan café. “Siapa?” sahut Devi. Randy dan yang lainnya pun masuk keruangan Devi. Devi sedikit kaget melihat kedatangan mereka.
“Kamu  kembalilah bekerja!” pinta Devi. “Iya.Permisi Mbak!” sambil berlalu meninggalkan ruangan Devi.
“Kalian mau apa? Kalo datang kesini hanya untuk bertanya tentang Angel,kalian ngak akan mendapatkan jawabannya!” seru Devi.
“Kita kesini memang untuk hal itu, Angel dan Anisa udah 2 hari ini ngak masuk sekolah. Kita khawatir sama mereka berdua.” Sahut Cherly.
“Apa yang terjadi,Ka?” Tanya Gigi. “Ka Devi…” lirih Ryn.
“Ka,tolong jelasin sama kami! Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Randy.
“Kalian menganggu pekerjaan saya! Saya masih banyak kerjaan! Kalian pulanglah!” perintah Devi.
“Ka Devi…???” seru mereka. “TOLONG KELUAR!!!” bentak Devi. Merekapun kaget mendengarnya. Beberapa menit kemudian Anisa datang. “Ka Devi, ada apa? Kenapa teriak-teriak?” seru Anisa kaget.
“Anisa…” lirih mereka. “Nis,kamu kemana aja? Kita semua khawatir sama kamu?” kata Cherly.
“Aku ngak apa-apa kok!” jawab Anisa. Anisa memandang Devi dan berjalan kearah Devi duduk.
“Ka, tadi mama nelpon aku. Mama bilang lusa akan balik ke Singapura dan Angel akan ikut bersama mama!” ujar Anisa. Dan membuat Devi kaget.
“Singapura????” lirih Randy dan Gigi bersamaan.
“Mama berhak mutusin itu semua! Jangan minta kakak untuk memohon sama mama,untuk tidak membawa Angel!” ucap Devi dan menatap Anisa. “Tapi Ka…?” seru Anisa. “Kalian tolong keluar! Kakak masih banyak kerjaan!” perintah Devi untuk kedua kalinya.
Merekapun beranjak dari ruangan kerja Devi.
Sementara itu di tepi danau ada 2 orang yang sedang asik bercanda. Mereka adalah Christy dan Felly.
“Aduuhh.. disini dingin yah,Ka?” seru Felly. “Tapi kan udah pake jaket sama syal. Masa masih dingin sih?” sahut Christy sambil memegang hidung Felly. “Ihhh… gitu deh! Curang!” ujar Felly kesal. “Hehehe… Peace!” sahut Christy.
“Kalian akrab banget yah?” ujar seseorang yang iri melihat kekonyolan mereka berdua.
Felly dan Christy membalikkan badannya dan melihat siapa yang sedang mengajak mereka berbicara.
“Angel…” seru Felly dan mendekati Angel. “Kamu kok ada disini? Sama siapa?” tanyanya.
“Sendiri.” Jawab Angel. “Oh ya… Ka Christy kenalin ini Angel teman sekelasku. Dan Angel ini kakak aku,Christy!” pinta Felly.
Angel dan Christy pun berjabat tangan. “Angel…” “Christy…”
“Kamu pacarnya Randy?” Tanya Christy.
Dan membuat Angel menjadi bingung. “Bukan. Aku dan Randy hanya teman!” jawab Angel.
“Ohh…” lirih Christy.
“Angel,kamu ngapain malam-malam disini,sendirian pula?” Tanya Felly.
“Nyari udara segar, bosen dirumah terus!” “Kalian sering kesini ya?” Tanya Angel.
“Ngak juga sih,aku baru beberapa kali kesini. Kakak aku ini yang sering kesini. Ini kan tempat favoritnya!” ujar Felly dan Angel mengangguk.
“Kaki kamu kenapa,Ngel?” Tanya Christy. “Accident dikit.” Sahutnya.
“Oh ya, aku baru ingat! Kamu udah dua hari ini ngak masuk sekolah, kemana aja?” Tanya Felly.
“Hmm… aku ngak sekolah disana lagi. Tepatnya lusa aku mau pindah ke Singapura. Aku ikut mamaku!” jelas Angel.
“Hahh…?????” Felly kaget. “Kamu tahu ngak? Gigi dan Ka Randy mengkhawatirkan kamu. Mereka sibuk mencari kamu. Apa mereka tahu hal ini?”
“Maybe,mereka udah tahu dari kakak aku!” ujar Angel sambil tersenyum. “Tadi kamu bilang,Ka Randy?? emangnya Randy kakak kamu ?” Tanya Angel sedikit bingung. Felly menatap Christy.
“Dia kakak tiri aku. Egi dan Randy!” seru Felly. “Mama aku dan papa mereka menikah. Dan otomatis kita jadi kakak adik.” Sambungnya.
Angel mengangguk-angguk. “Tapi,Ka Randy ngak suka sama kita. Dia bilang gara-gara mama, keluarganya jadi berantakan. Semuanya karena mama kita!” Christy mencoba menenangkan Felly yang hampir saja mau menangis.
“Suatu saat semuanya akan baik-baik aja! Semuanya akan bersatu dan hidup bahagia.” Ujar Angel lalu memandang Felly dan Christy.
“Sama seperti yang saat ini aku alami. Perpisahan ini bukanlah akhir. Ini adalah awal menuju kebahagiaan. Semuanya butuh proses dan waktu. Aku ,Ka Anisa dan Ka Devi akan selalu bersama!” Batin Angel.
                                                            ***********

Tidak ada komentar:

Posting Komentar