Dua hari semenjak kepergian Angel. Devi sangat merindukan
sosok Angel,begitu juga yang dirasakan Anisa.
“Aku kangen
Angel!” seru Anisa sama Bibi Lisa didapur.
“Rumah terasa
sepi tanpa kehadiran Non Angel.” Sahut Bi Lisa.
“Kenapa mama tiba-tiba datang dan membuat semua ini
menjadi runyam?” keluh Anisa lagi.
“Bibi ngak tau,Non.” Sahut Bibi Lisa.
Beberapa menit kemudian Devi keluar dari kamar dan
mengambil segelas air putih dari dalam lemari es. Anisa dan Bibi Lisa saling melirik.
Sejak Angel pergi, Devi jadi lebih sering diam. Begitu pun yang terjadi pada
pagi ini. Setelah minum,Devi menuju mobilnya. Dia akan pergi kerja,sudah dua
hari ini Devi ngak memantau Café.
“Ka Devi,ngak seperti biasanya?” ujar Anisa. Bibi
Lisa mencoba menghibur Anisa.
Sementara itu disekolah. Egi,Randy,Cherly,Ryn dan
Gigi ngumpul dikantin.
“Anisa dan Angel pada kemana?” Tanya Egi.
“Aku ngak tau!” sahut Gigi. “Cherly dan Ryn?” ujar
Randy.
“Sama,kita juga ngak tau! Kita coba hubungi Anisa,
Hadphonenya ngak aktif!” sahut Cherly.
“Gue ketemu Angel,terakhir pas nganter dia pulang
bareng Gigi!” kata Randy lalu melirik Gigi.
“Kira-kira mereka pada kemana ya?” Tanya Ryn.
“Firasat aku ngak enak nich!” seru Gigi.
“Kita samperin aja mereka kerumahnya?” usul Cherly.
“Setuju! Pulang sekolah kita langsung kesana!” sahut Egi. Yang lainnya pun
menyetujui usul Cherly.
Jam 12 siang dikediaman Mama Angel.
“Sayang, kamu setuju kan? Tinggal bersama mama di
Singapura. Mama datang ke Jakarta khusus buat jemput kamu. Mama ngak tega
melihat kondisi kamu yang seperti ini. Mama punya kenalan dokter yang ahli
dalam masalah patah tulang yang saat ini kamu alami. Mama yakin dokter itu bisa
membuat kamu berjalan seperti dulu lagi.” Ungkap mama.
“Singapura? Berapa lama aku disana?” ujar Angel.
“Sampai keadaan kamu membaik!” “Lalu setelah itu,apa aku bisa kembali tinggal
bersama Ka Devi?” Tanya Angel dan membuat mamanya terdiam.
“Kamu ngak suka tinggal dengan mama?” Tanya mama.
Angel tidak menjawabnya. “Apa yang mama lakukan,sehingga Ka Devi menyetujui
permintaan mama?” Angel balik nanya.
“Bukan apa-apa! Mama melakukan ini semua demi
kamu,mama sayang sama kamu!” mama memeluk Angel. “Ikut mama tinggal di
Singapura ya?” ajak mama untuk kesekian kalinya.
Sementara itu Egi,Randy,Cherly,Ryn dan Gigi sudah
berada didepan rumah Anisa.
“Permisiiiii…” saru mereka bersamaan. “Anisa…”
“Angel…”
Tiba-tiba pintu dibuka oleh Bibi Lisa. “Eh,Non
Cherly,Ryn,Gigi dan Den Randy,Egi…” sahut Bi Lisa. “Sore Biiiiii…” kata mereka
kompak. “Udah seperti paduan suara aja…!” ledek Bi Lisa.
“Bi, Anisa dan Angel ada kan? Kok udah dua hari ini
mereka ngak masuk sekolah?” Tanya Cherly mewakili. “Iya,Bi. Mereka ada ngak?
Kita mau ketemu.” Sambung Gigi.
“Aduh…gimana yah??” Bi Lisa kebingungan karena tidak
tahu mau menjawab apa.
“Kok linglung gitu,Bi? Apa ada sesuatu,Emergency
gitu?” Tanya Egi penasaran. “Kenapa ngak telpon orangnya langsung Non…Den…?
Bibi ngak tahu harus ngomong apa!” kata Bi Lisa.
“Angel dan Anisa dimana ,Bi?” Tanya Randy.
“Non Angel sekarang udah ngak tinggal disini lagi.
Dua hari yang lalu Nyonya,maksud Bibi. Mamanya Non Angel datang dan menjemput
Non Angel. Jadi sekarang Non Angel tinggal bersama nyonya!” ungkap Bi Lisa.
“Apaaa???”
semuanya kaget mendengar penjelasan Bi Lisa.
“Anisa?”
Tanya Cherly. “Non Anisa,daritadi siang keluar.”
“Bibi tau,dia pergi kemana?” Tanya Egi. Bibi hanya
menggeleng.
“Kenapa Angel ikut mamanya? Ka Devi,gimana?” Tanya
Gigi. “Bibi ngak tau.” Sahutnya. Merekapun saling memandang.
“Aduh ,Anisa kemana sih?” seru Egi cemas.
Malam harinya di Café. Randy dan yang lainnya
menemui Devi. Mereka ingin menanyakan keberadaan Angel dan Anisa.
“Mbak Devi,ada yang mau ketemu,Mbak?” ujar salah
satu karyawan café. “Siapa?” sahut Devi. Randy dan yang lainnya pun masuk
keruangan Devi. Devi sedikit kaget melihat kedatangan mereka.
“Kamu
kembalilah bekerja!” pinta Devi. “Iya.Permisi Mbak!” sambil berlalu
meninggalkan ruangan Devi.
“Kalian mau apa? Kalo datang kesini hanya untuk
bertanya tentang Angel,kalian ngak akan mendapatkan jawabannya!” seru Devi.
“Kita kesini memang untuk hal itu, Angel dan Anisa
udah 2 hari ini ngak masuk sekolah. Kita khawatir sama mereka berdua.” Sahut
Cherly.
“Apa yang terjadi,Ka?” Tanya Gigi. “Ka Devi…” lirih
Ryn.
“Ka,tolong jelasin sama kami! Apa yang sebenarnya terjadi?”
Tanya Randy.
“Kalian menganggu pekerjaan saya! Saya masih banyak
kerjaan! Kalian pulanglah!” perintah Devi.
“Ka Devi…???” seru mereka. “TOLONG KELUAR!!!” bentak
Devi. Merekapun kaget mendengarnya. Beberapa menit kemudian Anisa datang. “Ka
Devi, ada apa? Kenapa teriak-teriak?” seru Anisa kaget.
“Anisa…” lirih mereka. “Nis,kamu kemana aja? Kita
semua khawatir sama kamu?” kata Cherly.
“Aku ngak apa-apa kok!” jawab Anisa. Anisa memandang
Devi dan berjalan kearah Devi duduk.
“Ka, tadi mama nelpon aku. Mama bilang lusa akan
balik ke Singapura dan Angel akan ikut bersama mama!” ujar Anisa. Dan membuat
Devi kaget.
“Singapura????” lirih Randy dan Gigi bersamaan.
“Mama berhak mutusin itu semua! Jangan minta kakak
untuk memohon sama mama,untuk tidak membawa Angel!” ucap Devi dan menatap
Anisa. “Tapi Ka…?” seru Anisa. “Kalian tolong keluar! Kakak masih banyak
kerjaan!” perintah Devi untuk kedua kalinya.
Merekapun beranjak dari ruangan kerja Devi.
Sementara itu di tepi danau ada 2 orang yang sedang
asik bercanda. Mereka adalah Christy dan Felly.
“Aduuhh.. disini dingin yah,Ka?” seru Felly. “Tapi
kan udah pake jaket sama syal. Masa masih dingin sih?” sahut Christy sambil
memegang hidung Felly. “Ihhh… gitu deh! Curang!” ujar Felly kesal. “Hehehe…
Peace!” sahut Christy.
“Kalian akrab banget yah?” ujar seseorang yang iri
melihat kekonyolan mereka berdua.
Felly dan Christy membalikkan badannya dan melihat
siapa yang sedang mengajak mereka berbicara.
“Angel…” seru Felly dan mendekati Angel. “Kamu kok
ada disini? Sama siapa?” tanyanya.
“Sendiri.” Jawab Angel. “Oh ya… Ka Christy kenalin
ini Angel teman sekelasku. Dan Angel ini kakak aku,Christy!” pinta Felly.
Angel dan Christy pun berjabat tangan. “Angel…”
“Christy…”
“Kamu pacarnya Randy?” Tanya Christy.
Dan membuat Angel menjadi bingung. “Bukan. Aku dan
Randy hanya teman!” jawab Angel.
“Ohh…” lirih Christy.
“Angel,kamu ngapain malam-malam disini,sendirian
pula?” Tanya Felly.
“Nyari udara segar, bosen dirumah terus!” “Kalian
sering kesini ya?” Tanya Angel.
“Ngak juga sih,aku baru beberapa kali kesini. Kakak
aku ini yang sering kesini. Ini kan tempat favoritnya!” ujar Felly dan Angel
mengangguk.
“Kaki kamu kenapa,Ngel?” Tanya Christy. “Accident
dikit.” Sahutnya.
“Oh ya, aku baru ingat! Kamu udah dua hari ini ngak
masuk sekolah, kemana aja?” Tanya Felly.
“Hmm… aku ngak sekolah disana lagi. Tepatnya lusa
aku mau pindah ke Singapura. Aku ikut mamaku!” jelas Angel.
“Hahh…?????” Felly kaget. “Kamu tahu ngak? Gigi dan
Ka Randy mengkhawatirkan kamu. Mereka sibuk mencari kamu. Apa mereka tahu hal
ini?”
“Maybe,mereka udah tahu dari kakak aku!” ujar Angel
sambil tersenyum. “Tadi kamu bilang,Ka Randy?? emangnya Randy kakak kamu ?”
Tanya Angel sedikit bingung. Felly menatap Christy.
“Dia kakak tiri aku. Egi dan Randy!” seru Felly.
“Mama aku dan papa mereka menikah. Dan otomatis kita jadi kakak adik.”
Sambungnya.
Angel mengangguk-angguk. “Tapi,Ka Randy ngak suka
sama kita. Dia bilang gara-gara mama, keluarganya jadi berantakan. Semuanya
karena mama kita!” Christy mencoba menenangkan Felly yang hampir saja mau
menangis.
“Suatu saat semuanya akan baik-baik aja! Semuanya
akan bersatu dan hidup bahagia.” Ujar Angel lalu memandang Felly dan Christy.
“Sama seperti yang saat ini aku alami. Perpisahan
ini bukanlah akhir. Ini adalah awal menuju kebahagiaan. Semuanya butuh proses
dan waktu. Aku ,Ka Anisa dan Ka Devi akan selalu bersama!” Batin Angel.
***********
Tidak ada komentar:
Posting Komentar