Sementara itu Angel masih berada di rumah sakit.
Angel berbohong sama Randy tentang Gigi yang akan menjemputnya. “Jangan
nyusahin orang lain! Aku bisa melakukan semuanya sendiri!” batin Angel.
Tiba-tiba
dihadapan Angel, Wenda datang dan menghampirinya, “Angel…”
“Ka Wenda…!” sahut Angel.
“Kok kamu sendirian? Devi dan Anisa mana?” Wenda
heran melihat Angel yang sendirian dirumah sakit. “Aku baru selesai terapi Ka.
Ka Devi dan Ka Anisa ada dirumah. Ka Wenda,kok ada dirumah sakit?” Angel balik
nanya.
“Hmm… ikut Kakak, ntar kamu bakalan dapat
jawabannya!” Angel mengangguk dan Wenda membantu mendorong kursi roda Angel.
Wenda membawa Angel kesebuah taman yang ada dirumah
sakit.
“Ka Sadam…?” Angel agak kaget. Wenda mendekati Sadam
dan membisikkan ketelinga Sadam, “Ada Angel tuh!”
Sadam tersenyum dan menyapa Angel, “Hai…Ang…gel !”
ujarnya terbata-bata sambil melmbaikan tangannya.
“Kamu …?” Sadam menunjuk kursi roda. “Ada accident
dikit,Ka. Ka Sadam sendiri kenapa ada dirumah sakit?” Angel balik nanya.
“Ka Sadam
sakit!” seru Wenda mewakili. “Leukimia!!” sambungnya dan kata Wenda itu membuat
Angel kaget. Angel tidak percaya dan mengeleng-gelengkan kepalanya.
“Jadi,karena ini Ka Sadam menjauhi Ka Devi ?” ujar
Angel.
“Devi pantas untuk mendapatkan yang terbaik. Dan
orang itu bukan Ka Sadam.” Ungkap Sadam.
“Ka Sadam sayang sama Ka Devi?” Tanya Angel.
“Iya. Karena
sayang,Kakak harus ninggalin dia. Kakak ngak mau Devi sedih melihat apa yang
terjadi sama diri kakak!”
“Tapi kenapa
harus sampai mengorbankan persahabatan Ka Devi dan Ka Wenda?” “Kita ngak tau
harus berbuat apa,hanya itu satu-satunya cara biar Devi mau melepaskan Sadam!”
jawab Wenda.
“Angel,jangan
bilang ke Devi kalau kamu ketemu sama Ka Sadam dan jangan ceritain tentang
penyakit kakak!” pinta Sadam. Angel hanya terdiam dan memandang Ka Sadam.
Jam 7 malam,dirumah Angel. “Nis, kok Angel belum
pulang?” Tanya Devi cemas. “Mungkin masih dalam perjalanan pulang,Ka.” Sahut
Anisa.
“Kamu kenapa daritadi kakak perhatiin senyum terus?”
selidik Devi. “Hah? Masa sih Ka?” Anisa jadi salah tingkah. Devi mengangguk,
“Ada yang kamu rahasiain dari kakak?”
“Hmmm… kasih tau ngak yah?” Anisa membuat Devi
penasaran.
“Tuh kan,ayo bilang sama kakak?” desak Devi.
“Hehehe… Anisa jadian sama Egi!” Anisa
senyum-senyum. “Waaww… cieee…pantesan daritadi senyum terus! Selamat yah.” Devi
memeluk Anisa. “Makasih,Ka!”
Tiba-tiba Devi mendengar suara deru mobil. Lalu Devi
dan diikuti Anisa dibelakangnya menuju pintu melihat siapa yang datang.
Ternyata Angel pulang dan diantar sama Wenda.
“Angel bareng Wenda? Bukannya tadi pergi sama
Randy?” Devi bingung dan lalu menghampiri Angel. “Angel…” sapa Devi dan mencium
pipi Angel. “Wenda.”
“Hai,Dev.” Balas Wenda.
“Kok Angel bisa sama kamu,Wen ?” Tanya Devi.
“Oh…tadi kita ketemu dirumah sakit. Terus aku ajak
Angel jalan-jalan dulu. Maaf yah,kita pulangnya kemaleman!” jelas Wenda.
“Randy,kemana dek? Tadi kamu kan pergi bareng
Randy.” Tanya Anisa.
“Randy,tiba-tiba ada urusan mendadak. Jadi ya gitu
deh!”
“Ka Wenda,makasih ya udah nganterin aku pulang! Aku
masuk dulu, capek! See you!”
“Nice dream
yah!” seru Wenda. Angel pamit dan Anisa membantu Angel kekamar.
“Wen,maaf ya jadi ngerepotin kamu.” Seru Devi.
“Ngak apa-apa
kok. Angel kan udah aku anggap sebagai adikku sendiri. Oh ya,Dev. Gimana
Cafenya?” Tanya Wenda.
“Ya… lagi tahap perbaikan, dan beberapa hari lagi
udah bisa kembali dibuka.” Ungkap Devi.
“Oh…baguslah kalo begitu. Semoga kejadian kemarin
itu ngak terulang kembali!” ujar Wenda.
“Amin.” Sahut Devi.
“Hmm… udah malem, aku pamit dulu ya! kapan-kapan aku
kesini lagi! Itupun kalo di izinin!” ledek Wenda lalu tertawa. “Hehehee….”
“Pintu ini terbuka kok buat teman ku!” Devi
tersenyum. Wenda mengangguk dan lalu pamit. “Bye…”
^*****^
Jam 7 pagi ,diruang makan.
“Pagi sayang!” sapa Devi saat melihat Angel keluar
dari kamar. “Sarapan pagi dulu ya? ada nasi goreng kesukaan kamu.” Ujar Devi.
“Iya ,Ka!” jawab Angel.
“Pagi semua.” Sapa Anisa lalu mencium pipi Devi dan
Angel.
“Happy banget deh? Apa aku ketinggalan berita
terbaru?” Angel memandang Anisa dan Devi bergantian.
“Hmm… biar Ka Devi yang kasih tau kamu! Egi udah
nungguin kakak diluar! Takut terlambat! Aku pergi dulu!” pamit Anisa.
“Ngak sarapan
dulu,Nis ?” teriak Devi. “Nanti aja di sekolah!” sahut Anisa dan berlari menuju
pintu.
“Ka Anisa dan Ka Egi jadian ya?” Tanya Angel. Devi
hanya mengangguk, “Kamu sarapan dulu gih! Oh ya, semalam kok ngak pulang sama
Randy? kan paginya pergi sama Randy? masa Randy ninggalin kamu begitu aja?”
Tanya Ka Devi.
“Tiba-tiba,dia ada urusan mendadak!” jawab Angel
singkat. “Ngak bohong?” selidik Devi. Angel mengangguk. Devi manggut-manggut
dan menemani Angel sarapan pagi.
Disekolah. Randy melihat Gigi sedang melamun
tepatnya diruang musik.
“Woiiii,ngapain bengong gitu? Kayak ngak ada kerjaan
yang lain aja.” Randy mengagetkan Gigi.
“Eh… Ka Randy,ngagetin aja! Untung aku ngak
jantungan!” Gigi mencoba tersenyum.
“Senyum yang
dibuat-buat itu,jelas banget loh. Senyum untuk menutupi kegelisahan yang saat
ini dirasakan.” Ujar Randy.
“Ketahuan
ya?” lirih Gigi.
“Masih mikirin soal kompetisi?” Gigi hanya diam.
“Semua masalah itu ada jalan keluarnya kok. Sabar
aja dulu,ntar bakalan nemu jalannya!” nasihat Randy.
“Oh…ya! aku berharap ada sebuah keajaiban!” ujar
Gigi.
“Ka Randy ada hubungan apa sama anak baru?”Tanya
Gigi dan membuat Randy kaget. “Hah? Maksudnya?”
“Maksud aku,
Felly!” ujar Gigi.
“Oh… bokap gue married sama nyokap dia!” jawab Randy
singkat.
“Jadi kalian
kakak adik dong?” “
Ngak sedarah!” seru Randy.
“Dan Ka Randy,terlihat ngak suka gitu sama Felly?”
Tanya Gigi lagi.
“Ah,kebanyakan nanya loe!” sahut Randy.
“Hehehe…sorry! Ngomong-ngomong,gimana hasil
terapi Angel kemarin?” Tanya Gigi. Randy terdiam mendengar pertanyaan Gigi,
“Bukannya,Gi yang jemput dan anterin Angel pulang? Masa dia sendiri ngak nanya
hasil terapi Angel? Angel bohongin gue???” batin Randy.
“Ka Randy? kok malah bengong?” ujar Gigi. Randy
meninggalkan Gigi yang masih ingin mendengar
jawaban pertanyaannya. “Huh…Aneh!” seru Gigi.
Sementara itu dikantin sekolah. Cherly dan Ryn
menunggu kedatangan Anisa dan Egi. Meeka janji mau traktir Cherly dan Ryn. “Nah
itu mereka!” ujar Ryn saat melihat Anisa dan Egi bergandengan tangan.
“Cieee….mesra amat neng?” ledek Cherly.
“Oh iya donk!
Harus!!!” sahut Egi. Anisa hanya tersenyum.
“Kalian pada
ngapain disini?” Tanya Anisa pura-pura.
“Waaah…bener-bener nih! Bikin emosi, ckckck…!”
seru Cherly. “Hehee…” Anisa mencubit lengan Cherly. “Awww…!”
“Kita ingat kok,Cher! Pesan aja yang kalian suka!”
tawar Egi.
“Seeepp Bos!!!” Cherly lalu memesan makanan.
Tiba-tiba Randy menghampiri Anisa.
“Nis, Angel semalam pulang bareng siapa?” Tanya
Randy.
“Bukannya Angel pergi sama kamu? Kok nanyanya sama
aku sih?” Anisa balik nanya.
“Udah,jawab aja napa?” desak Randy.
“Diantar sama
Ka Wenda!” seru Anisa.
“Wenda?? Temannya Devi?”
“Iya… lagian perginya sama kamu,kok pulangnya sama
orang lain. Kamu ngak bertanggung jawab nih!” ungkap Anisa. Randy tidak
mengubris kata-kata Anisa,dan berlalu meninggalkan kantin. “Yah… adik kamu kok
gitu banget sih? Susah ditebak!” ungkap Anisa kepada Egi. Egi hanya mengangkat
bahunya.
Randy menelepon Dr. Andre dan menanyakan apa Angel
sedang berada dirumah sakit. Dan Randy mendapatkan info kalau Angel saat ini
sedang menjalani terapi. Tanpa pikir panjang Randy menuju rumah sakit.
Jam 3 sore, Angel baru selesai terapinya. Dr.Andre menyarankan Angel
untuk memakai tongkat. Angel tidak langsung pulang. Dia mencari angin segar di
sekitar kompleks rumah sakit. Tepatnya di sebuah taman, cukup lama Angel
disana. Beberapa menit kemudian Randy datang. Randy ngak langsung menemui
Angel. Terpikir sebuah ide, Randy berlari menuju mobilnya untuk mengambil
sesuatu.
Dan… taraaaaaaaaaaaaaa. Apa yang akan dilakukan
Randy.
^**1*8**^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar