PART
2
Diruang music Randy
sedang asik dengan gitarnya sambil menyanyikan lagu Butiran Debu. Tanpa ia
sadari seseorang daritadi memperhatikannya.
“Aku
terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam.
Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu….”
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam.
Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu….”
“Prok..prok..prok…” tepuk tangan dari orang yang
memperhatikan Randy. Orang itu adalah Anisa. “Suara kamu oke juga.” Puji Anisa
dan melangkah kearah Randy. Lalu Anisa mengambil gitar yang ada ditangan Randy,
dan memainkan sebuah lagu BCL – Cinta Pertama(Sunni)-.
“Sunni…
sunni… jantungku berdebar tiap ingat padamu.
Sunni… sunni… mengapa ada yang kurang saat kau tak ada…
Sunni… sunni… melihat menyentuhmu itu yang kumau
Kau tak sempat tanyakan aku cinta kah aku padamu. Tiap kali aku berlutut aku berdo’a suatu saat kau bisa cintai aku……….…”
Kau tak sempat tanyakan aku cinta kah aku padamu. Tiap kali aku berlutut aku berdo’a suatu saat kau bisa cintai aku……….…”
Randy terpana dan
kagum. Pandangannya tak henti memandang wajah Anisa. Anisa tetap menikmati
nyanyiannya. Dan bayangan seseorang melintas dibenaknya. Bayangan seorang cowok
yang pernah mengisi relung hatinya.
Anisa berhenti
bernyanyi lalu mengembalikan gitar milik Randy. “Maaf ya,udah ganggu kamu!”
seru Anisa.
“Oh…” tangan Randy meraih gitar. “Suara loe juga
oke. Merdu banget dan lembut.” Randy kembali mendapatkan kesempatan untuk
memandang Anisa.
Anisa hanya tersenyum.
“Oh ya,kenalin gue…” belum sempat Randy menyebutkan
namanya,Anisa menyahut “Randy…” Randy terdiam.
“Si Trouble
Maker sekolah.!” Sambung Anisa.
Randy bengong,lalu jadi salah tingkah. “Lalu nama
loe?”
“Hmmm… penting ya?”
“Ngak juga,,ehhh pentinglah! Masa loe kenal gue,tapi
gue nya ngak kenal sama loe! Cuma pengen tau nama loe aja.”
“Susah juga
ya,kalo ngak jadi murid populer. orang lain ngak bakalan kenal sama kita. Anisa
kelas XII.A!” kata Anisa.
“Hmmm… Anisa.
Nama yang cantik sesuai dengan orangnya.” Seru Randy lalu tersenyum. “Kamu barusan bilang apa ya?”
“Ohhh,,, sekilas info!” Randy dan Anisa tertawa.
Sementara itu dikantin sekolah.
“Ger, siapa tuh?” ujar Fedi sambil melirik Bobbi si
cupu. “Waw… Guys, siap beraksi!!”
Saat Bobbi jalan didekat tempat Geri
duduk,tiba-tiba salah satu kaki teman Geri menghalang langkah Bobbi sehingga ia
terjatuh.
“Bruuukkk!!!!” Bobbi menahan sakit dan mencoba
mencari kacamatanya.
Geri menginjak kacamata Bobbi. Dan Geri Cs tertawa
dengan keras, “Hahahaha…..” “Bobbi si cupu. Berani banget sih loe muncul
dihadapan gue??”
“Maaf!” sahut
Bobbi ketakutan.
“Berdiri Loe!”
ujar Fedi sambil memegang krah seragam Bobbi.
Beberapa detik kemudian Geri menyiram Bobbi dengan
kuah bakso lalu sebotol air mineral ikut membasahi seragam Bobbi.
“Aww..” “Selamat menikmati!” seru Geri Cs.
“Plaaakk…!” sebuah tamparan mendarat dipipi Geri.
Geri kaget dan menatap orang yang menamparnya.
“Loe! Mau mati loe?” teriak Geri.
“Angel.loe apa-apaan sih?” bisik Gigi.
“Diam aja napa Gi! Cowok ini tuh harus dikasih
pelajaran.” Sahut Angel.
“Gue ngak takut sama loe semua! Apa untungnya kalian
nge-Bully Bobbi? Biar semua orang
pada tau kalo kalian itu jagoan?Iya? Heh… kalian semua hanya PECUNDANG!!
Bisanya Cuma nyakitin orang-orang lemah! Ngak punya hati!” teriak Angel.
“Wah…bener-bener pengen dihajar nih cewek!” seru
Fedi.
Geri emosi dan geram,lalu mendorong Angel dengan
kuat. Tiba-tiba Angel tidak bisa mengatur keseimbangannya.
“Angel….!”
Teriak Gigi.
Beberapa detik kemudian
tangan seseorang menopang Angel,sehingga Angel tidak jadi terjatuh.
“Ka Egi…”Batin Angel.
Egi menatap Geri lalu melangkah kearah Geri berdiri.
“Shit…Oke gue pergi!” seru Geri sambil meninggalkan
kantin.
“Kalian harus jauh-jauh dari Geri Cs. Jangan sampai
terlibat masalah sama mereka!” nasihat Egi.
“Iya Ka!” sahut Gigi.
“Kamu
baik-baik aja?” Tanya Egi pada Angel.
“Ehhh… seperti yang Kakak Lihat. Dan makasih ya
Ka,karena udah nolongin aku.” Egi mengangguk dan tersenyum.
“Lain kali
hati-hati ya!” pinta Egi dan berlalu meninggalkan Angel.
“Gi,gue ngak mimpi kan?” Tanya Angel ngak percaya
Egi menolongnya.
“Ini Real!”
sambil mencubit pipi Angel.
“Awww…sakit
tau!” Angel mengelus pipinya.
“Heheee…Maaf.”
“Angel makasih ya,kamu udah menolong Bobbi.”
“Hmmm… lain kali kalo di-Bully orang jangan diem
aja! Lawan dong,kamu kan cowok!” sahut Angel. Bobbi mengangguk.
**************
Disebuah ruangan,tepatnya ruang siaran radio.
“Selamat siang sobat E_R radio,gimana kabarnya pada
siang ini? Udah lunch kah ?” sapa penyiar yang sedang bertugas. “Siang ini
Barney akan menemani sobat E_R selama sejam kedepan. Seperti biasa Barney akan
setia mendengar curhatan sobat E_R. So hubungi nomor kita 021-120526….”
“Kring…kring..kring!”
“Ya,sepertinya udah ada yang masuk.Siang sobat
E_R..”sapa Barney.
“E_R Radio Istimewa.” Sahut si penelepon.
“Bagus. Barney berbicara dengan siapa ya?”
“Aku,Adam.”
“Wahhh…Adam si Galau ya?”
“Heheheh…udah
ngak galau lagi Ka.” Sahut Adam.
“Oh… kali ini kamu mau curhat apa nih?” “Ya.Aku Cuma
mau bilang terima kasih sama Ka Barney yang udah ngasih solusi buat masalah
yang ku hadapi.Sekarang aku udah bisa merelakan dia pergi dari hidupku. Dan Say No To Galau. Masih banyak cewek
diluar sana yang terbaik untukku. Yang berlalu biarlah berlalu. Move On!” ungkap Adam semangat.
“Cieee,gitu dunk!Tetap semangat,kamu ngak
sendirian.” Seru Barney.
“Iya Semangat.Sekali lagi makasih ya Ka! Ka Barney
Istimewa.”
Sementara itu di café,Devi sedang lunch. Tiba-tiba
handphone Devi berdering.
“Everytime
you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you.”
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you.”
“Hmmm.sapa ya? Private
number?” batinnya dan lalu mengangkatnya.
“Hallo!”
“Bagaimana
rasanya makan sendirian. Sepi kah? Ingin aku temani?” sahut si penelpon.
“Ini siapa?”
kata Devi sambil melihat sekelilingnya.
“Begitu cepat kah kamu melupakanku.Hhhh… Devi,Devi…”
jawab si penelepon lagi.
“Jangan main-main.Ini siapa?”
“Masa
lalumu!” seru si penelpon lalu memutuskan pembicaraan.
“Hallo…hallo…hallo…Rese
banget! Siapa sih yang iseng?” seru Devi.
Lalu dia menghubungi Lucki,temannya. “Hallo,Ki…Loe dimana? Bisa ketemuan ngak.
Ada yang mau gue bicarakan!” pinta Devi.
“Oh…bisa.Kenapa Dev,loe kok panik gitu?” balas
Lucki.
“Ntar,gue ceritain.Gue tunggu di Café ya!”
“Oke,gue segera ke Café.” Dan memutuskan
pembicaraan.
Sementara itu disekolah Angel.
“Huh… !” keluh Angel.
“Kenapa
euy?” Tanya Gigi.
“Jadi ngak semangat latihan dance. Badmood you know?” seru Angel sambil
manyun.
“Yah…kok bisa? Gimana kita bisa menang kalo loe
kayak gini. Cape deh!” Gigi agak kesal.
“Ya Gigi… kayak yang ngak pernah badmood aja. Cape
deh!” ujar Angel sambil meniru gaya Gigi berbicara.
“Ahhh…
Angellllll…” sambil mencubit pipi Angel.
“Aduuhh….”
Angel mau membalas cubitan Gigi,tapi Gigi dengan cepat berdiri dan berlari
menjauh dari Angel. Mereka pun main kejar-kejaran.
“Gubraaakkkk..” seseorang jatuh karena berbenturan
dengan Angel.
“Ya ampun. Sorry
!” seru Angel sambil membantu orang itu untuk berdiri.
“Loe ngak punya kaki ya,ngak lihat apa ada orang
yang lagi jalan,main nabrak aja!” teriak orang itu emosi dan menahan sakit.
“Maksudnya mata kali ya!” sahut Gigi. “Masa kaki
disamain sama mata.” Bisik Gigi.
“Hehehe…lucu ya!” balas Angel.
“Ngapain
kalian ketawa?senang yah abis jatuhin orang!”
“Ehhh,,ngak kok kita ngak ketawa,Cuma senyum aja.
Hehehee..” Gigi nyengir.
“Maaf ya,ngak
sengaja! Sumpah..” Pinta Angel.
“Ngak gue
maafin!” bentak orang itu.
“Yeee,nyolot banget sih jadi cewek. Udah pesek,sok
kecakepan pula!” Angel balas membentak.
“Hah,,loe bilang apa? Ngak sopan banget sih!” sambil
mendorong Angel dan Angel jatuh.
“Awww..” “Njelll…!” teriak Gigi.
“Ihh..loe apa-apaan sih? Orang udah minta maaf
juga,malah dikasarin!” teriak Gigi.
“Hah… berisik!” cewek itu pun berlalu meninggalkan
Gigi dan Angel.
“Aduuuhh,,,Gi sakit!” keluhnya.
“Kita keruang
UKS yah!” sambil membantu Angel berdiri. Tiba-tiba seketika Angel pingsan. Dan
membuat Gigi panik. “Tolonnnggggg….!”
Diruang UKS. Gigi mencoba membangunkan Angel.
“Njelll,sadar donk? Jangan bikin gue panik.!”
Bisiknya.
“Hhhhhh…Gi,gue dimana?” lirih Angel.
“Ya Tuhan,akhirnya dia sadar juga!Njelll,are you
okay?” Tanya Gigi.
“Gue kenapa Gi?”
“Tadi loe pingsan,jadi sekarang ada diruang
UKS.”jelas Gigi sambil membantu Angel duduk.
“Hah… gara-gara cewek pesek itu tuh!” keluhnya.
“Udah,jangan
dibahas!”
“Ye,kalo
bukan karena dia,gue ngak bakalan tidur disini.” Bentak Angel.
“Gi,kuat juga yah,bisa gendong gue sampe sini?” ujar
Angel.
“Ahh..Sotoy! yang bener aja. Mana mungkin gue bisa
gendong loe sampe sini? Keberatan tau. Makanya jangan makan mulu,orang yang
gendong loe sampe sini ngos-ngosan minta ampun!” terang Gigi.
“Hah… siapa yang gendong gue?” Tanya Angel penasaran.
Tiba-tiba ada yang masuk keruang UKS. Dan ternyata
dia adalah…….. Mr.Trouble Maker à
Randy.
“Wooyy salah masuk! Ruangan music bukan disini!”
bentak Angel.
“Njell, tahan dong. Yang nolongin loe itu Randy.”
Sahut Gigi.
“Hahhh,,,APA???” Angel kaget.
“Ngak tau terima kasih banget sih. Udah ditolongin
juga!” sahut Randy.
“Gi,kenapa loe biarin dia gendong gue?” bisiknya.
“Ya elah,Njel masa gue biarin aja loe tidur di ruang
music! Ntar mati siapa yang tanggung jawab coba?” balas Gigi.
“Haaah…mimpi
apa gue semalam. Ini semua gara-gara cewek pesek itu.
“Ya ya ya…
makasih udah nolongin gue.” Ujar Angel lalu tersenyum (agak terpaksa).
Angel mencoba untuk berdiri, “Hati-hati Njell!”
pinta Gigi.
Dan Angel
hampir saja jatuh, untung ada Randy. Randy dengan sigap membantu Angel.
“Ngak apa-apa kan?” serunya.
“Ehh… iya don’t
worry!” sahut Angel.
Tiba-tiba Anisa datang untuk melihat Angel.
“Angel, kamu kenapa?”
“Eh,Ka
Anisa.” Sahut Angel.
“Randy…” seru Anisa.
“Hay,Nis..”
sapa Randy.
Anisa hanya tersenyum,lalu kembali nanya Angel. “Kok
bisa sampai begini?”
“Ka, tadi ada accident
kecil. Hehehee!” jawab Gigi mewakili.
“Udah ngak apa-apa kok Ka.Sumpah!” sahut Angel.
“Beneran?” sambil memegang kaki Angel.
“Awwww…Sakit Ka!” Keluh Angel.
“Katanya ngak apa-apa? Boong ya?” selidik Anisa.
“Kalian akrab banget?” seru Randy.
“Ohh… Angel adik aku.” Sahut Anisa.
“Haaaaaah…
beda ya?” lirih Randy kaget.
“Maksud
Loe????” bentak Angel.
“Kakaknya cantik, dan adiknya kayak nenek sihir.
Menyeramkan, senyum aja dibuat-buat!” balas Randy.
“Ehh…biasa aja donk! Emang loe OKE gitu? Kerenan
juga Egi. Udah baik,care,sopan,dan ngerti sama perasaan cewek.!” Ungkap Angel.
Randy kesal karena dibandingkan dengan Egi. “Nis,
gue balik dulu ya! Sumpek gue disini. See you!” Randy pamit.
“Oh… makasi ya Ran, udah nolongin Angel!” sahut
Anisa.
“You’r welcome!”
dan berrlalu meninggalkan ruang UKS.
“Kok kalian
akrab banget yah? Kayak Tom n Jerry.” Ledek Anisa.
“Ohhh…NO!!!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar