Senin, 27 Mei 2013

PART 2


PART 2

Diruang music Randy sedang asik dengan gitarnya sambil menyanyikan lagu Butiran Debu. Tanpa ia sadari seseorang daritadi memperhatikannya.
“Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. 
 Aku tenggelam dalam lautan luka dalam. 
 Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang 
 Aku tanpamu butiran debu….”
“Prok..prok..prok…” tepuk tangan dari orang yang memperhatikan Randy. Orang itu adalah Anisa. “Suara kamu oke juga.” Puji Anisa dan melangkah kearah Randy. Lalu Anisa mengambil gitar yang ada ditangan Randy, dan memainkan sebuah lagu BCL – Cinta Pertama(Sunni)-.
“Sunni… sunni… jantungku berdebar tiap ingat padamu.                                                             Sunni… sunni… mengapa ada yang kurang saat kau tak ada…                                                             Sunni… sunni… melihat menyentuhmu itu yang kumau
Kau tak sempat tanyakan aku cinta kah aku padamu.                                                                            Tiap kali aku berlutut aku berdo’a suatu saat kau bisa cintai aku……….…”
Randy terpana dan kagum. Pandangannya tak henti memandang wajah Anisa. Anisa tetap menikmati nyanyiannya. Dan bayangan seseorang melintas dibenaknya. Bayangan seorang cowok yang pernah mengisi relung hatinya.
Anisa berhenti bernyanyi lalu mengembalikan gitar milik Randy. “Maaf ya,udah ganggu kamu!” seru Anisa.
“Oh…” tangan Randy meraih gitar. “Suara loe juga oke. Merdu banget dan lembut.” Randy kembali mendapatkan kesempatan untuk memandang Anisa.
Anisa hanya tersenyum.
“Oh ya,kenalin gue…” belum sempat Randy menyebutkan namanya,Anisa menyahut “Randy…” Randy terdiam.
“Si Trouble Maker sekolah.!” Sambung Anisa.
Randy bengong,lalu jadi salah tingkah. “Lalu nama loe?”
“Hmmm… penting ya?”
“Ngak juga,,ehhh pentinglah! Masa loe kenal gue,tapi gue nya ngak kenal sama loe! Cuma pengen tau nama loe aja.”
 “Susah juga ya,kalo ngak jadi murid populer. orang lain ngak bakalan kenal sama kita. Anisa kelas XII.A!” kata Anisa.
 “Hmmm… Anisa. Nama yang cantik sesuai dengan orangnya.” Seru Randy lalu tersenyum. “Kamu  barusan bilang apa ya?”
“Ohhh,,, sekilas info!” Randy dan Anisa tertawa.
Sementara itu dikantin sekolah.
“Ger, siapa tuh?” ujar Fedi sambil melirik Bobbi si cupu. “Waw… Guys, siap beraksi!!”
 Saat Bobbi jalan didekat tempat Geri duduk,tiba-tiba salah satu kaki teman Geri menghalang langkah Bobbi sehingga ia terjatuh.
“Bruuukkk!!!!” Bobbi menahan sakit dan mencoba mencari kacamatanya.
Geri menginjak kacamata Bobbi. Dan Geri Cs tertawa dengan keras, “Hahahaha…..” “Bobbi si cupu. Berani banget sih loe muncul dihadapan gue??”
 “Maaf!” sahut Bobbi ketakutan.
 “Berdiri Loe!” ujar Fedi sambil memegang krah seragam Bobbi.
Beberapa detik kemudian Geri menyiram Bobbi dengan kuah bakso lalu sebotol air mineral ikut membasahi seragam Bobbi.
 “Aww..”  “Selamat menikmati!” seru Geri Cs.
“Plaaakk…!” sebuah tamparan mendarat dipipi Geri. Geri kaget dan menatap orang yang menamparnya.
“Loe! Mau mati loe?” teriak Geri.
“Angel.loe apa-apaan sih?” bisik Gigi.
“Diam aja napa Gi! Cowok ini tuh harus dikasih pelajaran.” Sahut Angel.
“Gue ngak takut sama loe semua! Apa untungnya kalian nge-Bully Bobbi? Biar semua orang pada tau kalo kalian itu jagoan?Iya? Heh… kalian semua hanya PECUNDANG!! Bisanya Cuma nyakitin orang-orang lemah! Ngak punya hati!” teriak Angel.
“Wah…bener-bener pengen dihajar nih cewek!” seru Fedi.
Geri emosi dan geram,lalu mendorong Angel dengan kuat. Tiba-tiba Angel tidak bisa mengatur keseimbangannya.
 “Angel….!” Teriak Gigi.
Beberapa detik kemudian tangan seseorang menopang Angel,sehingga Angel tidak jadi terjatuh.
“Ka Egi…”Batin Angel.
Egi menatap Geri lalu melangkah kearah Geri berdiri.
“Shit…Oke gue pergi!” seru Geri sambil meninggalkan kantin.
“Kalian harus jauh-jauh dari Geri Cs. Jangan sampai terlibat masalah sama mereka!” nasihat Egi.
“Iya Ka!” sahut Gigi.
 “Kamu baik-baik aja?” Tanya Egi pada Angel.
“Ehhh… seperti yang Kakak Lihat. Dan makasih ya Ka,karena udah nolongin aku.” Egi mengangguk dan tersenyum.
 “Lain kali hati-hati ya!” pinta Egi dan berlalu meninggalkan Angel.
“Gi,gue ngak mimpi kan?” Tanya Angel ngak percaya Egi menolongnya.
“Ini Real!” sambil mencubit pipi Angel.
 “Awww…sakit tau!” Angel mengelus pipinya.
 “Heheee…Maaf.”
“Angel makasih ya,kamu udah menolong Bobbi.” 
“Hmmm… lain kali kalo di-Bully orang jangan diem aja! Lawan dong,kamu kan cowok!” sahut Angel. Bobbi mengangguk.
                                                            **************

Disebuah ruangan,tepatnya ruang siaran radio.
“Selamat siang sobat E_R radio,gimana kabarnya pada siang ini? Udah lunch kah ?” sapa penyiar yang sedang bertugas. “Siang ini Barney akan menemani sobat E_R selama sejam kedepan. Seperti biasa Barney akan setia mendengar curhatan sobat E_R. So hubungi nomor kita 021-120526….” 
“Kring…kring..kring!” 
“Ya,sepertinya udah ada yang masuk.Siang sobat E_R..”sapa Barney.
“E_R Radio Istimewa.” Sahut si penelepon.
“Bagus. Barney berbicara dengan siapa ya?”
  “Aku,Adam.”
“Wahhh…Adam si Galau ya?”
 “Heheheh…udah ngak galau lagi Ka.” Sahut Adam.
“Oh… kali ini kamu mau curhat apa nih?” “Ya.Aku Cuma mau bilang terima kasih sama Ka Barney yang udah ngasih solusi buat masalah yang ku hadapi.Sekarang aku udah bisa merelakan dia pergi dari hidupku. Dan Say No To Galau. Masih banyak cewek diluar sana yang terbaik untukku. Yang berlalu biarlah berlalu. Move On!” ungkap Adam semangat.
“Cieee,gitu dunk!Tetap semangat,kamu ngak sendirian.” Seru Barney.
“Iya Semangat.Sekali lagi makasih ya Ka! Ka Barney Istimewa.”
Sementara itu di café,Devi sedang lunch. Tiba-tiba handphone Devi berdering.
“Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you.”
“Hmmm.sapa ya? Private number?” batinnya dan lalu mengangkatnya.
Hallo!”
 “Bagaimana rasanya makan sendirian. Sepi kah? Ingin aku temani?” sahut si penelpon.
 “Ini siapa?” kata Devi sambil melihat sekelilingnya.
“Begitu cepat kah kamu melupakanku.Hhhh… Devi,Devi…” jawab si penelepon lagi.
“Jangan main-main.Ini siapa?”
 “Masa lalumu!” seru si penelpon lalu memutuskan pembicaraan.
Hallo…hallo…hallo…Rese banget! Siapa sih yang iseng?” seru Devi. 
Lalu dia menghubungi Lucki,temannya. “Hallo,Ki…Loe dimana? Bisa ketemuan ngak. Ada yang mau gue bicarakan!” pinta Devi.
 “Oh…bisa.Kenapa Dev,loe kok panik gitu?” balas Lucki.
“Ntar,gue ceritain.Gue tunggu di Café ya!”
“Oke,gue segera ke Café.” Dan memutuskan pembicaraan.
Sementara itu disekolah Angel.
“Huh… !” keluh Angel.
 “Kenapa euy?”  Tanya Gigi.
“Jadi ngak semangat latihan dance. Badmood you know?” seru Angel sambil manyun.
“Yah…kok bisa? Gimana kita bisa menang kalo loe kayak gini. Cape deh!” Gigi agak kesal.
“Ya Gigi… kayak yang ngak pernah badmood aja. Cape deh!” ujar Angel sambil meniru gaya Gigi berbicara.
 “Ahhh… Angellllll…” sambil mencubit pipi Angel.
 “Aduuhh….” Angel mau membalas cubitan Gigi,tapi Gigi dengan cepat berdiri dan berlari menjauh dari Angel. Mereka pun main kejar-kejaran.
“Gubraaakkkk..” seseorang jatuh karena berbenturan dengan Angel.
“Ya ampun. Sorry !” seru Angel sambil membantu orang itu untuk berdiri.
“Loe ngak punya kaki ya,ngak lihat apa ada orang yang lagi jalan,main nabrak aja!” teriak orang itu emosi dan menahan sakit.
“Maksudnya mata kali ya!” sahut Gigi. “Masa kaki disamain sama mata.” Bisik Gigi.
“Hehehe…lucu ya!” balas Angel.
 “Ngapain kalian ketawa?senang yah abis jatuhin orang!”
“Ehhh,,ngak kok kita ngak ketawa,Cuma senyum aja. Hehehee..” Gigi nyengir.
 “Maaf ya,ngak sengaja! Sumpah..” Pinta Angel.
 “Ngak gue maafin!” bentak orang itu.
“Yeee,nyolot banget sih jadi cewek. Udah pesek,sok kecakepan pula!” Angel balas membentak.
“Hah,,loe bilang apa? Ngak sopan banget sih!” sambil mendorong Angel dan Angel jatuh.
“Awww..” “Njelll…!” teriak Gigi.
“Ihh..loe apa-apaan sih? Orang udah minta maaf juga,malah dikasarin!” teriak Gigi.
“Hah… berisik!” cewek itu pun berlalu meninggalkan Gigi dan Angel.
“Aduuuhh,,,Gi sakit!” keluhnya.
 “Kita keruang UKS yah!” sambil membantu Angel berdiri. Tiba-tiba seketika Angel pingsan. Dan membuat Gigi panik. “Tolonnnggggg….!”

Diruang UKS. Gigi mencoba membangunkan Angel.
“Njelll,sadar donk? Jangan bikin gue panik.!” Bisiknya.
“Hhhhhh…Gi,gue dimana?” lirih Angel.
“Ya Tuhan,akhirnya dia sadar juga!Njelll,are you okay?” Tanya Gigi.
“Gue kenapa Gi?”
“Tadi loe pingsan,jadi sekarang ada diruang UKS.”jelas Gigi sambil membantu Angel duduk.
“Hah… gara-gara cewek pesek itu tuh!” keluhnya.
 “Udah,jangan dibahas!”
 “Ye,kalo bukan karena dia,gue ngak bakalan tidur disini.” Bentak Angel.
“Gi,kuat juga yah,bisa gendong gue sampe sini?” ujar Angel.
“Ahh..Sotoy! yang bener aja. Mana mungkin gue bisa gendong loe sampe sini? Keberatan tau. Makanya jangan makan mulu,orang yang gendong loe sampe sini ngos-ngosan minta ampun!” terang Gigi.
“Hah… siapa yang gendong gue?” Tanya Angel penasaran.
Tiba-tiba ada yang masuk keruang UKS. Dan ternyata dia adalah…….. Mr.Trouble Maker à Randy.
“Wooyy salah masuk! Ruangan music bukan disini!” bentak Angel.
“Njell, tahan dong. Yang nolongin loe itu Randy.” Sahut Gigi.
“Hahhh,,,APA???” Angel kaget.
“Ngak tau terima kasih banget sih. Udah ditolongin juga!” sahut Randy.
“Gi,kenapa loe biarin dia gendong gue?” bisiknya.
“Ya elah,Njel masa gue biarin aja loe tidur di ruang music! Ntar mati siapa yang tanggung jawab coba?” balas Gigi.
 “Haaah…mimpi apa gue semalam. Ini semua gara-gara cewek pesek itu.
 “Ya ya ya… makasih udah nolongin gue.” Ujar Angel lalu tersenyum (agak terpaksa).
Angel mencoba untuk berdiri, “Hati-hati Njell!” pinta Gigi.
 Dan Angel hampir saja jatuh, untung ada Randy. Randy dengan sigap membantu Angel.
“Ngak apa-apa kan?” serunya.
“Ehh… iya don’t worry!” sahut Angel.
Tiba-tiba Anisa datang untuk  melihat Angel.
“Angel, kamu kenapa?”
 “Eh,Ka Anisa.” Sahut Angel.
“Randy…” seru Anisa.
 “Hay,Nis..” sapa Randy.
Anisa hanya tersenyum,lalu kembali nanya Angel. “Kok bisa sampai begini?”
“Ka, tadi ada accident kecil. Hehehee!” jawab Gigi mewakili.
“Udah ngak apa-apa kok Ka.Sumpah!” sahut Angel.
“Beneran?” sambil memegang kaki Angel.
“Awwww…Sakit Ka!” Keluh Angel.
“Katanya ngak apa-apa? Boong ya?” selidik Anisa.
“Kalian akrab banget?” seru Randy.
“Ohh… Angel adik aku.” Sahut Anisa.
 “Haaaaaah… beda ya?” lirih Randy kaget.
 “Maksud Loe????” bentak Angel.
“Kakaknya cantik, dan adiknya kayak nenek sihir. Menyeramkan, senyum aja dibuat-buat!” balas Randy.
“Ehh…biasa aja donk! Emang loe OKE gitu? Kerenan juga Egi. Udah baik,care,sopan,dan ngerti sama perasaan cewek.!” Ungkap Angel.
Randy kesal karena dibandingkan dengan Egi. “Nis, gue balik dulu ya! Sumpek gue disini. See you!” Randy pamit.
“Oh… makasi ya Ran, udah nolongin Angel!” sahut Anisa.
You’r welcome!” dan berrlalu meninggalkan ruang UKS.
 “Kok kalian akrab banget yah? Kayak Tom n Jerry.” Ledek Anisa.
 “Ohhh…NO!!!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar