Rabu, 19 Juni 2013

PART 15


“Aku bukan adik kalian!” ujar Angel dan tiba-tiba Angel terjatuh.
 “Angel…” seru Devi dan yang lainnya.
“JANGAN MENDEKAT!!!” seru Angel.
“Angel…” lirih Devi. Angel meraih tongkatnya. Tiba-tiba Wenda membantu Angel.Angel menerima niat baik Wenda.
“Kalo semuanya dibicarakan dengan baik-baik,pasti ngak akan ada pertengkaran. Dengerin dulu penjelasan Devi!” pinta Wenda.
 “Semuanya udah jelas! Mereka telah membohongi aku!” sahut Angel.
“Selama ini kakak memang telah membohongi kamu! Kamu memang bukan adik kandung kakak. Kamu tahu semua ini dari mama? Mama pasti udah menceritakan semuanya. Kamu boleh  membenci kakak.” Ungkap Devi.
“Tapi kamu harus tahu satu hal…” Devi mendekati Angel dan memegang pipi Angel. “Rasa sayang dan perhatian yang kakak curahkan selama ini sama kamu,itu bukanlah sandiwara. Itu semua berasal dari hati kakak! Kakak tulus sayang sama kamu!”jelas Devi.
“Dan aku harus percaya semua itu…???” Angel menatap Devi. “BULSHIT!” bentak Angel dan mendorong Devi. “Aww….”
“Ka Devi…” seru Anisa. “Angel,kamu keterlaluan banget!” ujar Anisa.
“Kalian lebih keterlaluan!” sambung Angel.
“Kamu bukan Angel yang aku kenal!” lirih Gigi dan memandang Angel.
“Kenapa? Kamu kecewa punya teman seperti aku?” Tanya Angel.
“Tenang aja,Gi. Aku ngak akan ada disini lagi! Aku akan pergi! Aku bisa hidup bahagia,tanpa ada kebohongan dan tanpa kalian! Aku akan mencari kebahagiaan itu sendiri!” Emosi Angel makin memuncak.
“Kamu udah puas marah-marahnya? Sudah legakah setelah semuanya kamu keluarkan? Semua rasa kekesalanmu terhadap Ka Devi?” tiba-tiba Randy ikut berbicara dan mendekati Angel.
Randy memegang pipi Angel. “Lihat aku dan tatap mata aku! Katakan kalo kamu ngak sayang sama Devi dan Anisa? Katakan kalo kamu benci Devi dan Anisa? KATAKAN, ANGEL!!!!” perintah Randy.
Sejenak mereka semua terdiam.
“Aku ngak sayang sama Devi dan Anisa!! Aku benci Devi dan Anisa!! AKU BENCI DEVI DAN ANISA!! AKU BENCI MEREKA!!!” ujar Angel dan mendorong Randy. Lalu meninggalkan semua orang yang masih terdiam.
“KAMU BOHONG!!! KAMU MEMBOHONGI PERASAAN KAMU SENDIRI, Ngel !!! KAMU SANGAT SAYANG SAMA DEVI DAN ANISA!!! KAMU CINTA SAMA MEREKA!!! SEMUA YANG KAMU UCAPKAN ITU BOHONG!!” teriak Randy dan membuat langkah Angel terhenti.
Airmatanya pun membasahi pipinya. “Kamu Sayang Sama Devi dan Anisa!” lirih Randy.
 “Aku benci kamu,Randy!” seru Angel dan berlalu meninggalkan Café.
“Angel,sayang sama Ka Devi dan Anisa! Kalian tahukan…? Angel ngak akan bisa membenci kalian. Apapun yang terjadi, Angel tetap menyayangi kalian!” ungkap Randy dan menatap Devi dan Anisa bergantian. Devi dan Anisa tidak tahu harus ngomong apalagi.
####15####
Keesokkan harinya dikediaman Devi. Ada Randy dan Gigi yang meminta Devi untuk menjemput Angel kembali pulang kerumah.
“Ka Devi, jemput Angel! Bawa dia pulang !” pinta Randy.
 “Angel ngak akan mau tinggal bareng kakak,Rand…” lirih Devi.
“Tapi,Ka. Angel tuh sayang sama Ka Devi! Angel ngak mungkin benci sama kakak.” Randy menatap Devi.
“Masih ada waktu! Aku ngak mau Angel pergi!” ungkap Gigi dan lalu meminta Randy mengantarkannya ke bandara.
“Kita harus bawa Angel pulang!” ujar Randy dengan yakin. Randy dan Gigi melangkahkan kakinya menuju mobil yang terparkir dihalaman rumah.
“Tunggu!!! Kakak mau ikut!” ujar Devi.
 “Aku juga!” sahut Anisa. Randy dan Gigi tersenyum. Merekapun menuju bandara Soetta. Randy memacu mobilnya dengan cepat,dia tidak mau kehilangan Angel.
“Tunggu aku,Ngel!!” batinnya.

AIRPORT
Angel dan mama sudah berada dibandara Soetta. Angel sudah siap untuk meninggalkan semua yang ada di Jakarta. Semuanya!!!
“Sudah siap?” Tanya mama. Angel mengangguk. “Kalo kamu merasa sedih meninggalkan semuanya,kamu bisa batalkan ikut mama!” ujar mama.
“Aku akan ikut mama!” Mama hanya tersenyum.  “Sayang… jangan benci sama mama,Ka Devi dan Ka Anisa yah? Kita semua sayang sama kamu!” ungkap mama dan memeluk Angel. “Walaupun kamu bukan anak kandung mama!” batin mama.
Angel hanya bisa diam. “Jangan Tanya masalah itu,ma! Aku ngak bisa menjawabnya!” batinnya.
Beberapa menit kemudian.
PERHATIAN-PERHATIAN BAGI PENUMPANG PESAWAT GARUDA INDONESIA DENGAN TUJUAN SINGAPURA,HARAP SEGERA MEMASUKI  PESAWAT!!

“Saatnya kita pergi!” seru mama. Angel mengangguk dan tetap berjalan dibantu dengan tongkat.
Sementara itu Devi,Anisa,Gigi dan Randy baru sampai. Mereka berlari-larian mencari sosok Angel.
“Dek… kamu jangan pergi!” batin Devi dan tetap mencari Angel. Randy,Gigi, dan Anisa terus berusaha menemukan Angel.
Disaat Angel dan mama berjalan.Tiba-tiba ada seseorang yang mendekati Angel. Seseorang yang memakai kostum boneka doraemon.
“Doraemon!” batin Angel lalu teringat akan sosok Randy. “Dia bukan Randy!” ujarnya dan tersenyum kearah si Doraemon. Doraemon itu memberikan sebuah lollipop. “Makasih!” serunya.
Disaat sibuk mencari sosok Angel. Tiba-tiba mata Randy menangkap sosok doraemon dari belakang. “Miss dora!” seru Randy. “Kenapa mata gue terus-terusan kearah sana? Itu hanya orang yang makai kostum doraemon! Angel ngak mungkin makai itu!” batinnya.
 “Aku mau berfoto dengan kamu?” pinta Angel pada doraemon. Dan merekapun mengambil posisi berfoto. Doraemon yang  tadinya menghalangi Angel dari pandangan Randy. sekarang terlihat dengan jelas dari tempat Randy berdiri saat ini.
“Angel…” seru Randy dan lalu berlari menuju arah dimana Angel berdiri.
“Terima kasih,dora!” ujar Angel.
“Hhhhhh…hhhh… Angel…” seru Randy terengah-engah. Angel kaget mendengar suara itu. “Randy.” dan menatap Randy yang kelelahan karena berlari.
“PLEASE!!! JANGAN PERGI!!!” pintanya. “Aku ngak mau kehilangan kamu! AKU SAYANG KAMU!” sambungnya.
“PLEASE! Kita pulang yah!” mohon Randy sambil berlutut dan menaruh kedua tangannya didadanya. “Aku mohon. Tetap tinggal disini!!!”
Angel tersenyum. “Sudah terlambat! Aku harus pergi!” jawab Angel.
PERHATIAN-PERHATIAN BAGI PENUMPANG PESAWAT GARUDA INDONESIA DENGAN TUJUAN SINGAPURA,HARAP SEGERA MEMASUKI  PESAWAT!!
Suara pengumuman itu membuat Randy menjadi kesal.
 “ANGEL…” teriak Devi,Anisa dan Gigi bersamaan saat melihat sosok Angel bersama Randy. mereka pun berlari kearah Angel.
“JANGAN PERGI!” pinta mereka.
“Angel,aku mohon tinggallah disini bersama kami!” pinta Gigi.
“Ikut kakak pulang yah?!” pinta Anisa.
“Aku harus pergi!” seru Angel dan menatap mereka satu persatu. Mata Angel terhenti pada sosok Devi. “Dan berharap untuk tidak kembali! Akan pergi selama-lamanya!” sambungnya.
Devi sadar mata Angel terus menatapnya dengan tajam. “Kamu benar-benar membenci kakak? Kenapa kamu berbicara seperti itu? Dan tatapan kamu sungguh membuat kakak ingin menangis! Apa sekarang kamu benar-benar telah membenci kakak??” batin Devi.
“Apapun yang terjadi,aku akan tetap pergi!” kata Angel. “Ngak ada gunanya kalian datang kesini! PULANGLAH!!! DAN LUPAKAN AKU!!! Anggap aja aku ngak pernah ada dalam kehidupan kalian!!!” tegas Angel dan kata-kata itu membuat semuanya kaget dan bingung.
“Kamu ngak boleh ngomong seperti itu!” sahut Anisa.
Angel membalikkan badannya. “Semuanya telah berakhir!” serunya dan terasa pipinya dijatuhi oleh airmata.
“Angel….!” Seru Anisa,Gigi dan Randy.
Tiba-tiba Devi bernyanyi.
^I’LL BE THERE FOR YOU^
Sedihnya diriku merindukanmu..rindukanmu
Katakan padaku arti diriku…dihatimu..
Ku kan ada ..untukmu..
Kau selalu ..dihatiku..
Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you..
Devi tidak dapat menahan kesedihannya. Devi mencoba memegang pundak Angel tapi itu tidak jadi dilakukannya.
“Maafkan kakak! Kakak sudah mengecewakan kamu! MAAF!!!” pinta Devi.
 “Jaga diri kamu baik-baik,ADIKKU!” sambungnya. Devi pun melangkahkan kakinya meninggalkan bandara.
“Ka Devi…..” seru Anisa.
Angel saat itu juga menangis dan berlalu meninggalkan semuanya. Bye-bye Jakarta. Bye-bye semuanya. >,<
                                                            *****T_T*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar