Tidak terasa sudah sebulan sejak kepergian Angel ke
Singapura. Devi dan yang lainnya mencoba menjalani hidup mereka tanpa sosok
Angel. Devi tetap disibukkan dengan mengurus Café. Anisa dengan sekolah dan
tetap bersama-sama Egi,Cherly,Ryn,Randy dan Gigi. Dan juga sekarang Felly dan
Christy ikut bergabung.
Randy sudah bisa menerima kehadiran Christy dan
Felly. Sore ini mereka berkumpul dirumah Anisa. Ditepi kolam rumah Anisa, Randy
mencoba bernyanyi diiringi gitar. Lagu What Make You Beautyfull miliknya One Direction
pun dilantunkannya.
Anisa,Cherly,Gigi,Ryn,Felly dan Christy pun ikut
bernyanyi. Mereka menikmati suasana sore itu. Mereka membentuk sebuah lingkaran
dan berputar-putar kian kemari. Sungguh menyenangkan,menikmati sore ini
bernyanyi bersama-sama.
“Yeeee…. What Make You Beautyfull….”
“Seru dan happy. Bisa terus melewati hari ini,esok
dan selamanya bersama-sama.” Ujar Anisa.
“Kebersamaan itu sangat Istimewa !” sahut Cherly.
“Dan musnahkan sikap Iri,Dengki dan rasa benci dari dalam diri kita!” sambung Ryn.
“Tentunya !
Rasa benci itu akan digoyahkan dengan rasa sayang yang super duper waaaah!!!”
lanjut Gigi.
“Dan syukuri semua nikmat dan karunia Tuhan. Karena
Tuhanlah yang melimpahkan semua itu pada kita! Thank God!” seru Christy.
“Saling menghargai dan saling memaafkan! Damai itu
Indah!” lanjut Randy.
“Aku sayang kalian semuaaaaaaaaaaa…….” Ucap Egi dan
memeluk Anisa.
“Wooooooo… Cuma meluk Anisa aja!” ledek Cherly.
“Cherly mau aku peluk juga? Cari sana pasangan kamu!” sahut Egi. Anisa mencubit
lengan Egi. “Awww….” >,<
“Aku mau ngomong apa yah? Semuanya udah kalian
borong sich??” ujar Felly sambil manyun.
“Hahahaa….” Semuanya tertawa gembira. Lalu Gigi
memencet hidung Felly. “Dasar pesek…!” serunya. “Uhhhh…!” >_<
Sementara itu didalam rumah Devi dan Wenda memperhatikan
mereka yang sedang bercanda dan tertawa.
“Jadi ingat waktu dulu deh! Flash back 4 tahun yang lalu.” Seru Wenda. “Waktu kita cupu dulu?
Seragam sekolah dimasukkin,pake behel,kacamata, terus rambutnya dikepang dua.
Dan jadi bahan tertawaan disekolah!” ledek Devi.
“Waaahhh… kamu Cuma ingat yang jeleknya aja nih!”
sahut Wenda.
“Heheee…
terlalu banyak kenangan yang udah kita ukir. Semuanya sangat berkesan dan akan
tetap abadi untuk diingat dan dikenang.” Ungkap Devi.
“Dev,aku mau
kamu temui seseorang. Orang itu sangat ingin bertemu dengan kamu!” ujar
Wenda. “Hah? Siapa ,Wen?” Tanya Devi agak bingung.
“Kamu mau kan? Ikut aku!” seru Wenda. Devi pun
mengangguk.
*****
Malam harinya Wenda membawa Devi kesebuah Rumah
Sakit. Wenda dan Devi menyusuri koridor dan berhenti disebuah kamar rawat.
Wenda meminta Devi untuk masuk.
“Orang itu ada didalam! Temui dia…” pinta Wenda.
Devi melangkahkan kakinya dan masuk kekamar itu. Beberapa menit kemudian, Devi
kaget melihat siapa yang sedang terbaring ditempat tidur. Orang yang beberapa
tahun ini pernah menemaninya disaat suka dan duka. Wajahnya pucat,tubuh
kurus,dan bukan seperti Sadam yang ia kenal.
“Sadam…” ujar Devi.
Sadam kaget melihat kehadiran Devi dikamarnya.
“De…vi….” Lirihnya.
Devi mendekati dan memandangi Sadam. “Apa yang
terjadi?” Tanya Devi. Sadam hanya tersenyum. Beberapa menit kemudian mereka
saling menatap.
Dua jam setelah kedatangan Devi. Diluar kamar rawat
Sadam, Wenda mengajak Devi membicarakan tentang apa yang dialami Sadam. Wenda
menceritakan semuanya,dari awal dan sampai selesai. Semua sandiwara yang mereka
lakukan untuk membuat Devi membenci Sadam.
“Sadam mengidap Leukimia???” Devi benar-benar kaget
mendengarkannya. Wenda mengangguk, “Sadam,minta aku buat rahasiain semua ini
dari kamu. Sadam ngak mau kamu sedih dan kamu pantas mendapatkan orang yang
lebih baik darinya. Semua yang Sadam katakan waktu itu,adalah bohong! Itu semua
dilakukannya agar kamu membenci dan mau meningalkannya. Sadam sayang sama kamu
,Dev!” ungkap Wenda.
Devi meneteskan airmata. Wenda memeluk Devi. “Orang
yang dicintai Sadam hanya kamu seorang. Devi!” bisik Wenda.
****S<3D****
Sejak saat itu Devi setia menemani dan menjaga
Sadam. Mereka melewati tiap detik,menit,jam dan hari bersama-sama. Dalam suka
dan duka. Sadam senang melihat semua yang terjadi beberapa hari belakangan ini.
Ada Devi yang menemaninya.
Tapi sayang semua itu terjadi hanya untuk sesaat.
Lima bulan kemudian Sadam pergi untuk selamanya. Kehilangan Sadam benar-benar
membuat Devi dan Wenda sedih. Tapi mereka mencoba untuk tetap kuat dan menerima
semua ini dengan sabar dan lapang dada.
Di pemakaman. Tepatnya jam 2 siang.
“Sadam,sekarang udah tenang !” ucap Wenda yang
berdiri disamping makam Sadam.
“Hhhh… kenapa semua ini terjadi begitu cepat? Baru
kemarin aku menemani dan menjaganya.” Ujar Devi.
“Semuanya pasti akan kembali kepada Pencipta-Nya!”
sahut Wenda. “Ini yang terbaik untuk Sadam.” Sambungnya.
Devi menaburkan bunga dipusara Sadam. Lalu
meninggalkan makam dan diiringi Wenda. Anisa dan Egi sudah menunggu Devi
dimobil.
“Dev,aku balik dulu yah! Sampai ketemu!” pamit
Wenda.
Devi mengangguk, “Hati-hati,Wen!”
Wenda
mengangguk lalu juga pamit sama Anisa dan Egi. “Kakak duluan yah!” “Be
Carefull!” seru Anisa.
Egi pun mengantarkan Anisa dan Devi pulang kerumah.
Sesampainya dirumah, “Makasih,Gi. Maaf udah merepotkan!” seru Devi.
“No problem…!” sahut Egi.
“Kakak,masuk dulu yah!” ujar Devi dan berlalu
meninggalkan Anisa dan Egi diteras.
“Devi,pasti sedih yah?” Tanya Egi lalu melirik
Anisa.
“Pasti… aku
ngak mau itu terjadi sama hubungan kita!” ungkap Anisa dan menatap Egi.
Egi memegang
pipi Anisa, “Aku sayang kamu,Nis!” lalu memeluk Anisa dengan erat.
“Aku juga
sayang kamu!” sahut Anisa.
*****
Malam harinya ditepi danau. Randy dan Christy
mengenang masa lalu mereka.
“Udah lama ngak kesini. Tetep udaranya nomor
satu,sejuk!” ungkap Randy.
“Masa sih,kamu jarang kesini?” Tanya Christy.
“Iya. Kenapa? Kamu ngak percaya sama kata-kata aku?”
Randy menatap Christy.
“Oh,aku percaya kok!” ucap Christy lalu tersenyum. “Mau
berenang ngak?” ledek Christy.
“Hahahaa… kamu ledek aku yah? Tenang aja sekarang
aku udah bisa berenang kok! Semuanya udah berubah,Chris!” ujar Randy.
“Semuanya… termasuk kita! Aku dan kamu!” Randy melemparkan kerikil kedalam
danau. “Ploook!”
Christy tahu apa maksud ucapan Randy. perubahan
status antara mereka. Dulu mereka adalah sepasang kekasih namun sejak papa
Randy dan mama Christy menikah,mereka harus merelakan hubungan kasih itu
kandas. Sekarang mereka adalah kakak adik.
“Oh ya… Rand, kamu suka sama Angel?” pertanyaan
Christy membuat Randy ingat kembali tentang Angel.
“Kenapa kamu nanya seperti itu?” balas Randy.
“Aku benar kan? Kamu suka Angel?” Christy menatap
Randy. “Kenapa kamu ngak mengejar cinta kamu? Kenapa kamu melepaskannya?”
“Semua itu ngak semudah membalikkan telapak tangan.
Butuh perjuangan dan pengorbanan. Suatu saat aku pasti menemukan orang yang
tepat. Aku harus menunggu!” ungkap Randy.
“Semangat!!! Aku ada dibelakang kamu!” ujar Christy.
“Dan kamu,bagaimana?” Tanya Randy.
“Aku? Aku kenapa?”
“Cowok itu?” tiba-tiba Randy membantu Christy
membalikkan badannya. Dan tepat dihadapannya sekarang telah berdiri seseorang
yang selalu setia menemaninya,Derby.
“Derby…” lirih Christy. Derby tersenyum dan
memberikan bunga mawar yang ia beli kepada Christy.
“Makasih!” seru Christy.
“Hmmm… anterin saudara gue pulang dengan selamat!
Lecet dikit,loe bakalan berurusan sama gue!” ledek Randy. Christy dan Derby
hanya tersenyum mendengar kata-kata Randy.
“Kangen sama aku ngak?” Tanya Derby dan menatap Christy.
“Terus,kamu mau aku jawab apa?” Christy tersenyum.
“Aku,pengen dengar jawaban. IYA!”
“Ya udah,karena aku kasihan sama kamu. Iya aku
kangen sama kamu!” ujar Christy.
“Selalu begitu! Kamu ucapinnya dari hati kamu donk!”
pinta Derby.
“Maksa! Ngak mau!” sahut Christy.
Derby manyun, “Yah…huuffttt!” >,<
“Kamu makin cakep,kalo seperti itu terus!” ledek
Christy.
“Chris,aku mau ngomong sesuatu. Huufftt…selama ini
aku tuh sayaaaaang sama kamu.”
“Iya aku tahu!”
“HAH?” Derby melongo.
“Tiap kali ketemu juga bilang itu terus!” ujar
Christy.
“Tapi kali ini,aku pengen nambahin. Kamu mau ngak
jadi pacar aku?” ungkap Derby.
Christy sejenak terdiam mendengar pernyataan cinta
Derby. “So…kamu pengen aku jawab apa lagi?”
“Hati kamu bilangnya apa?” Tanya Derby penasaran dengan
jawaban Christy.
“Beneran kamu pengen dengar?” Christy minta Derby
mendekat. Christy membisikkan sesuatu ketelinga Derby. “Aku ngak mau diduain
sama pekerjaan kamu yang segudang!”
Christy lalu tersenyum. “Hah…?” Derby kembali
melongo. Lalu tersenyum, “Hhehehe…. Itu sih bisa diatur nona! Jadi artinya ….?”
Christy mengangguk, “Iya,aku mau jadi pacar kamu!”
jelas Christy.
Derby tersenyum dan
bahagia. “Rasanya,aku pengen nyebur deh! Aku ngak mimpi kan?” ujar Derby
tak percaya.
“Ya udah nyebur sana! Mau aku bantu ?” tawar
Christy.
“Jangan… ngak kuat!” sahut Derby dan lalu memeluk
erat Christy.
“Makasih ya…” lirih Derby.
Merekapun menghabiskan waktu berdua ditepi danau.
Dikejauhan Randy melihat mereka.
“Gue turut happy melihat kalian bersatu!” batin
Randy…
*****C_D*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar