Rabu, 19 Juni 2013

PART 4



Dirumah sakit. Devi dan Anisa tidak percaya dengan penjelasan dokter. Dokter mengatakan bahwa kaki kiri Angel mengalami patah tulang. Sehingga untuk sementara waktu Angel tidak bisa berjalan normal dan otomatis istirahat dari hobi dance-nya.
“Angel… kakak sayang sama kamu!” bisik Devi dan meneteskan airmatanya.
Anisa yang berada diluar kamar Angel, melamun.
Tiba-tiba Gigi,Cherly dan Ryn datang.
“Anisa…” sapa Cherly dan Ryn.
“Ka…Angel dimana?Angel baik-baik aja kan?” Tanya Gigi.
 Anisa menunjuk kamar rawat Angel. Gigi menuju kamar tersebut.
“Nis, loe kok nangis?” Tanya Cherly menenangkan Anisa.
 “Angel…mengalami patah tulang, . Sehingga untuk sementara waktu Angel tidak bisa berjalan normal dan otomatis istirahat dari hobi dance-nya.!” Cherly dan Ryn ngak kalah kaget.

Sementara itu dikamar rawat Angel, “Ka Devi…” sapa Gigi.
“Hey,Gi…” Devi menghapus airmatanya.
Gigi mendekati Angel yang masih belum sadar. “Njell, jangan tidur terus. Bukankah kamu paling ngak suka sama yang namanya bermalas-malasan? Bangun ya? Gi,udah siap latihan dance sama kamu.” Bisik Gigi,airmata Gigi jatuh ditangan Angel. “Njelll…”
 “Gi, Angel untuk sementara waktu ngak bisa latihan dance. Kaki kiri Angel mengalami patah tulang. Angel harus istirahat.” Devi mencoba menenangkan Gigi. Gigi tidak dapat menahan tangisnya.
Beberapa jam kemudian Angel terbangun dari tidurnya.
Angel membuka matanya pelan-pelan. Dan melihat disekelilingnya ada Ka Devi,Ka Anisa,Ka Cherly,Ka Ryn dan Gigi. Angel melihat mata Gigi sembab. “Gigi…” lirih Angel.
Gigi lalu mendekati Angel. “Hay,putri tidur. Akhirnya bangun juga.” Sapa Gigi.
Angel meminta Gigi lebih mendekat. “Sini..!” Angel mencubit pipi Gigi.
“Awww…”
“Hehehe…akhirnya bisa juga nyubit pipi kamu!” Angel tersenyum.
“Kamu habis nonton film India ya? Kok sembab gitu?” Tanya Angel penasaran.
“Hhhh… ini tadi mata aku kelilipan debu.” Gigi berbohong.
“Kamu tau kan,kalo aku ngak suka sama yang namanya bohong!” seru Angel mengingatkan.
“Kamu habis nangis ya? Bukan karena aku kan?” selidik Angel.
“Ngak hanya kamu, Ka Devi dan Ka Anisa matanya juga sembab.” Ungkap Angel sambil melirik Devi dan Anisa.
“Apa yang terjadi?” Tanya Angel kembali.
Angel ingin duduk,dan Angel merasakan sesuatu yang aneh pada kaki kirinya. Angel lalu menyingkirkan selimut yang menutupi kakinya. Dan Angel melihat kaki kirinya diberi gips. Lalu Angel mengalihkan pandangannya ke jendela.
“Maafin aku ya,udah bikin kalian semua sedih.” Ungkap Angel.
“Aku baik-baik aja kok, semuanya bisa diatasi. Asalkan ada Ka Devi,Ka Anisa,Ka Cherly,Ka Ryn dan Gigi disamping aku. Angel bisa melalui semua ini. Angel janji!!!” Angel berusaha untuk tersenyun dan ia pun tidak dapat menahan airmatanya.
Devi memeluk Angel dan menenangkannya. “Kakak disini buat kamu.” Dan mencium kening Angel.
Keesokkan harinya disekolah.
“Hey…loe temen cewek yang udah nabrak gue kemarin itu kan?” Tanya Felli.
“Kalo iya ,kenapa? Mau balas dendam lagi? Ehh,,tau ngak,karena loe Angel pingsan dan sekarang dia sakit.” Bentak Gigi.
“Oh… terus gue peduli gitu? Baguslah kalo dia sakit.” Kata Felly dan membuat Gigi emosi. 
“Eh…jaga tu mulut loe? Kalo ngak gue ngampar!” Gigi memperingatkan.
 “What ever!!! Minggir,gue mau lewat!” Felly mendorong Gigi.
“Reseeeee loe! Dasar pesek!” teriak Gigi.
Sementara itu diruang music. Anisa sibuk memetik senar gitar. Pikirannya selalu tertuju pada Angel.
“Kasihan Angel, kenapa bukan aku aja yang mengalaminya? Kenapa harus Angel?” lirihnya.
“Gue ngak ngak ganggu kan?” tiba-tiba Randy muncul dan berdiri dihadapan Anisa.
 Anisa hanya menggelengkan kepala. “kamu mau latihan?”
 “Tadinya sih iya,sekarang udah ngak.” Randy tersenyum. “Ada masalah ya? Daritadi gue perhatiin gitarnya Cuma dianggurin aja.” Seru Randy ingin tahu. “Boleh pinjam gitarnya…?”
Anisa menyerahkan gitar pada Randy. Randy pun memetik senar gitar lalu menyanyikan lagu Pelan-pelan Saja miliknya Kotak Band.
Anisa memandang Randy. Dia sedikit terhibur dengan kemampuan Randy.
“Jreennnnggg…..” “Oke ngak?” Tanya Randy.
Anisa hanya tersenyum.
 “Yah,kok senyum terus sih? Hmm… lagi ada masalah ya? Gue siap kok denger loe curhat. Every time!” tawar Randy.
 “Lagi kepikiran terus sama adikku.” Kata Anisa singkat.
“Maksudnya,Angel?” Anisa mengangguk. “Dia kenapa?” Tanya Randy lagi.
 “Angel dirawat dirumah sakit, kemarin aku nemuin dia pingsan dikamar mandi.” Terang Anisa lagi.
“Lalu…?” 
“Kaki kirinya mengalami patah tulang,dan untuk sementara waktu dia ngak bisa nge-dance lagi. Didepan kami Angel berusaha kuat dan tegar, ini semua berat banget buat dia. Apalagi saat ini Angel dan Gigi giat berlatih dance buat ikut kompetisi dance. Karna kejadian ini,semua yang dilakukannya sia-sia saja.” Ungkap Anisa.
 “Masih ada waktu buat pemulihan kan? Jadi semua ini ngak akan sia-sia. Percaya deh,dia bisa melaluinya. Asalkan ada orang-orang yang dicintainya disampingnya. Dia  ngak akan membuat kalian kecewa begitu saja.” Hibur Randy. 
Anisa mengangguk,”Makasie !”
                                                            ******************
Saatnya Barney siaran.
“Selamat siang sobat E_R radio,gimana kabarnya pada siang ini? Udah lunch kah ?” sapa penyiar yang sedang bertugas. “Siang ini Barney akan menemani sobat E_R selama sejam kedepan. Seperti biasa Barney akan setia mendengar curhatan sobat E_R. So hubungi nomor kita 021-120526….”  “Kring…kring..kring!”
“Hallo sobat E_R?” Sapa Barney.
 “E_R Radio ISTIMEWA!” sahut si penelepon.
 “Barney,berbicara dengan siapa ya?”
 “Aku…Angel!”
“Angel…namanya bagus,pasti yang punya nama orangnya cantik.Kamu baru kali ini ya,gabung sama Barney?”
 “Iya ka.” Jawab Angel singkat.
“Angel…nelpon ke Radio?” Gigi lalu sms Devi dan Anisa.
“Kak dengerin E_R Radio sekarang. Ada Angel!” isi pesan teks yang ditulis Gigi.
 “Oke…Angel mau curhat tentang apa nih?” Tanya Barney.
 “Aku… aku mau bilang,kalo aku sayang sama Ka Devi,Ka Anisa dan Gigi. Aku ngak mau mereka sedih karena aku. Apa yang terjadi sama aku sekarang ini adalah kesalahanku. Aku udah merepotkan kakak dan mengecewakan sahabat aku,Gigi. Gi,maafin aku. Gara-gara kecerobohanku, rencana kita berantakan. Aku minta maaf. Angel sayang kalian.!” Angel pun menangis.
“Angel… semua yang terjadi dalam kehidupan kita,Tuhan lah yang mengaturnya.Manusia hanya bisa merencanakannya. Yang kamu alami saat ini adalah rencana Tuhan. Dibalik semua ini akan ada kebahagiaan yang menanti. Positive thingking. And MOVE ON!!!” nasehat Barney.
“Makasie Ka.” Sahut Angel.
“Apapun yang terjadi,kamu Jangan Menyerah! Buat orang-orang disekelilingmu tersenyum karena semangatmu.Dan perjuanganmu ngak akan sia-sia!” tambah Barney. “Keep spirit!!!”
“Angel…” batin Devi dan Anisa.
“Angel,bodoh!!!” batin Gigi.
Setelah menelepon ke E_R Radio.
Dikamar rawat Angel. Angel sedang asik dengan handsfree handphone nya.Dia tidak menyadari ada yang masuk ke kamarnya. Angel melihat cermin,tiba-tiba Angel kaget dan membalikkan badannya.
“Siapa kamu ?” Tanya Angel.
Orang itu bertopeng dan ditangannya ada stick baseball.
 “Tol…..” tiba-tiba suara Angel tidak keluar. Angel mau berteriak minta tolong. Orang bertopeng itu semakin mendekat dan bersiap-siap memukul Angel dengan stick baseball. Angel panik dan ketakutan,lalu terjatuh dari ranjangnya.
 “Awww…”batinnya menahan sakit.
“Loe harus mati!!!!” seru pria bertopeng.
“Angel…?” teriak Randy yang tiba-tiba datang dan kaget melihat apa yang terjadi dikamar rawat Angel.
“SIAL !!!” batin pria bertopeng.
 “Lebih baik sekarang juga loe keluar dari kamar ini!!!” perintah Randy kepada pria bertopeng. Mau tidak mau, pria bertopeng pun pergi.
Randy lalu mencoba menyelamatkan Angel. “Loe ngak apa-apakan?” Tanya Randy seraya membantu Angel. Tanpa dikomandoi, Randy mengendong Angel. Angel masih ketakutan dan cemas.
“Gue panggil dokter dulu!” belum sempat Randy melangkah,Angel mengenggam tangan Randy. Angel tidak mau ditinggal sendirian setelah kejadian tadi. 
“Tenang ya, gue disini jagain loe!” bisik Randy menenangkan Angel.
Sejam kemudian Devi,Anisa,Gigi,Cherly dan Ryn tiba dirumah sakit. Devi mendapat laporan dari dokter yang merawat Angel.
“Angel…” Devi memeluk Angel yang sudah agak tenang.
“Kamu baik-baik aja kan?” Devi khawatir.
“Angel…” seru Anisa dan Gigi.
“Jangan tinggalin Angel sendirian. Angel takut!” lirihnya.
“Kakak ngak akan tinggalin kamu,dek!” tetap memeluk Angel.
“Ran,kok kamu ada disini?” Tanya Anisa yang melihat Randy berdiri didekat pintu.
 “Tadi gue lagi jalan didepan kamar ini,ngak tau nya gue denger ada barang jatuh,dan gue cari sumbernya dimana. Ternyata saat gue lihat ke kamar ini,gue lihat Angel udah ada dilantai dan ada pria bertopeng yang bersiap-siap mau memukul Angel.”terang Randy.
“Siapa orang itu?” lirih Devi penasaran.
Tiba-tiba handphone Devi berdering.
“Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you…”
Devi terdiam dan tidak langsung menjawabnya. Randy mencoba mengambil handphone Devi.
“Ehhh…jangan!” pinta Devi. Randy mendekatkan handphone ke telinganya.
“Hahahahah…bagaimana rasanya? Panik kah melihat apa yang terjadi dengan adik kesayanganmu?” kata si penelepon. “Itu baru awalnya cantik!” sambungnya.
“Eh,Pecundang! Kalo loe itu adalah laki-laki,jangan jadi banci gini!!Looser. Kalo loe punya nyali,carilah lawan yang seimbang! Kalo sampai loe muncul lagi, gue ngak akan segan-segan untuk menghabisi loe!!!” Randy memutuskan sambungan.
Yang ada dikamar itu melihat Randy bersitegang dengan si penelepon. “Pria bertopeng yang beberapa jam yang lalu ada disini.” Seru Randy.
“Dia???” Devi heran,”Bagaimana bisa,dia punya nomor ku? Aku udah ganti dengan nomor baru.” Batinnya.
Angel kembali dicampuri perasaan takut.
Randy menghampiri Angel,”Loe tenang aja, gue bakalan jagain loe!” ujar Randy.  kata-kata Randy itu,membuat Angel menjadi heran.
Tidak hanya Angel,Anisa,Cherly,Ryn dan Gigi pun ikut heran.
Diluar kamar rawat. Anisa mempertanyakan kata-kata Randy tadi. “Kamu beneran mau jagain Angel?”
Randy mengangguk, “Gue ngak tahan melihat ada cewek yang ketakutan karena ulah laki-laki brengsek! Tenang aja, gue bakalan selalu ada buat Angel,loe dan juga Devi. Melihat reaksi Devi saat handphone nya berdering,gue ngerasa ada yang aneh. Dan terbukti ngak hanya nyawa Angel saja yang terancam, Devi dan loe juga bisa jadi korbannya. Kalo ada apa-apa,hubungi gue! Gue siap bantu loe dan keluarga loe!” ungkap Randy panjang lebar.
“Makasih,Ran..” Anisa tersenyum.
”Loe tenang aja, gue bakalan jagain loe!” kata-kata Randy itu selalu di ingat Angel.
“Kenapa dia mau bantuin aku??? Bukannya dia membenciku???” batin Angel.
                                                            ****************

Tidak ada komentar:

Posting Komentar