Dirumah sakit. Devi dan
Anisa tidak percaya dengan penjelasan dokter. Dokter mengatakan bahwa kaki kiri
Angel mengalami patah tulang. Sehingga untuk sementara waktu Angel tidak bisa
berjalan normal dan otomatis istirahat dari hobi dance-nya.
“Angel… kakak sayang sama kamu!” bisik Devi dan
meneteskan airmatanya.
Anisa yang berada diluar kamar Angel, melamun.
Tiba-tiba Gigi,Cherly dan Ryn datang.
“Anisa…” sapa Cherly dan Ryn.
“Ka…Angel dimana?Angel baik-baik aja kan?” Tanya
Gigi.
Anisa
menunjuk kamar rawat Angel. Gigi menuju kamar tersebut.
“Nis, loe kok nangis?” Tanya Cherly menenangkan
Anisa.
“Angel…mengalami patah tulang, . Sehingga
untuk sementara waktu Angel tidak bisa berjalan normal dan otomatis istirahat
dari hobi dance-nya.!” Cherly dan Ryn ngak kalah kaget.
Sementara itu dikamar rawat Angel, “Ka Devi…” sapa
Gigi.
“Hey,Gi…” Devi menghapus airmatanya.
Gigi mendekati Angel yang masih belum sadar. “Njell,
jangan tidur terus. Bukankah kamu paling ngak suka sama yang namanya
bermalas-malasan? Bangun ya? Gi,udah siap latihan dance sama kamu.” Bisik
Gigi,airmata Gigi jatuh ditangan Angel. “Njelll…”
“Gi, Angel
untuk sementara waktu ngak bisa latihan dance. Kaki kiri Angel mengalami patah
tulang. Angel harus istirahat.” Devi mencoba menenangkan Gigi. Gigi tidak dapat
menahan tangisnya.
Beberapa jam kemudian Angel terbangun dari tidurnya.
Angel membuka matanya
pelan-pelan. Dan melihat disekelilingnya ada Ka Devi,Ka Anisa,Ka Cherly,Ka Ryn
dan Gigi. Angel melihat mata Gigi sembab. “Gigi…” lirih Angel.
Gigi lalu mendekati Angel. “Hay,putri tidur.
Akhirnya bangun juga.” Sapa Gigi.
Angel meminta Gigi
lebih mendekat. “Sini..!” Angel mencubit pipi Gigi.
“Awww…”
“Hehehe…akhirnya bisa juga nyubit pipi kamu!” Angel
tersenyum.
“Kamu habis nonton film India ya? Kok sembab gitu?”
Tanya Angel penasaran.
“Hhhh… ini tadi mata aku kelilipan debu.” Gigi
berbohong.
“Kamu tau kan,kalo aku ngak suka sama yang namanya
bohong!” seru Angel mengingatkan.
“Kamu habis nangis ya? Bukan karena aku kan?”
selidik Angel.
“Ngak hanya kamu, Ka Devi dan Ka Anisa matanya juga
sembab.” Ungkap Angel sambil melirik Devi dan Anisa.
“Apa yang terjadi?” Tanya Angel kembali.
Angel ingin duduk,dan
Angel merasakan sesuatu yang aneh pada kaki kirinya. Angel lalu menyingkirkan
selimut yang menutupi kakinya. Dan Angel melihat kaki kirinya diberi gips. Lalu
Angel mengalihkan pandangannya ke jendela.
“Maafin aku ya,udah bikin kalian semua sedih.”
Ungkap Angel.
“Aku baik-baik aja kok, semuanya bisa diatasi.
Asalkan ada Ka Devi,Ka Anisa,Ka Cherly,Ka Ryn dan Gigi disamping aku. Angel
bisa melalui semua ini. Angel janji!!!” Angel berusaha untuk tersenyun dan ia
pun tidak dapat menahan airmatanya.
Devi memeluk Angel dan menenangkannya. “Kakak disini
buat kamu.” Dan mencium kening Angel.
Keesokkan harinya disekolah.
“Hey…loe temen cewek yang udah nabrak gue kemarin
itu kan?” Tanya Felli.
“Kalo iya ,kenapa? Mau balas dendam lagi? Ehh,,tau
ngak,karena loe Angel pingsan dan sekarang dia sakit.” Bentak Gigi.
“Oh… terus gue peduli gitu? Baguslah kalo dia
sakit.” Kata Felly dan membuat Gigi emosi.
“Eh…jaga tu mulut loe? Kalo ngak gue ngampar!” Gigi
memperingatkan.
“What ever!!!
Minggir,gue mau lewat!” Felly mendorong Gigi.
“Reseeeee loe! Dasar pesek!” teriak Gigi.
Sementara itu diruang music. Anisa sibuk memetik
senar gitar. Pikirannya selalu tertuju pada Angel.
“Kasihan Angel, kenapa bukan aku aja yang
mengalaminya? Kenapa harus Angel?” lirihnya.
“Gue ngak ngak ganggu kan?” tiba-tiba Randy muncul
dan berdiri dihadapan Anisa.
Anisa hanya
menggelengkan kepala. “kamu mau latihan?”
“Tadinya sih
iya,sekarang udah ngak.” Randy tersenyum. “Ada masalah ya? Daritadi gue
perhatiin gitarnya Cuma dianggurin aja.” Seru Randy ingin tahu. “Boleh pinjam
gitarnya…?”
Anisa menyerahkan gitar pada Randy. Randy pun
memetik senar gitar lalu menyanyikan lagu Pelan-pelan Saja miliknya Kotak Band.
Anisa memandang Randy. Dia sedikit terhibur dengan
kemampuan Randy.
“Jreennnnggg…..” “Oke ngak?” Tanya Randy.
Anisa hanya tersenyum.
“Yah,kok
senyum terus sih? Hmm… lagi ada masalah ya? Gue siap kok denger loe curhat.
Every time!” tawar Randy.
“Lagi
kepikiran terus sama adikku.” Kata Anisa singkat.
“Maksudnya,Angel?” Anisa mengangguk. “Dia kenapa?”
Tanya Randy lagi.
“Angel
dirawat dirumah sakit, kemarin aku nemuin dia pingsan dikamar mandi.” Terang
Anisa lagi.
“Lalu…?”
“Kaki kirinya mengalami patah tulang,dan untuk
sementara waktu dia ngak bisa nge-dance lagi. Didepan kami Angel berusaha kuat
dan tegar, ini semua berat banget buat dia. Apalagi saat ini Angel dan Gigi
giat berlatih dance buat ikut kompetisi dance. Karna kejadian ini,semua yang
dilakukannya sia-sia saja.” Ungkap Anisa.
“Masih ada
waktu buat pemulihan kan? Jadi semua ini ngak akan sia-sia. Percaya deh,dia
bisa melaluinya. Asalkan ada orang-orang yang dicintainya disampingnya.
Dia ngak akan membuat kalian kecewa
begitu saja.” Hibur Randy.
Anisa mengangguk,”Makasie !”
******************
Saatnya Barney siaran.
“Selamat siang sobat E_R radio,gimana kabarnya pada
siang ini? Udah lunch kah ?” sapa penyiar yang sedang bertugas. “Siang ini
Barney akan menemani sobat E_R selama sejam kedepan. Seperti biasa Barney akan
setia mendengar curhatan sobat E_R. So hubungi nomor kita 021-120526….” “Kring…kring..kring!”
“Hallo sobat E_R?” Sapa Barney.
“E_R Radio
ISTIMEWA!” sahut si penelepon.
“Barney,berbicara dengan siapa ya?”
“Aku…Angel!”
“Angel…namanya bagus,pasti yang punya nama orangnya
cantik.Kamu baru kali ini ya,gabung sama Barney?”
“Iya ka.”
Jawab Angel singkat.
“Angel…nelpon ke Radio?” Gigi lalu sms Devi dan
Anisa.
“Kak dengerin E_R Radio sekarang. Ada Angel!” isi
pesan teks yang ditulis Gigi.
“Oke…Angel
mau curhat tentang apa nih?” Tanya Barney.
“Aku… aku mau
bilang,kalo aku sayang sama Ka Devi,Ka Anisa dan Gigi. Aku ngak mau mereka sedih
karena aku. Apa yang terjadi sama aku sekarang ini adalah kesalahanku. Aku udah
merepotkan kakak dan mengecewakan sahabat aku,Gigi. Gi,maafin aku. Gara-gara
kecerobohanku, rencana kita berantakan. Aku minta maaf. Angel sayang kalian.!”
Angel pun menangis.
“Angel… semua yang terjadi dalam kehidupan
kita,Tuhan lah yang mengaturnya.Manusia hanya bisa merencanakannya. Yang kamu
alami saat ini adalah rencana Tuhan. Dibalik semua ini akan ada kebahagiaan
yang menanti. Positive thingking. And MOVE ON!!!” nasehat Barney.
“Makasie Ka.” Sahut Angel.
“Apapun yang terjadi,kamu Jangan Menyerah! Buat
orang-orang disekelilingmu tersenyum karena semangatmu.Dan perjuanganmu ngak
akan sia-sia!” tambah Barney. “Keep spirit!!!”
“Angel…” batin Devi dan Anisa.
“Angel,bodoh!!!” batin Gigi.
Setelah menelepon ke E_R Radio.
Dikamar rawat Angel.
Angel sedang asik dengan handsfree
handphone nya.Dia tidak menyadari ada yang masuk ke kamarnya. Angel melihat
cermin,tiba-tiba Angel kaget dan membalikkan badannya.
“Siapa kamu ?” Tanya Angel.
Orang itu bertopeng dan ditangannya ada stick
baseball.
“Tol…..”
tiba-tiba suara Angel tidak keluar. Angel mau berteriak minta tolong. Orang
bertopeng itu semakin mendekat dan bersiap-siap memukul Angel dengan stick
baseball. Angel panik dan ketakutan,lalu terjatuh dari ranjangnya.
“Awww…”batinnya menahan sakit.
“Loe harus mati!!!!” seru pria bertopeng.
“Angel…?” teriak Randy yang tiba-tiba datang dan
kaget melihat apa yang terjadi dikamar rawat Angel.
“SIAL !!!” batin pria bertopeng.
“Lebih baik
sekarang juga loe keluar dari kamar ini!!!” perintah Randy kepada pria
bertopeng. Mau tidak mau, pria bertopeng pun pergi.
Randy lalu mencoba menyelamatkan Angel. “Loe ngak
apa-apakan?” Tanya Randy seraya membantu Angel. Tanpa dikomandoi, Randy
mengendong Angel. Angel masih ketakutan dan cemas.
“Gue panggil dokter dulu!” belum sempat Randy
melangkah,Angel mengenggam tangan Randy. Angel tidak mau ditinggal sendirian
setelah kejadian tadi.
“Tenang ya, gue disini jagain loe!” bisik Randy
menenangkan Angel.
Sejam kemudian Devi,Anisa,Gigi,Cherly dan Ryn tiba
dirumah sakit. Devi mendapat laporan dari dokter yang merawat Angel.
“Angel…” Devi memeluk Angel yang sudah agak tenang.
“Kamu baik-baik aja kan?” Devi khawatir.
“Angel…” seru Anisa dan Gigi.
“Jangan tinggalin Angel sendirian. Angel takut!”
lirihnya.
“Kakak ngak akan tinggalin kamu,dek!” tetap memeluk
Angel.
“Ran,kok kamu ada disini?” Tanya Anisa yang melihat
Randy berdiri didekat pintu.
“Tadi gue
lagi jalan didepan kamar ini,ngak tau nya gue denger ada barang jatuh,dan gue
cari sumbernya dimana. Ternyata saat gue lihat ke kamar ini,gue lihat Angel
udah ada dilantai dan ada pria bertopeng yang bersiap-siap mau memukul
Angel.”terang Randy.
“Siapa orang itu?” lirih Devi penasaran.
Tiba-tiba handphone Devi berdering.
“Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you…”
Remember me
I will come to you i promise you i love you…”
Devi terdiam dan tidak langsung menjawabnya. Randy
mencoba mengambil handphone Devi.
“Ehhh…jangan!” pinta Devi. Randy mendekatkan
handphone ke telinganya.
“Hahahahah…bagaimana rasanya? Panik kah melihat apa
yang terjadi dengan adik kesayanganmu?” kata si penelepon. “Itu baru awalnya
cantik!” sambungnya.
“Eh,Pecundang! Kalo loe itu adalah laki-laki,jangan jadi
banci gini!!Looser. Kalo loe punya nyali,carilah lawan yang seimbang! Kalo
sampai loe muncul lagi, gue ngak akan segan-segan untuk menghabisi loe!!!”
Randy memutuskan sambungan.
Yang ada dikamar itu
melihat Randy bersitegang dengan si penelepon. “Pria bertopeng yang beberapa
jam yang lalu ada disini.” Seru Randy.
“Dia???” Devi heran,”Bagaimana bisa,dia punya nomor
ku? Aku udah ganti dengan nomor baru.” Batinnya.
Angel kembali dicampuri perasaan takut.
Randy menghampiri Angel,”Loe tenang aja, gue bakalan
jagain loe!” ujar Randy. kata-kata Randy
itu,membuat Angel menjadi heran.
Tidak hanya Angel,Anisa,Cherly,Ryn dan Gigi pun ikut
heran.
Diluar kamar rawat. Anisa mempertanyakan kata-kata
Randy tadi. “Kamu beneran mau jagain Angel?”
Randy mengangguk, “Gue ngak tahan melihat ada cewek
yang ketakutan karena ulah laki-laki brengsek! Tenang aja, gue bakalan selalu
ada buat Angel,loe dan juga Devi. Melihat reaksi Devi saat handphone nya
berdering,gue ngerasa ada yang aneh. Dan terbukti ngak hanya nyawa Angel saja
yang terancam, Devi dan loe juga bisa jadi korbannya. Kalo ada apa-apa,hubungi
gue! Gue siap bantu loe dan keluarga loe!” ungkap Randy panjang lebar.
“Makasih,Ran..” Anisa tersenyum.
”Loe tenang aja, gue bakalan jagain loe!” kata-kata
Randy itu selalu di ingat Angel.
“Kenapa dia mau bantuin aku??? Bukannya dia
membenciku???” batin Angel.
****************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar