Sorenya Angel kembali melakukan terapi dengan
dibimbing oleh Dr. Andre.
“Bagaimana kemajuan kakimu?” Tanya Dokter. “Seperti
yang dokter lihat, aku udah berusaha untuk kembali berjalan dengan normal. Tapi
untuk kembali seperti itu,benar-benar butuh proses dan waktu yang lama.” Jelas
Angel.
“Yah,tetap semangat. Kamu pasti bisa!” Dokter Andre
menyemangati Angel.
“Yup… semangat!” ujar Angel.
“Makasih ya! Dokter Andre benar-benar membantu aku.”
Ungkap Angel.
“Ini sudah menjadi kewajiban saya,menyembuhkan orang
sakit dan menyemangatinya agar tidak putus asa. Yakin sama diri kamu sendiri,kamu
pasti bisa melewati ini semua!” saran Dr.Andre. Angel tersenyum.
Jam 6 sore Angel menunggu jemputan. Anisa dan Egi
berjanji mau menjemput Angel. Sudah lama Angel menunggu Anisa,tiba-tiba hujan
turun dengan deras. Dan itu membuat Angel kedinginan.
“Ka Anisa,mana ya? kok udah jam segini belum jemput
aku?” ujar Angel. Angel mencoba menghubungi Anisa. Tetapi tidak masuk-masuk.
“Kakak,dimana sih?” ujarnya lagi.
Sementara itu di depan sebuah Café.
“Nis,orang bengkelnya masih dalam perjalanan menuju
tempat ini! Angel pasti udah kelamaan nunggu kita, gimana kalo kamu naik taksi
aja? Biar aku cariin taksinya!” ujar Egi.
“Daritadi aku juga mau seperti itu,Gi. Tapi sejak
tadi ngak ada satupun taksi yang lewat.” Sahut Anisa. Anisa mengambil
handphonenya didalam tas. “Aduh,HP ku lowbatt lagi!” keluh Anisa.
“Kamu pake HP aku aja!” seru Egi dan menyerahkan
HPnya. Anisa mengambilnya dan mencoba menghubungi Angel.
“Hallo…” seru Angel
“Hallo… dek,ini kakak!” sahut Anisa. “Kak Anisa?
Kak,kakak dimana? Aku udah nungguin kakak daritadi.” Ujar Angel.
“Iya dek,mobil Egi tiba-tiba mogok. Dan disini hujan
deras banget,kakak mau jemput kamu pake taksi,tapi daritadi ngak ada satupun
taksi yang lewat sini!” ungkap Anisa.
“Oh…ya udah. Biar aku pulang naik taksi aja,Kak!” ujar
Angel.
“Jangan dek,sekarang tuh udah malam.ngak baik kamu
sendirian naik taksi. Tunggu kakak yah! Kakak usahain kesana secepatnya.” Kata
Anisa.
“Ya,udah. Aku tunggu kakak!” sahut Angel.
Jam sudah menunjukkan pukul 20.30 wib.
Angel semakin merasa kedinginan. “Aduuuh…dingin
banget!” keluhnya. “Apa,Kak Anisa masih lama yah?” ujarnya.
Tiba-tiba ada yang menyelimuti Angel dengan sebuah
jaket. Angel melihat kearah yang memberinya jaket.
“Gi…” serunya. “Kita pulang yuk! Lama-lama
disini,nanti kamu bisa membeku.” Gigi tersenyum.
“Jadi pengen lihat deh,wajah Angel kalo lagi
membeku.” Sahut Randy yang ada disamping Gigi.
“Kenapa kalian ada disini?” Tanya Angel.
“Anisa,,ngak jadi jemput kamu. Tepatnya ngak
bisa,mobil Egi ternyata mengalami kerusakan yang parah. So,Anisa nelpon gue dan
minta gue buat jemput adik kesayangannya.” Jelas Randy.
“Pulang yuk!” ajak Gigi. Angel hanya mengangguk.
Randy membantu Angel berdiri dan memapah Angel sampai didepan parkiran
mobilnya.
Didalam perjalanan menuju rumah Angel. Randy duduk
sendirian dibelakang kemudi, dan Angel ditemani Gigi. Sesaat mereka tidak
berbicara,mungkin tidak tahu harus memulainya dengan apa. Randy berinisiatif
mencairkan suasana.“Gimana hasil terapi hari ini?”
Angel hanya diam dan mengalihkan pandangannya ke
kaca jendela mobil. Randy sesekali memandang Gigi lewat kaca mobilnya. Gigi
mengelengkan kepalanya.
“Oh,ya. gimana kalo sebelum kita pulang,kita mampir
dulu ke tempat bakso Mang Didi. Udah lama kan kita ngak kesana. Mau yah,Ngel?”
pinta Gigi.
“Aku ngak mau kemana-mana,maunya langsung pulang.
Capek!” seru Angel. Dan jawaban Angel itu membuat Gigi kecewa dan tidak tahu
harus ngomong apalagi.
“It’s OK!” lirih Gigi
Dan jam 21.30 wib, Angel sampai juga dirumahnya.
“Makasih ya!” ujar Angel. Randy mengangguk dan Gigi
hanya diam.
“See You!” lirih Randy dan meninggalkan Angel yang
masih berada didepan pagar .
Dan lalu Angel berjalan dengan bantuan tongkat
dan masuk kedalam rumah.Suasana didalam
rumah sedikit hening,entah apa yang telah terjadi. Angel kaget melihat siapa
yang sekarang ini ada dihadapannya.
“Mama…” serunya.
Orang yang dipanggilnya pun menoleh dan mendekati
Angel. “Sayang…” sahutnya dan memeluk Angel dengan lembut. Ibu itu menyentuh
pipi Angel dan menatap Angel, “Kenapa kamu bisa sampai seperti ini?” tanyanya.
“Aku baik-baik saja.” Ujar Angel dan mencari sosok
Devi dan Anisa.
“Ka Devi dan Ka Anisa mana?” Tanya Angel. Mamanya
hanya diam. Sesaat Devi keluar dari kamar dan diiringi Anisa.
“Keadaan Angel sekarang adalah bukti bahwa kalian
ngak bisa menjaga adik kalian sendiri dengan baik dan benar!” seru mama.
“Ma,ini bukan salah Ka Devi dan Ka Anisa.” Sahut
Angel sambil menatap mamanya.
“Udah,mama ngak mau berbicara banyak-banyak. Mama
udah putuskan,bahwa kamu akan ikut bersama mama!” kata mamanya dan membuat
Angel kaget.
“Ngak bisa gitu ,Ma!” seru Anisa ngak setuju dengan
keputusan mamanya. Devi hanya diam.
“Ka Devi,ngomong Ka? Kakak ngak setuju kan ?” Tanya
Anisa.
“Kenapa mama tiba-tiba datang dan minta aku untuk
tinggal sama mama? Kenapa baru sekarang? Mama selama ini kemana aja?” ungkap
Angel dan menatap mamanya.
“Mama bisa
jelasin itu semua sayang. Mama ngak ninggalin kalian,mama cuma sibuk
menjalankan bisnis mama yang ada di Singapura. Itu semua mama lakukan buat
kalian,buat kamu. Anak mama!” jelas mama dan memeluk Angel.
“Tapi,mama ngak pernah ngasih kabar. Sejak kepergian
papa,4 tahun yang lalu. Sejak saat itu juga mama ngak peduli sama Angel,Ka Devi
dan Ka Anisa.” Bentak Angel emosi. “Dan sekarang mama dengan mudahnya minta aku
buat tinggal bareng mama. Lalu Ka Devi dan Ka Anisa?”
Angel mendekati Devi dan Anisa. “Aku akan selalu
tinggal sama kakak kan?” seru Angel dan menatap kedua kakaknya.
“Kakak ngak setuju sama permintaan mama!” sahut
Anisa. Devi tetap diam. “
Lalu,Ka Devi?” ujar Angel. “Jawab aku,Ka?”
“Mama berhak mutusin kamu mau tinggal bareng kakak
atau bareng mama. Mama benar,kakak ngak bisa menjaga kamu dengan baik.
Gara-gara kakak,kamu jadi seperti ini. Pergilah !” kata Devi dan membuat semua
yang ada disana kaget.
“Ini ngak benar kan? Kakak bohong? Kakak ngak
mungkin setuju?” bentak Angel dan airmata pun membasahi pipinya.
“Pergilah!” seru Devi dan berlalu meninggalkan
semuanya yang masih bingung dan kaget. Devi menuju kamarnya. Dan tidak dapat
menahan airmatanya. “Kakak sayang sama kamu,dek!” lirihnya.
“Sekarang kamu tinggal bareng mama ya!” ujar mama.
Anisa tidak tahu harus berbuat apalagi. Dan tidak
dapat menahan kesedihannya. “Barang-barang kamu sudah selesai dibenahi dan
sudah mama masukkan kemobil. Kita pergi yuk!” ujar mama. “Ok! Mama tunggu kamu
dimobil!” kata mama dan berlalu meninggalkan Angel dan Anisa.
Angel memandang Anisa yang tidak mampu membendung
tangisannya. Anisa mendekati Angel dan memeluk Angel. “Jangan tinggalin kakak!”
lirihnya.
“Ka Devi,kenapa? Apa aku membuat kesalahan? Kenapa
Ka Devi ngak mempertahankan aku? Kenapa setuju dengan keputusan mama? Apa Ka
Devi ngak sayang sama aku?” ungkap Angel.
“Kamu ngak boleh ngomong seperti itu! Kita semua
sayang sama kamu.” Sahut Anisa.
“Kalo itu
benar,kenapa Ka Devi,menyetujuinya?” ujar Angel.
“Mungkin saat ini Ka Devi ngak bisa menjawabnya!
Semuanya akan baik-baik saja. Untuk saat ini kita ikuti dulu permintaan mama.
Kita masih bisa ketemu,kita ngak akan berpisah lama-lama. Semuanya akan seperti
dulu lagi. Kita hanya menunggu waktu yang tepat!” ungkap Anisa menenangi Angel.
Angel berjalan tetap dengan bantuan
tongkatnya,menuju depan pintu kamar Devi.
“Ka… Angel pamit ya! kakak jaga diri baik-baik yah!
Angel sayang sama Ka Devi.” Ujar Angel dan mencoba untuk kuat.
“Aku pamit!” ujarnya untuk terakhit kalinya. Dan
menuju mobil mama yang sudah menanti diluar pagar. Mama tersenyum dan membantu
Angel duduk didalam mobil. “Aku bisa sendiri!” lirihnya.
“Jalan Pak!” perintah mama Angel kepada sopir
pribadinya. “Baik,Buk!” sahutnya.
Angel hanya bisa memandang rumah yang selama ini ia
tempati dari kejauhan. Angel berharap Ka Devi keluar dan meminta Angel untuk
tetap tinggal bersamanya. Tapi itu semua hanya harapan Angel.
Sementara itu dirumah. “Ka, Angel udah pergi!” ujar
Anisa. Devi yang berada didalam kamar hanya diam dan tetap tidak mampu menahan
airmatanya.
“Maafin kakak!” lirihnya.
*********
Tidak ada komentar:
Posting Komentar