Disekolah. Randy menemui Miss Lani diruangannya.
“Permisi Miss!” sapa Randy. “Iya,masuk.” Sahutnya.”
“Kata Gigi,Miss nyari saya ya?” Tanya Randy.
“Iya… ada yang mau Miss sampaikan sama kamu.
Silahkan duduk!” “Makasih Miss.” Lalu Miss Lani menyodorkan sebuah formulir.
“Formulir
pendaftaran kompetensi menyanyi?” Randy bingung kenapa Miss Lani memberinya
Formulir itu.
“Miss harap kamu mau mengikutinya?” pintanya.
“Tapi
Miss,saya ngak tertarik dengan kompetensi apapun.” Sahut Randy.
“Kamu coba dulu. Sayang banget kalo kemampuan kamu
ngak dikembangkan. Pikir-pikir dulu ya! ntar kalo kamu berubah pikiran hubungi
Miss.Kamu boleh kembali kekelas!” ujar Miss Lani. “Iya… Permisi Miss!”
“Hai Ka Randy.” sapa Felly saat berpapasan dengan
Randy dikoridor sekolah. Randy hanya diam dan berlalu menuju kelas. Sesampai
dikelas Randy melihat Gigi sedang melamun. “Loe kenapa Gi ?” selidik Randy yang
ditanya tidak mengubris.
“Hei… Hallooooo!” kata Randy setengah berteriak.
“Eh…Ka Randy.” sahutnya.
“Kenapa? Gue dari tadi manggil ngak nyahut-nyahut.”
“Lagi nge-blank aja! Itu apa Ka ?” sambil menunjuk
kertas yang dipegang Randy. Gigi mengambilnya dari tangan Randy.
“Formulir pendaftaran lomba kompetensi menyanyi.”
Lirih Gigi.
“Wah seru juga nih!” sambung Gigi. “Ka Randy beneran
mau ikut?”
“Ngak!” jawabnya singkat.
“Yah,kok ngak ikut? Kan seru Ka,kenapa ngak mau
ikut?” selidik Gigi penasaran.
“Bukan urusan loe!” kata Randy sambil mengambil
formulir yang ada ditangan Gigi.
“Mulai lagi deh,nyebelinnya! Huaaaaa…susah ditebak
nih orang!”Batin Gigi.
Tiba-tiba Felly datang dan menghampiri Randy.
“Ka,masih marah sama aku,Ka Christy dan Mami ya? aku minta maaf Ka!” pinta
Felly.
“Bisa ngak ganggu gue! Menjauh dari hadapan gue!”
teriak Randy. Felly kaget dan gemetaran,tanpa ia sadari airmatanya jatuh.
Gigi yang melihat kejadian itu juga ngak kalah
kaget. “Si pesek kok diomelin gitu ya?” batinnya.
Sepulang sekolah Christy janji mau menjemput Felly.
Dan Christy sudah menunggu Felly dimobilnya.
“Felly…” teriak Christy dan melambaikan tangannya. Felly hanya diam dan
cemberut. “Adek kakak kenapa kok cemberut gitu?” Tanya Christy.
“Ka,kita
jalan-jalannya lain kali aja ya! aku capek dan pengen istirahat.” Felly masuk
kedalam mobil.
“Felly,kenapa ya?” batin Christy.
“Itu bukannya Christy?” batin Egi saat melihat sosok
Christy. Egi melangkah kearah Christy. “Chris….” Seru Egi. Christy tau siapa
yang sedang menyapanya lalu dia membalikkan badannya, “Hai Ka!” sahutnya.
“Kapan pulang dari Australia ? kok ngak ngabarin
kakak? Papi tau kalo kamu pulang ke Jakarta?” selidik Egi. Felly yang melihat Christy
dan Egi berbicara turun dari mobil dan menyapa Egi, “Hai Ka ,Egi!” serunya.
“Felly? Kalian
bisa jelasin sama Kakak, kalian ngak kabur dari Australia kan?”
Dan mereka pun membahas hal ini sambil makan siang
di Café. “So,siapa yang mau jelasin sama Kakak?” Tanya Egi.
“Kita ngak
kabur dari rumah,kita ke Jakarta atas kemauan kita sendiri. Bosen tinggal di
Ausie. Itu bukan kota kelahiran kita. Makanya kita balik kesini!” ungkap Felly
lalu melirik Christy.
“Apa papi tau kalo kalian disini?”
“Papi ngak
tau,dan jangan sampai papi tau! aku ngak mau bikin ribut lagi,begini lebih
baik.” Tambah Christy.
“Chris… “ belum selesai Egi berbicara Christy
memotongnya. “Please,biar aku hidup dengan caraku sendiri. Tinggal berdua
dengan Felly tanpa Papi dan semuanya!” pinta Christy.
“Baiklah,kalo itu keputusan kamu. Kakak ngak akan
menentangnya. Tapi kalo kamu lagi ada masalah atau apa,kamu kasih tau kakak ya,
kakak siap bantu kamu dan Felly!” ingat Egi.
“Ya…” Christy mengangguk, “Makasih,kakak udah
ngertiin aku!” mereka pun melanjutkan makan siang.
Sementara itu dirumah Angel. Angel sedang duduk
dikursi roda tepatnya didekat kolam renang. Angel
ditemani Bi Lisa. “Bibi senang deh,bisa tiap hari nyuapin non Angel makan.”
Seru Bi Lisa sambil menyuapi Angel.
“Heheee… berasa nyuapin anak kecil ya ,Bi?” ledek
Angel.
“Ya 50:50 lah non.”
“Udah,Bi . Angel udah kenyang.”
“Ini belum habis non, ngak enak yah?” seru Bi Lisa.
“Bukan,masakan Bibi itu TOP BGT. Angel udah kenyang!” jawab Angel dan
tersenyum.
“Ya,Bibi ke dapur dulu ya Non, piring-piring kotor
udah pada numpuk!” “Iya,Bi. Silahkan!” Bi Lisa pun meninggalkan Angel
sendirian.
Perlahan-perlahan Angel mencoba untuk berdiri. Tanpa
dibantu siapapun. “Aku pasti bisa seperti dulu!” batinnya. Dan memulai untuk
berdiri. Agak susah untuk melakukannya, Angel menurunkan kaki kanannya
pelan-pelan setelah itu mencoba menurunkan kaki kirinya.
“Aku harus
bisa!!!!” Angel semangat. Angel berfikir kalo dia sudah berhasil
berdiri,namun Angel tidak dapat menahan keseimbangannya. Sehingga Angel hampir
mau jatuh kelantai. Untung saja Randy cepat datang. Kalo tidak ,tidak dapat
dibayangkan apa lagi yang akan terjadi pada Angel.
“Ahhh…!”
keluhnya.
“Kalo mau
belajar berdiri dengan cara seperti ini, jangan harap loe bisa beerjalan
seperti dulu! Jangan keras kepala!” ungkap Randy dan membantu Angel duduk
kembali di atas kursi roda.
“Gue bisa sendiri! Ngak butuh bantuan orang lain!!”
bentak Angel.
Randy menatap Angel, “Mau bikin semua orang panik
dan mencemaskan loe? Jangan bertingkah kayak anak kecil! Ada saatnya bisa
melakukannya sendiri dan ada saatnya orang lain membantu!” nasehat Randy.
“Ngak usah datang kesini lagi!” ujar Angel dan
meninggalkan Randy.
“Ohhh…Randy.! tahan emosi loe,sabar Rand !” batin
Randy lalu mengejar Angel.”Ya,jangan marah dong?!” pintanya sambil menggengam
tangan Angel.
Angel diam dan sesaat Angel tersenyum. “Mau gue
maafin? Ada syaratnya!”
“Haah? Oke,apa itu?” Tanya Randy. Angel membisikkan
syaratnya ke telinga Randy.
“HAAAAH????” Randy kaget setelah mendengarkan syarat
yang diajukan Angel.
“Gimana? Kalo
ngak mau, mending pulang aja sana!” sahut Angel.
“Oh Yeah… gue
siap!” ujar Randy yakin.
Beberapa menit kemudian, Randy beraksi dengan
memakai pakaian ala badut ancol. Randy manyun dan agak berat hati melakukannya.
Angel telah siap dengan handycamnya, Angel ingin merekam aksi Randy.
“Huuuhh…tarik napas dalam-dalam dan hembuskan…
fuuuuuhhhh!!!” seru Randy. “Siap beraksi!!! Lets Go !!” dan terdengar lagu
soundtrack film anak-anak yaitu Doraemon. Randy bernyanyi dengan gaya ala badut.
Goyang sana-sini, pokoknya Randy harus bisa bikin Angel tertawa lepas.
“Lalalala…aku sayang sekali,,, Doraemon….!!!” Seru
Randy sambil menunjuk Angel.
Angel sedikit kaget dengan sikap Randy itu. Akhirnya Randy mampu membuat Angel tertawa.
“Hahaaha….! Ihh lucu banget sih !!!” ujar Angel sambil mencubit pipi Randy lalu
mencium pipinya.
Sekarang giliran Randy yang kaget, “Makasih yah!”
seru Angel dan tersenyum. Randy membalas senyuman Angel.
Sementara itu dirumah Gigi. Gigi sedang asik
melamun,lebih tepatnya memikirkan masalah kompetensi dance. “Ya Tuhan! Kasih
solusi donk,buat masalah ini? Masa harus batal ikut kompetensi dance?” ungkap
Gigi.
Tiba-tiba handphone nya berdering. “Angel..?” Gigi
tidak mengangkatnya.
“Aduh,Gigi kok ngak angkat telfon gue?” seru Angel.
“Dia kemana sih?”
“Kenapa?”
Tanya Randy. “Gigi,tadi sekolah kan?” “Iya,sekolah!” sahut Randy. “Mungkin lagi
ngak megang Hp atau ketiduran.” Randy menenangkan Angel.
“Dia ngak biasanya kayak gini!” sahut Angel
khawatir. “Ya,udah kita kerumahnya aja. Daripada ngomel terus,kayak nenek-nenek
tau!” ledek Randy. Randy pun mengantar Angel kerumah Gigi.
Sesampai dirumah Gigi, Angel melihat Gigi melamun
diteras rumah. “Gi….!” Ujar Angel dan membuat Gigi kaget. “Kamu,nangis?” Tanya
Angel melihat pipi Gigi basah. Gigi hanya diam, Angel mendekatinya dan melihat
apa yang ada ditangan Gigi.
“Kompetisi dance?” Angel tertunduk dan ngak bisa
ngomong apa-apa.
“Sebulan lagi!” lirih Gigi.
“Cari partner
lain aja,Gi?” tawar Angel “Dan kamu ngak harus membatalkan ikut kompetisi.”
Sambung Angel. “Gi…tetap ikut ya? kali ini ngak bareng aku!” Gigi tetap diam
dan tidak mau menatap Angel.
“Masih ada tahun depan kan? Kita ikut aja tahun
depan. Ngak harus maksa ikut tahun ini!” ungkap Gigi.
“Gi…maafin aku! Semuanya salahku!” sahut Angel.
“Kita boleh
merencanakan sesuatu,tapi tetap Tuhan yang mengatur segalanya!” Kata Randy dan
mendekati Gigi dan Angel.
“Apapun yang terjadi tahun ini kompetensi dance akan
diikuti oleh dua sahabat sejati. Dan akan membawa kemenangan! Asalkan ada usaha
dan pengorbanan serta berdo’a, semuanya menjadi mungkin. No Body become Some
Body !!!” ujar Randy. Angel dan Gigi saling memandang lalu menatap Randy.
^******^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar