Rabu, 19 Juni 2013

PART 7



Disekolah. Randy menemui Miss Lani diruangannya. “Permisi Miss!” sapa Randy. “Iya,masuk.” Sahutnya.”
“Kata Gigi,Miss nyari saya ya?” Tanya Randy.
“Iya… ada yang mau Miss sampaikan sama kamu. Silahkan duduk!” “Makasih Miss.” Lalu Miss Lani menyodorkan sebuah formulir.
 “Formulir pendaftaran kompetensi menyanyi?” Randy bingung kenapa Miss Lani memberinya Formulir itu.
“Miss harap kamu mau mengikutinya?” pintanya.
 “Tapi Miss,saya ngak tertarik dengan kompetensi apapun.” Sahut Randy.
“Kamu coba dulu. Sayang banget kalo kemampuan kamu ngak dikembangkan. Pikir-pikir dulu ya! ntar kalo kamu berubah pikiran hubungi Miss.Kamu boleh kembali kekelas!” ujar Miss Lani. “Iya… Permisi Miss!”
“Hai Ka Randy.” sapa Felly saat berpapasan dengan Randy dikoridor sekolah. Randy hanya diam dan berlalu menuju kelas. Sesampai dikelas Randy melihat Gigi sedang melamun. “Loe kenapa Gi ?” selidik Randy yang ditanya tidak mengubris.
“Hei… Hallooooo!” kata Randy setengah berteriak.
“Eh…Ka Randy.” sahutnya.
“Kenapa? Gue dari tadi manggil ngak nyahut-nyahut.”
“Lagi nge-blank aja! Itu apa Ka ?” sambil menunjuk kertas yang dipegang Randy. Gigi mengambilnya dari tangan Randy.
“Formulir pendaftaran lomba kompetensi menyanyi.” Lirih Gigi.
“Wah seru juga nih!” sambung Gigi. “Ka Randy beneran mau ikut?”
“Ngak!” jawabnya singkat.
“Yah,kok ngak ikut? Kan seru Ka,kenapa ngak mau ikut?” selidik Gigi penasaran.
“Bukan urusan loe!” kata Randy sambil mengambil formulir yang ada ditangan Gigi.
“Mulai lagi deh,nyebelinnya! Huaaaaa…susah ditebak nih orang!”Batin Gigi.
Tiba-tiba Felly datang dan menghampiri Randy. “Ka,masih marah sama aku,Ka Christy dan Mami ya? aku minta maaf Ka!” pinta Felly.
“Bisa ngak ganggu gue! Menjauh dari hadapan gue!” teriak Randy. Felly kaget dan gemetaran,tanpa ia sadari airmatanya jatuh.
Gigi yang melihat kejadian itu juga ngak kalah kaget. “Si pesek kok diomelin gitu ya?” batinnya.
Sepulang sekolah Christy janji mau menjemput Felly. Dan Christy sudah menunggu Felly dimobilnya.  “Felly…” teriak Christy dan melambaikan tangannya. Felly hanya diam dan cemberut. “Adek kakak kenapa kok cemberut gitu?” Tanya Christy.
 “Ka,kita jalan-jalannya lain kali aja ya! aku capek dan pengen istirahat.” Felly masuk kedalam mobil.
“Felly,kenapa ya?” batin Christy.
“Itu bukannya Christy?” batin Egi saat melihat sosok Christy. Egi melangkah kearah Christy. “Chris….” Seru Egi. Christy tau siapa yang sedang menyapanya lalu dia membalikkan badannya, “Hai Ka!” sahutnya.
“Kapan pulang dari Australia ? kok ngak ngabarin kakak? Papi tau kalo kamu pulang ke Jakarta?” selidik Egi. Felly yang melihat Christy dan Egi berbicara turun dari mobil dan menyapa Egi, “Hai Ka ,Egi!” serunya.
 “Felly? Kalian bisa jelasin sama Kakak, kalian ngak kabur dari Australia kan?”
Dan mereka pun membahas hal ini sambil makan siang di Café. “So,siapa yang mau jelasin sama Kakak?”  Tanya Egi.
 “Kita ngak kabur dari rumah,kita ke Jakarta atas kemauan kita sendiri. Bosen tinggal di Ausie. Itu bukan kota kelahiran kita. Makanya kita balik kesini!” ungkap Felly lalu melirik Christy.
“Apa papi tau kalo kalian disini?”
 “Papi ngak tau,dan jangan sampai papi tau! aku ngak mau bikin ribut lagi,begini lebih baik.” Tambah Christy.
“Chris… “ belum selesai Egi berbicara Christy memotongnya. “Please,biar aku hidup dengan caraku sendiri. Tinggal berdua dengan Felly tanpa Papi dan semuanya!” pinta Christy.
“Baiklah,kalo itu keputusan kamu. Kakak ngak akan menentangnya. Tapi kalo kamu lagi ada masalah atau apa,kamu kasih tau kakak ya, kakak siap bantu kamu dan Felly!” ingat Egi.
“Ya…” Christy mengangguk, “Makasih,kakak udah ngertiin aku!” mereka pun melanjutkan makan siang.
Sementara itu dirumah Angel. Angel sedang duduk dikursi roda tepatnya didekat kolam renang.                                      Angel ditemani Bi Lisa. “Bibi senang deh,bisa tiap hari nyuapin non Angel makan.” Seru Bi Lisa sambil menyuapi Angel.
“Heheee… berasa nyuapin anak kecil ya ,Bi?” ledek Angel.
“Ya 50:50 lah non.”
“Udah,Bi . Angel udah kenyang.”
“Ini belum habis non, ngak enak yah?” seru Bi Lisa. “Bukan,masakan Bibi itu TOP BGT. Angel udah kenyang!” jawab Angel dan tersenyum.
“Ya,Bibi ke dapur dulu ya Non, piring-piring kotor udah pada numpuk!” “Iya,Bi. Silahkan!” Bi Lisa pun meninggalkan Angel sendirian.
Perlahan-perlahan Angel mencoba untuk berdiri. Tanpa dibantu siapapun. “Aku pasti bisa seperti dulu!” batinnya. Dan memulai untuk berdiri. Agak susah untuk melakukannya, Angel menurunkan kaki kanannya pelan-pelan setelah itu mencoba menurunkan kaki kirinya.
“Aku harus  bisa!!!!” Angel semangat. Angel berfikir kalo dia sudah berhasil berdiri,namun Angel tidak dapat menahan keseimbangannya. Sehingga Angel hampir mau jatuh kelantai. Untung saja Randy cepat datang. Kalo tidak ,tidak dapat dibayangkan apa lagi yang akan terjadi pada Angel.
 “Ahhh…!” keluhnya.
 “Kalo mau belajar berdiri dengan cara seperti ini, jangan harap loe bisa beerjalan seperti dulu! Jangan keras kepala!” ungkap Randy dan membantu Angel duduk kembali di atas kursi roda.
“Gue bisa sendiri! Ngak butuh bantuan orang lain!!” bentak Angel.
Randy menatap Angel, “Mau bikin semua orang panik dan mencemaskan loe? Jangan bertingkah kayak anak kecil! Ada saatnya bisa melakukannya sendiri dan ada saatnya orang lain membantu!” nasehat Randy.
“Ngak usah datang kesini lagi!” ujar Angel dan meninggalkan Randy.
“Ohhh…Randy.! tahan emosi loe,sabar Rand !” batin Randy lalu mengejar Angel.”Ya,jangan marah dong?!” pintanya sambil menggengam tangan Angel.
Angel diam dan sesaat Angel tersenyum. “Mau gue maafin? Ada syaratnya!”
“Haah? Oke,apa itu?” Tanya Randy. Angel membisikkan syaratnya ke telinga Randy.
“HAAAAH????” Randy kaget setelah mendengarkan syarat yang diajukan Angel.
 “Gimana? Kalo ngak mau, mending pulang aja sana!” sahut Angel.
 “Oh Yeah… gue siap!” ujar Randy yakin.
Beberapa menit kemudian, Randy beraksi dengan memakai pakaian ala badut ancol. Randy manyun dan agak berat hati melakukannya. Angel telah siap dengan handycamnya, Angel ingin merekam aksi Randy.
“Huuuhh…tarik napas dalam-dalam dan hembuskan… fuuuuuhhhh!!!” seru Randy. “Siap beraksi!!! Lets Go !!” dan terdengar lagu soundtrack film anak-anak yaitu Doraemon. Randy bernyanyi dengan gaya ala badut. Goyang sana-sini, pokoknya Randy harus bisa bikin Angel tertawa lepas.
“Lalalala…aku sayang sekali,,, Doraemon….!!!” Seru Randy sambil menunjuk Angel.
Angel sedikit kaget dengan sikap Randy itu.  Akhirnya Randy mampu membuat Angel tertawa. “Hahaaha….! Ihh lucu banget sih !!!” ujar Angel sambil mencubit pipi Randy lalu mencium pipinya.
Sekarang giliran Randy yang kaget, “Makasih yah!” seru Angel dan tersenyum. Randy membalas senyuman Angel.
Sementara itu dirumah Gigi. Gigi sedang asik melamun,lebih tepatnya memikirkan masalah kompetensi dance. “Ya Tuhan! Kasih solusi donk,buat masalah ini? Masa harus batal ikut kompetensi dance?” ungkap Gigi.
Tiba-tiba handphone nya berdering. “Angel..?” Gigi tidak mengangkatnya.
“Aduh,Gigi kok ngak angkat telfon gue?” seru Angel. “Dia kemana sih?”
 “Kenapa?” Tanya Randy. “Gigi,tadi sekolah kan?” “Iya,sekolah!” sahut Randy. “Mungkin lagi ngak megang Hp atau ketiduran.” Randy menenangkan Angel.
“Dia ngak biasanya kayak gini!” sahut Angel khawatir. “Ya,udah kita kerumahnya aja. Daripada ngomel terus,kayak nenek-nenek tau!” ledek Randy. Randy pun mengantar Angel kerumah Gigi.
Sesampai dirumah Gigi, Angel melihat Gigi melamun diteras rumah. “Gi….!” Ujar Angel dan membuat Gigi kaget. “Kamu,nangis?” Tanya Angel melihat pipi Gigi basah. Gigi hanya diam, Angel mendekatinya dan melihat apa yang ada ditangan Gigi.
“Kompetisi dance?” Angel tertunduk dan ngak bisa ngomong apa-apa.
“Sebulan lagi!” lirih Gigi.
 “Cari partner lain aja,Gi?” tawar Angel “Dan kamu ngak harus membatalkan ikut kompetisi.” Sambung Angel. “Gi…tetap ikut ya? kali ini ngak bareng aku!” Gigi tetap diam dan tidak mau menatap Angel.
“Masih ada tahun depan kan? Kita ikut aja tahun depan. Ngak harus maksa ikut tahun ini!” ungkap Gigi.
“Gi…maafin aku! Semuanya salahku!” sahut Angel.
 “Kita boleh merencanakan sesuatu,tapi tetap Tuhan yang mengatur segalanya!” Kata Randy dan mendekati Gigi dan Angel.
“Apapun yang terjadi tahun ini kompetensi dance akan diikuti oleh dua sahabat sejati. Dan akan membawa kemenangan! Asalkan ada usaha dan pengorbanan serta berdo’a, semuanya menjadi mungkin. No Body become Some Body !!!” ujar Randy. Angel dan Gigi saling memandang lalu menatap Randy.
                                                            ^******^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar