Jam telah menunjukkan pukul 23.45. Angel belum juga
tidur ,entah apa yang dilakukannya sampai-sampai jam segini belum juga tidur.
“15 menit lagi…” ujar Angel.
Sementara itu dikamar Devi. “Kali ini ngak akan ada
perayaan dan surprise!” batinnya sambil memandang foto Angel. Devi mengingat
kenangan setahun yang lalu dimana ada surprise,pesta dan kado. Ada
tawa,keceriaan,kehangatan dan kasih sayang.
Tiba-tiba handphone Devi berbunyi.
“Everytime
you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you.”
Remember me
I will come to you i promise you i love you.”
“Private
number…?” lirih Devi. Lalu menekan tombol berwarna hijau. “Hallo…” sapa
Devi.
Tiba-tiba terdengar suara piano. Seseorang bernyanyi
untuk Devi.
I’LL
BE THERE FOR YOU…
Sedihnya diriku
merindukanmu..rindukanmu
Katakan padaku arti diriku…dihatimu..
Ku kan ada ..untukmu..
Kau selalu ..dihatiku..
Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you..
Sedihnya diriku merindukanmu…rindukanmu
Katakan padaku arti diriku ..dihatimu..
Ku kan ada ..untukmu..
Kau selalu ..dihatiku..
Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me..
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you..
For you..For you..
Disela jeda, “Mau nyanyi bareng aku ngak?” ujar sipenelpon. Dan Devi pun ikut bernyanyi.
Everytime you miss me..you need
me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me..
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you..
Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me..
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you..
I’ll be there for you..
“Happy
Brithday…!” ucapnya.
“Angel…!” seru Devi. “Aku sayang Ka Devi!” sambung
Angel.
“Aku udah nyiapin kado buat kakak! Kadonya ada
dikamar aku.” Ujar Angel.
Devi pun melangkahkan kakinya menuju kamar Angel.
Devi mencari kado tersebut, dan sekilas Devi melihat sesuatu yang dibungkus
dengan rapi. Lalu Devi mengambil dan membuka kado itu. Devi kaget melihat
sepasang sepatu yang dulu sering dipakainya sekarang ada dihadapannya. Lalu ada
sebuah kaset, Devi menghidupkan televise dan melihat isi kaset itu.
Ternyata isi kaset itu adalah rekaman saat perayaan
ulang tahun Devi,setahun yang lalu. Devi ingin menangis. “Happy Birthday kakak….!” Teriak Angel dan Anisa lalu mencium pipi
Devi barengan.
“Kalian berdua memang ISTIMEWA! Kakak senang bisa
memiliki dua orang adik yang cantik,perhatian dan sayang sama kakaknya. Love you!” ujar Devi.
“Love You Too…”
sahut Angel dan Anisa.
Anisa mengintip Devi dari depan pintu kamar Angel.
Anisa tidak mampu menahan airmatanya.
“Happy
birthday…” lirihnya.
Handphone Devi kembali berbunyi. “Ka, maaf ya! Aku
udah ngerusakin sepatu kesayangan kakak! Dan sekarang aku udah menemukan sepatu
itu, ya walaupun itu bukan yang seperti dulu!” jelas Angel.
“Makasih dek…” sahut Devi dan lalu menangis.
“Aku udah bikin kakak sedih yah? Jangan nangis
,Ka?!” pinta Angel.
“Kakak ngak nangis dek, kakak bahagia. Karena kamu
masih ingat sama hari special kakak!
Makasih ya!” ungkap Devi. Mereka pun terlibat percakapan yang sangat seru dan
mengenang masa lalu.
Keesokkan harinya. Dimeja makan telah tersedia
sarapan bikinan Bi Lisa dan Anisa. Nasi goreng Istimewa.
“Hmm… wangi banget,Bi. Pasti rasanya muantap!” seru
Anisa.
Beberapa menit kemudian Devi keluar dari kamarnya
dan melangkahkan kaki menuju meja makan. Devi tersenyum kearah Anisa dan Bi
Lisa.
“Hmm… ada menu apa pagi ini?” Tanya Devi dan lalu
melihat yang terhidang diatas meja makan. “Nasi goreng buatan siapa?” Devi lalu
duduk dan Anisa mengambilkan nasgor buatnya.
“Ini buatan aku dan Bi Lisa!” Anisa mempersilahkan
Devi mencicipinya.
“Rasanya biasa aja!” ledek Devi. Anisa dan Bi Lisa
saling memandang.
“Masa sih?”
Anisa lalu mencoba mencicipi nasi goreng. “BOHONG!” teriak Anisa. Devi lalu
tertawa.
Anisa kembali memandang Bi Lisa dan lalu tersenyum.
“Hehehee… Nasi goreng buatan Bi Lisa dan kamu selalu Istimewa!” puji Devi
sambil tersenyum.
“Alhamdulillah… udah beberapa hari ini ngak bisa
lihat kakak tersenyum,akhirnya pagi ini kakak tersenyum lagi. Love you!” Anisa lalu mencium pipi Devi.
“And Happy
Birthday…” ujar Anisa seraya memberikan sebuah kado ketangan Devi.
“Apa isinya?” Tanya Devi. “Buka aja!” sahut Anisa.
“Waah kalungnya bagus banget! Makasih dek!” kata
Devi lalu memeluk Anisa. “Makasih ya!” lirihnya. “Sama-sama!” sahut Anisa.
“Makasih buat semuanya!” ucap Devi.
Dirumah sakit tepatnya diruangan Dr. Andre. Angel
menemui dokter Andre.
“Kamu mau pindah ke Singapura?” Tanya dokter kaget.
“Mama minta aku ikut dengannya. Aku ngak bisa nolak
permintaan mama. Aku tetap akan melatih kakiku ini. Terima kasih,selama ini
dokter Andre udah mau membimbing dan membantu aku.” Ungkap Angel.
Dokter Andre,
“Kamu jaga diri baik-baik yah! Saya akan menunggu kabar kesembuhan kamu!” Angel
tersenyum dan lalu pamit.
Malam harinya di Café milik Devi. Malam ini Café
dikhususkan buat pesta ulang tahunnya Devi. Anisa, Cherly,Ryn,Gigi,Randy dan
Egi daritadi sore sibuk menghiasi café tentunya dibantu oleh karyawan café.
“Dev… Happy
Birthday ya!” seru Wenda yang baru saja sampai. “Wenda… makasih!” sahutnya
sambil cipika-cipiki.
“Hai,Ka Wenda…” sapa Anisa,Cherly dan Ryn bersamaan.
“Hai semua!” sahutnya. Dan pesta pun akan dimulai.
“Apa pesta ini akan tetap berlangsung,tanpa
kehadiran Angel?” pertanyaan Gigi membuat suasana menjadi hening.
“Gigi…!” seru
Cherly.
“Pesta ini akan tetap berlangsung, Angel memang ngak
ada disini! Tapi dia akan selalu ada dihati kita!” ungkap Anisa lalu memandang
Devi.
Tiup lilin dan potong kue pun dilakukan. Anisa
mendapat potongan pertama lalu Wenda. “Buat semuanya makasih ya,karena udah mau
datang di acara yang diselenggarakan oleh adik saya,Anisa dan teman-temannya.”
Ujar Devi.
“Buat Ka Devi… Happy
Birthday! And always happy. Tetap jadi kakak yang terbaik buat
adik-adiknya!” teriak Cherly mewakili yang lainnya.
“Yeeee……..”
“Wish u all
the best…”
Merekapun menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Dipenghujung acara, tiba-tiba Angel datang. Dan kedatangan Angel itu membuat
semua orang melihat kearahnya.
“Angel…” seru mereka. Angel yang masih memakai
tongkat perlahan-lahan mendekati Devi.
“Apa kakak bahagia?” Tanya Angel dan menatap Devi.
“Maksud kamu?” Devi balik nanya.
“Aku bodoh banget,nanya seperti itu! Tentu saja
kakak bahagia, bener kan?” Angel menatap Devi.
“Kakak ngak ngerti apa maksud kamu?”
“Berhenti bersandiwara didepan aku! Selama ini kakak
bohongi aku! Kakak ngak sayang sama aku! Semua yang kakak lakuin selama ini
hanya sandiwara!” bentak Angel.
“Angel…kamu ngomong apa sih?” ujar Anisa.
Angel memandang Anisa. “Kalian berdua sama aja! PUAS
KALIAN MAININ PERASAAN AKU??? PUAS !!!!” teriak Angel.
“Orang yang selama ini aku anggap sebagai kakak
ternyata Cuma bisa mainin perasaan orang! Kasih sayang yang kalian berikan
selama ini cuma main-main, it’s not real!!” sambung Angel.
“Dek,kamu ngak boleh ngomong seperti itu! Kakak
tulus sayang sama kamu!” Devi mencoba mendekati Angel. “Jangan mendekat! Dan
jangan panggil aku dengan sebutan adik . Karena aku bukan adik kalian!!!”
perintah Angel
“AKU BENCI KALIAN!!!!” kata-kata Angel seakan
menusuk dada Devi dan Anisa
******************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar