Rabu, 19 Juni 2013

PART 14


Jam telah menunjukkan pukul 23.45. Angel belum juga tidur ,entah apa yang dilakukannya sampai-sampai jam segini belum juga tidur.
“15 menit lagi…” ujar Angel.
Sementara itu dikamar Devi. “Kali ini ngak akan ada perayaan dan surprise!” batinnya sambil memandang foto Angel. Devi mengingat kenangan setahun yang lalu dimana ada surprise,pesta dan kado. Ada tawa,keceriaan,kehangatan dan kasih sayang.
Tiba-tiba handphone Devi berbunyi.
“Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you.”
Private number…?” lirih Devi. Lalu menekan tombol berwarna hijau. “Hallo…” sapa Devi.
Tiba-tiba terdengar suara piano. Seseorang bernyanyi untuk Devi.
I’LL BE THERE FOR YOU…

Sedihnya diriku merindukanmu..rindukanmu
Katakan padaku arti diriku…dihatimu..
Ku kan ada ..untukmu..
Kau selalu ..dihatiku..
Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you..
Sedihnya diriku merindukanmu…rindukanmu
Katakan padaku arti diriku ..dihatimu..
Ku kan ada ..untukmu..
Kau selalu ..dihatiku..
Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me..
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you..
For you..For you..

Disela jeda, Mau nyanyi bareng aku ngak?” ujar sipenelpon. Dan Devi pun ikut bernyanyi.

Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me..
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you..
Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me..
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you..
I’ll be there for you..

Happy Brithday…!” ucapnya.
“Angel…!” seru Devi. “Aku sayang Ka Devi!” sambung Angel.
“Aku udah nyiapin kado buat kakak! Kadonya ada dikamar aku.” Ujar Angel.
Devi pun melangkahkan kakinya menuju kamar Angel. Devi mencari kado tersebut, dan sekilas Devi melihat sesuatu yang dibungkus dengan rapi. Lalu Devi mengambil dan membuka kado itu. Devi kaget melihat sepasang sepatu yang dulu sering dipakainya sekarang ada dihadapannya. Lalu ada sebuah kaset, Devi menghidupkan televise dan melihat isi kaset itu.
Ternyata isi kaset itu adalah rekaman saat perayaan ulang tahun Devi,setahun yang lalu. Devi ingin menangis. “Happy Birthday kakak….!” Teriak Angel dan Anisa lalu mencium pipi Devi barengan.
“Kalian berdua memang ISTIMEWA! Kakak senang bisa memiliki dua orang adik yang cantik,perhatian dan sayang sama kakaknya. Love you!” ujar Devi.
Love You Too…” sahut Angel dan Anisa.
Anisa mengintip Devi dari depan pintu kamar Angel. Anisa tidak mampu menahan airmatanya.
Happy birthday…” lirihnya.
Handphone Devi kembali berbunyi. “Ka, maaf ya! Aku udah ngerusakin sepatu kesayangan kakak! Dan sekarang aku udah menemukan sepatu itu, ya walaupun itu bukan yang seperti dulu!” jelas Angel.
“Makasih dek…” sahut Devi dan lalu menangis.
“Aku udah bikin kakak sedih yah? Jangan nangis ,Ka?!” pinta Angel.
“Kakak ngak nangis dek, kakak bahagia. Karena kamu masih ingat sama hari special kakak! Makasih ya!” ungkap Devi. Mereka pun terlibat percakapan yang sangat seru dan mengenang masa lalu.
Keesokkan harinya. Dimeja makan telah tersedia sarapan bikinan Bi Lisa dan Anisa. Nasi goreng Istimewa.
“Hmm… wangi banget,Bi. Pasti rasanya muantap!” seru Anisa.
Beberapa menit kemudian Devi keluar dari kamarnya dan melangkahkan kaki menuju meja makan. Devi tersenyum kearah Anisa dan Bi Lisa.
“Hmm… ada menu apa pagi ini?” Tanya Devi dan lalu melihat yang terhidang diatas meja makan. “Nasi goreng buatan siapa?” Devi lalu duduk dan Anisa mengambilkan nasgor buatnya.
“Ini buatan aku dan Bi Lisa!” Anisa mempersilahkan Devi mencicipinya.
“Rasanya biasa aja!” ledek Devi. Anisa dan Bi Lisa saling memandang.
 “Masa sih?” Anisa lalu mencoba mencicipi nasi goreng. “BOHONG!” teriak Anisa. Devi lalu tertawa.
Anisa kembali memandang Bi Lisa dan lalu tersenyum. “Hehehee… Nasi goreng buatan Bi Lisa dan kamu selalu Istimewa!” puji Devi sambil tersenyum.
“Alhamdulillah… udah beberapa hari ini ngak bisa lihat kakak tersenyum,akhirnya pagi ini kakak tersenyum lagi. Love you!” Anisa lalu mencium pipi Devi.
And Happy Birthday…” ujar Anisa seraya memberikan sebuah kado ketangan Devi.
“Apa isinya?” Tanya Devi. “Buka aja!” sahut Anisa.
“Waah kalungnya bagus banget! Makasih dek!” kata Devi lalu memeluk Anisa. “Makasih ya!” lirihnya. “Sama-sama!” sahut Anisa. “Makasih buat semuanya!” ucap Devi.
Dirumah sakit tepatnya diruangan Dr. Andre. Angel menemui dokter Andre.
“Kamu mau pindah ke Singapura?” Tanya dokter kaget.
“Mama minta aku ikut dengannya. Aku ngak bisa nolak permintaan mama. Aku tetap akan melatih kakiku ini. Terima kasih,selama ini dokter Andre udah mau membimbing dan membantu aku.” Ungkap Angel.
 Dokter Andre, “Kamu jaga diri baik-baik yah! Saya akan menunggu kabar kesembuhan kamu!” Angel tersenyum dan lalu pamit.
Malam harinya di Café milik Devi. Malam ini Café dikhususkan buat pesta ulang tahunnya Devi. Anisa, Cherly,Ryn,Gigi,Randy dan Egi daritadi sore sibuk menghiasi café tentunya dibantu oleh karyawan café.
“Dev… Happy Birthday ya!” seru Wenda yang baru saja sampai. “Wenda… makasih!” sahutnya sambil cipika-cipiki.
“Hai,Ka Wenda…” sapa Anisa,Cherly dan Ryn bersamaan.
“Hai semua!” sahutnya. Dan pesta pun akan dimulai.
“Apa pesta ini akan tetap berlangsung,tanpa kehadiran Angel?” pertanyaan Gigi membuat suasana menjadi hening.
 “Gigi…!” seru Cherly.
“Pesta ini akan tetap berlangsung, Angel memang ngak ada disini! Tapi dia akan selalu ada dihati kita!” ungkap Anisa lalu memandang Devi.
Tiup lilin dan potong kue pun dilakukan. Anisa mendapat potongan pertama lalu Wenda. “Buat semuanya makasih ya,karena udah mau datang di acara yang diselenggarakan oleh adik saya,Anisa dan teman-temannya.” Ujar Devi.
“Buat Ka Devi… Happy Birthday! And always happy. Tetap jadi kakak yang terbaik buat adik-adiknya!” teriak Cherly mewakili yang lainnya.
“Yeeee……..”
Wish u all the best…”
Merekapun menikmati hidangan yang telah disiapkan. Dipenghujung acara, tiba-tiba Angel datang. Dan kedatangan Angel itu membuat semua orang melihat kearahnya.
“Angel…” seru mereka. Angel yang masih memakai tongkat perlahan-lahan mendekati Devi.
“Apa kakak bahagia?” Tanya Angel dan menatap Devi.
“Maksud kamu?” Devi balik nanya.
“Aku bodoh banget,nanya seperti itu! Tentu saja kakak bahagia, bener kan?” Angel menatap Devi.
“Kakak ngak ngerti apa maksud kamu?”
“Berhenti bersandiwara didepan aku! Selama ini kakak bohongi aku! Kakak ngak sayang sama aku! Semua yang kakak lakuin selama ini hanya sandiwara!” bentak Angel.
“Angel…kamu ngomong apa sih?” ujar Anisa.
Angel memandang Anisa. “Kalian berdua sama aja! PUAS KALIAN MAININ PERASAAN AKU??? PUAS !!!!” teriak Angel.
“Orang yang selama ini aku anggap sebagai kakak ternyata Cuma bisa mainin perasaan orang! Kasih sayang yang kalian berikan selama ini cuma main-main, it’s not real!!” sambung Angel.
“Dek,kamu ngak boleh ngomong seperti itu! Kakak tulus sayang sama kamu!” Devi mencoba mendekati Angel. “Jangan mendekat! Dan jangan panggil aku dengan sebutan adik . Karena aku bukan adik kalian!!!” perintah Angel
“AKU BENCI KALIAN!!!!” kata-kata Angel seakan menusuk dada Devi dan Anisa
                                                            ******************

Tidak ada komentar:

Posting Komentar