Rabu, 27 Maret 2013

RESENSI NOVEL


Hidup Itu Butuh Perjuangan
Judul                           : Negri Van Oranje
Pengarang                   : Wahyuningrat
Adept Widiarsa
Nisa Riyadi
Rizki Pandu Permana
Halaman / ketebalan    : 478 halaman / 20.5 cm
Penerbit                       : PT. Bentang pustaka
Peresensi                     :-

Lima mahasiswa yang kuliah di negri Belanda, salah satu diantaranya Daus. Daus adalah empat dari lima mahasiswa yang berada di negeri orang untuk melanjutkan S2 nya. Daus tergolong orang yang pecinta rokok, dan sering duduk di kafe untuk mengisap sebatang rokok. Sampai-sampai Daus jatuh cinta kepada seorang cewek yang ia kenal di kafe tersebut. Ternyata gadis yang ia cintai itu, bernama Lintang yang berasal dari Indonesia juga. Karena sama-sama dari Indonesia, akhirnya Daus mengurungkan cintanya itu kepada Lintang dan mereka pun menjadi sahabat.mereka pun saling bercerita-cerita mengenai diri mereka sendiri, seperti Lintang yang menceritakan kepada Daus bahwa ia adalah seorang cewek yang sangat dimanjakan oleh ayah dan ibunya, dan mengalir darah nasionalisme pada ayah dan ibu yang dikenal sebagai panitia kemerdekaan Indonesia. Sampai-sampai Lintang menceritakan cowok idolanya bahwa yang menjadi cowok idolanya adalah cowok asing bukan cowok dari Indonesia.
Setelah mendengarkan curhatan dari Lintang, giliran Daus yang menceritakan kehidupan dan pengalaman peristiwanya kepada Lintang. Daus adalah seorang anak yang sangat suka merokok. Dia kuliah di Belanda karena mendapatkan beasiswa, dengan itu Daus harus bisa berhemat-hemat di negeri orang dan tinggal bersama Geri dan Wicak, temannya dari Indonesia. Mereka tinggal bersama dalam satu hotel. Karena Geri orang kaya, maka Daus harus pintar-pintar berteman, karena Daus bisa kuliah di negeri orang karena mendapatkan beasiswa. Beasiswa itulah yang diandalkan untuk biaya kehidupannya di Belanda. Dan tujuan Daus duduk dan nongkrong di kafe setiap hari sambil mencari pekerjaan. Mendengar curhatan Daus, Lintang pun jadi sedih dan terharu.
Begitu juga dengan Banjar mahasiswa dari Indonesia juga hidup susah di Belanda, untungnya Daus masih mendapatkan beasiswa, sedangkan Banjar tidak. Banjar membuat pengumuman lowongan kerja di toko-toko. Apalagi Banjar sadar kalau uang sakunya makin menipis. Banjar makin rajin dan gesit menyambangi puluhan situs lowongan kerja di Belanda. Diakhir perjalanannya mencari pekerjaan, tanpa sengaja ia berkenalan dengan empat mahasiswa asal Indonesia lainnya.perkenalan yang tidak direncanakan, yang berangsur menjelma menjadi sebuah persahabatan erat. Dengan persahabatan yang baru, Banjarpun menceritakan kehidupannya di Belanda dengan rasa kasihan. Ada satu pekerjaan yang ditawarkan oleh temannya kepada Banjar, Banjar sangat bersemangat, apalagi setelah mendengar upah yang sangat menggiurkan yaitu 10 euro per jam. Namun sayang wawancara dihentikan, Banjar kecewa dan langsung pulang.
Untuk menghilangkan rasa kecewa Banjar, kelima mahsiswa itu pergi menonton festival. Di acara festival itu, Lintang terkesima melihat seorang cowok yang sangat gagah, dan langsung berkenalan. Sedangkan Banjar sedang asik melihat festival, tiba-tiba teringat dengan wanita yang dulu memikat hatinya di Indonesia. Bagi mereka festival itu, mengingatkan mereka ke semua hal yanga ada di Indonesia.
Selesai acara festival, mereka langsung pulang, kecuali Banjar yang langsung pergi ke kafe untuk bekerja. Lain halnya dengan Wicak, Daus, dan Geri yang sedang sensitif terhadap keuangan mereka yang makin menipis. Tapi mereka menenggelamkan kesensitifan mereka, karena mereka mau fokus terhadap kuliah mereka yang sebentar lagi akan wisuda. Mereka serius dan mati-matian belajar untuk mencapai gelar S2 dan membuat bangga orang Indonesia.
Dan akhirnya impian mereka tercapai, mereka semua wisuda,dan meraih gelar S2 di negeri orang. Untuk merayakan keberhasilannya, mereka mereka pergi jalan-jalan ke suatu tempat yang terkenal di belanda, mereka pun berfoto-foto sebagai kenang-kenangan selama menempuh ilmu di negeri orang. Kemudian mereka pergi ke super market untuk membeli makanan untuk di penginapan. Di tengah perjalanan pulang semua rahasia mereka terbongkar.
Pertama, Geri yang mempunyai rahasia yang sangat besar, diam-diam Geri adalah Gay. Yang selama ini mencintai seorang pria asal Eropah di kampusnya.tapi Geri telah berusaha mengobati penyakitnya dengan mencintai seorang cewek yang menurutnya sangat cantik, namun Geri ditolak. Di saat itu Geri tidak mau lagi mencintai seseorang, Karena hal itu bisa membuat ia sakit hati. Penyakitnya mulai berkurang sejak bertemu dengan sahabat-sahabatnya dari Indonesia.
Kedua, Banjar laki-laki yang berjuang keras untuk kehidupannyadi belanda ternyata menyimpan perasaan kepada Lintang. Tapi Banjar tidak mau mengungkapkan, karena ia tahu bahwa Lintang tidak ada perasaan terhadapnya.dan ia pun laki-laki yang miskin, tidak seperti Lintang yang kaya, apa pun tnggal minta sama orang tuanya. Mendengar ucapan dari Banjar, Lintang terkejut karena tidak menyangka kalau Banjar suka kepadanya. Namun Lintang mengalihkan pembicaraan ke topik lain.
Sesampainya di penginapan, mereka harus beres-beres barang. Karena besok pagi mereka akan balik ke Indonesia. Dan ucapan serta rahasia yang terungkap di perjalanan tadi di lupakan begitu saja. Keesokan paginya mereka berangkat ke bandara, sampai di bandara mereka saling berpeluk-pelukan karena takutnya sampai di Indonesia nanti, persahabatan mereka tidak seperti ini lagi. Akhirnya mereka kembali ke Indonesia dengan perasaan senang, haru dan sedih.
Kesimpulan
Lima mahasiswa yang berjuang hidup di negeri orang, dan mempunyai tali persaudaraan yang kuat. Untuk itu, Novel ini sangat layak dan bagus untuk dibaca. Karena memberikan inspirasi baru kepada pembaca, tentang bagaimana indahnya persahabatan itu. Dengan membaca novel ini, kita juga mendapatkan banyak ilmu pengetahuan. Kisahnya patut dibaca oleh berbagai kalangan, karena kelima mahasiswa ini memiliki watak, karakteristik yang sangat berbeda-beda dan sangat patut untuk kita tiru.
Kelebihan
Novel ini sangat menyentuh pengalaman pembaca, sehingga dapat membuat kita tertawa sendiri untuk membacanya. Kemudian novel ini banyak menggunakan bahasa inggris dan bahasa belanda, yang bisa menambah pengetahuan kita sebagai pembaca, dari awal yang tidak tahu tentang bahasa inggris, menjadi tahu dan mengerti. Novel ini juga memberikan kita banyak informasi dan pengalaman, sebagai bekal kita ke negeri orang. Gaya bahasanya santai, dan dapat dimengerti oleh pembaca. Terakhir, novel ini juga mengajarkan kita tentang kehidupan, dan kalau ingin sukses harus berusaha dan kerja keras.
Kekurangan
Tidak ada kekurangan yang dominan di dalam novel ini. Salah satu kekurangannya yaitu masih ada kata-kata atau kalimat yang berulang-ulang atau bertele-tele. Kemudian covernya kurang menarik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar