Hidup Itu Butuh Perjuangan
Judul : Negri Van Oranje
Pengarang : Wahyuningrat
Adept
Widiarsa
Nisa
Riyadi
Rizki
Pandu Permana
Halaman
/ ketebalan : 478 halaman / 20.5 cm
Penerbit : PT. Bentang pustaka
Peresensi :-
Lima
mahasiswa yang kuliah di negri Belanda, salah satu diantaranya Daus. Daus
adalah empat dari lima mahasiswa yang berada di negeri orang untuk melanjutkan
S2 nya. Daus tergolong orang yang pecinta rokok, dan sering duduk di kafe untuk
mengisap sebatang rokok. Sampai-sampai Daus jatuh cinta kepada seorang cewek
yang ia kenal di kafe tersebut. Ternyata gadis yang ia cintai itu, bernama
Lintang yang berasal dari Indonesia juga. Karena sama-sama dari Indonesia,
akhirnya Daus mengurungkan cintanya itu kepada Lintang dan mereka pun menjadi
sahabat.mereka pun saling bercerita-cerita mengenai diri mereka sendiri,
seperti Lintang yang menceritakan kepada Daus bahwa ia adalah seorang cewek
yang sangat dimanjakan oleh ayah dan ibunya, dan mengalir darah nasionalisme pada
ayah dan ibu yang dikenal sebagai panitia kemerdekaan Indonesia. Sampai-sampai
Lintang menceritakan cowok idolanya bahwa yang menjadi cowok idolanya adalah
cowok asing bukan cowok dari Indonesia.
Setelah
mendengarkan curhatan dari Lintang, giliran Daus yang menceritakan kehidupan
dan pengalaman peristiwanya kepada Lintang. Daus adalah seorang anak yang
sangat suka merokok. Dia kuliah di Belanda karena mendapatkan beasiswa, dengan
itu Daus harus bisa berhemat-hemat di negeri orang dan tinggal bersama Geri dan
Wicak, temannya dari Indonesia. Mereka tinggal bersama dalam satu hotel. Karena
Geri orang kaya, maka Daus harus pintar-pintar berteman, karena Daus bisa
kuliah di negeri orang karena mendapatkan beasiswa. Beasiswa itulah yang
diandalkan untuk biaya kehidupannya di Belanda. Dan tujuan Daus duduk dan
nongkrong di kafe setiap hari sambil mencari pekerjaan. Mendengar curhatan
Daus, Lintang pun jadi sedih dan terharu.
Begitu
juga dengan Banjar mahasiswa dari Indonesia juga hidup susah di Belanda,
untungnya Daus masih mendapatkan beasiswa, sedangkan Banjar tidak. Banjar
membuat pengumuman lowongan kerja di toko-toko. Apalagi Banjar sadar kalau uang
sakunya makin menipis. Banjar makin rajin dan gesit menyambangi puluhan situs
lowongan kerja di Belanda. Diakhir perjalanannya mencari pekerjaan, tanpa
sengaja ia berkenalan dengan empat mahasiswa asal Indonesia lainnya.perkenalan
yang tidak direncanakan, yang berangsur menjelma menjadi sebuah persahabatan
erat. Dengan persahabatan yang baru, Banjarpun menceritakan kehidupannya di
Belanda dengan rasa kasihan. Ada satu pekerjaan yang ditawarkan oleh temannya
kepada Banjar, Banjar sangat bersemangat, apalagi setelah mendengar upah yang
sangat menggiurkan yaitu 10 euro per jam. Namun sayang wawancara dihentikan,
Banjar kecewa dan langsung pulang.
Untuk
menghilangkan rasa kecewa Banjar, kelima mahsiswa itu pergi menonton festival.
Di acara festival itu, Lintang terkesima melihat seorang cowok yang sangat
gagah, dan langsung berkenalan. Sedangkan Banjar sedang asik melihat festival,
tiba-tiba teringat dengan wanita yang dulu memikat hatinya di Indonesia. Bagi
mereka festival itu, mengingatkan mereka ke semua hal yanga ada di Indonesia.
Selesai
acara festival, mereka langsung pulang, kecuali Banjar yang langsung pergi ke
kafe untuk bekerja. Lain halnya dengan Wicak, Daus, dan Geri yang sedang sensitif
terhadap keuangan mereka yang makin menipis. Tapi mereka menenggelamkan
kesensitifan mereka, karena mereka mau fokus terhadap kuliah mereka yang
sebentar lagi akan wisuda. Mereka serius dan mati-matian belajar untuk mencapai
gelar S2 dan membuat bangga orang Indonesia.
Dan
akhirnya impian mereka tercapai, mereka semua wisuda,dan meraih gelar S2 di
negeri orang. Untuk merayakan keberhasilannya, mereka mereka pergi jalan-jalan
ke suatu tempat yang terkenal di belanda, mereka pun berfoto-foto sebagai
kenang-kenangan selama menempuh ilmu di negeri orang. Kemudian mereka pergi ke
super market untuk membeli makanan untuk di penginapan. Di tengah perjalanan
pulang semua rahasia mereka terbongkar.
Pertama,
Geri yang mempunyai rahasia yang sangat besar, diam-diam Geri adalah Gay. Yang
selama ini mencintai seorang pria asal Eropah di kampusnya.tapi Geri telah
berusaha mengobati penyakitnya dengan mencintai seorang cewek yang menurutnya
sangat cantik, namun Geri ditolak. Di saat itu Geri tidak mau lagi mencintai
seseorang, Karena hal itu bisa membuat ia sakit hati. Penyakitnya mulai
berkurang sejak bertemu dengan sahabat-sahabatnya dari Indonesia.
Kedua,
Banjar laki-laki yang berjuang keras untuk kehidupannyadi belanda ternyata
menyimpan perasaan kepada Lintang. Tapi Banjar tidak mau mengungkapkan, karena
ia tahu bahwa Lintang tidak ada perasaan terhadapnya.dan ia pun laki-laki yang
miskin, tidak seperti Lintang yang kaya, apa pun tnggal minta sama orang
tuanya. Mendengar ucapan dari Banjar, Lintang terkejut karena tidak menyangka
kalau Banjar suka kepadanya. Namun Lintang mengalihkan pembicaraan ke topik
lain.
Sesampainya
di penginapan, mereka harus beres-beres barang. Karena besok pagi mereka akan
balik ke Indonesia. Dan ucapan serta rahasia yang terungkap di perjalanan tadi
di lupakan begitu saja. Keesokan paginya mereka berangkat ke bandara, sampai di
bandara mereka saling berpeluk-pelukan karena takutnya sampai di Indonesia
nanti, persahabatan mereka tidak seperti ini lagi. Akhirnya mereka kembali ke
Indonesia dengan perasaan senang, haru dan sedih.
Kesimpulan
Lima mahasiswa yang
berjuang hidup di negeri orang, dan mempunyai tali persaudaraan yang kuat.
Untuk itu, Novel ini sangat layak dan bagus untuk dibaca. Karena memberikan
inspirasi baru kepada pembaca, tentang bagaimana indahnya persahabatan itu.
Dengan membaca novel ini, kita juga mendapatkan banyak ilmu pengetahuan.
Kisahnya patut dibaca oleh berbagai kalangan, karena kelima mahasiswa ini
memiliki watak, karakteristik yang sangat berbeda-beda dan sangat patut untuk
kita tiru.
Kelebihan
Novel ini sangat
menyentuh pengalaman pembaca, sehingga dapat membuat kita tertawa sendiri untuk
membacanya. Kemudian novel ini banyak menggunakan bahasa inggris dan bahasa
belanda, yang bisa menambah pengetahuan kita sebagai pembaca, dari awal yang
tidak tahu tentang bahasa inggris, menjadi tahu dan mengerti. Novel ini juga
memberikan kita banyak informasi dan pengalaman, sebagai bekal kita ke negeri
orang. Gaya bahasanya santai, dan dapat dimengerti oleh pembaca. Terakhir,
novel ini juga mengajarkan kita tentang kehidupan, dan kalau ingin sukses harus
berusaha dan kerja keras.
Kekurangan
Tidak ada kekurangan
yang dominan di dalam novel ini. Salah satu kekurangannya yaitu masih ada
kata-kata atau kalimat yang berulang-ulang atau bertele-tele. Kemudian covernya
kurang menarik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar