PLAYBOY
“Ryu,
ntar malam kita jadi pergi makan kan?”, Tanya Reva cewek Ryu.
“Jadi
dong! Masak gak? Apalagi makanannya enak
banget” kata Ryu. Cowok ngetop di sekolah. Tapi dia playboy gitu. “Kamu tunggu aja, ntar malam gue jemput” ujar Ryu.
“Kalau gitu aku ke kelas dulu ya!”
pamit Reva sambil mencium pipi Ryu. Dan Ryu hanya tersenyum.
Sesaat kepergian Reva, teman-teman
Ryu datang.
“Ryu, lo hebat banget ya bisa
ngegaet Reva. Doi kan tajir dan cantik !” ungkap Reza.
“Tajir iya, cantik iya juga, tapi
tuh cewek begok banget bro. Gampang diboongin!” sahut Ryu tertawa.
“Trus benar lo mau pergi sama doi?”
Tanya Frans.
“Ya iya lah. Tapi sebelum pergi sama
Reva, gue mau ngajak Andin nonton bro” ujar Ryu.
“Ah, nonton sama Andin. Lo gokil
abis ya, gue salut man!” puji Reza.
“Lo kayak gak tau gue aja.” sahut
Ryu.
“Trus, lo kapan punya waktu buat
nongkrong ama kita-kita?” Tanya Frans.
“Liat ntar aja deh, sekarang gue
lagi sibuk” ujar Ryu. “Eh, ngomong-ngomong Alan mana?”,Tanya Ryu.
“Biasa, lagi berduaan sama Oliv”
jawab Reza.
“Oh, ke kantin yuk. Gue laper nih”
ajak Ryu.
“Siiip! Gue juga laper!” sahut Reza
dan Frans.
Dan mereka menuju kantin sekolah
yang sering diisi murid-murid, ya kalau gak makan ya cuma nongkrong doang.
“Lo berdua duduk duluan aja ya,, biar gue yang pesan makanan”,
kata Reza.
Ryu dan Frans duduk di tempat yang
kosong. Di sana juga ada seorang cewek yang gak bisa diganggu dan dirayu pleh
Ryu. Rayuan Ryu buat cewek yang satu ini gak bakalan jitu.
“Pesanan sudah datang, nih buat lo!”
kata Reza.
“Kayaknya lo cocok banget deh jadi
pelayan” sahut Frans.
“Enak aja lo!” seru Reza. Mereka
bertiga tertawa.
“Chels, ntar malam makan di café
yuk! Udah lama nih gak ngumpul di luar” pinta Selvi.
“Ide, Selvi boleh juga tuh!” sahut
Agni setuju.
“Makan di café atau mau nyari cowok
nih?” selidik Chelsea.
“Ya makan dong!” sahut Selvi.
“Ok deh!”.
Tiba-tiba Ryu mendekati tempat duduk
Chelsea cs.
“Ryu, lo mau kemana?” Tanya Frans.
“Sebentar ya!” ujar Ryu.
“Hai semua!” sapa Ryu kepada Chelsea
cs.
“Hai!” jawab mereka ketus.
“Hai, Chels!” sapa Ryu.
Chelsea tidak mejawab sapaan Ryu.
“Ke kelas yuk! Disini panas banget!” ujar Chelsea berlalu meninggalkan Ryu.
“Hahaha…” Reza dan Frans tertawa.
“Emang enak dicuekin!” ledek Frans.
Di kelas XI IPS 1, Chelsea cs lagi
ngerumpi tentang Ryu.
“Chels, kok tadi loe nyuekin, Ryu
sih?” Tanya Agni.
“Ngak suka aja lihat tingkah
lakunya, sok kecakepan gitu!” ungkap Chelsea.
“Kenapa, Ryu sering ngedeketin lo?
Bukannya dia udah punya cewek?” Tanya Selvi bingung.
“Emang gue pikirin?!” sewot Chelsea.
“Jangan-jangan doi naksir sama lo?”
Tanya Agni.
“APA? Loe bilang apa barusan?”
Chelsea menatap Agni.
“Maybe,
dia jatuh cinta sama lo. Abis lo itu kan cantik, tajir dan cowok-cowok di sekolah pun pada naksir sama lo. Penggemar
loe kan banyak banget, Chels!” terang Agni.
“Bisa jadi tuh!” tambah Selvi
meyakinkan.
“Terserah! Gue ngak mau ngurusin tuh
cowok rese! Oke!” ujar Chelsea sambil meninggalkan kedua sahabatnya.
Setelah keluar dari toilet,
tiba-tiba langkah kaki Chelsea terhenti karena Miky menghampirinya.
“Hai, Chels!” sapa Miky.
“Hai!”
“Ini buat lo!” ujar Miky seraya
menyodorkan sebuah bingkisan.
“Apaan nih? Ulang tahun gue udah
lewat!” Chelsea bingung.
“Lo, buka aja dulu!”
Chelsea membuka bingkisan pemberian
Miky. Chelsea bingung kenapa Miky memberinya kado yang berisi sebuah kalung
yang berinisial namanya, “C”.
“Ini buat gue?”
“Iya, buat lo. Lo suka ngak?” Tanya
Miky.
Chelsea hanya mengangguk. “Makasih!”
“Gue balik ke kelas duluan ya,
Chels!” pamit Miky.
“Ya, silahkan!”
Ternyata Ryu mengintip apa yang Miky
berikan pada Chelsea. Ryu kesal.
“Brengsek!”
Sesampai di kelas, Chelsea
memperlihatkan kalung pemberian Miky kepada Selvi dan Agni.
“Wah, kalungnya bagus banget!” puji
Selvi.
“Beli dimana?” Tanya Agni.
Chelsea menggelengkan kepalanya.
“Chels, beli dimana?” Tanya Selvi.
“Jangan-jangan loe nyuri yaaaa???”
selidik Agni.
“Ye, jangan asal ngomong deh!”
Chelsea kesal.
“Terus?” ujar Selvi.
“Tanya sama yang ngasih gih!” ujar
Chelsea.
“Siapa?” Tanya Agni.
“Miky!”
“WHAT? Miky? Ketua Osis dan kepten
tim basket sekolah kita?” ujar Selvi dan Agni kompak.
Chelsea mengangguk.
“Doi ngomong apa aja?” Tanya Agni.
“Ngak ada!”
“Masa ngak bilang apa-apa?” kata
Agin penasaran.
“Kok kalian interogasi gue sih? Udah
kayak polisi aja deh!”
“Kita kan cuma pengen tahu, Chels!”
seru Agni.
“Artinya, Miky naksir lo!” tegas
Selvi.
“Betul banget, Sel!” Agni setuju
dengan pendapat Selvi.
“EGP!” ujar Chelsea.
Chelsea memang selalu begitu. Jika
ada cowok yang pedekate dengannya, dia pasti cuek bebek!
Pukul lima sore, Ryu baru saja selesai
menonton film di bioskop bersama pacarnya, Andin. Biasalah, Ryu kan playboy!
“Filmnya seru ya, sayang!” ujar Ryu.
“Iya. Ryu, aku mau nanya, kapan kamu
ngenalin aku sama kedua orangtua kamu?” Tanya Andin tiba-tiba dan membuat Ryu
kaget.
“Uhukk..uhukk!”
“Kamu kenapa, Ryu?”
“Ngak papa kok! Sayang, kamu harus
ngerti dong. Kedua orangua aku, lagi berada di Australia. Kamu tahu kan beliau
sibuk dengan kerjaanya!” terang Ryu meyakinkan Andin.
“Iya, aku tau. Tapi sampai kapan?”
desak Andin.
“Aku cari waktu yang cocok buat
ketemuan sama beliau. Aku akan ngabarin kamu secepatnya. Kamu sabar ya!” ujar
Ryu.
“Janji ya!”
“Iya, aku janji!” sambil mengaitkan
jari kelingking.
“Udah sore, aku antar kamu pulang
ya!”
“Kok pulang sih?” Tanya Andin.
“Aku mau ngerjain tugas di rumah
Frans, dia pasti sudah nungguin aku. Aku anterin kamu pulang sekarang ya!” ajak
Ryu. Andin mengikuti omongan Ryu. Ryu pun mengantar Andin pulang. Setelah itu
Ryu menjemput Reva dan pergi makan ke café. Dasar Playboy!
Dirumah Chelsea.
“Darimana, Ndin?” Tanya Chelsea
kepada adiknya, Andin.
“Abis jalan sama cowok gue!”
“Cepat banget pulangnya? Tanya
Chelsea.
“Cowok gue mau ngerjain tugas
sekolah bareng temannya.” Ujar Andin.
“Owh. Ikut gue yuk! Daripada
sendirian di rumah!” ajak Chelsea.
“Kemana?”
“Udah ikut aja!” ujar Chelsea.
Chelsea pun mengajak Andin dan
menjemput kedua sahabatnya, Selvi dan Agni.
“Hai, Andin!” sapa Selvi dan Agni
setelah melihat sosok Andin yang juga ada dimobil.
“Hai!” sahut Andin.
Akhirnya mereka pergi ke sebuah
café. Mereka memasuki café dan ups… ya Tuhan! Tiba-tiba Andin kaget melihat Ryu
sedang bersama seorang cewek bermesraan.
“Ryu!” batinnya. Dan mendekati
tempat Ryu duduk.
“Andin, loe mau kemana?” Tanya
Chelsea.
“Ryu!” seru Andin.
Ryu menoleh ke sumber suara yang memanggilnya.
Ryu kaget melihat Andin juga berada di café.
“Kamu bohongi aku! Jadi rumahnya
Frans pindah kesini ya? Kok aku baru tahu? Dia siapa?” Bentak Andin kesal.
“Kamu ngapain disini?” Tanya Ryu
panik.
“DIA SIAPA?” bentak Andin lagi.
“Dia… dia…”
“Cewek kamu?!” sahut Andin.
“Bukan. Dia bukan cewek aku!” kilah
Ryu.
“Ryu, kok kamu ngomongnya gitu?”
Reva kesal.
“Ndin, lo kenal sama dia?” tiba-tiba
Chelsea menghampiri Andin.
“Cowok gue! Tapi dulu, sekarang kita
PUTUS!!!!” tegas Andin dan mendorong Ryu. Andin berlalu meninggalkan café.
“Jadi gini kelakuan kamu? aku kecewa
dan menyesal pernah jadian sama kamu! mulai sekarang kita PUTUS!!!” bentak Reva
kecewa dengan perbuatan Ryu.
“Plaakkk…” sebuah tamparan mendarat
di pipi Ryu. Chelsea.
“Eh, playboy! Udah puas lo sekarang? Dengar ya, jangan pernah deketin
adik gue lagi!” hardik Chelsea emosi melihat perbuatan Ryu.
“Adik?” lirih Ryu.
“Maksudnya, Chelsea itu, Andin!”
sahut Selvi.
“Makan tuh tamparan. Dasar Playboy!” seru Agni.
Lelaki
buaya darat…
Busyet
aku tertipu lagi…
Sepenggal lagu Maia dinyanyikan oleh
Selvi dan Agni. Buat meledek Ryu, si
Playboy!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar