Kamis, 07 Maret 2013

CERPEN ^PLAYBOY^


PLAYBOY
“Ryu, ntar malam kita jadi pergi makan kan?”, Tanya Reva cewek Ryu.
“Jadi dong! Masak gak? Apalagi makanannya enak banget” kata Ryu. Cowok ngetop di sekolah. Tapi dia playboy gitu. “Kamu tunggu aja, ntar malam gue jemput” ujar Ryu.
“Kalau gitu aku ke kelas dulu ya!” pamit Reva sambil mencium pipi Ryu. Dan Ryu hanya tersenyum.
Sesaat kepergian Reva, teman-teman Ryu datang.
“Ryu, lo hebat banget ya bisa ngegaet Reva. Doi kan tajir dan cantik !” ungkap Reza.
“Tajir iya, cantik iya juga, tapi tuh cewek begok banget bro. Gampang diboongin!” sahut Ryu tertawa.
“Trus benar lo mau pergi sama doi?” Tanya Frans.
“Ya iya lah. Tapi sebelum pergi sama Reva, gue mau ngajak Andin nonton bro” ujar Ryu.
“Ah, nonton sama Andin. Lo gokil abis ya, gue salut man!” puji Reza.
“Lo kayak gak tau gue aja.” sahut Ryu.
“Trus, lo kapan punya waktu buat nongkrong ama kita-kita?” Tanya Frans.
“Liat ntar aja deh, sekarang gue lagi sibuk” ujar Ryu. “Eh, ngomong-ngomong Alan mana?”,Tanya Ryu.
“Biasa, lagi berduaan sama Oliv” jawab Reza.
“Oh, ke kantin yuk. Gue laper nih” ajak Ryu.
“Siiip! Gue juga laper!” sahut Reza dan Frans.
Dan mereka menuju kantin sekolah yang sering diisi murid-murid, ya kalau gak makan ya cuma nongkrong doang.
“Lo berdua duduk  duluan aja ya,, biar gue yang pesan makanan”, kata Reza.
Ryu dan Frans duduk di tempat yang kosong. Di sana juga ada seorang cewek yang gak bisa diganggu dan dirayu pleh Ryu. Rayuan Ryu buat cewek yang satu ini gak bakalan jitu.
“Pesanan sudah datang, nih buat lo!” kata Reza.
“Kayaknya lo cocok banget deh jadi pelayan” sahut Frans.
“Enak aja lo!” seru Reza. Mereka bertiga tertawa.
“Chels, ntar malam makan di café yuk! Udah lama nih gak ngumpul di luar” pinta Selvi.
“Ide, Selvi boleh juga tuh!” sahut Agni setuju.
“Makan di café atau mau nyari cowok nih?” selidik Chelsea.
“Ya makan dong!” sahut Selvi.
“Ok deh!”.
Tiba-tiba Ryu mendekati tempat duduk Chelsea cs.
“Ryu, lo mau kemana?” Tanya Frans.
“Sebentar ya!” ujar Ryu.
“Hai semua!” sapa Ryu kepada Chelsea cs.
“Hai!” jawab mereka ketus.
“Hai, Chels!” sapa Ryu.
Chelsea tidak mejawab sapaan Ryu. “Ke kelas yuk! Disini panas banget!” ujar Chelsea berlalu meninggalkan Ryu.
“Hahaha…” Reza dan Frans tertawa.
“Emang enak dicuekin!” ledek Frans.
Di kelas XI IPS 1, Chelsea cs lagi ngerumpi tentang Ryu.
“Chels, kok tadi loe nyuekin, Ryu sih?” Tanya Agni.
“Ngak suka aja lihat tingkah lakunya, sok kecakepan gitu!” ungkap Chelsea.
“Kenapa, Ryu sering ngedeketin lo? Bukannya dia udah punya cewek?” Tanya Selvi bingung.
“Emang gue pikirin?!” sewot Chelsea.
“Jangan-jangan doi naksir sama lo?” Tanya Agni.
“APA? Loe bilang apa barusan?” Chelsea menatap Agni.
Maybe, dia jatuh cinta sama lo. Abis lo itu kan cantik, tajir dan cowok-cowok  di sekolah pun pada naksir sama lo. Penggemar loe kan banyak banget, Chels!” terang Agni.
“Bisa jadi tuh!” tambah Selvi meyakinkan.
“Terserah! Gue ngak mau ngurusin tuh cowok rese! Oke!” ujar Chelsea sambil meninggalkan kedua sahabatnya.
Setelah keluar dari toilet, tiba-tiba langkah kaki Chelsea terhenti karena Miky menghampirinya.
“Hai, Chels!” sapa Miky.
“Hai!”
“Ini buat lo!” ujar Miky seraya menyodorkan sebuah bingkisan.
“Apaan nih? Ulang tahun gue udah lewat!” Chelsea bingung.
“Lo, buka aja dulu!”
Chelsea membuka bingkisan pemberian Miky. Chelsea bingung kenapa Miky memberinya kado yang berisi sebuah kalung yang berinisial namanya, “C”.
“Ini buat gue?”
“Iya, buat lo. Lo suka ngak?” Tanya Miky.
Chelsea hanya mengangguk. “Makasih!”
“Gue balik ke kelas duluan ya, Chels!” pamit Miky.
“Ya, silahkan!”
Ternyata Ryu mengintip apa yang Miky berikan pada Chelsea. Ryu kesal.
“Brengsek!”
Sesampai di kelas, Chelsea memperlihatkan kalung pemberian Miky kepada Selvi dan Agni.
“Wah, kalungnya bagus banget!” puji Selvi.
“Beli dimana?” Tanya Agni.
Chelsea menggelengkan kepalanya.
“Chels, beli dimana?” Tanya Selvi.
“Jangan-jangan loe nyuri yaaaa???” selidik Agni.
“Ye, jangan asal ngomong deh!” Chelsea kesal.
“Terus?” ujar Selvi.
“Tanya sama yang ngasih gih!” ujar Chelsea.
“Siapa?” Tanya Agni.
“Miky!”
“WHAT? Miky? Ketua Osis dan kepten tim basket sekolah kita?” ujar Selvi dan Agni kompak.
Chelsea mengangguk.
“Doi ngomong apa aja?” Tanya Agni.
“Ngak ada!”
“Masa ngak bilang apa-apa?” kata Agin penasaran.
“Kok kalian interogasi gue sih? Udah kayak polisi aja deh!”
“Kita kan cuma pengen tahu, Chels!” seru Agni.
“Artinya, Miky naksir lo!” tegas Selvi.
“Betul banget, Sel!” Agni setuju dengan pendapat Selvi.
“EGP!” ujar Chelsea.
Chelsea memang selalu begitu. Jika ada cowok yang pedekate dengannya, dia pasti cuek bebek!
Pukul lima sore, Ryu baru saja selesai menonton film di bioskop bersama pacarnya, Andin. Biasalah, Ryu kan playboy!
“Filmnya seru ya, sayang!” ujar Ryu.
“Iya. Ryu, aku mau nanya, kapan kamu ngenalin aku sama kedua orangtua kamu?” Tanya Andin tiba-tiba dan membuat Ryu kaget.
“Uhukk..uhukk!”
“Kamu kenapa, Ryu?”
“Ngak papa kok! Sayang, kamu harus ngerti dong. Kedua orangua aku, lagi berada di Australia. Kamu tahu kan beliau sibuk dengan kerjaanya!” terang Ryu meyakinkan Andin.
“Iya, aku tau. Tapi sampai kapan?” desak Andin.
“Aku cari waktu yang cocok buat ketemuan sama beliau. Aku akan ngabarin kamu secepatnya. Kamu sabar ya!” ujar Ryu.
“Janji ya!”
“Iya, aku janji!” sambil mengaitkan jari kelingking.
“Udah sore, aku antar kamu pulang ya!”
“Kok pulang sih?” Tanya Andin.
“Aku mau ngerjain tugas di rumah Frans, dia pasti sudah nungguin aku. Aku anterin kamu pulang sekarang ya!” ajak Ryu. Andin mengikuti omongan Ryu. Ryu pun mengantar Andin pulang. Setelah itu Ryu menjemput Reva dan pergi makan ke café. Dasar Playboy!
Dirumah Chelsea.
“Darimana, Ndin?” Tanya Chelsea kepada adiknya, Andin.
“Abis jalan sama cowok gue!”
“Cepat banget pulangnya? Tanya Chelsea.
“Cowok gue mau ngerjain tugas sekolah bareng temannya.” Ujar Andin.
“Owh. Ikut gue yuk! Daripada sendirian di rumah!” ajak Chelsea.
“Kemana?”
“Udah ikut aja!” ujar Chelsea.
Chelsea pun mengajak Andin dan menjemput kedua sahabatnya, Selvi dan Agni.
“Hai, Andin!” sapa Selvi dan Agni setelah melihat sosok Andin yang juga ada dimobil.
“Hai!” sahut Andin.
Akhirnya mereka pergi ke sebuah café. Mereka memasuki café dan ups… ya Tuhan! Tiba-tiba Andin kaget melihat Ryu sedang bersama seorang cewek bermesraan.
“Ryu!” batinnya. Dan mendekati tempat Ryu duduk.
“Andin, loe mau kemana?” Tanya Chelsea.
“Ryu!” seru Andin.
Ryu menoleh ke sumber suara yang memanggilnya. Ryu kaget melihat Andin juga berada di café.
“Kamu bohongi aku! Jadi rumahnya Frans pindah kesini ya? Kok aku baru tahu? Dia siapa?” Bentak Andin kesal.
“Kamu ngapain disini?” Tanya Ryu panik.
“DIA SIAPA?” bentak Andin lagi.
“Dia… dia…”
“Cewek kamu?!” sahut Andin.
“Bukan. Dia bukan cewek aku!” kilah Ryu.
“Ryu, kok kamu ngomongnya gitu?” Reva kesal.
“Ndin, lo kenal sama dia?” tiba-tiba Chelsea menghampiri Andin.
“Cowok gue! Tapi dulu, sekarang kita PUTUS!!!!” tegas Andin dan mendorong Ryu. Andin berlalu meninggalkan café.
“Jadi gini kelakuan kamu? aku kecewa dan menyesal pernah jadian sama kamu! mulai sekarang kita PUTUS!!!” bentak Reva kecewa dengan perbuatan Ryu.
“Plaakkk…” sebuah tamparan mendarat di pipi Ryu. Chelsea.
“Eh, playboy! Udah puas lo sekarang? Dengar ya, jangan pernah deketin adik gue lagi!” hardik Chelsea emosi melihat perbuatan Ryu.
“Adik?” lirih Ryu.
“Maksudnya, Chelsea itu, Andin!” sahut Selvi.
“Makan tuh tamparan. Dasar Playboy!” seru Agni.
Lelaki buaya darat…
Busyet aku tertipu lagi…
Sepenggal lagu Maia dinyanyikan oleh Selvi dan Agni. Buat meledek Ryu, si Playboy!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar