You’re Smile Is My Passion
Setiap malam aku selalu
berada di taman ini, tidak peduli dengan hawa dingin yang menusuk sampai ke
jantungku. Selama jantung ini masih berdetak, aku akan tetap berada di sini
untuk memandang langit yang begitu indah. Bintang-bintang yang selalu ada di
atas sana benar-benar membuatku ingin segera menyusulnya.
“Ahk…apa yang sedang kupikirkan?” batinku.
“Dhuaarr!” tiba-tiba Ka Bulan mengagetkanku.
Aku memandang Ka Bulan, “Huh…selalu begitu!”
kesalku.
“Yeee… kamu sih bengong mulu! Lagi mikirin apa sih?”
tanyanya.
“Aku,lagi mikirin kodok yang tadi ngak sengaja aku
injak, pergi kemana yah? Ka Bulan tahu, kemana perginya kodok itu?”
“Hah? Kodok ?”
ujarnya bingung, lalu melihat ke bawah siapa tahu aja kodok itu masih ada disekitar
tempat ia berdiri.
“Hahaha…” Aku pun tertawa melihat reaksi Ka Bulan
yang sedang berusaha mencari kodok yang ku katakan.
Ka Bulan memandangku, “Kenapa? Ada yang lucu ya?”
Tanyanya.
Aku mengangguk. “Lucu banget,Kak!”
“Apaan?” Ka Bulan penasaran.
Aku menunjuk tepat di hidung Ka Bulan. “Kakak lucu
banget! Aku berhasil bohongin kakak. Cerita tentang kodok itu Cuma akal-akalan
aku saja!”
“Ih… kamu ngerjain kakak lagi! Usil banget sih!” Ka
Bulan mencubit kedua pipiku.
“Aduuh, sakit!” rintihku.
“Bodo’! Ngapain kamu ngerjain kakak mulu? Salah
sendiri!” katanya sambil manyun.
Aku mendekati Ka Bulan dan membalas mencubit kedua
pipinya. “Uhhkk… ngemesin! Kakak lebih cantik kalo tersenyum!”
Ka Bulan menatapku dan memelukku begitu erat.
“Kakak,sayang kamu. Bintang!” lirihnya.
Aku tersenyum mendengar kata-kata Ka Bulan yang
setiap hari selalu mengatakan hal yang sama. “Bintang,juga sayang sama Ka
Bulan!” balasku.
Malam ini semakin
indah. Aku tidak akan pernah merasa kesepian. Karena Ka Bulan selalu ada
disampingku disaat suka maupun duka. Ka Bulan, dia kakak yang baik. Dia sangat
sayang sama aku. Buktinya dia tidak merasa minder dan risih dengan kondisi aku
saat ini. Leukimia…siapa yang menginginkannya?
“Bintang, kenapa setiap malam kamu harus duduk di
taman ini?” tanyanya.
Aku sejenak terdiam dan lalu meminta Ka Bulan untuk
mengenggam tanganku yang terasa dingin. Ka Bulan menatapku dengan lembut penuh
kasih sayang.
“Karena setiap malam di tempat ini Bintang akan
selalu ada! Bintang itu tidak akan pernah meninggalkan Kakak. Selamanya akan
selalu ada didekat Kakak!” terangku lalu tersenyum.
Ka Bulan paham dengan
perkataanku. Dia lalu mengalihkan pandangannya ke atas langit yang begitu indah
dihiasi bintang-bintang yang berkelip. Malam ini benar-benar indah dan
istimewa. Love You Bintang!
***
Sabtu,16 Juni adalah hari lahir Ka Bulan. Aku sudah
mempersiapkan sebuah kejutan.
“Kamu mau bawa kakak kemana?” Tanya Ka Bulan yang
matanya kututup dengan sapu tangan.
“Hmmm… rahasia!” ujarku sambil menuntun Ka Bulan
menyusuri jalan setapak.
“Huh…kita mau kemana?” keluhnya.
Aku terus melangkahkan kaki menuju tempat special.
Beberapa menit kemudian kami sampai disebuah tempat yang begitu indah dan
sejuk.
“Sekarang kakak boleh buka tutup matanya!”
Perlahan Ka Bulan
membuka tutup matanya. Sesaat dia terdiam dan tidak percaya dengan apa yang ada
dihadapannya. Lalu dia menatapku,sesaat aku melihat Ka Bulan mau menangis.
Tetapi dia menahan airmatanya. Dia tahu kalau aku tidak suka melihat ada
airmata jatuh di pipinya.
“Makasih, Bintang!” serunya. Aku mengangguk dan
tersenyum. Ka Bulan mencoba membalas senyumanku.
“Happy Brithday,Ka! Wish u all the best. Always
smile for me!” seruku.
Ka Bulan tersenyum dan kali ini benar-benar tidak
dapat menahan air matanya.
“Bintang... Kakak,sayang sama kamu! Kakak berharap
hari ini bukanlah hari terakhir merayakan ulang tahun kakak bersama kamu.”
lirihnya sambil memelukku dengan erat.
Aku hanya terdiam dan air mata pun jatuh dipipiku.
“Tuhan…tolong! Jangan biarkan Ka Bulan menangis dan
sedih!” batinku.
Beberapa detik kemudian,kepalaku terasa pusing dan
keringat bercucuran disekujur tubuhku. “Aah…kenapa disaat seperti ini
penyakitku kambuh?” batinku kesal.
“Bintang…” Ka Bulan melepaskan pelukannya. Dan
kaget melihat mukaku yang pucat pasi.
“Kamu ngak apa-apa?” tanyanya khawatir.
Tiba-tiba aku tidak dapat berdiri dengan baik dan
akhirnya aku pun terjatuh lunglai.
“Bintang…” serunya tersedu-sedu.
“Ka…Bu…lan! Jaaa..ngan me…nangis! A..k..u b..aik-b..aik
sa..ja!” seruku terbata-bata.
Ka Bulan menggelengkan kepalanya. “Jangan tinggalin
kakak!”
Aku berusaha untuk tersenyum. Tanganku mencoba untuk
menghapus airmata Ka Bulan. “Bintang…akan selalu ada didekat kakak!” batinku.
***
Minggu,18 Juni 2012. Malam harinya di taman,tempat
favorit Bintang.
“Andai kamu masih ada disamping kakak,kamu pasti
akan menghibur dan menemani kakak! Kakak kangen kamu,Bintang!” ujar Bulan
sambil menunjuk sebuah bintang ynag bersinar terang diatas sana.
“Itu pasti kamu! Kamu pasti sedang tersenyum. Kakak
selalu ingat pesan kamu. Jangan pernah sedih dan menangis. Karena Bintang akan
selalu ada disamping kakak. Bintang ngak akan ninggalin kakak seorang diri!”
ujar Bulan dan lalu tersenyum.
“BINTANG… KA BULAN SAYANG SAMA KAMU!!! KA BULAN
JANJI NGAK AKAN MENANGIS DAN SEDIH!!! KA BULAN AKAN SELALU TERSENYUM, WALAU ITU
SEMUA TERASA PAHIT!!!” teriak Bulan.
“MOVE ON!” batin Bulan.
********
Tidak ada komentar:
Posting Komentar