Kamis, 07 Maret 2013

Flasch Fiction (YSIMP)


You’re Smile Is My Passion
Setiap malam aku selalu berada di taman ini, tidak peduli dengan hawa dingin yang menusuk sampai ke jantungku. Selama jantung ini masih berdetak, aku akan tetap berada di sini untuk memandang langit yang begitu indah. Bintang-bintang yang selalu ada di atas sana benar-benar membuatku ingin segera menyusulnya.
“Ahk…apa yang sedang kupikirkan?” batinku.
“Dhuaarr!” tiba-tiba Ka Bulan mengagetkanku.
Aku memandang Ka Bulan, “Huh…selalu begitu!” kesalku.
“Yeee… kamu sih bengong mulu! Lagi mikirin apa sih?” tanyanya.
“Aku,lagi mikirin kodok yang tadi ngak sengaja aku injak, pergi kemana yah? Ka Bulan tahu, kemana perginya kodok itu?”
“Hah?  Kodok ?” ujarnya bingung, lalu melihat ke bawah siapa tahu aja kodok itu masih ada disekitar tempat ia berdiri.
“Hahaha…” Aku pun tertawa melihat reaksi Ka Bulan yang sedang berusaha mencari kodok yang ku katakan.
Ka Bulan memandangku, “Kenapa? Ada yang lucu ya?” Tanyanya.
Aku mengangguk. “Lucu banget,Kak!”
“Apaan?” Ka Bulan penasaran.
Aku menunjuk tepat di hidung Ka Bulan. “Kakak lucu banget! Aku berhasil bohongin kakak. Cerita tentang kodok itu Cuma akal-akalan aku saja!”
“Ih… kamu ngerjain kakak lagi! Usil banget sih!” Ka Bulan mencubit kedua pipiku.
“Aduuh, sakit!” rintihku.
“Bodo’! Ngapain kamu ngerjain kakak mulu? Salah sendiri!” katanya sambil manyun.
Aku mendekati Ka Bulan dan membalas mencubit kedua pipinya. “Uhhkk… ngemesin! Kakak lebih cantik kalo tersenyum!”
Ka Bulan menatapku dan memelukku begitu erat. “Kakak,sayang kamu. Bintang!” lirihnya.
Aku tersenyum mendengar kata-kata Ka Bulan yang setiap hari selalu mengatakan hal yang sama. “Bintang,juga sayang sama Ka Bulan!” balasku.
Malam ini semakin indah. Aku tidak akan pernah merasa kesepian. Karena Ka Bulan selalu ada disampingku disaat suka maupun duka. Ka Bulan, dia kakak yang baik. Dia sangat sayang sama aku. Buktinya dia tidak merasa minder dan risih dengan kondisi aku saat ini. Leukimia…siapa yang menginginkannya?
“Bintang, kenapa setiap malam kamu harus duduk di taman ini?” tanyanya.
Aku sejenak terdiam dan lalu meminta Ka Bulan untuk mengenggam tanganku yang terasa dingin. Ka Bulan menatapku dengan lembut penuh kasih sayang.
“Karena setiap malam di tempat ini Bintang akan selalu ada! Bintang itu tidak akan pernah meninggalkan Kakak. Selamanya akan selalu ada didekat Kakak!” terangku lalu tersenyum.
Ka Bulan paham dengan perkataanku. Dia lalu mengalihkan pandangannya ke atas langit yang begitu indah dihiasi bintang-bintang yang berkelip. Malam ini benar-benar indah dan istimewa. Love You Bintang!
***
Sabtu,16 Juni adalah hari lahir Ka Bulan. Aku sudah mempersiapkan sebuah kejutan.
“Kamu mau bawa kakak kemana?” Tanya Ka Bulan yang matanya kututup dengan sapu tangan.
“Hmmm… rahasia!” ujarku sambil menuntun Ka Bulan menyusuri jalan setapak.
“Huh…kita mau kemana?” keluhnya.
Aku terus melangkahkan kaki menuju tempat special. Beberapa menit kemudian kami sampai disebuah tempat yang begitu indah dan sejuk.
“Sekarang kakak boleh buka tutup matanya!”
Perlahan Ka Bulan membuka tutup matanya. Sesaat dia terdiam dan tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya. Lalu dia menatapku,sesaat aku melihat Ka Bulan mau menangis. Tetapi dia menahan airmatanya. Dia tahu kalau aku tidak suka melihat ada airmata jatuh di pipinya.
“Makasih, Bintang!” serunya. Aku mengangguk dan tersenyum. Ka Bulan mencoba membalas senyumanku.
“Happy Brithday,Ka! Wish u all the best. Always smile for me!” seruku.
Ka Bulan tersenyum dan kali ini benar-benar tidak dapat menahan air matanya.
“Bintang... Kakak,sayang sama kamu! Kakak berharap hari ini bukanlah hari terakhir merayakan ulang tahun kakak bersama kamu.” lirihnya sambil memelukku dengan erat.
Aku hanya terdiam dan air mata pun jatuh dipipiku.
“Tuhan…tolong! Jangan biarkan Ka Bulan menangis dan sedih!” batinku.
Beberapa detik kemudian,kepalaku terasa pusing dan keringat bercucuran disekujur tubuhku. “Aah…kenapa disaat seperti ini penyakitku kambuh?” batinku kesal.
“Bintang…” Ka Bulan melepaskan pelukannya. Dan kaget  melihat mukaku yang pucat pasi. “Kamu ngak apa-apa?” tanyanya khawatir.
Tiba-tiba aku tidak dapat berdiri dengan baik dan akhirnya aku pun terjatuh lunglai.
“Bintang…” serunya tersedu-sedu.
“Ka…Bu…lan! Jaaa..ngan me…nangis! A..k..u b..aik-b..aik sa..ja!” seruku terbata-bata.
Ka Bulan menggelengkan kepalanya. “Jangan tinggalin kakak!”
Aku berusaha untuk tersenyum. Tanganku mencoba untuk menghapus airmata Ka Bulan. “Bintang…akan selalu ada didekat kakak!” batinku.
*** 
Minggu,18 Juni 2012. Malam harinya di taman,tempat favorit Bintang.
“Andai kamu masih ada disamping kakak,kamu pasti akan menghibur dan menemani kakak! Kakak kangen kamu,Bintang!” ujar Bulan sambil menunjuk sebuah bintang ynag bersinar terang diatas sana.
“Itu pasti kamu! Kamu pasti sedang tersenyum. Kakak selalu ingat pesan kamu. Jangan pernah sedih dan menangis. Karena Bintang akan selalu ada disamping kakak. Bintang ngak akan ninggalin kakak seorang diri!” ujar Bulan dan lalu tersenyum.
“BINTANG… KA BULAN SAYANG SAMA KAMU!!! KA BULAN JANJI NGAK AKAN MENANGIS DAN SEDIH!!! KA BULAN AKAN SELALU TERSENYUM, WALAU ITU SEMUA TERASA PAHIT!!!” teriak Bulan.
“MOVE ON!” batin Bulan.
********

Tidak ada komentar:

Posting Komentar