Sabtu, 09 Maret 2013

Cerpen ^MALAIKAT^


^MALAIKAT^

Aku terlahir dari keluarga yang sederhana. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Aku tinggal bersama ibu dan adik perempuan ku. Dari kecil aku diajarkan untuk hidup mandiri. Pada saat usia ku 15 tahun, terjadi sebuah kecelakaan yang akhirnya merenggut nyawa ayahku. Kehilangan seorang ayah? Aku tidak pernah  membayangkan hal itu.
Ya, Tuhan lah yang mengatur segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan umatnya. Dibalik musibah itu pasti ada hikmahnya.  Aku tetap bertahan walau ditengah kepedihan ! Sejak kepergian ayah, ibu memutuskan untuk bekerja menjadi TKI di Hongkong. Adik ku satu-satunya diasuh oleh pamanku,kakak dari ibu. Sedangkan aku lebih memilih untuk tinggal di panti asuhan. Sekolah ku tetap berjalan.Tidak terasa sudah 2 tahun aku melewati hari-hari dipanti asuhan. Sekarang aku telah duduk dikelas 2 SMA.
Aku mempunyai teman dekat, kami berteman sejak aku berada dipanti asuhan. Christy , dia anak pemilik Yayasan Sosial Kasih Ibu. Papa Christy adalah donator tetap dipanti asuhanku. Walaupun Christy adalah anak yang berada, dia tidak pernah memandang rendah seseorang. Christy, dia baik, sopan santun dan tidak pernah sombong. Buktinya sampai sekarang dia masih mau berteman denganku, yang hanya seorang anak panti asuhan.
Di saat pertambahan usiaku, Christy memberiku kejutan. Christy membawa sebuah tart yang ukurannya tidak terlalu besar dan diatasnya ada angka 17. Tidak hanya sebuah kue tart, Christy ternyata telah menyiapkan kado untukku. Sebuah boneka besar berbentuk lumba-lumba pun dihadiahkan untukku.
Saat itu aku pun meneteskan airmata, selama aku hidup tidak pernah ada yang begitu peduli sama hari lahirku. Tapi,saat ini ada seseorang yang begitu peduli sama aku. “Christy , terima kasih banyak atas semuanya.” ujarku.
“Iya…Jangan nangis! Ntar makin jelekk loh.” Pinta Christy sambil menghapus airmata ku.
“Makasie Christy… makasie atas semuanya!” seru aku.
“Hmmm… kamu mau berterimakasih sebanyak apa sih? Aku melakukan semua ini karena tulus ingin membuat kamu bahagia. Kamu senang, dan aku pun lebih senang dari kamu. Aku bisa membuat kamu tersenyum dihari ini.” Jelas Christy.
“Kadonya bagus ngak?” Tanya Christy.
“Iya… bagus banget.” Sahutku.
            “Kenapa kamu suka sama dolphin?”
“Hmmm… karena dolphin itu lucu,baik dan imut-imut. Lagipula dolphin itu kan lambang persahabatan.” Jelasku.
            “Owh… aku baru tahu. Dan hari ini aku mau membawa kamu kesuatu tempat, pokoknya hari ini aku akan menemani kamu dan akan membuat kamu selalu tersenyum. Hari ini tidak boleh dilewatkan begitu saja!” Christy membawa ku pergi ketaman.
Dimana taman itu telah dihiasi oleh bunga-bunga yang begitu cantik. Ditaman telah hadir anak-anak panti yang lainnya beserta ibu panti. Mereka bernyanyi untuk ku. Hari ini tidak bisa aku lupakan,aku akan mengenang semua kebaikan yang kalian berikan untukku.
Terimakasih . Terimakasih semua. Terima kasih Christy.
Waktupun terus berjalan , hari-hariku tidak terasa kesepian. Karena hadirnya seorang teman baik, seperti Christy. Setiap hari Christy menemani aku, tidak hanya di sekolah tetapi dipanti pun Christy selalu ada.
“Jelekkk… lagi ngapain?” seru Christy menghampiriku.
“Kamu ngak lihat aku sedang ngapain?” sahutku.
“Yeee…malah balik nanya! Huh…” Christy pun mencipratkan air ke wajahku.
“Ikh… kamu usil deh! Ngangguin aku terus…”
“Bodoo… !” dan akhirnya aku pun tidak selesai menyiram bunga-bunga yang ada dipekarangan.
Aku dan Christy saling siram menyiram.  Indahnya hidup ini dengan hadirnya teman disampingku.
“Jelekkk… jika aku tidak bisa lagi menemani kamu, kamu jangan sedih ya !”
“Kok kamu ngomongnya begitu…?” tanyaku.
“Setiap manusia kan pasti akan kembali kepada pencipta-Nya… aku tidak akan selamanya ada disampingmu, ada pertemuan dan akan ada perpisahan. Dan kamu harus tahu satu hal, aku senaaaaaaaaaaaang banget bisa mengenalmu. Kamu teman terbaikku.” Terang Christy sambil memelukku.
“Jangan pergi Christy, jika kamu pergi siapa lagi yang akan mau jadi temanku? Jangan pergi!” seruku dan airmata menetes dipipiku.
 “Ikh… jelekkk jangan nangis dong ! kan udah aku bilang berkali-kali, kalo kamu nangis kamu itu makin jelekkk… cup…cup..cup…!!” hibur Christy.
“Janji sama aku, kalo kamu akan selalu menjadi temanku. Selamanya…!” pintaku.
“Iya, Christy janji sama jelekk. Christy akan selalu menjadi teman kamu. Dan kamu juga harus janji untuk tidak menangis lagi! Kamu harus kuat, tegar dan jangan putus asa. Jangan jadi orang yang lemah!”
 “Ok… janji!!! Best friend forever !!!”
                                                            *****
Dan lagi, sebuah kecelakaan terjadi kembali. Kejadian yang tidak pernah kami bayangkan.  Kali ini menimpa Christy. Karena kecelakaan itu Christy menjadi buta. Christy tidak dapat menerimanya.
            Sejak saat itu Christy jadi pemurung dan lebih suka menghabiskan waktunya sendiri. Saat  aku datang berkunjung kerumahnya , aku tidak dapat bertatap muka dengannya. Christy tidak mau bertemu siapapun, termasuk aku. Aku kembali kepanti asuhan dengan lesu.
“Christy aku kangen dijahili sama kamu, aku kangen bermain denganmu, aku kangen Christy yang dulu selalu ceria…” batinku.
Suatu hari, Papa Christy berkunjung kepanti asuhan. Papa Christy ingin berbicara denganku.
 “ Sejak kecelakaan itu, Christy tidak mau bertemu siapapun. Christy tidak punya semangat untuk hidup. Beberapa hari yang lalu Christy berniat untuk mengakhiri hidupnya. Untung saja itu semua bisa digagalkan oleh pembantu yang saat itu mengantarkan makanan untuk Christy. Kamu bisa temani Christy? Christy butuh seseorang yang bisa menghiburnya…” jelas papa Christy.  “Iya om. Aku akan menemani Christy.”
Papa Christy membawaku kerumahnya untuk menemani Christy. Kami pun memasuki kamar Christy yang bernuansa biru putih.
“Sayang… Angel datang untuk menemani kamu. Angel, om tinggal kalian berdua ya !”  “Iya…om.”
Aku tidak tahu harus memulai semuanya dengan apa. “Huft… aku pasti bisa!” batinku.
            “Hei…. Christy Kamu apa kabar?” Christy hanya diam.  “Christy … aku kangen sama kamu. Kangen melihat kamu tertawa karena berhasil menjahili aku. Aku kangen bermain ditaman bersama kamu. Christy … jawab aku Chris …!” pinta ku.
“…Kamu ngak lihat keadaan aku yang sekarang?.. a..a..ku bukan Christy yang dulu. Aku buta … aku butaaaaa.. aku butaaaa…. Aku cacat !!!” Seru Christy tersedu-sedu.
“Christy …” sahutku sambil menenangkan Christy.
            “Aku cacat …aku cacat…” lirih Christy.
“Aku akan selalu ada disamping kamu.” Bisikku.
                                                            ***
Tiga bulan, sejak kecelakaan itu. Perlahan Christy mau berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya. Aku terus menemani Christy dan menyemangati Christy untuk tetap bertahan menjalani rintangan dalam hidup ini.
            “Chris … aku baru aja membuat sebuah gambar. Suatu saat nanti kamu harus lihat dan kasih nilai untuk lukisan aku yang satu ini. Ini aku hadiahkan untukmu, hadiah pertama untukmu teman.” Kataku sambil menyodorkan gambar yang baru saja selesai aku buat.
“Makasie ya … Angel!”
“Ngak jelekk lagi nih?” ujarku tertawa. “Hmmm…. Maunya!” sahut. Christy
“Wah… diseberang jalan sana ada bunga yang indah banget. Hmmm… aku petik buat kamu ya. Tunggu aku disini!” Aku pun berlari menuju bunga itu. Bunga yang indah itu telah berpindah ketanganku.
Aku kembali berjalan kearah Christy. Tanpa ku sadari ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang, dan tabrakan pun tak dapat dielakkan.
            “Angeeeeel……..”  teriak Christy.
                                                                        *****
“Kenapa kamu yang pergi? Kenapa bukan aku? Angel ….” Christy menangisi kepergian Angel untuk selama-lamanya.
            Sebelum Angel pergi, Angel mendonorkan kedua matanya untuk Christy. Christy memandang lukisan yang dibuat Angel, ternyata itu gambarnya.
            “Makasie… buat lukisannya. Makasie buat kedua mata yang indah ini. Makasie sahabatku . Makasie jelek.” Batin Christy sambil menghapus airmatanya dan berusaha untuk tetap tersenyum.
Menjalin sebuah hubungan didasari dengan niat dan rasa tulus, pasti akan mendatangkan kebahagiaan. Aku tulus berteman denganmu. Aku senang bisa mengenalmu. Aku bangga punya kamu yang mempunyai hati begitu mulia dan baik terhadap sesama.
            Terimakasih telah membuat hari-hariku penuh warna. Kau bagaikan pelangi dalam hidupku. Persahabatan itu memang indah. Terima kasih sahabatku…. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar