^MALAIKAT^
Aku terlahir dari
keluarga yang sederhana. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Aku tinggal
bersama ibu dan adik perempuan ku. Dari kecil aku diajarkan untuk hidup
mandiri. Pada saat usia ku 15 tahun, terjadi sebuah kecelakaan yang akhirnya
merenggut nyawa ayahku. Kehilangan seorang ayah? Aku tidak pernah membayangkan hal itu.
Ya, Tuhan lah yang
mengatur segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan umatnya. Dibalik musibah
itu pasti ada hikmahnya. Aku tetap
bertahan walau ditengah kepedihan ! Sejak kepergian ayah, ibu memutuskan untuk
bekerja menjadi TKI di Hongkong. Adik ku satu-satunya diasuh oleh pamanku,kakak
dari ibu. Sedangkan aku lebih memilih untuk tinggal di panti asuhan. Sekolah ku
tetap berjalan.Tidak terasa sudah 2 tahun aku melewati hari-hari dipanti
asuhan. Sekarang aku telah duduk dikelas 2 SMA.
Aku mempunyai teman
dekat, kami berteman sejak aku berada dipanti asuhan. Christy , dia anak
pemilik Yayasan Sosial Kasih Ibu. Papa Christy adalah donator tetap dipanti
asuhanku. Walaupun Christy adalah anak yang berada, dia tidak pernah memandang
rendah seseorang. Christy, dia baik, sopan santun dan tidak pernah sombong.
Buktinya sampai sekarang dia masih mau berteman denganku, yang hanya seorang
anak panti asuhan.
Di saat pertambahan
usiaku, Christy memberiku kejutan. Christy membawa sebuah tart yang ukurannya
tidak terlalu besar dan diatasnya ada angka 17. Tidak hanya sebuah kue tart,
Christy ternyata telah menyiapkan kado untukku. Sebuah boneka besar berbentuk
lumba-lumba pun dihadiahkan untukku.
Saat itu aku pun
meneteskan airmata, selama aku hidup tidak pernah ada yang begitu peduli sama
hari lahirku. Tapi,saat ini ada seseorang yang begitu peduli sama aku. “Christy
, terima kasih banyak atas semuanya.” ujarku.
“Iya…Jangan nangis!
Ntar makin jelekk loh.” Pinta Christy sambil menghapus airmata ku.
“Makasie Christy…
makasie atas semuanya!” seru aku.
“Hmmm… kamu mau
berterimakasih sebanyak apa sih? Aku melakukan semua ini karena tulus ingin
membuat kamu bahagia. Kamu senang, dan aku pun lebih senang dari kamu. Aku bisa
membuat kamu tersenyum dihari ini.” Jelas Christy.
“Kadonya bagus ngak?”
Tanya Christy.
“Iya… bagus banget.”
Sahutku.
“Kenapa kamu suka sama dolphin?”
“Hmmm… karena dolphin
itu lucu,baik dan imut-imut. Lagipula dolphin itu kan lambang persahabatan.”
Jelasku.
“Owh… aku baru tahu. Dan hari ini aku
mau membawa kamu kesuatu tempat, pokoknya hari ini aku akan menemani kamu dan
akan membuat kamu selalu tersenyum. Hari ini tidak boleh dilewatkan begitu
saja!” Christy membawa ku pergi ketaman.
Dimana taman itu telah
dihiasi oleh bunga-bunga yang begitu cantik. Ditaman telah hadir anak-anak
panti yang lainnya beserta ibu panti. Mereka bernyanyi untuk ku. Hari ini tidak
bisa aku lupakan,aku akan mengenang semua kebaikan yang kalian berikan untukku.
Terimakasih .
Terimakasih semua. Terima kasih Christy.
Waktupun terus berjalan
, hari-hariku tidak terasa kesepian. Karena hadirnya seorang teman baik,
seperti Christy. Setiap hari Christy menemani aku, tidak hanya di sekolah
tetapi dipanti pun Christy selalu ada.
“Jelekkk… lagi
ngapain?” seru Christy menghampiriku.
“Kamu ngak lihat aku
sedang ngapain?” sahutku.
“Yeee…malah balik
nanya! Huh…” Christy pun mencipratkan air ke wajahku.
“Ikh… kamu usil deh!
Ngangguin aku terus…”
“Bodoo… !” dan akhirnya
aku pun tidak selesai menyiram bunga-bunga yang ada dipekarangan.
Aku dan Christy saling
siram menyiram. Indahnya hidup ini
dengan hadirnya teman disampingku.
“Jelekkk… jika aku tidak
bisa lagi menemani kamu, kamu jangan sedih ya !”
“Kok kamu ngomongnya
begitu…?” tanyaku.
“Setiap manusia kan
pasti akan kembali kepada pencipta-Nya… aku tidak akan selamanya ada
disampingmu, ada pertemuan dan akan ada perpisahan. Dan kamu harus tahu satu
hal, aku senaaaaaaaaaaaang banget bisa mengenalmu. Kamu teman terbaikku.”
Terang Christy sambil memelukku.
“Jangan pergi Christy,
jika kamu pergi siapa lagi yang akan mau jadi temanku? Jangan pergi!” seruku
dan airmata menetes dipipiku.
“Ikh… jelekkk jangan nangis dong ! kan udah
aku bilang berkali-kali, kalo kamu nangis kamu itu makin jelekkk…
cup…cup..cup…!!” hibur Christy.
“Janji sama aku, kalo
kamu akan selalu menjadi temanku. Selamanya…!” pintaku.
“Iya, Christy janji
sama jelekk. Christy akan selalu menjadi teman kamu. Dan kamu juga harus janji
untuk tidak menangis lagi! Kamu harus kuat, tegar dan jangan putus asa. Jangan
jadi orang yang lemah!”
“Ok… janji!!! Best friend forever !!!”
*****
Dan lagi, sebuah
kecelakaan terjadi kembali. Kejadian yang tidak pernah kami bayangkan. Kali ini menimpa Christy. Karena kecelakaan
itu Christy menjadi buta. Christy tidak dapat menerimanya.
Sejak saat itu Christy jadi pemurung
dan lebih suka menghabiskan waktunya sendiri. Saat aku datang berkunjung kerumahnya , aku tidak
dapat bertatap muka dengannya. Christy tidak mau bertemu siapapun, termasuk
aku. Aku kembali kepanti asuhan dengan lesu.
“Christy aku kangen
dijahili sama kamu, aku kangen bermain denganmu, aku kangen Christy yang dulu
selalu ceria…” batinku.
Suatu hari, Papa
Christy berkunjung kepanti asuhan. Papa Christy ingin berbicara denganku.
“ Sejak kecelakaan itu, Christy tidak mau
bertemu siapapun. Christy tidak punya semangat untuk hidup. Beberapa hari yang
lalu Christy berniat untuk mengakhiri hidupnya. Untung saja itu semua bisa
digagalkan oleh pembantu yang saat itu mengantarkan makanan untuk Christy. Kamu
bisa temani Christy? Christy butuh seseorang yang bisa menghiburnya…” jelas
papa Christy. “Iya om. Aku akan menemani
Christy.”
Papa Christy membawaku
kerumahnya untuk menemani Christy. Kami pun memasuki kamar Christy yang
bernuansa biru putih.
“Sayang… Angel datang
untuk menemani kamu. Angel, om tinggal kalian berdua ya !” “Iya…om.”
Aku tidak tahu harus
memulai semuanya dengan apa. “Huft… aku pasti bisa!” batinku.
“Hei…. Christy Kamu apa kabar?”
Christy hanya diam. “Christy … aku
kangen sama kamu. Kangen melihat kamu tertawa karena berhasil menjahili aku.
Aku kangen bermain ditaman bersama kamu. Christy … jawab aku Chris …!” pinta ku.
“…Kamu ngak lihat
keadaan aku yang sekarang?.. a..a..ku bukan Christy yang dulu. Aku buta … aku
butaaaaa.. aku butaaaa…. Aku cacat !!!” Seru Christy tersedu-sedu.
“Christy …” sahutku
sambil menenangkan Christy.
“Aku cacat …aku cacat…” lirih Christy.
“Aku akan selalu ada
disamping kamu.” Bisikku.
***
Tiga bulan, sejak
kecelakaan itu. Perlahan Christy mau berinteraksi dengan orang-orang
disekitarnya. Aku terus menemani Christy dan menyemangati Christy untuk tetap
bertahan menjalani rintangan dalam hidup ini.
“Chris … aku baru aja membuat sebuah
gambar. Suatu saat nanti kamu harus lihat dan kasih nilai untuk lukisan aku
yang satu ini. Ini aku hadiahkan untukmu, hadiah pertama untukmu teman.” Kataku
sambil menyodorkan gambar yang baru saja selesai aku buat.
“Makasie ya … Angel!”
“Ngak jelekk lagi nih?”
ujarku tertawa. “Hmmm…. Maunya!” sahut. Christy
“Wah… diseberang jalan
sana ada bunga yang indah banget. Hmmm… aku petik buat kamu ya. Tunggu aku
disini!” Aku pun berlari menuju bunga itu. Bunga yang indah itu telah berpindah
ketanganku.
Aku kembali berjalan
kearah Christy. Tanpa ku sadari ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang,
dan tabrakan pun tak dapat dielakkan.
“Angeeeeel……..” teriak Christy.
*****
“Kenapa kamu yang
pergi? Kenapa bukan aku? Angel ….” Christy menangisi kepergian Angel untuk
selama-lamanya.
Sebelum Angel pergi, Angel
mendonorkan kedua matanya untuk Christy. Christy memandang lukisan yang dibuat
Angel, ternyata itu gambarnya.
“Makasie… buat lukisannya. Makasie
buat kedua mata yang indah ini. Makasie sahabatku . Makasie jelek.” Batin
Christy sambil menghapus airmatanya dan berusaha untuk tetap tersenyum.
Menjalin sebuah
hubungan didasari dengan niat dan rasa tulus, pasti akan mendatangkan
kebahagiaan. Aku tulus berteman denganmu. Aku senang bisa mengenalmu. Aku
bangga punya kamu yang mempunyai hati begitu mulia dan baik terhadap sesama.
Terimakasih telah membuat hari-hariku
penuh warna. Kau bagaikan pelangi dalam hidupku. Persahabatan itu memang indah.
Terima kasih sahabatku…. ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar