Senin, 27 Mei 2013

^I’LL BE THERE FOR YOU^ PART 1


^I’LL BE THERE FOR YOU^

PARA PEMAIN :
CHERRY BELLE…
1.      ANISA RAHMA                                                          : ANISA
2.      MARGARETH ANGELINA                                        : ANGEL
3.       CHRISTY SAURA NOELA UNU                              : CHRISTY
4.       GENOVEVA JESSYCA STEFANI AURYN               : RYN
5.      YEFANI FILLIANG                                                    : FELLY
6.      BRIGITTA CYNTHIA                                                  : GIGI
7.      CHERLY YULIANA ANGGRAINI                             : CHERLY
^o^     Randy_Pangalila  ^o^
^o^     Egi_John   ^o^
^o^     Derby_Romero ^o^
^_^   AURELI DEVI NOVIATY                                   : DEVI
^_^   SARWENDAH TAN                                           : WENDA










PART 1

Di lapangan basket… Seorang cowok sedang asik berlari mengelilingi lapangan. Tepatnya sih mendapatkan hukuman karna membuat keributan dengan teman sekelasnya. Ya cowok itu adalah Randy,si Trouble Maker. Ini bukanlah pertama kalinya Randy mendapat hukuman.
“ Ah, si Botak emang rese banget!” ujar Randy.
 “Hahahahah….” Diseberang sana Geri dan teman-temannya tertawa, karena senang melihat Randy dihukum. “Gimana rasanya…. Seru kan mengelilingi lapangan basket dibawah terik matahari?” Teriak Geri.
 Are you Shut Up!” Perintah Randy.
“Hahahaaaa… Udah akui saja kalo loe itu Looser… PECUNDANG !” Seru Geri.
 “Shit…!” Randy menuju Geri, dan…. “Dug…” Satu tonjokkan pun melayang ke wajah Geri. “Jangan coba cari masalah sama gue.. Ngerti Loe !!!” Randy memperingatkan Geri. “Uggght,,,!” Geri memegang pipinya.
Randy adalah anak kedua dari keluarga broken home. Inilah yang menyebabkan Randy tumbuh menjadi seorang yang liar dan suka lepas kendali. Ya… sifat Randy berbeda dengan sang kakak Egi. Egi dan Randy dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan. Tapi mereka berdua kurang akan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Randy tinggal bersama Ibunya, sedangkan Egi tinggal bersama sang Ayah. Sifat Egi berbanding terbalik dari sifat Randy, mungkin ini disebabkan karena Egi lebih dewasa ketimbang Randy. Jadi Egi lebih bisa mengontrol emosinya.
Egi melihat apa yang terjadi dilapangan basket. Egi mencoba untuk berbicara dengan Randy. “Loe ngak apa-apa kan?” ujar Egi sambil menyodorkan sebotol air mineral.
Randy tidak mengambilnya, “Apa urusan loe nanya-nanya? Emang penting buat loe?” Randy sibuk dengan ponselnya.
“Ya, gue peduli sama loe. Karna loe adik gue.”
Bulshit…!!” Randy berlalu meninggalkan Egi.
 “Ran… Randy !” teriak Egi. “Sampai kapan loe kayak gini Ran ?” batin Egi.
Di ruang musik…
It's not about the money, money, money
We don't need your money, money, money
We just wanna make the world dance
Forget about the price tag”
Dua gadis cantik sedang asik latihan dance. Gerakan mereka begitu enerjik dan lincah. Mereka adalah Angel dan Gigi. Dua orang sahabat yang sama-sama menyukai hal-hal yang berbau dance.  Gigi mematikan lagu yang mengiringinya latihan dance.
“Angel, kita istirahat dulu yah? Capek nich.” Seru Gigi dan lalu menyodorkan Angel sebotol minuman.
 Thank.. Gi !” sambil tersenyum.
“Kalo kita sering latihan seperti ini, pasti kita bisa menang dikompetisi dance itu.”ujar Gigi.
“Ya… kita harus tetap berusaha dan giat berlatih, tentunya tetap berdo’a.” sahut  Angel.
“Bener banget…Semangat!”
Angel dan Gigi sedang asik berbagi cerita tiba-tiba Randy masuk ke ruang Music. “Udah selesai make tempat ini? Gua mau latihan juga.” Seru Randy ketus.
“Huh… ngapain sich nih orang nongol. Merusak suasana aja!” batin Angel.
“Kita udah selesai latihan. Kita juga lagi mau beres-beres. Kalo mau latihan silahkan..” sahut Gigi.
 “Gi…kok gitu? Belum juga nyampe 2jam an… Kita belum selesai latihan!” kata Angel sambil melotot ke arah Gigi.
“Kalo mau latihan juga. Tunggu kami selesai latihan. Setengah jam lagi.” Ujar Angel.
“Loe nyuruh gue nunggu kalian latihan setengah jam lagi?” Randy mendekat ke arah Angel. “Emangnya Loe siapa?”
“Gue Angel dan Gigi ,my best friend.” Sahut Angel.
“Angel…? Ngak cocok banget nama sama muka loe!”
“Hah,,,” Angel melotot. “Kurang ajar banget sih!” tangan kanan Angel melayang kearah muka Randy, tapi Randy dapat menahan tangan mulus itu.
“Op’s… tangan yang mulus ini jangan digunakan buat nampar orang.” Randy memegang tangan Angel dengan lembut.
“Ih… apa-apaan sih… lepasin tangan gue!” bentak Angel dan lalu menginjak kaki Randy.
“Awww…” seru Randy.
 “ Ngak sopan banget sich sama cewek!” kata Angel.
“Angel, udah! Kita balik aja yuk,jangan cari masalah deh!” Gigi mengingatkan.
 “Gi,siapa yang nyari masalah coba? Nih cowok rese banget!” sahut Angel.
Gigi memegang tangan Angel dan membawa Angel keluar dari ruangan itu.
“Kak Randy mau make tempat ini,silahkan! Kita udah selesai dan mau pulang. Maafin teman gue Kak.!”
“Kali ini loe selamat. Tapi lain kali,loe ngak bakalan gue kasih ampun.” Batin Randy dan lalu mengambil gitar.

                                                                ************

Malam harinya di sebuah Café didaerah Kemang.

^I’LL BE THERE FOR YOU^
“Sedihnya diriku merindukanmu..rindukanmu
Katakan padaku arti diriku…dihatimu..
Ku kan ada ..untukmu..
Kau selalu ..dihatiku..
Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you..”
Pengunjung  di Café itu pun memberikan applause kepada si penyanyi.
 “Wah suaranya merdu sekali. Saya suka !” kata salah satu pengunjung café.
“Iya benar.” Sahut pengunjung lainnya.
“Yeeee… performnya keren. 2 jempol deh buat Kakakku.” Ujar Anisa dan memeluk Devi.
“Makasih dek.”
  “Wah, ngak rugi deh lihat performnya Ka Devi. Keren abissssss.” Sahut Cherly.
“Yup. Bener banget Cher. Suara Ka Devi itu mengalahkan penyanyi luar sana.” Balas Ryn.
 “Betul…betul.”
“Hmmmm…makasie buat pujiannya. Kalian benar-benar istimewa.” Seru Devi dan memeluk Anisa,Ryn dan Cherly.
 “Oh,,, co cweett..”
 ^_^
                                                                        ***
Sementara itu dikamar Angel. (Waduh kamarnya kayak kapal pecah… semua barang-barangnya tidak terletak pada tempatnya). Sepertinya Angel masih kesal sama kejadian diruang music. “Ugghhttt… Gigi reseeee… Cowok itu juga lebih reseeeee…. Kesaaaaaaal !!!” Teriak Angel sambil melempar beberapa barang yang ada dikamarnya.
Devi dan Anisa sudah kembali dari Café. Baru saja mau masuk rumah, Bi Lisa langsung menghampiri mereka. “Kenapa Bi? kok panik gitu ?” Tanya Anisa.
 “Itu Non…Non Angel dikamarnya… ehh.. Non Angel ngamuk.” Seru Bi Lisa.
“Haaah” sahut Devi dan Anisa bersamaan.
“Kenapa Bi. Kok Angel ngamuk ?” Tanya Devi.
 “Bibi kurang tau juga non. Mending non Devi nanya sendiri deh. Bibi takut!”
Devi dan Anisa pun berjalan menuju kamar Angel. Saat Devi mau membuka pintu kamar Angel, tiba-tiba boneka Doraemon melayang tepat kewajah Devi.
“Aduuuuuuuuuhhhhhhh…..” teriak Devi sambil memegang wajahnya.
 Angel pun kaget dan langsung menghampiri Devi. “Ka Devi ngak apa-apakan?” Tanya Angel cemas.
 “Angel,kamu apa-apaan sih?” seru Anisa sambil membantu Devi untuk berdiri.
Beberapa menit kemudian di ruang tamu dilantai 1.
“Angel… bisa tolong dijelasin sama kakak,apa yang terjadi?” Angel disidang Devi dan Anisa.
“Huh….” Sahut Angel.
“Jawab pertanyaan kakak?”
 “Ngak ada apa-apa kok Ka.” Jawab Angel singkat.
“Kamar kamu berantakan seperti itu,siapa yang bikin? Kamu kan?”  Angel hanya mengangguk.
“Lalu?” Tanya Devi lagi.
“Aku lagi kesal,jadi ya gitu deh.” Jawab Angel sambil manyun.
“Sama siapa?” 
“Aduh kakak… udah kayak polisi aja. Kebanyakan nanya deh. Angel pusing tau.” 
“Angel… jawab aja napa sih?” Anisa ikut berbicara.
“Aku kasih tau,kakak juga ngak bakalan tau orangnya.” Devi dan Anisa saling memandang.
“Udah ya,interogasinya aku ngantuk.” Angel berdiri dan melangkah menuju kamarnya.
 “Maafin kakak ya, kakak ngak bisa memberikan perhatian yang cukup buat kalian. Kakak juga ngak pernah menginginkan semua yang telah terjadi dalam keluarga kita. Kakak akan tetap ada dibelakang kalian,mensupport kalian,mewujudkan apa yang kalian inginkan. Kakak janji!!!” jelas Devi sambil melangkah menuju kamarnya.
Anisa dan Angel terdiam setelah mendengarkan kata-kata Devi. Dan airmata pun jatuh di pipi mereka.
“Anisa sayang Ka Devi.”
 “Angel sayang Ka Devi.” Batinnya.
Pagi harinya dirumah Angel, tepatnya dimeja makan. Angel sibuk merapikan dan menata makanan yang telah dibikinnya. “Hmmm… Istimewa..” ujarnya.
Beberapa menit kemudian Devi dan Anisa bersamaan melangkah menuju meja makan. “Wawww… ada perayaan apa nih?” seru Anisa sambil melirik Angel.
“Ka Devi duduknya disini yah.” Kata Angel sambil mempersilahkan Devi duduk.
 “Kakak jadi bingung.?” Devi memandang Angel lalu Anisa.
Anisa hanya mengangkat bahunya.
 “Sarapan pagi ini aku yang masak lho… Nasi goreng special buatan Angel.Cobain deh kak.” Devi pun mencicipinya.
“Hmmm… ini bukan masakan Bi Lisa kan?” Tanya Anisa lalu mencicipinya.
“Yeee… aku yang bikin lah! Cobain dulu, baru komen!” sahut Angel.
Devi dan Anisa saling memandang lalu mereka tersenyum.
 “Nasi gorengnya……”
“ISTIMEWA……” ujar Devi dan Anisa bersamaan. Dan lalu tertawa.
“Hehehe… beneran?” Tanya Angel tidak percaya. Devi dan Anisa mengangguk.
“Wahh… masakan Bi Lisa kalah nih. Tiap hari sarapannya seperti ini boleh tuh.” Jelas Devi sambil tersenyum.
 “Yee…masa tiap hari aku harus bangun subuh-subuh. Ngak mau ah.!” Jawab Angel.
“Hmmm…ngomonk-ngomonk tumben kamu yang bikin sarapan? Ayoo ada apa?” Tanya Anisa.
“Pengen aja. Hmmm… Ka Devi, aku minta maaf ya. Atas ulahku yang semalam. Beneran deh,Maafin aku ya…!” pinta Angel lalu mendekat ke Devi. “Angel sayang sama Ka Devi!” lalu memeluk Devi.
“Ahh… co cweett…”seru Anisa lalu ikut berpelukan.
“Kakak ngak marah kok… lain kali kalo kamu ada masalah share dunk sama kakak atau Anisa. Ngak baik nyimpen masalah itu sendiri, siapa tau kakak bisa bantu nyari solusinya.” Nasihat Devi.
“Iya…aku janji ngak akan mengulanginya lagi. Suer deh!” Angel tersenyum.
“Makin sayang sama Ka Devi.” Angel kembali memeluk Devi.
“Trus aku ??” seru Anisa cemburu.
 “Kenapa? Ohh…pengen dipeluk juga? Sini tak peluk ?” sahut Angel tertawa.
“Ihh…males banget!” “Angel sayang Ka Devi dan Ka Anisa.Sayang bangeeeeeeeet !”
Mereka pun tersenyum dan tertawa bahagia.  ^_^




Tidak ada komentar:

Posting Komentar