^I’LL
BE THERE FOR YOU^
PARA PEMAIN :
CHERRY BELLE…
1. ANISA
RAHMA :
ANISA
2. MARGARETH
ANGELINA :
ANGEL
3. CHRISTY SAURA NOELA UNU : CHRISTY
4. GENOVEVA JESSYCA STEFANI AURYN : RYN
5. YEFANI
FILLIANG :
FELLY
6. BRIGITTA
CYNTHIA :
GIGI
7. CHERLY
YULIANA ANGGRAINI :
CHERLY
^o^ Randy_Pangalila ^o^
^o^ Egi_John
^o^
^o^ Derby_Romero ^o^
^_^ AURELI
DEVI NOVIATY : DEVI
^_^ SARWENDAH
TAN :
WENDA
PART 1
Di lapangan basket…
Seorang cowok sedang asik berlari mengelilingi lapangan. Tepatnya sih
mendapatkan hukuman karna membuat keributan dengan teman sekelasnya. Ya cowok
itu adalah Randy,si Trouble Maker.
Ini bukanlah pertama kalinya Randy mendapat hukuman.
“ Ah, si Botak emang rese banget!” ujar Randy.
“Hahahahah….”
Diseberang sana Geri dan teman-temannya tertawa, karena senang melihat Randy
dihukum. “Gimana rasanya…. Seru kan mengelilingi lapangan basket dibawah terik
matahari?” Teriak Geri.
“Are you Shut Up!” Perintah Randy.
“Hahahaaaa… Udah akui saja kalo loe itu Looser… PECUNDANG !” Seru Geri.
“Shit…!”
Randy menuju Geri, dan…. “Dug…” Satu tonjokkan pun melayang ke wajah Geri.
“Jangan coba cari masalah sama gue.. Ngerti Loe !!!” Randy memperingatkan Geri.
“Uggght,,,!” Geri memegang pipinya.
Randy adalah anak kedua
dari keluarga broken home. Inilah yang menyebabkan Randy tumbuh menjadi seorang
yang liar dan suka lepas kendali. Ya… sifat Randy berbeda dengan sang kakak
Egi. Egi dan Randy dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan. Tapi mereka
berdua kurang akan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Randy tinggal bersama
Ibunya, sedangkan Egi tinggal bersama sang Ayah. Sifat Egi berbanding terbalik
dari sifat Randy, mungkin ini disebabkan karena Egi lebih dewasa ketimbang
Randy. Jadi Egi lebih bisa mengontrol emosinya.
Egi melihat apa yang
terjadi dilapangan basket. Egi mencoba untuk berbicara dengan Randy. “Loe ngak
apa-apa kan?” ujar Egi sambil menyodorkan sebotol air mineral.
Randy tidak mengambilnya, “Apa urusan loe
nanya-nanya? Emang penting buat loe?” Randy sibuk dengan ponselnya.
“Ya, gue peduli sama loe. Karna loe adik gue.”
“Bulshit…!!”
Randy berlalu meninggalkan Egi.
“Ran… Randy
!” teriak Egi. “Sampai kapan loe kayak gini Ran ?” batin Egi.
Di ruang musik…
“It's not
about the money, money, money
We don't need your money, money, money
We just wanna make the world dance
Forget about the price tag”
We don't need your money, money, money
We just wanna make the world dance
Forget about the price tag”
Dua gadis cantik sedang
asik latihan dance. Gerakan mereka
begitu enerjik dan lincah. Mereka adalah Angel dan Gigi. Dua orang sahabat yang
sama-sama menyukai hal-hal yang berbau dance.
Gigi mematikan lagu yang mengiringinya latihan dance.
“Angel, kita istirahat dulu yah? Capek nich.” Seru
Gigi dan lalu menyodorkan Angel sebotol minuman.
“Thank.. Gi !” sambil tersenyum.
“Kalo kita sering latihan seperti ini, pasti kita
bisa menang dikompetisi dance
itu.”ujar Gigi.
“Ya… kita harus tetap berusaha dan giat berlatih,
tentunya tetap berdo’a.” sahut Angel.
“Bener banget…Semangat!”
Angel dan Gigi sedang
asik berbagi cerita tiba-tiba Randy masuk ke ruang Music. “Udah selesai make tempat ini? Gua mau latihan juga.” Seru
Randy ketus.
“Huh… ngapain sich nih orang nongol. Merusak suasana
aja!” batin Angel.
“Kita udah selesai latihan. Kita juga lagi mau beres-beres.
Kalo mau latihan silahkan..” sahut Gigi.
“Gi…kok gitu?
Belum juga nyampe 2jam an… Kita belum selesai latihan!” kata Angel sambil
melotot ke arah Gigi.
“Kalo mau latihan juga. Tunggu kami selesai latihan.
Setengah jam lagi.” Ujar Angel.
“Loe nyuruh gue nunggu kalian latihan setengah jam
lagi?” Randy mendekat ke arah Angel. “Emangnya Loe siapa?”
“Gue Angel dan Gigi ,my best friend.” Sahut Angel.
“Angel…? Ngak cocok banget nama sama muka loe!”
“Hah,,,” Angel melotot. “Kurang ajar banget sih!” tangan
kanan Angel melayang kearah muka Randy, tapi Randy dapat menahan tangan mulus
itu.
“Op’s… tangan yang mulus ini jangan digunakan buat
nampar orang.” Randy memegang tangan Angel dengan lembut.
“Ih… apa-apaan sih… lepasin tangan gue!” bentak
Angel dan lalu menginjak kaki Randy.
“Awww…” seru Randy.
“ Ngak sopan
banget sich sama cewek!” kata Angel.
“Angel, udah! Kita balik aja yuk,jangan cari masalah
deh!” Gigi mengingatkan.
“Gi,siapa
yang nyari masalah coba? Nih cowok rese banget!” sahut Angel.
Gigi memegang tangan Angel dan membawa Angel keluar
dari ruangan itu.
“Kak Randy mau make tempat ini,silahkan! Kita udah
selesai dan mau pulang. Maafin teman gue Kak.!”
“Kali ini loe selamat. Tapi lain kali,loe ngak
bakalan gue kasih ampun.” Batin Randy dan lalu mengambil gitar.
************
Malam harinya di sebuah Café didaerah Kemang.
^I’LL BE THERE FOR YOU^
“Sedihnya
diriku merindukanmu..rindukanmu
Katakan padaku arti diriku…dihatimu..
Ku kan ada ..untukmu..
Kau selalu ..dihatiku..
Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you..”
Katakan padaku arti diriku…dihatimu..
Ku kan ada ..untukmu..
Kau selalu ..dihatiku..
Everytime you miss me..you need me..
Remember me
I will come to you i promise you i love you
Everytime you miss me..you need me
Call me call me
I will come to you i promise you.. i’ll be there for you..”
Pengunjung di
Café itu pun memberikan applause kepada si penyanyi.
“Wah suaranya
merdu sekali. Saya suka !” kata salah satu pengunjung café.
“Iya benar.” Sahut pengunjung lainnya.
“Yeeee… performnya
keren. 2 jempol deh buat Kakakku.” Ujar Anisa dan memeluk Devi.
“Makasih dek.”
“Wah, ngak
rugi deh lihat performnya Ka Devi. Keren abissssss.” Sahut Cherly.
“Yup. Bener banget Cher. Suara Ka Devi itu
mengalahkan penyanyi luar sana.” Balas Ryn.
“Betul…betul.”
“Hmmmm…makasie buat pujiannya. Kalian benar-benar
istimewa.” Seru Devi dan memeluk Anisa,Ryn dan Cherly.
“Oh,,, co
cweett..”
^_^
***
Sementara itu dikamar
Angel. (Waduh kamarnya kayak kapal pecah…
semua barang-barangnya tidak terletak pada tempatnya). Sepertinya Angel
masih kesal sama kejadian diruang music. “Ugghhttt… Gigi reseeee… Cowok itu
juga lebih reseeeee…. Kesaaaaaaal !!!” Teriak Angel sambil melempar beberapa
barang yang ada dikamarnya.
Devi dan Anisa sudah
kembali dari Café. Baru saja mau masuk rumah, Bi Lisa langsung menghampiri
mereka. “Kenapa Bi? kok panik gitu ?” Tanya Anisa.
“Itu Non…Non
Angel dikamarnya… ehh.. Non Angel ngamuk.” Seru Bi Lisa.
“Haaah” sahut Devi dan Anisa bersamaan.
“Kenapa Bi. Kok Angel ngamuk ?” Tanya Devi.
“Bibi kurang
tau juga non. Mending non Devi nanya sendiri deh. Bibi takut!”
Devi dan Anisa pun berjalan
menuju kamar Angel. Saat Devi mau membuka pintu kamar Angel, tiba-tiba boneka
Doraemon melayang tepat kewajah Devi.
“Aduuuuuuuuuhhhhhhh…..” teriak Devi sambil memegang
wajahnya.
Angel pun
kaget dan langsung menghampiri Devi. “Ka Devi ngak apa-apakan?” Tanya Angel
cemas.
“Angel,kamu
apa-apaan sih?” seru Anisa sambil membantu Devi untuk berdiri.
Beberapa menit kemudian di ruang tamu dilantai 1.
“Angel… bisa tolong dijelasin sama kakak,apa yang
terjadi?” Angel disidang Devi dan Anisa.
“Huh….” Sahut Angel.
“Jawab pertanyaan kakak?”
“Ngak ada
apa-apa kok Ka.” Jawab Angel singkat.
“Kamar kamu berantakan seperti itu,siapa yang bikin?
Kamu kan?” Angel hanya mengangguk.
“Lalu?” Tanya Devi lagi.
“Aku lagi kesal,jadi ya gitu deh.” Jawab Angel
sambil manyun.
“Sama siapa?”
“Aduh kakak… udah kayak polisi aja. Kebanyakan nanya
deh. Angel pusing tau.”
“Angel… jawab aja napa sih?” Anisa ikut berbicara.
“Aku kasih tau,kakak juga ngak bakalan tau
orangnya.” Devi dan Anisa saling memandang.
“Udah ya,interogasinya aku ngantuk.” Angel berdiri
dan melangkah menuju kamarnya.
“Maafin kakak
ya, kakak ngak bisa memberikan perhatian yang cukup buat kalian. Kakak juga
ngak pernah menginginkan semua yang telah terjadi dalam keluarga kita. Kakak
akan tetap ada dibelakang kalian,mensupport kalian,mewujudkan apa yang kalian
inginkan. Kakak janji!!!” jelas Devi sambil melangkah menuju kamarnya.
Anisa dan Angel terdiam
setelah mendengarkan kata-kata Devi. Dan airmata pun jatuh di pipi mereka.
“Anisa sayang Ka Devi.”
“Angel sayang
Ka Devi.” Batinnya.
Pagi harinya dirumah
Angel, tepatnya dimeja makan. Angel sibuk merapikan dan menata makanan yang
telah dibikinnya. “Hmmm… Istimewa..” ujarnya.
Beberapa menit kemudian
Devi dan Anisa bersamaan melangkah menuju meja makan. “Wawww… ada perayaan apa
nih?” seru Anisa sambil melirik Angel.
“Ka Devi duduknya disini yah.” Kata Angel sambil
mempersilahkan Devi duduk.
“Kakak jadi
bingung.?” Devi memandang Angel lalu Anisa.
Anisa hanya mengangkat bahunya.
“Sarapan pagi
ini aku yang masak lho… Nasi goreng special buatan Angel.Cobain deh kak.” Devi
pun mencicipinya.
“Hmmm… ini bukan masakan Bi Lisa kan?” Tanya Anisa
lalu mencicipinya.
“Yeee… aku yang bikin lah! Cobain dulu, baru komen!”
sahut Angel.
Devi dan Anisa saling memandang lalu mereka
tersenyum.
“Nasi
gorengnya……”
“ISTIMEWA……” ujar Devi dan Anisa bersamaan. Dan lalu
tertawa.
“Hehehe… beneran?” Tanya Angel tidak percaya. Devi
dan Anisa mengangguk.
“Wahh… masakan Bi Lisa kalah nih. Tiap hari
sarapannya seperti ini boleh tuh.” Jelas Devi sambil tersenyum.
“Yee…masa
tiap hari aku harus bangun subuh-subuh. Ngak mau ah.!” Jawab Angel.
“Hmmm…ngomonk-ngomonk tumben kamu yang bikin
sarapan? Ayoo ada apa?” Tanya Anisa.
“Pengen aja. Hmmm… Ka Devi, aku minta maaf ya. Atas ulahku
yang semalam. Beneran deh,Maafin aku ya…!” pinta Angel lalu mendekat ke Devi.
“Angel sayang sama Ka Devi!” lalu memeluk Devi.
“Ahh… co cweett…”seru Anisa lalu ikut berpelukan.
“Kakak ngak marah kok… lain kali kalo kamu ada
masalah share dunk sama kakak atau Anisa. Ngak baik nyimpen masalah itu
sendiri, siapa tau kakak bisa bantu nyari solusinya.” Nasihat Devi.
“Iya…aku janji ngak akan mengulanginya lagi. Suer
deh!” Angel tersenyum.
“Makin sayang sama Ka Devi.” Angel kembali memeluk
Devi.
“Trus aku ??” seru Anisa cemburu.
“Kenapa?
Ohh…pengen dipeluk juga? Sini tak peluk ?” sahut Angel tertawa.
“Ihh…males banget!” “Angel sayang Ka Devi dan Ka
Anisa.Sayang bangeeeeeeeet !”
Mereka pun tersenyum dan tertawa bahagia. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar